Pengembangan kota layak anak dalam perencanaan pembangunan
Download
1 / 47

PENGEMBANGAN KOTA LAYAK ANAK DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN - PowerPoint PPT Presentation


  • 306 Views
  • Uploaded on

PENGEMBANGAN KOTA LAYAK ANAK DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN. oleh: Dr. Ir. Subandi, M.Sc Direktur Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak BAPPENAS. Disampaikan pada Workshop Kabupaten/Kota Layak Anak,

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' PENGEMBANGAN KOTA LAYAK ANAK DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN' - walker-craft


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Pengembangan kota layak anak dalam perencanaan pembangunan

PENGEMBANGAN KOTA LAYAK ANAK DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN

oleh:

Dr. Ir. Subandi, M.Sc

Direktur Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak

BAPPENAS

Disampaikan pada Workshop Kabupaten/Kota Layak Anak,

Diselenggarakan oleh Kementerian PP dan PA, di Bekasi, 14 Desember 2009


Outline
Outline

  • Konsep Kota Layak Anak

    > Pembangunan Anak

    > Definisi KLA

    > Konsep KLA

  • Mengapa Diperlukan Kota Layak Anak

    > Landasan Kebijakan pembangunan Anak

    > Permasalahan Pembangunan Anak

  • Bagaimana Mewujudkan Kota Layak Anak

    Pembangunan Perlindungan Anak dalam

    RPJMN 2010-2014


Bagian i konsep kota layak anak
Bagian IKONSEP KOTA LAYAK ANAK


Pembangunan anak
PEMBANGUNAN ANAK

  • Anak

     aset bangsa

     merupakan potensi kekayaan dan kesejahteraan bangsa di masa depan

  • Anak  kualitas sumber daya manusia

     indikator utama keberhasilan suatu bangsa dalam melakukan pembangunan, yang dimulai sejak usia dini

  • Upaya melakukan pembangunan anak

     dimulai sejak dalam kandungan, dan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak


Pembangunan anak1
PEMBANGUNAN ANAK

“Bagaimana suatu bangsa memberikan prioritas kepada pembangunan anak menunjukkan apakah bangsa tersebut adalah bangsa yang visioner”


Definisi kota layak anak
DEFINISI KOTA LAYAK ANAK

Penerapan atas sistem good governance dari suatu pemerintah daerah

dalam memenuhi hak anak

Anak yang hidup dalam komunitas KLA dapat terpenuhi hak-haknya :

  • Memperoleh pelayanan kesehatan dan pendidikan

  • Dapat berpartisipasi dalam kehidupan keluarga, komunitas, dan sosial

  • Dapat mengekspresikan pendapatnya untuk kota yang mereka inginkan

  • Dapat minum air yang sehat dan mengakses sanitasi yang layak

  • Dapat berkontribusi dalam kebijakan pembangunan kotanya Terlindungi dari eksploitasi, kekerasan, dan perlakuan salah

  • Dapat berjalan dengan aman di jalan-jalan di kotanya

  • Dapat bertemu dengan teman-temannya dan bermain

  • Dapat menikmati ruang hijau

  • Tinggal dalam lingkungan yang unpolluted

  • Dapat berpartisipasi dalam events sosial dan budaya

  • Mendapat perlakuan dan pelayanan yang sama tanpa membedakan suku, agama, pendapatan, gender, atau ketidakmampuan fisik (disability)


Konsep kota layak anak
KONSEP “KOTA LAYAK ANAK”

Komitmen tentang “anak” tersebut, selama ini masih bersifat “sektoral”

KLA adalah upaya untuk “mengintegrasikan” komitmen sektoral tersebut dengan “lebih membumi” dan bersifat “holistik” ke dalam dimensi“spasial”


Bagian ii mengapa diperlukan kota layak anak
Bagian IIMENGAPA DIPERLUKAN KOTA LAYAK ANAK ?


Kebijakan yang melandasi pembangunan anak
KEBIJAKAN YANG MELANDASI PEMBANGUNAN ANAK

Di Tingkat Nasional, a.l.:

  • UU 17/2007 RPJPN 2005-2025

  • Peraturan Presiden 7/2005 RPJMN 2004-2009

  • Peraturan Presiden 39/2005 RKP 2006

  • Peraturan Presiden 19/2006 RKP 2007

  • Peraturan Presiden 18/2007 RKP 2008

  • Peraturan Presiden 38/2008 RKP 2009

  • Peraturan Presiden 21/2009 RKP 2010

  • UU 23/2002 Perlindungan Anak

  • Rancangan Draft RPJMN 2010-2014

    Di Tingkat Internasional, a.l:

