1 / 67

SELAMAT DATANG DI KAMPUS AKBID WIRA BUANA METRO

SELAMAT DATANG DI KAMPUS AKBID WIRA BUANA METRO. Garis-garis Besar Perogram Pembelajaran GBPP. MATA KULIAH : ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR KODE MATA KULIAH : Bd. 502 BEBAN STUDI : 2 SKS (T=2) PENEMPATAN : SEMESTER 1

vinnie
Download Presentation

SELAMAT DATANG DI KAMPUS AKBID WIRA BUANA METRO

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SELAMAT DATANG DI KAMPUS AKBID WIRA BUANA METRO

  2. Garis-garis Besar Perogram Pembelajaran GBPP MATA KULIAH : ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR KODE MATA KULIAH : Bd. 502 BEBAN STUDI : 2 SKS (T=2) PENEMPATAN : SEMESTER 1 DOSEN : SATRIA PRAYOGA,S.H.,M.H.

  3. DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ini memberikan kemampuan untk memahami konsep Ilmu-ilmu Sosial dan Budaya Dasar yg berkaitan dgn pelayanan kebidanan dan cara-cara pendekatan sosial budaya dlm praktek kebidanan di masyarakat. Adapun pokok-pokok bahasan yg diberikan : konsep ilmu sosial budaya dasar, sosial budaya yg banyak mempengaruhi dlm pelayanan kebidanan cara-cara pendekatan sosial budaya dlm praktek kebidanan serta pemenfaatan unsur-unsur sosial budaya yg ada di masyarakat sebagai media dlm peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kebidanan

  4. TUJUAN PEMBELAJARAN 1). Menjelaskan konsep Ilmu sosial Budaya dasar. 2). Menjelaskan perkembangan nialai-nilai budaya terhadap individu, keluarga dan masyarakat. 3). Menjelaskan berbagai aspek kehidupan, perkembangan dan masalah-masalah masyarakat pedesaan dan perkotaan. 4). Menjelaskan aspek sosial budaya yang mempengaruhi perilaku sehat dalam kaitan status kesehatan ibu, bayi dan anak balita dan keluarga. 5). Menjelaskan cara-cara pendekatan sosial, budaya dalam praktek kebidanan.

  5. PROSES PEMBELAJARAN Dilaksanakan di kelas dengan menggunakan ceramah, diskusi, seminar dan penugasan

  6. EVALUASI NILAI UTS 30% UAS 30% Penugasan 30% Kuis 10% Persentase: 1) UTS 30%, 2) UAS 30%, 3) Penugasan 30%, 4) kuis 10%

  7. Buku Utama 1. Kuncoroningrat, (1993) Pengantar Ilmu Antropologi, Aksara, Jakarta. 2. Drs. H. Abu Ahmadi, (1988) Ilmu Sosial Dasar, Jakrta, Bina aksara. 3. Habib Mustopo (1988), Ilmu Budaya Dasar, Surabaya. Buku Anjuran 1. Nursib, Studi Sosial, Bandung, 1988, UPI Bandung. 2. Ir. Drs. M.Munandar Sulaeman (1993), MS Ilmu Budaya Dasar Bandung, PT. Eresco. 3. Drs. Joko Tri Prasetija, Dkk (1991), Ilmu Sosial Budaya Dasar, Jakarta. BUKU SUMBER

  8. SUB POKOK BAHASAN 1.1. Konsep Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 1.1.1. Latar belakang ilmu sosial dan budaya dasar 1.1.2. Lingkup ilmu sosial dan budaya dasar 1.1.3. Pokok bahasan ilmu sosial dan budaya dasar 1.1.4. Masalah-masalah budaya dalam ilmu sosial dan budaya dasar 1.1.5. Pengertian 1.1.6. Kerangka kebudayaan 1.2. kelompok sosial 1.2.1. Pengertian 1.2.2. Kelompok sosial teratur 1.2.3. Kelompok sosial tak teratur 1.2.4. Bentuk kelompok sosial 1.3. Interaksi sosial 1.3.1. Pengertian 1.3.2. Bentuk interaksi sosial 1.3.3. Fungsi interaksi sosial

