1 / 63

Bab 10

Bab 10. Penelitian Ilmiah. Penelitian Ilmiah Metodologi. A. Metodologi Penelitian Ilmiah Dasar Metoda Penelitian Metoda penelitian didasarkan kepada metodologi penelitian Metodologi penelitian didasarkan kepada metoda ilmiah

zarifa
Download Presentation

Bab 10

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Bab 10 Penelitian Ilmiah

  2. Penelitian IlmiahMetodologi A. Metodologi Penelitian Ilmiah • Dasar Metoda Penelitian • Metoda penelitian didasarkan kepada metodologi penelitian • Metodologi penelitian didasarkan kepada metoda ilmiah • Metoda ilmiah didasarkan kepada filsafat ilmu atau filsafat lainnya yang sesuai dengan ciri metodologi penelitian • Penelitian ilmiah dapat diklasifikasikan menurut berbagai aspek • Terdapat sejumlah klasifikasi penelitian ilmiah

  3. Penelitian IlmiahMetodologi 2. Menurut filsasat Positivisme atau phenomenologis Positivisme meliputi pokok • Membatasi penelitian pada hal-hal yang positif yakni yang dapat diuji secara empiris • Menggunakan bahasa yang jelas (teori arti); variabel dan atributnya perlu dijelaskan • Menggunakan logika; argumentasi ilmiahnya perlu memenuhi syarat logika • Menunjukkan cara untuk justifikasi; menyajikan rancangan pengujian empiris serta melakukan pengujian empiris (teori pengetahuan) • Ilmu alam dan ilmu sosial praktis semuanya menggunakan metoda dengan dasar positivisme (positivisme logika)

  4. Penelitian IlmiahMetodologi Penelitian Phenomenologis meliputi pokok • Menyeluruh (wholistic), tidak melihat sasaran penelitian dalam bagian-bagiannya • Manusia sebagai pengukur sehingga manusia melakukan observasi • Hasil observasi diungkapkan dalam bentuk uraian kualitatif • Sasaran menurut pilihan, biasanya, suatu sasaran yang cukup sempit • Ilmu budaya sering menggunakan dasar penelitian secara phenomenologis

  5. Penelitian IlmiahMetodologi Penelitian 3. Menurut Justifikasi Normatif atau deskriptif Penelitian normatif • Pembenaran pemikiran beracuan norma • Digunakan pada etika, sehingga sesuatu dikatakan baik atau jahat berdasarkan norma (aturan) • Juga digunakan pada estetika, sehingga sesuatu dikatakan indah atau buruk berdasarkan norma (aturan) Penelitian deskriptif • Pembenaran pemikiran beracuan deskripsi peristiwa • Digunakan pada ilmu alam, sehingga betul atau salah didasarkan pada deskripsi peristiwa • Ada kalanya disebut juga sebagai penelitian ilmiah

  6. Penelitian IlmiahMetodologi 4. Menurut Data Kualitatif atau kuantitatif Penenlitian kualitatif • Hasilnya diungkapkan melalui uraian cukup rinci (kualitatif) • Sasaran sangat terbatas • Peneliti sebagai alat ukur • Kepercayaan kita kepada hasil penelitian ditentukan oleh kepecayaan kita kepada kemampuan peneliti Penelitian kuantitatif • Hasilnya diungkapkan melalui data kuantitatif • Sasaran biasanya sangat luas • Ada alat ukur khusus • Kita dapa memeriksa alat ukur dan datanya untuk memberi penilaian

  7. Penelitian IlmiahMetodologi 5. Menurut Kegunaan Dasar, Terapan, atau Pengembangan Penelitian Dasar • Menemukan pengetahuan baru atau teori baru • Biasanya belum mengetahui kegunaannya Penelitian Terapan • Menemukan pengetahuan terapan yang menggunakan pengetahuan dasar yang telah diketahui • Biasanya kegunaannya sudah jelas Pengembangan • Mengembangkan serta menyempurnakan hasil yang telah dicapai oleh penelitian terapan

