Uji hipotesa
Download
1 / 37

Uji Hipotesa - PowerPoint PPT Presentation


  • 192 Views
  • Uploaded on

Uji Hipotesa. Hipotesa. Menurut Prof. Dr. S. Nasution definisi hipotesis  ialah “pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya”.  (Nasution:2000). Hipotesa. Hipotesa Korelatif

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Uji Hipotesa' - yaholo


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Hipotesa
Hipotesa

  • Menurut Prof. Dr. S. Nasution definisi hipotesis  ialah “pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya”.  (Nasution:2000)


Hipotesa1
Hipotesa

  • Hipotesa Korelatif

    yaitu dugaan ada tidaknya hubungan dari dua atau lebih variable

  • Hipotesa Komparatif

    yaitu dugaan sama tidaknya antara dua kelompok atau lebih


Hipotesa2
Hipotesa

  • HipotesaNihil / Nol

    Hipotesa yang akandiuji, biasanyadugaan yang disebutkansecaraeksplisitpadasuatupernyataan

    Dinotasikandengan H0

  • HipotesaAlternatif

    Hipotesa yang berlawanandengan H0danakanberlakubila H0ditolak

    Dinotasikandengan H1


Hipotesa3
Hipotesa

  • Menurut Mas Adip, bahwa rata-rata mahasiswa Statistik kelas B mendapatkan nilai Quiz diatas 65

  • Maka Hipotesa Null dan Hipotesa Alternatifnya ialah

  • H0 : µ > 65

  • H1 : µ <= 65


Hipotesa4
Hipotesa

  • Menurut Mbak Maya, kemungkinan komputer LPSI terserang virus ialah dibawah 20%

  • Maka Hipotesa Null dan Hipotesa Alternatifnya ialah

  • H0 : p < 0.2

  • H1 : p >= 0.2


Kemungkinan kejadian pada uji hipotesa
KemungkinankejadianpadaUjiHipotesa

  • ProbabilitasterjadinyaType I error dinotasikandenganα – biasadisebut significance level

  • ProbabilitasterjadinyaType II error dinotasikandenganβ


Significance level
Significance Level

  • NamalainnyaialahSignifikansi / Probabilitasada yang menyebutkanjugaDerajatKemaknaan

  • Menunjukkanseberapasignifikansikesalahantipe I (type I error) yang mungkinterjadi

  • Kebalikannya Confidence Interval dansama-samamengukurkepercayaansuatuhipotesa

  • Dinotasikandenganα

  • Defaultnya 10%, 5%, 1%

  • Default SPSS = 5% = 0.05


Confidence interval
Confidence Interval

  • Nama lainnya ialah selang kepercayaan atau tingkat kepercayaan

  • Menunjukkan seberapa besar kita harus percaya terhadap suatu hipotesa

  • Semakin besar nilainya maka semakin dipercaya suatu hipotesa

  • Defaultnya bernilai 90%, 95% dan 99%

  • Default SPSS = 95%


Critical value
Critical Value

  • NamalainnyaialahNilaiKritis

  • Nilaikritisdigunakanuntukpengujiansignifikansi.

  • Nilaidimanapengujianstatistikharusmelampauinilaitertentu agar hipotesis 0 ditolak.

  • Misalnyanilaikritis t denganderajatkebebasansebesar 12 dantingkatsignifikansisebesar 0,05 adalah 1,96.

  • Nilaikritisdiambildari table nilaikritis t.


Macam pengujian hipotesa one tailed
MacamPengujianHipotesaOne Tailed

  • Pengujian One Tailed mempunyai ciri

H0 : θ = θ0

H1 : θ > θ0

H0 : θ = θ0

H1 : θ < θ0

atau

UjiPihakKanan

UjiPihakKiri


Macam pengujian hipotesa one tailed1
MacamPengujianHipotesaOne Tailed

  • Suatu perusahaan kosmetika, mengklaim bahwa produknya memiliki kandungan mercury tidak lebih dari 3% dengan nilai significance level (α) sebesar 10%

  • Maka Hipotesa Null dan Hipotesa Alternatifnya ialah

  • H0 : p <= 0.03

  • H1 : p > 0.03


Macam pengujian hipotesa one tailed2
MacamPengujianHipotesaOne Tailed

  • Uji satu pihak kanan

H0 : θ = θ0

H1 : θ > θ0

daerah kritis

Penolakan H

daerah penerimaan H

α = 0.1

z

Hipotesis H diterima jika: z ≤ z1- α


Macam pengujian hipotesa one tailed3
MacamPengujianHipotesaOne Tailed

  • Menurut menteri pendidikan, persentase kelulusan siswa SMU tahun ini meningkat menjadi 80% dibandingkan tahun kemarin, dengan confidence interval 99%