  9. 1.1. KONSEP ISBD DALAM KRANGKA GENERAL EDUCATION (GE) Oleh: Satria Prayoga, S.H. Tim Dosen ISBD

  10. MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU) Terdiri atas : • Agama • Ideologi negara atau Pancasila • Kewiraan • Ilmu Budaya Dasar (IBD) • Ilmu Sosial Dasar (ISD) • Ilmu Alamiah Dasar (IAD) ISBD (GE)

  11. KONDISI MHS PTU KINI KONDISI MASYARAKAT INDONESIA KINI MODERENISASI SIKAP MASY • EGOIS • INDIVIDUALIS • MATERIALISTIS • SEKULER • 5. HEDONIS • 6. KRISIS AKHLAK • 7. AGAMA SBG SIMBUL KONDISI AKTUAL MASY INDO KINI GLOBALISASI SEKULARISASI

  12. SIKAP EGOIS

  13. SIKAP INDIVIDUALISTIS

  14. KONDISI MHS PTU KINI KONDISI PENDIDIKAN INDONESIA POLITISASI PENDIDIKAN • Arah Pend Krg Jelas • Pend Sbg Barang Mhl • Pend tdk Merata • Penyelewengan dana pendidikan ckp tinggi • Kurang penghargaan pada Guru/Dosen • Kualitas dan kuantitas guru/dosen kurang • Pend Kepreibadian Kurang mendapat Perhatian Serius • Mencetak Tukang PENDIDIKAN DI INDONESIA KINI SEKULARISASI PENDIDIKAN OVER SPESIALISASI

  15. OVER SPESIALIZATION

  16. KONDISI MHS PTU KINI KONDISI PERGURUAN TINGGI DI INDO AROGANSI KEBIJAKAN PT • MHS PTU • 1. KEHILANGAN FIGUR • 2. KEPRIB PECAH • 3. KEHIL JATI- DIRI • TDK MANDIRI • 4. KURANG HARGAI • ILMU DAN GURU • 5. MANJA DAN MALAS • BACA • 6. GAUL BEBAS KONDISI AKTUAL MHS INDO KINI BUDAYA GLOBAL TEKNOLOGI MODERN

  17. MENGAPA ISBD PERLU DIAJARKAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM ???

  18. Pendidikan Umum (GE) di Indonesia: merupakan studi (bidang kajian) yg membekali peserta didik berupa kemampuan dasar ttg pemahaman, penghayatan dan pengalaman nilai-nilai dasar kemanusiaan, sbg makhluk Tuhan, sebagai pribadi, anggota keluarga, masyarakat, warga negara dan sbg bagian dari alam. ISBD SEBAGAI GENERAL EDUCATION DI PT

  19. ADA 4 LANDASAN MBB-ISBD DIAJARKAN DI PTU 1. LANDASAN HISTORIS 2. LANDASAN FILOSOFIS 3. LANDASAN YURIDIS 4. LANDASAN PEDAGOGIS

  20. NENEK MOYANG KITA ORANG BERAGAMA TERBUKTI DENGAN PENINGGALAN SEJARAHNYA MEMILIKI WARISAN BUDAYA DAN PERADABAN TINGGI BANGSA INDONESIA DIKENAL SEBAGAI BANGSA YANG RAMAH, CINTA DAMAI, TOLERAN, BERGOTONG ROYONG LANDASAN HISTORIS

  21. Bangsa Indonesia Memiliki Falsafah Hidup Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia LANDASAN FILOSOFIS

  22. 1. UUD 45 Pasal 30, 31 2. UU No 20 TH 2003 ttg Sisdiknas 3. Kep.Mendiknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002) ttg Kurikulum Inti 4. KEP.Dirjen Dikti. No 30/DIKTI/Kep/2003 ttg Rambu-rambu Pelak MPK di PT 5. Surat Edaran Dirjen Dikti : No 1058?D/T/ 2003 ttg PelakKep Dirjen Dikti No 30 6. KEP. Dirjen Dikti : No 29/DIKTI/Kep/2004 ttg Pengangkatan Tim Pembina Kel MPK dan MBB LANDASAN YURIDIS FORMAL