  8. Penelitian IlmiahMetodologi 6. Menurut Logika Deduktif atau induktif Penelitian Induktif • Dari data yang sangat banyak dan sangat lama menemukan adanya keteraturan • Memastikan keteraturan itu • Menemukan penjelasan dari keteraturan itu (teori baru) • Dilanjutkan dengan penelitian deduktif Penelitian deduktif • Menggunakan teori, hukum, atau premis lainnya untuk menemukan jawaban pada satu hal tertentu (hipotesis) • Menguji hipotesis itu secara empiris

  9. Penelitian IlmiahMetodologi 7. Menurut Jenis Temuan Eksploratif, evaluatif, atau analitik Penelitian eksploratif • Biasanya mencari data sebagai bahan informasi • Ada kalanya digunakan juga untuk menyusun peta informasi tentang sesuatu Penelitian evaluatif • Digunakan untuk mengevaluasi sesuatu: sistem, program, kemampuan Penelitian analitik • Memiliki pertanyaan ilmiah sebagai masalah • Menjawab masalah secara deduktif sebagai hipotesis • Menguji hipotesis secara empiris

  10. Penelitian IlmiahMetodologi 8. Menurut Tujuan Ilmuwan atau proyek Penelitian pelajar (ilmuwan) • Untuk skripsi, tesis, disertasi • Peneliti telah dikenal • Mencari pengetahuan baru • Sarat dengan literatur dan argumentasi Penelitian proyek • Untuk menjawab suatu keperluan proyek • Peneliti dapat berupa perusahaan peneliti • Mencari solusi untuk proyek atau perusahaan • Menggunakan peneliti tenar untuk mendukung keilmuannya

  11. Penelitian IlmiahMetodologi Perbandingan kompleksitas penelitian Least Complexity Most Small-scale study Large-scale study Internal Exploratory study Small-scale contract research Large-scale contract research Exploratory contract research External Large-scale government sponsored research Master’s thesis Doctoral dissertaion Student Term paper

  12. Penelitian IlmiahMetodologi Three types of thinking and learning Attitude to knowledge Conserving Expanding Attitude to knowledge Reproductive Analytical Speculating Commonly Secondary Under- Post- Used by student graduate graduate Learning Strategies Type Memorization Crtical Deliberate & imitation thinking search for new possibilities Activities Summarizing Questioning Speculating describing judging & hypothesizing identifying recombining applying ideas & infor- formalulae mation into an information argument Characteristic What? Why? How? What if? Questions how valid? how important ? Aim Correctness ‘simple’ origin- ‘creative’ originality ality, reshaping totally new approach/ material into new knowledge a different pat- tern Adapted from Ballard & Clanchy by Curtin University

  13. Penelitian IlmiahMetodologi Perbedaan skripsi, tesis, disertasi di IPB (tahun 1988) Komponen Skripsi Tesis Disertasi 1. originalitas (%) 40 60 80 2. kemandirian (%) 20 60 80 3. implementasi (%) 80 60 40 4. kreativitas rendah sedang tinggi 5. cakupan masalah/ lokal multilokal nasional wilayah (kecamatan) (provinsi) internasional universal 6. Ca kupan waktu/ satu dua satu ulangan musim musim tahun 7. data sekunder dan terbatas sedang, sekunder, data primer banyak banyak pri- mer—seba- gian besar 8. analisis data sederhana/ dalam/ dalam luas/ korelasi anova, analisis gan- regresi da

  14. Penelitian IlmiahMetodologi Komponen Skripsi Tesis Disertasi 9. sumbangan ke- pada ilmu (%) 20 60 80 10. kecanggihan/kete- standar standar standar, litian alat ukur dan khusus khusus, dan canggih 11. rujukan 5 – 10 10 – 50 25 – 100 12. penerapan istilah baru 0 + ++ 13. jumlah pembimbing 1 – 2 3 5 14. beban kredit (sks) 3 6 12 15. ringkasan bhs Indone- bhs Indo- bhs Indone- sia ± 100 nesia dan sia dan kata Inggris Inggris ± 500 kata ±1000 kata 16. seminar 30 – 45 45 – 60 60 menit menit menit 17. ujian komisi komisi komisi dan luar/ terbuka

  15. Penelitian IlmiahMetodologi Komponen Skripsi Tesis Disertasi 18. Jumlah halaman 20 – 50 50 – 100 50 – 200 19. Anggaran biaya sedikit sedang banyak 20. penyebarluasan jurusan, fakultas, fakultas, fakultas, universitas, universitas, publikasi publikasi publikasi lokal nasional nasional dan inter- nasional