  • Maka Hipotesa Null dan Hipotesa Alternatifnya ialah

  • H0 : µ >= 0.8

  • H1 : µ < 0.8


Macam pengujian hipotesa one tailed4
MacamPengujianHipotesaOne Tailed

  • Uji satu pihak kiri

H0 : θ = θ0

H1 : θ < θ0

daerah kritis

Penolakan H

daerah penerimaan H

α = 0.1

z

Hipotesis H diterima jika: z ≥ z1- α


Macam pengujian hipotesa two tailed
MacamPengujianHipotesaTwo Tailed

  • Pengujian Two Tailed mempunyai ciri

H0 : θ = θ0

H1 : θ > θ0

H0 : θ = θ0

H1 : θ < θ0

dan

H0 : θ = θ0

H1 : θ ≠ θ0


Macam pengujian hipotesa two tailed1
MacamPengujianHipotesaTwo Tailed

  • Menurut pengalaman Bu Wiwik, setiap tahunnya rata-rata mahasiswa yang tidak lulus statistik ialah 3 orang per kelasnya, dengan confidence interval 99%

  • Maka Hipotesa Null dan Hipotesa Alternatifnya ialah

  • H0 : µ = 3

  • H1 : µ ≠ 3


Macam pengujian hipotesa two tailed2
MacamPengujianHipotesaTwo Tailed

  • Two Tailed

H0 : θ = θ0

H1 : θ ≠ θ0

daerah kritis

Penolakan H

daerah kritis

Penolakan H

daerah penerimaan H

½ α = 0.005

½ α = 0.005

z

z

Hipotesis H diterima jika: -z1/2(1- α) < z < z1/2(1- α)


Goodness of fit
Goodness of fit

  • Dalam SPSS disediakan empat fungsi distribusi theoris yaitu, distribusi normal, poisson, uniform, dan exponential.


SPSS

  • Analyze > Nonparametric Test > 1-sample K-S

  • Klik Tombol Exact > Pilih Monte Carlo > Isikan confidence interval 99%

  • Klik Options > Descriptives

  • Centang ke-4 Test Distribution


Perhitungan secara manual
Perhitungan secara manual

  • Misalkanuntukhasilujinormalitas

  • H0 : data = berdistribusi normal

  • H1 : data ≠ berdistribusi normal

  • Jenisujihipotesanya : two tailed

  • Significance interval (α) = 0.01

  • z 1/2(1-α) = z0.495

  • Hipotesis H diterimajika: -z0.495< z < z0.495

  • Hipotesis H diterimajika: -2.57582 < z < 2.57582


Perhitungan secara manual1
Perhitungan secara manual

  • Two Tailed

H0 : θ = θ0

H1 : θ ≠ θ0

daerah kritis

Penolakan H

daerah kritis

Penolakan H

daerah penerimaan H

½ α = 0.005

½ α = 0.005

Hipotesis H diterima jika: -z1-1/2α< z < z1-1/2α


Macam hipotesa
Macam Hipotesa

  • Hipotesa Satu Proporsi

  • Hipotesa Dua Proporsi

  • Proporsi = Dugaan


Hipotesa satu proporsi
Hipotesa Satu Proporsi

  • Contoh

  • Dari hasil penelitian yg sudah dilakukan dinyatakan bahwa 40% murid SD di suatu daerah menderita kecacingan.

  • Pernyataan tersebut akan diuji dengan derajat kemaknaan 5%. Untuk itu diambil sampel sebanyak 250 murid SD dan dilakukan pemeriksaan tinja dan diperoleh 39% diantaranya terinfeksi cacing.

Diketahui :

pH0 = 0,4

n = 250

_ _ _

p (kecacingan)= 39%  q (tidak cacingan) = 1 – p = 61%

α = 0,05

zα= 1,96


Jawab

1. H0 : p = 40% Ha : p ≠ 40%

2. Derajat kemaknaan = 5%  uji 2 arah  titik kritis Zα/2 = 1,96

3. Uji statistik : Z

4. Daerah penolakan H0 berada pada z<-1,96 atau z>1,96

5. Statistik hitung :

6. Kesimpulan :

Statistik hitung z = -0,333 > -1,96 (berada di daerah penerimaan H0).