  23. TUJUAN PENDID MEWUJUDKAN MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA MEWUJUDKAN MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA DIPERLUKAN SUATU PROSES SECARA TERENCANA, TERUS MENERUS DAN BERKESINAMBUNGAN, (DISEBUT PROSES PENDIDIKAN) KEHIDUPAN BERBANGSA,BERNEGARA, DAN BERMASYARAKAT PERLU ADANYA PEWARISAN PENGETAHUAN, NILAI RELIGI, DAN SOSIAL BUDAYA DALAM PERGAULAN GLOBAL PERLU MEMPERTAHANKAN JATI DIRI SEBAGAI BANGSA YG BERAGAMA, BERDAULAT DAN BERMARTABAT, LANDASAN PEDAGOGIS

  24. 1.1.1 Latar Belakang ISBDPermaslahan ISBD adalah :Untuk memenuhi Tuntutan masyarakat dan negara, bahwa perguruan tinggi (mahasiswa) harus dapat berhubungan langsung dengan masyarakat dalam dharmanya/pengabdiannya kepada negara. Hubungan ini meliputi manifestasinya berupa kebudayaannya yang beraneka ragam.Dalam menghadapi realitas budaya yang selalu berkembang, diharapkan mahasiswa terhindar dari pola pikir yang memilah milih budayanya menurut etnis atau suku masing-masing, yang bisa mengakibatkan dampak negatif bagi terselenggaranya intergrasi bangsa.Demikian pula masyarakat dan negara menuntut terciptanya cendikiawan yang tidak hanya dibekali keahlian tertentu, tetapi memiliki sikap dan “kata hati” untuk mengabdi kepada sesama demi harkat kemanusiaan.

  25. Tujuan mempelajari ISBD :Membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama.Menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan-kenyatan sosial yang timbul di dalam masyarakat.Memberi pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berfikir secara interdisipliner dan mampu memahami pikiran ahli-ahli berbagai ilmu pengetahuan sehingga dengan demikian memudahkan mereka berkomunikasi.

  26. 1.1.2. Lingkup Kajian ISBD:1. Pengelompok Ilmu PengetahuanMenurut Prof. Dr. Harsja Bachtiar (1981) bahwa ilmu dan pengetahuan dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok besar, yaitu kelompok ilmu alamiah (natural sciences), kelompok ilmu sosial (social sciences), dan kelompok pengetahuan budaya (the humanities).A. Kelompok ilmu alamiahKelompok Ilmu alamiah bertujuan untk memahami keteraturan yang terdapat dalam alam semesta, untk mengkajinya digunakan metode ilmiah. Caranya adalah menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan itu, kemudian dibuat analisis guna menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitiannya 100% benar atau 100% salah. Termasuk kelompok ilmu alamiah antara lain adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran (kebidanan).

  27. B. Kelompok ilmu sosialKelompok ilmu sosial bertujuan untk memahami keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia, untk mengkajinya digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran dan tidak pula 100% salah. Sebabnya adalah keteraturan dalam hubungan antarmanusia itu dapat berubah dari waktu ke waktu. Termasuk kelompok ilmu sosial antara lain adalah ekonomi, sosiologi, polotik, demografi, piskologi, antropologi, sosial, sosiologi hukum.C. Kelompok pengetahuan budaya Kelompok pengetahuan budaya bertujuan untk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa dan pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa dan peryataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah. Termasuk kelompok pengetahuan budaya antara lain adalah filsafat, seni (tari,lukis,musik dll), sejarah, antropologi budaya, hukum, agama.

  28. 2. Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budayaSecara umum, Ilmu Sosial Budaya Dasar untk mengembangkan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon) dan sebagai makhluk budaya (homo humanus), sehingga mampu menanggapi secara keritis dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya, serta mampu menyelesaikan secara halus (refined), arif, dan manusiawi masalah-masalah tersebut.Tiga macam rumusan utama :a. pengembangan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya,b. kemampuan menanggapi secara kritis dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya,c. kemampuan menyelesaikan secara halus, arif, dan manusiawi masalah-masalah tsb, untuk menjelaskan rumusan itu, maka perlu dipahami lebih dahulu konsep-konsep dasar : manusia makhluk sosial, manusia makhluk budaya, tanggapan kritis, wawasan luas, masalah sosial budaya, dan masalah lingkungan sosial budaya.