  16. Penelitian IlmiahMetodologi 9. Menurut Sumber Data Primer atau sekundar Data Primer Data dicari sendiri oleh peneliti melalui alat ukur tertentu; mengetahui betul bagaimana data diperoleh (validitas dan reliabilitas) Data Sekunder Data diambil dari suatu sumber yang telah memiliki data; tidak mengetahui bagaimana data itu diperoleh

  17. Penelitian IlmiahMetodologi 10. Menurut Waktu Cross-sectional, longitudinal, atau dua-duanya Penelitian cross-sectional • Dilakukan pada suatu saat tertentu • Biasanya terdapat hubungan linier Penelitian longitudinal • Dilakukan pada jangka waktu panjang • Bisanya terdapat hubungan tak linier Penelitian cross-sectional dan longitudinal • Dilakukan kedua-duanya, cross-sectional dan longitudinal • Memperoleh informasi lebih banyak dan bervariasi

  18. Penelitian IlmiahMetodologi 11. Menurut Kegiatan Eksperimental atau noneksperimental Penelitian eksperimental • Unggul untuk hubungan sebab-akibat • Tidak selalu dapat dilaksanakan, misalnya, karena etika • Ada kemungkinan keadaan tidak wajar karena terpengaruh (orang) Penelitian noneksperimental • Menggunakan hal yang sudah terjadi (ex post facto) • Lemah untuk hubungan sebab-akibat • Dapat dilakukan dalam hal eksperimen tidak dapat dilaksanakan

  19. Penelitian IlmiahMetodologi 12. Menurut Lokasi Laboratorium atau lapangan Penelitian laboratorium • Dapat melakukan kontrol (validitas internal tinggi) • Belum tentu memberikan hasil sama di lapangan (validitas eksternal rendah) Penelitian lapangan • Tidak dapat melakukan banyak kontrol (validitas internal bisa rendah) • Lemah mudah berlaku di tempat lain (validitas eksternal bisa tinggi)

  20. Penelitian IlmiahMetodologi 13. Menurut Modus Historis, deskriptif, ekperimental/noneksperi-menal, kebijakan/evaluasi Penelitian historis Penelitian deskriptif • Kaji tindak • Penelitian ex post facto • Studi kasus/studi lapangan • Penelitian korelasional • Penelitian pengembangan • Penelitian arsif • Penelitian survei Penelitian eksperimen/kuasi-eksperiman Penelitian kebijakan dan evaluasi

  21. Penelitian IlmiahMetodologi Dari Mason dan Bramble Penelitian eksperimental/kuasi eksperimental Penelitian deskriptif Evaluasi dan studi kebijakan Penelitian seajrah

  22. Penelitian IlmiahMetodologi 14. Penelitian dan Pengetahuan Terlalu sedikit yang diketahui • Sebaiknya melalui observasi (induktif) • Contoh: Penelitian Margaret Mead tentang kehidupan di Samoa dan di Papua Niugini • Contoh: Penelitian agresivitas ikan oleh Konrad Lorenz Ada yang diketahui • Dapat melakukan penelitian eksploratif untuk mencari data • Contoh: Menentukan peta pendidikan sekolah di Indonesia • Contoh: Menentukan preferensi pemilih terhadap calon atau preferensi pembeli terhadap jenis barang

  23. Penelitian IlmiahMetodologis Cukup banyak yang diketahui • Melakukan penelitian analitik • Setelah ada masalah, menjawabnya secara deduktif teoretik, kemudian mengujinya secara empiris Tesis Magister • Ada sejumlah versi tesis magister, mencakup • Kolokium • Penelitian eksploratif • Penelitian evaluatif • Penelitian kualitatif • Penelitian kuantitatif analitik • Versi mana yang dibolehkan oleh lembaga perlu diketahui oleh mahasiswa