  • Convention on the Rights of the Child (CRC)

  • World Fit for Children (WFC)

  • Millennium Development Goals (MDGs), dll


Permasalahan pembangunan anak
PERMASALAHANPEMBANGUNAN ANAK

* Kesejahteraan anak yang masih rendah

  • Kualitas pendidikan anak

  • Kualitas kesehatan dan gizi anak

    * Perlindungan anak yang belum optimal

  • Hukum

  • Ketenagakerjaan

  • Lainnya

    *Infrastrukturbagitumbuh kembang anak yang belum memadai


Kualitas pendidikan anak
Kualitas Pendidikan Anak

1. Masih rendahnya kualitas pendidikan dan kualitas hasil didikan

  • Walaupun pendidikan dasar sudah hampir merata dan dapat dinikmati oleh seluruh penduduk usia sekolah dasar, namun kualitas pendidikan (pengajar, sarana dan prasarana) masih relatif rendah.

  • Masih rendahnya partisipasi sekolah pada pendidikan di atas jenjang pendidikan dasar menunjukkan bahwa kualitas pendidikan mayoritas anak Indonesia baru mencapai kualitas pendidikan dasar. Hal ini akan mempengaruhi potret kualitas angkatan kerja Indonesia di masa depan yang masih didominasi oleh tenaga kerja yang memiliki keahlian, profesionalisme, dan daya manajerial relatif rendah.


Kualitas pendidikan anak lanjutan
Kualitas Pendidikan Anak (lanjutan)

2. Masih relatif rendahnya partisipasi sekolah anak pada jenjang pendidikan SLTP ke atas

  • Angka partisipasi sekolah yang masih relatif rendah, terutama pada penduduk usia 13 tahun ke atas.

  • Remaja yang memiliki kualitas dan keahlian relatif tinggi untuk dapat masuk dunia kerja pada level manajerial/profesional, masih sangat terbatas.


Kualitas pendidikan anak lanjutan1
Kualitas Pendidikan Anak (lanjutan)

3. Masih adanya kesenjangan gender pada pendidikan

  • Ada kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam hal gabungan angka partisipasi kasar SD s/d SMA. Gabungan APK SD s/d SMA pada perempuan masih lebih rendah dari pada laki-laki.

  • Terdapat kesenjangan gender berdasarkan rata-rata angka putus sekolah di tingkat SD, di tingkat SMP, maupun tingkat SMA.Angka rata-rata putus sekolah laki-laki justru lebih tinggi dari pada perempuan di tingkat SD dan SMP. Hal ini diperkirakan karena lebih banyak anak laki-laki yang harus putus sekolah untuk mencari nafkah.

  • Faktor ekonomi keluarga sangat mempengaruhi partisipasi sekolah seorang anak. Data menunjukkan bahwa persentase anak putus sekolah pada kelompok anak dengan orang tua yang berpenghasilan “tinggi” relatif rendah.


Sumber: Depdiknas

14


Sumber: Susenas




100%

90%

80%

70%

60%

PERSEN

50%

40%

Kohort masuk SD th 2015

30%

SisBaru

Kohort masuk SD th 2010

Lulusan

SM

Kohort masuk SD th 2005

20%

SM

SisBaru

Lulusan

Kohort masuk SD th 2000

SMP/MTs

SMP/MTs

Kohort masuk SD th 1995

Masuk

10%

Lulusan

PT

Kohort masuk SD th 1990

SD/MI

0%

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

GRADE (KELAS YANG DITAMATKAN)

PENDIDIKAN 2005 - 2025

Kohort Siswa Per Angkatan

Sumber: Draft Proyeksi RPJP Bidang Pendidikan, BAPPENAS – Depdiknas - Depag


KOHOR PENDIDIKAN TERTINGGI YANG PERNAH DIIKUTI OLEH PENDUDUK USIA 13-15 TAHUN

MENURUT STATUS EKONOMI KELUARGA, TAHUN 2007

100

94.2

92.8

90

86.7

80

78.6

79.5

70

61.6

60

50

40

30

20

10

0

1

2

3

4

5

6

Lulus SD/MI

7

Quintile 1

Quintile 2

Quintile 3

Quintile 4

Quintile 5

Rata-rata

Lulus SD/MI

masih terjadi kesenjangan tingkat pendidikanantarkelompok masyarakat.