H0 diterima  proporsi murid SD penderita kecacingan 40%.


Hipotesa dua proporsi
Hipotesa Dua Proporsi

  • Contoh

  • Seorang ahli farmakologi mengadaan percobaan dua macam obat anti hipertensi.

  • Obat pertama diberikan pada 100 ekor tikus dan ternyata 60 ekor menunjukkan perubahan tekanan darah. Obat kedua diberikan pada 150 ekor tikus dan ternyata 85 ekor berubah tekanan darahnya. Pengujian dilakukan dengan derajat kemaknaan 5%.

Diketahui :

Ha : p1≠ p2

n1 = 100 n2 = 150

p1 = 60/100 p2 = 85/150

q1 = 40/100 q2 = 65/150

p = (n1p1 + n2p2)/n1+n2 = [(100x60/100)+(150x85/150)]/100+150)

= 60+85/250 = 145/250 = 0,58  q = 0,42


Jawab

1. H0 : p1 = p2 Ha : p1 ≠ p2

2. Derajat kemaknaan = 5%  uji 2 arah  titik kritis Zα/2 = 1,96

3. Uji statistik : Z

4. Daerah penolakan H0 berada pada z<-1,96 atau z>1,96

5. Statistik hitung :

6. Kesimpulan :

Statistik hitung z = 0,52 < 1,96 (berada di daerah penerimaan H0).

H0 diterima pada derajat kemaknaan 0,05 (p>0,05).


Paired test
Paired Test

  • Dibutuhkan untuk mencek perbedaan yang bermakna antara dua nilai rata-rata ketika sampel-sampel tersebut tidak independen :

  • Seperti  - sebelum dan sesudah perlakuan

    - beda perlakuan

    - dengan atau tanpa perlakuan


Paired test1
Paired Test

  • DosenStatistik ITS mengujicobametodapengajaran SCL padamahasiswanyadalamupayameningkatkankompetensimahasiswa.

  • Nilaiujian per mahasiswasebelumdansesudahperubahanmetodaterlihatpadatabel.

  • Apakahmetoda SCL menunjukkanpeningkatan yang bermaknapadanilaiujianmahasiswa?


Jawab
Jawab

1. Uji hipotesis satu sisi:

H0: d  0; Ha: d  0.

2. Derajat kemaknaan = 5%  uji 1 arah  titik kritis t(9;0,05) = 1,83

3. Uji statistik : t  karena sampel kecil

4. Daerah penolakan H0 berada pada t>1,83

5. Statistik hitung :

  • _

  • ∑d=50  d = 50/10 = 5

  • _

  • ∑[d-d]2 = 510  s2 = 510/9 = 56,7  s = √56,7 = 7,35

6. Kesimpulan :

Statistik hitung t = 2,13 > 1,83  H0 ditolak  artinya perubahan nilai ujian per mahasiswa secara bermakna lebih besar dari nol pada derajat kemaknaan 5% (p<0,05).



Non paired test
Non-paired Test Metoda Pengajaran Baru

  • Seorang job-specialist menguji 25 administrator kesehatan dan mendapatkan bahwa rata-rata penguasaan pekerjaan administrator kesehatan adalah 22 bulan dengan simpangan baku = 4 bulan. Dengan taraf nyata 5% , ujilah :

  • Apakah rata-rata penguasaan kerja adminisrator kesehatan tidak sama dengan 20 bulan?

_

Diketahui : n=25 x = 22 S = 4 bulan α = 0,05


Tahap uji hipotesis
Tahap Uji Hipotesis Metoda Pengajaran Baru

  • Rumuskan hipotesis uji (H0 dan Ha)

H0 ; μ = 20

Ha ; μ ≠ 20

  • Tentukan derajat kemaknaan dan titik kritis

α = 0,05 ; db = n-1 = 24  t(db;α) = t(10;0,05)= 2,064

  • Tentukan uji statistik

 uji t karena sampel kecil


Daerah Penerimaan H0

Daerah penolakan H0

Daerah penolakan H0

-t(db;α/2)=-2,064

t(db;α/2)=2,064

0


  • Lakukan Metoda Pengajaran Baruujistatistik

Diketahui :

n = 25

μ0 = 20

s = 4

_

x = 22

_

t = x - μ0 = 22 - 20= 10/4 = 2,5

s/√n 4/ √25


Hasil uji statistik t = 2,5 > 2,064 (berada di daerah penolakan H0)  H0 ditolak  rata-rata penguasaan tugas administrator kesehatan tidak sama dengan 22 bulan.


ad