1 / 13

Oleh Fajar Junaedi Bahan Kuliah Komunikasi Politik Ilmu Komunikasi UII 2009

ENTER. Komunikasi Politik Partai Politik : Advertising. Oleh Fajar Junaedi Bahan Kuliah Komunikasi Politik Ilmu Komunikasi UII 2009. Menu Kuliah Kita. Komunikasi Politik Partai Politik : Advertising. Silahkan klik…. Pengantar Iklan Politik : Sebuah Definisi Bagaimana Iklan Bekerja??

zihna
Download Presentation

Oleh Fajar Junaedi Bahan Kuliah Komunikasi Politik Ilmu Komunikasi UII 2009

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ENTER Komunikasi Politik Partai Politik : Advertising Oleh Fajar Junaedi Bahan Kuliah Komunikasi Politik Ilmu Komunikasi UII 2009

  2. Menu Kuliah Kita Komunikasi Politik Partai Politik : Advertising Silahkan klik…. • Pengantar • Iklan Politik : Sebuah Definisi • Bagaimana Iklan Bekerja?? • Iklan dan Politik • Sejarah Iklan Politik : Amerika Serikat • Jatuhnya Spot • Kebangkitan Citra • Negatif • Tipologi Iklan Politik • Empat Fase dalam Tipe Iklan Politik AS • Masa Depan Iklan Politik

  3. Pengantar • Di Amerika Serikat, iklan politik telah menjadi “now the major means by candidates for the presidency communicate their messages to voters” (Denton dalam McNair,1999:93) • Di Inggris dan negara lainya, meskipun regulasi dan gayanya berbeda, iklan politik juga telah menjadi “central to political communication” (McNair, 1999:93) • Di Indonesia, iklan politik mencatat pertumbuhan yang mencengangkan, sejak Pemilu 1999. Back to Menu

  4. Iklan Politik : Sebuah Definisi • Iklan dapat didefinisikan sebagai “paid placement of organizational messages in the media” (Bolland dalam McNair,2003:94) • Iklan politik : “the purchase and the use of advertising space, paid for commercial rates, in order to transmit political messages to mass audience” (McNair,2003:94) • Media yang digunakan meliputi bioskop, bilboards, pers, radio, televisi dan internet. Back to Menu

  5. Bagaimana Iklan Bekerja?? • Ada 2 fungsi iklan :  menginformasikan  mempengaruhi (McNair, 1999:95) • Para produsen menciptakan use value, pengiklan menambahkan exchange value dan sign value (McNair, 1999:96) • Beragam strategi iklan digunakan seperti familiar, nostalgia, asosiasi dengan ikon budaya yang lebih luas (McNair, 1999:96-97) • Dalam hal ini, iklan berefek pada “tranfers of culture” (Leiss dalam McNair, 1999:97) Back to Menu

  6. Iklan dan Politik • Didasarkan pada hipotesis bahwa strategi persuasi dapat diterapkan pada proses politik (McNair, 1999:97). • Dalam beberapa hal, iklan politik berbeda dengan iklan komersial, namun strategi dalam iklan komersial dapat diterapkan dalam iklan politik (McNair, 1999:98) Back to Menu

  7. Sejarah Iklan Politik : Amerika Serikat • Teknik dalam iklan politik pertama kali dikembangkan dan mendapatkan hasil mengagumkan ada di Amerika Serikat (McNair,1999:98) • Iklan politik sudah berkembang sejak abad 19 M dengan menggunakan media pamflet, poster, parade dsb. Kemudian berkembang pesat lagi sejak penemuan televisi (McNair,1999:98-99). Dwigth Eisenhower adalah kandidat pertama yang menggunakan televisi sebagai sarana beriklan di tahun 1952 dengan biaya iklan 1 juta dolar AS (McNair,1999:99) Back to Menu

  8. Jatuhnya Spot • Awalnya iklan politik dalam bentuk spot, 30 detik. • Sejak tahun 1956, berkembang iklan dengan durasi 5 menit. • Para kandidat juga membeli airtime sepanjang 30 menit. • Spot, hanya lebih mengarah pada pencitraan (image), ketimbang isu/gagasan dari kandidat (McNair,1999:100) Back to Menu

  9. Kebangkitan Citra • Trend kedua yang berkembang dalam iklan di Amerika Serikat adalah pencitraan lebih dijual ke pemilih/audiens, bukan lagi isu atau posisi kebijakan. • Tahun 1992, Bill Clinton dicitrakan sebagai muda, lugas dan radikal (McNair,1999:100-101). • Di Indonesia, Megawati dicitrakan sebagai korban penindasan Orde Baru (1999), SBY sebagai ………..(2004), Wiranto sebagai………..(2009), Prabowo sebagai……….(2009), Rizal Malarangeng sebagai……….(2009) Back to Menu

  10. Negatif • Trend kontroversial di dalam iklan politik di Amerika Serikat adalah trend menyerang (attack), seperti iklan yang difokuskan untuk mengungkapkan kelemahan kandidat lawan ketimbang atribut positif kepada kandidat bersangkutan. 60 – 70 persen iklan politik di AS berjenis ini (McNair,1999:104). • tahun 1988 dikenal sebagai tahun iklan politik negatif dimana George Bush membuat spot berjudul ‘Willie Horton’ untuk menyerang Michael Dukakis yang dianggap terlalu liberal dalam penerapan hukuman (McNair,1999:104) • Saat ini John Mc Cain, menyerang Obama Barrack dengan iklan yang memposisikan Obama seperti selebritis Britney Spears dan Paris Hilton. • Di Indonesia, Wiranto?? Prabowo Subianto ??  BERIKAN KOMENTAR ANDA !! Back to Menu

  11. Tipologi Iklan Politik • Primitif  mengkonstruksikan kualitas kandidat • Talking head  fokus pada isu dan citra serta kandidat yang dianggap layak bekerja • Negatif  menyerang lawan • Concept ad  didesain untuk menjual ide penting dari kandidat • Cinema-Verite  kandidat ditampilkan dari setting real life dengan berinteraksi dengan orang lain. • Personal witness/testimoni  orang lain yang memberi kesaksian tentang kandidat (Devlin dalam McNair,1999:105-107) Back to Menu

  12. Empat Fase dalam Tipe Iklan Politik AS • Identitas dasar harus dibangun. • Kebijakan kandidat harus ‘establised in broad terms with minimum of estraneus detail, with emotional charge’. Contoh : ‘Read my lips, No new taxes!’ (Bush), ‘It’s the economy, stupid!’ (Clinton). • Lawan seharusnya diserang. • Kandidat harus dibangun dengan makna positif (Diomond dan Bates dalam McNair,1999:107). • Di INDONESIA ??????? Back to Menu

  13. Masa Depan Iklan Politik ? Back to Menu

More Related