  29. Manusia makhluk sosial (zoon politicon) artinya :manusia sebagai makhluk individu tdk akan mampu hidup sendiri dan berkembang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lain. Sejak lahir manusia sudah harus hidup bersama dengan manusia lainnya, hal itu didasari oleh kebutuhan manusia yang hanya dapat dipenuhi apabila berhubungan dengan atau mendapat bantuan dari manusia lain. Dengan kata lain manusia harus hidup bermasyarakat. Hidup bermasyarakat artinya saling berhubungan dan berintraksi satu sama lain dalam kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya guna memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.Manusia makhluk budaya (homo humanus)artinya :manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah dibekali dengan unsur akal (ratio), rasa (sense), dan karsa (will, wish). Dengan unsur itu manusia dapat mempertimbangkan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang merugikan. pertimbangan

  30. Tanggapan kritis, artinya :reaksi akal atau daya tangkap berdasarkan nalar yang tinggi terhadap sesuatu yang dilihat atau didengar atau suatu peristiwadalam masyarakat. Dalam konteksnya dengan sosial budaya, tanggapan kritis merupakan kemampuan memahami suatu masalah guna membedakan secara objektif mana peristiwa yang bersumber dari bencana alam atau penyakit, yang perlu diatasi dan dihindari. Kemudian secara kritis dapat dikaji juga solusi yang terbaik guna menghindari atau mengatasi konflik secara arif dan manusiawi.Wawasan luas, artinya :kemampuan memandang jauh kedepan berdasarkan pemikiran yang dalam dan mendasar. Dalam konteks sosial budaya, pandangan luas dan jauh daya jangkau tidak hanya terhadap masalah sosial budaya yang terjadi dalam kelompoknya, misalnya keluarga, organisasi kemasyarakatan pada masa kini, melainkan meliputi juga lingkup yang lebih luas untuk masa mendatan, tidak hanya berskala lokal, sektoral, juga berskala nasional dan terpadu mengenai masalah sosial budaya bangsa Indonesia.

  31. Masalah sosial budaya, adalah :peristiwa atau kejadian yang timbul akibat intraksi sosial dalam kelompok masyarakat atau antar kelompok masyarakat guna memenuhi suatu kepentingan hidup, yang dianggap merugikan salah satu pihak atau masyarakat secara keseluruhan.Masalah Lingkungan sosial, adalah :kelompok sosial budaya yang hidup dalam batas-batas tertentu yang ditata berdasarkan norma sosial budaya yang membedakannya dengan lingkungan alam. Lingkungan sosial budaya antara lain berupa keluarga, desa, marga. Masalah lingkungan sosial budaya merupakan peristiwa atau kejadian yang timbul karena perbuatan tidak manusiawi yang merugikan warga lingkungan sosial budaya atau lingkungan alam.

  32. Secara khusus, Ilmu sosial budaya dasar bertujuan untk :a. mempertajam kepekaan terhadap sosial budaya dan lingkungan sosial budaya terutama untuk kepentingan profesi.b. memperluas pandangan tentang masalah sosial budaya dan masalah kemanusiaan serta mengembangkan kemampuan daya kritis terhadap kedua masalah tersebut.c. menghasilkan calon pemimpin bangsa dan negara yang tidak bersifat kedaerahan dan tidak terkotak-kotak oleh disiplin ilmu yang ketat dalam menanggapi dan menangani masalah dan nilai- nilai dalam lingkungan sosial budaya.d. meningkatkan kesadaran terhadap nilai manusia dan kehidupan manusiawi.e. membina kemampuan berfikir dan bertindak objektif untuk menangkal pengaruh negatif yang dapat merusak lingkungan sosial budaya.