  24. Penelitian IlmiahMetodologi 15. Langkah Penelitian • Prapenelitian • Perumusan masalah penelitian • Proposal penelitian • Seminar/evaluasi/seleksi proposal penelitian • Pelaksanaan penelitian • Pemantauan/laporan kemajuan • Lanjutan pelaksanaan penelitian • Laporan hasil penelitian • Seminar hasil penelitian/ujian tesis • Artikel ilmiah untuk jurnal

  25. Penelitian IlmiahMetodologi 16. Studi Graham Wallace Tahun 1920-an, Graham Wallace melakukan studi tentang bagaimana ilmuwan tenar memecahkan masalah Kesimpulan (1926) • Tahap persiapan • Tertarik pada sesuatu, mereka mencari tahu dari segala sumber • Tahap inkubasi • Merenung-renung, terbawa mimpi. Bisa tiba-tiba timbul ide tak sadar • Tahap pencerahan • Memperoleh ide cemerlang secara sadar • Tahap verifiaksi • Uji ide (uji hipotesis)

  26. Penelitian IlmiahMetodologi Kekulé’s Dream Friedrich Kekulé, professor of chemistry in Ghent, Belgium, discovered that carbon compounds can form ring. For some time he’d been pondering the structure of benzene, but he couldn’t explain it. Then, one afternoon in 1865, he turned his mind away form his work. I turned my chair to the fire and dozed. Again the atoms were gamboling before my eyes. This time the smaller groups kept modestly in the background. My mental eye, rendered more acute by repeated visions of this kind, could now distinguish larger structures, of manifold conformations; long rows, sometimes more closely fitted together; all twining and twisting in a snakelike motion. But look! What was that? One of the snakes had seized hold of its own tail, and the form whirled mockingly before my eyes. As if by a flash of lightning I awoke and this time also I spent the rest of the night working out the consequences of the hypothesis. Kekulé had found his clue to the structure of benzene in his dream of the snake gripping its own tail.

  27. Penelitian IlmiahMetodologi • Mendeleyev’s dream • To meet the needs of his students, Mendeleyev started working on general manual for chemistry. Trying to establish a basic principle for systematising chemical knowledge by comparing atomic weights Mendeleyev concluded that ‘the properties of the elements are in periodic dependence on their atomic weights.’ The fundamental insights came to him in a dream on 17 February 1869; he had taken a brief nap while working on his book, and ‘when he awoke, he set out the chart, in virtually its final form.’ • (Thomas Crump. A Brief History of Science, p. 181)

  28. Penelitian IlmiahProposal B. Proposal Penelitian 1. Pedoman Penyusunan Proposal Dari Locke, Spirduso, dan Silverman Terdiri atas • 20 langkah ( 1 – 20) • 13 pertimbangan (A – M) Dalam bentuk peta alir dengan lambang = langkah = pertimbangan

  29. Penelitian IlmiahProposal

  30. Penelitian IlmiahProposal Langkah 1 sampai 4 Mulai di sini (1) Mencari, Bertanya jawab, berpikir tidak ? Masih berharga untuk dikejar (A) (2) Bermunculan gagasan. Bagaimana jika … Mengapa …. (3) Sempitkan apa yang Ingin diketahui ya (4) Rumuskan pertanyaan Yang jelas dan spesifik

  31. Penelitian IlmiahProposal Langkah 5 sampai 8 (7) (1) ? Masih berharga untuk dikejar (A) Tulis artikel, masukkan ke jurnal Mencari, bertanya, berpikir tidak tidak ya ? Jawabannya terkenal (D) ? Pentingnya per- tanyaan kini sudah jelas (B) (5) Pastikan mengapa jawabannya bisa penting ya ? Sudah ada jawaban yang Jelas (C) (6) ya Mensurvei bacaan yang relevan (7) Me-review bacaan secara intensif tidak

  32. Penelitian IlmiahProposal Langkah 8 sampai 10 (1) Mencari, bertanya, berpikir tidak ? Jelas, mengapa tiada jawaban (E) (8) Me-review bacaan secara intensif tidak (9) ya tidak Pertimbangkan semua bentuk pertanyaan ya ? Alasan tiada jawaban dapat diperbaiki (F) ? Ada yang paling memadai (G) (10) Membuat rancangan kasar tentang studi ya