Kelas 1 SMP/MTs

19


KOHOR PENDIDIKAN TERTINGGI YANG PERNAH DIIKUTI OLEH PENDUDUK USIA 16 - 18 TAHUN

MENURUT STATUS EKONOMI KELUARGA, TAHUN 2007

Kesenjangan semakin besar terutama pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

20


Alasan penduduk yang tidak bersekolah menurut kelompok usia tahun 2007 persen
Alasan Penduduk yang Tidak Bersekolah USIA 16 - 18 TAHUNMenurut Kelompok Usia Tahun 2007 (persen)

Sumber : diolah dari data Susenas 2007

Alasanutamapenduduktidakbersekolahadalahtidakadabiaya.

21


Sumber : USIA 16 - 18 TAHUNHDR 2001-2007/2008


Sumber : Depdiknas USIA 16 - 18 TAHUN


Kualitas kesehatan dan gizi anak
Kualitas Kesehatan dan Gizi Anak USIA 16 - 18 TAHUN

  • Masih rendahnya kualitas kesehatan anak

    • Masih tingginya angka kematian bayi dan angka kematian balita, baik di tingkat nasional maupun antarprovinsi.

    • Belum maksimalnya persentase anak yang diimunisasi campak masih belum maksimal. Pada tahun 2003 sebesar 71,6%, hanya meningkat menjadi sebesar 76,4% pada tahun 2007.

    • Masih rendahnya persentase cakupan imunisasi lengkap pada anak usia 12-23 bulan. Pada tahun 2007 hanya sebesar 58,6 persen


Kualitas kesehatan dan gizi anak1
Kualitas Kesehatan dan Gizi Anak USIA 16 - 18 TAHUN

2. Masih rendahnya kualitas gizi anak

  • Kualitas gizi pada anak akan sangat mempengaruhi tingkat kecerdasan dan produktivitas anak.

  • Terjadi penurunan persentase gizi buruk dan gizi kurang dari tahun 2005 ke tahun 2007.


Angka Kematian Bayi USIA 16 - 18 TAHUN

Sumber : SDKI 1991-2007

26


Sumber: S USIA 16 - 18 TAHUNDKI 1991-2007



Persentase Cakupan Imunisasi Lengkap Pada Anak Usia 12-23 BulanPer Provinsi Tahun 2007

Masih terjadi disparitas cakupan imunisasi antarwilayah.

Terbaik adalah Provinsi DIY yang mencapai 93,8%, sedangkan Terendah adalah Provinsi Papua Barat dengan 23,7% dan NAD dengan 26,8%.

29

Sumber: SDKI 2007


Status Bulangizi

Ket: data terakhir yang tersediatahun 2005. Angkaterbaru (2007) diharapkandiperolahpadaakhirtahun 2008. Susenas, berbagaitahun

30





PERLINDUNGAN ANAK Bulan

 Belum optimalnya upaya keluarga dan pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi anak

  • Jumlah anak usia dini (0-6 tahun) : 29,3 juta (12,8% persen)namun hanya 50,62% anak yang mengenyam pendidikan usia dini(Depdiknas, 2008).

  • Masih tingginya jumlah pekerja anak, terutama di perdesaan. 35% dari 2,6 juta pembantu rumah tangga (PRT) adalah anak-anak, khususnya anak perempuan, dengan rata-rata jumlah jam kerja 25-45 jam/minggu (KNPP, 2006).

  • Masih tingginya jumlah anak yang belum mendapatkan akta kelahiran (57,18 %).

  • Prevalensi kekerasan terhadap anak : 7,6% (4 juta anak mengalami kekerasan setiap tahun-Susenas, 2006).

  • Terdapat 319 anak dari 1.384 korban perdagangan orang (2004-Maret 2008-Bareskrim POLRI).

  • Masih banyak anak-anak pengungsi korban konflik atau bencana alam yang belum memperoleh hak-hak dasar.

34


Infrastruktur bagi tumbuh kembang anak
Infrastruktur bagi Tumbuh Kembang Anak Bulan

 Belum memadainya infrastruktur yang ada

  • Taman/ruang bermain yang aman dan nyaman

  • Sarana dan prasarana bagi tumbuh kembang anak, seperti: perpustakaan, alat permainan edukatif, fasilitas: kegamaan, olahraga, kesenian, dll

  • Sanitasi dan lingkungan


Kondisi Ruang Kelas Tahun 2007/2008 Bulan

  • SaranadanPrasaranaPendidikan

Masih banyak ruang kelas dengan kondisi rusak ringan/berat, dan masih kurangnya ketersediaan saranadan prasarana sekolah

SaranadanPrasaranaSekolahTahun 2008

36



Bagian iii bagaimana mewujudkan kota layak anak
Bagian III BulanBAGAIMANA MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK


KLA Bulan Didasarkan pada konsep pembangunan yang peduli/ramah anak

  • Perlunya perubahan pendekatan pembangunan menjadi peduli/ramah anak

  • Upaya peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak diintegrasikan ke dalam seluruh kebijakan/ program/kegiatan pembangunan yang terkait, dalam dimensi “KOTA”

  • “KOTA” diartikan juga termasuk kabupaten (dan termasuk kecamatan/kelurahan/desa)

  • Tahap perencanaan memegang peran kunci !


