1 / 14

METODE BELAJAR BICARA

METODE BELAJAR BICARA. BEBERAPA METODE. Trial and error  tanpa bimbingan dan model  hasil minimal (buruk) Imitation  Tergantung model Anak belum mampu menjadi pengamat yg efisien  Lebih baik dari trial & error  hasil blm optimal Training  Ada model yg baik u/ditiru

xanthe
Download Presentation

METODE BELAJAR BICARA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. METODE BELAJAR BICARA

  2. BEBERAPA METODE • Trial and error  tanpa bimbingan dan model  hasil minimal (buruk) • Imitation  Tergantung model Anak belum mampu menjadi pengamat yg efisien  Lebih baik dari trial & error  hasil blm optimal • Training  Ada model yg baik u/ditiru Mendapat bimbingan dan bantuan dalam meniru  Hasil optimal

  3. Faktor-faktor Belajar Bicara • Kematangan / kesiapan organ-organ bicara • Kesiapan Mental • Model yang baik • Kesempatan praktek • Motivasi • Bimbingan

  4. Faktor-faktor Belajar Bicara • Kematangan /kesiapan organ-organ bicara • Saluran suara, • langit-langit mulut, • lidah • Kesiapan Mental - Kematangan otak, khususnya bagian asosiasi otak  biasanya terjadi di usia 12-18 bulan • Model yang baik - Orang-orang di sekitar anak - Penyiar radio dan TV - Aktor/aktris film - Tokoh masyarakat yang muncul di media massa

  5. Faktor-faktor Belajar Bicara • Kesempatan praktek - Anak dibiasakan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan. - Tidak perlu dikritik • Motivasi - Memunculkan semangat utk senang berbicara • Bimbingan - Menyediakan model yang ideal - Melatih pengucapan (pronunciation) yg benar dan jelas - Membantu meniru model yang benar

  6. PROSES BELAJAR BICARA • Pengucapan (Pronunciation) - Meniru - Pengaruh lingkungan - Perlu bimbingan • Pengembangan kosa kata - Mengaitkan arti dengan bunyi - Mempelajari dua jenis kosa kata: kosa kata umum dan kosa kata khusus.

  7. Kosa Kata Umum • Kata benda - Kata yang pertama muncul (paling mudah) • Kata kerja - Kata yg berhubungan dengan aktivitas • Kata sifat (+ 18 bulan/1,5 th) - Kata yang berhubungan dengan ciri-ciri benda • Kata keterangan (+ 18 bulan/1,5 th) - Kata yang berhub dengan tempat • Kata ganti orang (paling sulit  + 24 bulan/2 th - Kata sbg pengganti individu/orang

  8. Kosa Kata Khusus • Kosa kata warna (+ 4 th) - diawali dengan warna-warna menyolok • Kosa Kata Jumlah (+ 4 – 5 th) - pengenalan matematika dasar • Kosa Kata Uang ( + 4 – 5 th) - pengenalan nilai/harga dari mata uang • Kosa Kata Waktu (+ 6 – 7 th) - Pengenalan pagi, siang, sore, malam, jam 7, 9, dst

  9. Pembentukan Kalimat • Kalimat Satu Kata (+ 12 – 18 bulan) - Anak mengatakan satu-kata, tetapi sebenarnya bermakna satu kalimat. • Kalimat Dua Kata (+ 24 bulan/2 th) - Anak mengatakan dua-kata, tetapi sebenarnya bermakna satu kalimat • Kalimat Hampir Lengkap (+ 4 th) - Diawali kalimat tanya  sesuai teori Piaget (fase Pra-Operasional)

  10. Faktor-faktor yang mempengaruhi KEMAMPUAN (Kompetensi) Berbicara anak • Pola Asuh Orangtua • Jumlah Anggota Keluarga • Jenis Kelamin • Usia Awal Berbicara • Potensi Intelektual • Kondisi Kesehatan Fisik

  11. 1. Pola Asuh Orangtua • Otoritarian/Otoriter - Pola Asuh otoriter yang banyak memaksa dan membe-rikan kritik serta kurang ada penghargaan, membuat anak tidak nyaman, bahkan takut berbicara  m’hambat • Otoritatif/Demokratik - Pola asuk ini menghargai eksistensi anak dan mem-berikan pengarahan dan dukungan ketika anak belajar  Kondusif/Positif • Permisif - Pola asuh ini cenderung melepaskan tanggung jawab pengasuhan dan membiarkan anak mengembangkan diri secara mandiri, sehingga saat terjadi kesalahan dalam melakukan sesuatu kurang terdeteksi  kurang t’arah

  12. 2. Jumlah Anggota Keluarga • Keluarga Besar (Extended Family) Belajar bicara butuh ketenangan dan konsentrasi, sehingga bila suasana rumah “crowded”,  menghambat • Keluarga Kecil (Nucleus Family) Suasana relatif tenang yang memudahkan anak untuk fokus saat mendapatkan stimulasi dari lingkungan, sehingga memudahkan anak untuk mengembangkan kompetensi berbicaranya.

  13. 3. Jenis Kelamin • Anak perempuan, biasanya lebih cepat: mampu berbicara daripada anak laki-laki, karena anak perempuan lebih mudah tertarik pada mahluk yang mirip dengannya (manusia), shg dorongan untuk berinteraksi dengan individu di sekitarnya sudah muncul sejak dini.

  14. 4. Usia Awal Berbicara - Semakin awal usia anak dalam berbicarasemakin baik. 5. Potensi Intelektual - Kecerdasan tinggi  lebih cepat dan pesat - Kecerdasan rendah  sebaliknya 6. Kondisi Kesehatan Fisik - Anak yang sehat memiliki banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. - Anak tidak sehat, kurang memiliki kesempatan untuk bersosialisasi karena keterbatasan kondisi fisik.

More Related