  33. Penelitian IlmiahProposal Langkah 11 sampai 14 (11) Pertimbangkan semua jenis cara ukur tidak ? Ada yang memadai (H) (12) tidak Pertimbangkan semua jenis metoda analisis ? Ada yang memadai (I) ya (13) tidak ? Arti dari semua hasil sudah jelas (J) Tinjau dan perhalus rancangan ya (14) Tentukan secara rinci semua prosedur ya

  34. Penelitian IlmiahProposal Langkah 15 sampai 17 (15) Siapkan draf proposal Lengkap yang pertgama Jika dapat diperbaiki, Kemali ke langkah yang Cocok di antara 8 dan 11 (16) ya Memberi tahu dan Berdiskusi dengan Rekan dan penasihat ? Ada cacat yang Berarti (K) (17) Lakukan studi pendahuluan (pilot), analisis data, dan Review semua prosedur tidak

  35. Penelitian IlmiahProposal (17) Langkah 17 sampai 20 Lakukan studi pen- dahuluan (pilot), analisis data, dan review semua prosedur Jika dapat diper- baiki, kembali ke langkah yang cocok di antara 8 sampai 14 (18) Siapkan draf proposal yang telah direvisi ya ? Ada kesulitan yang penting (L) ya tidak (19) Presentasikan ke panitia. Jelaskan dan mempertahan- kannya ? Perlu revi- si yang berarti (M) (20) Memulai penelitian seperti pada proposal tidak

  36. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal 2. Kelemahan pada Proposal Proposal sering mengandung kelemahan sehingga memerlukan perhatian Beberapa kelemahan terletak pada • Masalah yang tidak/kurang jelas • Masalah tidak cukup penting • Prosedur penelitian tidak memadai • Uraian dan sasaran terlalu menyebar • Literatur terlalu sedikit atau terlalu kuno • Alat ukur kurang memadai • Analisis data kurang cermat dan kurang jelas • Peneliti terlalu sibuk atau kurang menguasai • Biaya tidak memadai

  37. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal Contoh statistik 1 (dari Amerika Serikat) Kekurangan %* Kelas I: Masalah 58 Kelas II: Pendekatan 73 Kelas III: Peneliti 55 Kelas IV: Lainnya 16 * satu proposal penelitian dapat memiliki lebih dari satu kelas kelemahan [dari Leedy, halaman 162)

  38. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal Kelemahan Kelas I: Masalah (1) Masalah tidak cukup penting atau cenderung tidak akan menghasil- kan informasi baru yang berguna 33,1% (2) Proposal penelitian berdasarkan hipotesis yang tidak memiliki fakta yang cukup, diragukan, atau tidak sehat 8,9% (3) Masalah lebih kompleks daripada yang disadari oleh peneliti 8,1% (4) Masalah hanya berarti secara se- tempat dan gagal untuk generali- sasi secara luas 4,8%

  39. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal (5) Secara ilmiah, masalah masih terlalu prematur, paling tinggi, hanya cocok untuk studi pen- dahuluan (pilot) 3,1% (6) Penelitian terlalu luas dengan terlalu banyak unsur yang dite- liti sekaligus 3,0% (7) Uraian penelitian tidak menun- jukkan tujuan yang jelas 2,6%

  40. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal Kelemahan Kelas II: Pendekatan (8) Cara uji, metoda, atau prosedur ilmiah yang diusulkan tidak co- cok untuk tujuan yang disebut 34,7% (9) Uraian tentang pendekatan ter- lalu menyebar sehingga kurang kejelasan untuk dievaluasi 28,8% (10) Rancangan penelitian secara menyeluruh belum dipikirkan secara cermat 14,7% (11) Aspek statistika dari studi belum cukup dipikirkan 8,1%

  41. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal (12) Pendekatan kurang memiliki imaginasi ilmiah 7,4% (13) Pengontrolan tidak cukup di- perhatikan atau tidak cukup diuraikan 6,8% (14) Bahan penelitian yang diusul- kan tidak cocok untuk tujuan penelitian atau terlalu sulit un- tuk didapat 3,8% (15) Jumlah pengamatan tidak me- madai 2,5% (16) Alat yang digunakan sudah ketinggalan zaman atau tidak cocok 1,0%