Pembangunan perlindungan anak dalam rpjmn 2010 2014
Pembangunan Perlindungan Anak Bulandalam RPJMN 2010-2014

  • Kesehatan Anak

  • Pendidikan Anak

  • Perlindungan Anak

  • Kelembagaan


Kegiatan prioritas bidang kesehatan a l
Kegiatan Prioritas bidang kesehatan, a.l: Bulan

  • Pembinaan Pelayanan Kesehatan Anak

  • Pembinaan Pelayanan Kesehatan Komunitas

  • Pembinaan Gizi Masyarakat

  • Pembinaan Surveilans Epidemiologi, Imunisasi, Kesehatan Matra, Karantina Kesehatan dan Kesehatan Haji

  • Pengendalian Penyakit Menular Langsung

  • Pengendalian Penyakit Tidak Menular

  • Pembinaan Pelayanan Kesehatan Jiwa

  • Peningkatan Kualitas Jasmani Peserta Didik dan Pengembangan Sekolah Sehat serta Peningkatan Tata Kelola dan Akuntabilitas Kualitas Jasmani

  • Penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja

  • Pembinaan ketahanan keluarga

  • Pengelolaan intelegensia kesehatan


Kegiatan prioritas bidang pendidikan a l
Kegiatan Prioritas bidang pendidikan, a.l: Bulan

  • Peningkatan Akses dan Mutu TK dan SD

  • Penyediaan BOS SD/SDLB

  • Peningkatan Akses dan Mutu SMP

  • Penyediaan BOS SMP/SMPLB

  • Peningkatan Akses, Mutu dan Relevansi SMK

  • Peningkatan Akses dan Mutu SMA

  • Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Khusus (PK) dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK)

  • Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini

  • Penyelenggaraan pendidikan kesetaraan

  • Penyelenggaraan Kursus dan Pelatihan

  • Peningkatan Akses Dan Mutu Madrasah

  • Penyediaan Bantuan BOS bagi Jenjang Pendidikan Dasar

  • Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja

  • Pencegahan pemuda dari bahaya NAPZA dan HIV/AIDS


Kegiatan prioritas bidang perlindungan anak a l
Kegiatan Prioritas bidang perlindungan anak, a.l: Bulan

  • Pembinaan Pelayanan Kesehatan Anak

  • Pembinaan Gizi Masyarakat

  • Peningkatan perlindungan pekerja perempuan dan pekerja anak

  • Penarikan pekerja anak dari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak

  • Pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial anak

  • Perumusan Kebijakan dan Penanggulangan Krisis dan Masalah Kesehatan


Kegiatan prioritas kelembagaan perlindungan anak a l
Kegiatan Prioritas Kelembagaan Perlindungan Anak, a.l: Bulan

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan pemenuhan hak pendidikan anak

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan pemenuhan hak kesehatan anak

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan pemenuhan partisipasi anak

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan lingkungan yang layak untuk anak

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan pengembangan kabupaten/kota layak anak (KLA)

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan penghapusan kekerasan pada anak

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan tentang masalah sosial anak

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan untuk anak berhadapan dengan hukum

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan bagi anak yang berkebutuhan khusus

  • Penyusunan dan harmonisasi kebijakan hak sipil anak

  • Pengawasan pelaksanaan perlindungan anak

  • Koordinasi penyusunan perencanaan program dan angaran

  • Pengembangan sistem managemen data dan informasi


Perwujudan kota layak anak
PERWUJUDAN KOTA LAYAK ANAK Bulan

DAPAT MENGGUNAKAN

INDIKATOR-INDIKATOR RPJMN 2010-2014

SEBAGAI LANDASAN PERWUJUDAN

“KOTA LAYAK ANAK”

  • PENDIDIKAN

  • KESEHATAN DAN GIZI ANAK  KOTA

  • PERLINDUNGAN

  • KELEMBAGAAN


Perwujudan kota layak anak1
PERWUJUDAN KOTA LAYAK ANAK Bulan

TAHAP PERENCANAAN

TAHAP PELAKSANAAN

TAHAP PEMANTAUAN

TAHAP EVALUASI

Di tingkat nasional

Di tingkat provinsi

Di tingkat kabupaten/kota

WHO does WHAT harus jelas

Terintegrasi dalam RPJMD Kab/Kota



ad