Zat pengatur tumbuh dalam kultur jaringan
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 11

Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan PowerPoint PPT Presentation


  • 240 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan. ZPT. Diperlukan dalam konsentrasi rendah utk mempengaruhi pertumbuhan tan Stok ZPT harus disimpan dalam gelap Auksin harus dilarutkan dlm 95% alkohol (sedikit saja), baru dicampur air Sitokinin dilarutkan dlm sedikit 1N HCl

Download Presentation

Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Zat pengatur tumbuh dalam kultur jaringan

Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan


Zat pengatur tumbuh dalam kultur jaringan

ZPT

  • Diperlukan dalam konsentrasi rendah utk mempengaruhi pertumbuhan tan

  • Stok ZPT harus disimpan dalam gelap

  • Auksin harus dilarutkan dlm 95% alkohol (sedikit saja), baru dicampur air

  • Sitokinin dilarutkan dlm sedikit 1N HCl

  • Auksin atau sitokinin bisa juga dilarutkan dlm 1N NaOH


Auksin

Auksin

  • IAA – auksin alami

  • IBA, NAA, 2,4-D – auksin sintetik

  • Konsentrasi 0.01 – 10 mg/L

  • Auksin sintetik relatif lebih aktif. Juga lebih stabil karena tidak didegradasi oleh enzym dalam tanaman

  • Peran : pembelahan sel, pembentukan kalus, pertumbuhan dan pemanjangan sel, pembentukan akar adventif. Menghambat pembtkan tunas aksilar.


Sitokinin

Sitokinin

  • alami : 2iP, zeatin

  • Sintetik : BAP, Kinetin

  • Pengaruh : memacu pembtkan tunas aksilar dan tunas adventif, memacu pembelahan sel

  • Tahan panas, sehingga bisa ditambahkan sebelum diautoklaf


Gibberelic acid

Gibberelic Acid

  • Grup ini memiliki 60 jenis, tapi GA3 yg paling umum terdapat pada tumbuhan

  • Tidak tahan panas, jadi tidak bisa diautoklaf. Penambahan dengan milipore filtration (sterilisasi filter)

  • Peran : perkecambahan benih, memacu pemanjangan ruas, memacu pembentukan embrio dari kalus


Absicic acid aba

Absicic acid = ABA

  • Merupakan zat penghambat tumbuh

  • Jarang digunakan dlm kuljar

  • Aplikasi khusus untuk memacu pembentukan embrio dari kalus.


Ethylene

Ethylene

  • Ethylene diproduksi sebagai respon terhadap kondisi kelebihan air, kondisi yg mirip dg kultur in vitro. Pada konsentrasi yg tinggi, ethylene menyebabkan vitrifikasi (tanaman terlihat transparan)


Senyawa lain

Senyawa lain

  • Adenine

    • Sering ditambahkan pd media untuk merangsang pertumbuhan tunas

  • Karbon aktif

    • Digunakan dg konsentrasi 0.2 – 3% dlm media.

    • Berperan dalam induksi akar

    • Menyerap senyawa


Unit pengukuran

Unit pengukuran

  • 1 L = 1000 mL = 1.000.000 μL

  • 1 g = 1000 mg = 1.000.000 μg

  • 1 mol = 1000 mmol = 1.000.000 μmol

  • 1 M = 1 mol dlm 1 L

  • 1 mM = 1mmol dlm 1 L

  • 1 μM = 1 μmol dlm 1 L


Perhitungan

Perhitungan

  • ppm = parts per million

    Co: 10 ppm IBA (pada media)

    = 10 mg IBA + 990.000 mg air (=990 ml air)

    Untuk praktisnya, 10 mg IBA ditempatkan dalam labu takar, lalu ditambah hingga mencapai 1 L

  • % (v/v)

    Co: 0.1% (v/v) Tween = 1 ml Tween + air sampai 1000 ml


Zat pengatur tumbuh dalam kultur jaringan

  • % (w/v)

    Co: 0.001% (w/v) IBA = 10 ppm IBA

    = 0.01 g IBA + air sampai 1000 mL

    Perhtngan larutan stok dan larutan media

    Cs x Vs = Cm x Vm


  • Login