  42. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal Kelemahan Kelas III: Peneliti (17) Peneliti tidak memiliki penga- laman atau latihan yang cu- kup untuk penelitian yang diusulkan 32,6% (18) Peneliti tampaknya kurang mengenal bacaan atau me- todak mutakhir 13,7% (19) Hasil penelitian peneliti ter- dahulu tidak mendukung keyakinan untuk penelitian yang diusulkan 12,6%

  43. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal (20) Dalam proposal, peneliti terlalu banyak bergantung kepada kawan yang tidak cukup berpengalaman 5,0% (21) Peneliti memegang terlalu banyak proyek 3,8% (22) Peneliti memerlukan lebih banyak hubungan dengan rekan sebidang atatu bidang yang terkait 1,7%

  44. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal Kelemahan Kelas IV: Lainnya (23) Permintaan akan alat atau personalia tidak realistik 10,1% (24) Tampaknya tugas lain akan menghambat waktu dan per- hatian peneliti terhadap pe- nelitian ini 3,0% (25) Letak lembaga tidak mema- dai 2,3% (26) Dana yang diberikan kepada peneliti sudah cukup untuk ikut membiayai penelitian ini 1,5% [Leedy: halaman 162]

  45. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal Contoh Statistik 2 (Amerika Serikat) Masalah Penelitian (1) Hipotesis: buruk, kurang, menye- bar, tidak sehat 47% (2) Keberartian: tidak penting, tidak imaginatif, cenderung tidak mem- berikan informasi baru 30% Rancangan Eksperimen (3) Kelompok atau kontrol: susunan, jumlah, dan ciri tidak memadai 40% (4) Metodologi teknik: diragukan, ti- dak cocok, cacat 66% (5) Prosedur pengumpulan data: rancangan kacau; alat, waktu, atau keadaan tidak memadai 41%

  46. Penelitian IlmiahKelemahan pada Proposal (6) Pengolahan dan analisis data: kabur, tidak canggih, cende- rung tidak memberikan hasil yang cermat dan jelas 31% Peneliti (7) Kurang kepakaran atau ku- rang mengenal literatur, hasil penelitian lalu kuranb baik, kurang waktu untuk penelitian ini 17% (8) Letak lembaga, staf penunjang, fasilitas laboratorium, alat kurang mencukupi; akses terbatas ke po- pulasi; kurang sangkutan dengan ko-peneliti 4% [Leedy: halaman 163]

  47. Penelitian IlmiahKualitas Penelitian C. Kualitas Penelitian 1. Komponen kualitas penelitian Patokan pada penelitian adalah kualitas yang mencakup • Kualitas substansi • Kualitas penalaran • Kualitas metoda atau prosedur • Kualitas literatur • Kualitas format penulisan • Kualitas bahasa • Kualitas tata tulis • Kualitas presentasi

  48. Penelitian IlmiahKualitas Penelitian 2. Indikator Kualitas Penelitian Indikator kualitas penelitian mencakup, di antaranya • Originalitas Keaslian, yakni apakah baru pertama kali diteliti orang, menunjukkan kualitas tinggi • Variabel Makin abstrak (ke arah konstruk) sehingga makin luas keberlakuannya makin tinggi kualitasnya • Kaitan variabel Makin banyak variabel (multivariat) makin sulit • Literatur Makin menyentuh otoritas ilmu dari penulis makin baik • Generalisasi Makin general (rampat) makin baik

  49. Penelitian IlmiahPublikasi D. Publikasi Hasil Penelitian 1. Jenis publikasi Hasil penelitian dipublikasi sehingga diketahui oleh para pakar serumpun Jenis publikasi meliputi • Laporan hasil penelitian • Seminar ilmiah • Artikel di jurnal ilmiah Yang paling tinggi nilainya adalah artikel ilmiah di jurnal

  50. Penelitian IlmiahPublikasi 2. Laporan Hasil Penelitian Fungsi Fungsi laporan penelitian mencakup • Sebagai dokumentasi • Sebagai pertanggungjawaban • Sebagai sumber informasi Penulisan • Biasanya ada format baku tentang penulisan laporan yang ditentukan oleh bidang ilmu dan lembaga • Biasanya bentuk tulisan adalah esei • Biasanya mengikuti salah satu aturan tata tulis yang ditentukan oleh lembaga

More Related