  33. 1.1.3. Pokok bahasan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Delapan topik sebagai pokok bahasan dengan urutan sebagai berikut : 1. Manusia dan cinta kasih : - cinta antara pria dan wanita, seks - kekeluargaan - persaudaraan 2. Manusia dan keindahan : - kontemplasi - eksistensi 3. Manusian dan penderitaan : - nasib buruk - penyesalan - kehilangan yang dicintai 4. Manusia dan keadilan : - rasa keadilan - perlakuan yang adil

  34. 5. Manusia dan pandangan hidup : - cita-cita - kebijakan 6. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian : - kesadaran - kewajiban - pengorbanan 7. Manusia dan kegelisahan : - keterasingan - kesepian - ketidakpastian 8. Manusia dan harapan : - kepercayaan diri - gairah mengatasi kesulitan

  35. 1.1.4. Masalah-masalah budaya dalam ilmu sosial dan budaya dasar Masalah2 budaya adl segala sistem atau tata nilai (norma), sikap mental, pola pikir, pola tingkah laku dlm berbagai aspek kehidupan yang tdk memuaskan bagi warga masyarakat secara keseluruhan. Misalnya terjadinya proses “dehumanisasi” atau pengurangan arti kemanusiaan seseorang. Masalah2 budaya tersebut mencangkup :1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya.2. Hakikat manusia universal. Akan tetapi perwujudannya beraneka ragam. Ada kesamaan2, tetapi juga ketidak seragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dlm berbagai bentuk dan corak ungkapan pikiran dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.

  36. 1.2. Kelompok Sosial1.2.1. Pengertian Kelompok Sosial (Stratifikasi Sosial)Stratifikasi berasal dari kata Status yang artinya lapisan (berlapis-lapis). Sehingga Stratifikasi Sosial berarti “lapisan masyarakat”.Pada prinsipnya setiap individu dalam pergaulan hidupnya memiliki status sosial yang pokok (key status) yang berupa :a) Pekerjaan seseorang (merupakan status yang terpenting).b) Status dalam sistem kekerabatan.c) Status religius dan status politik. 1.2.2. Kelompok Sosial Teratur/Stratifikasi tertutup.Kemungkinan pindah seorang anggota kelompok dari golongan yang satu ke golongan yang lain kecil sekali, sebab biasanya sistem ini didasarkan atas keturunan.1.2.3. Kelompok Sosial Tak Teratur/Stratifikasi terbuka.Anggota kelompok yang satu ada kemungkinan besar untuk berpindah ke kelompok yang lain, artinya dapat menurun ke kelompok yang lebih rendah atau sebaliknya.

  37. 1.2.4. Bentuk kelompok sosialDapat disimpulkan bahwa ukuran atau kriteria yang biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial adalah :1.Ukuran kekayaan : ukuran kekayaan (kebendaan) dapat dijadikan suatu ukuran; barang siapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, termasuk ke dalam lapisan sosial teratas.2. Ukuran kekuasaan : barang siapa yang memiliki kekuasaan atau mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas.3. Ukuran kehormatan : ukuran kehormatan mungkin terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan.Orang yang paling disegani dan dihormati, mendapatkan atau menduduki lapisan sosial teratas.4. Ukuran ilmu pengetahuan : ilmu pengetahuan dipakai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan.

  38. 1.3. Interaksi Sosial1.3.1. Pengertian Interaksi SosialKata interaksi berasal dari bahasa Inggris yaitu “interaction”, artinya suatu tindakan yang berbalasan. Dari pengertian tersebut dapat didefinisikan bahwa interaksi adalah berhubungan saling mempengaruhi. Sedangkan kata sosial berasal dari bahasa latin yaitu “socius” yang berarti teman, sahabat atau kawan. Jadi, Interaksi Sosial mengandung pengertian bahwa proses saling berhubungan dan saling mempengaruhi itu terjadi antarmanusia baik individu dengan individu, atau antar individu dengan kelompok.1.3.2. Bentuk Interaksi Sosiala. Interaksi Sosial Langsung (primer). Kontak secara badaniah atau fisik atau face to face dengan bertatap muka langsung, seperti saling bicara, saling senyum, saling bersalaman dll.b. Interaksi Sosial tak langsung (sekunder). Kontak tidak langsung, kontak sekunder ini terjadi antara masing-masing pihak melalui sarana-sarana komunikasi, seperti telepon, telegram dll.

  39. 1.3.3. Fungsi Interaksi SosialSebagai media komunikasi dalam proses pemberitahuan atau penyampaian pesan atau berita dari satu pihak kepada pihak lain, dengan tujuan dapat menggugah keikutsertaan pihak lain, sehingga hal-hal yang diberitahukan itu menjadi pengertian bersama.

  40. 2.2. Konsep keluarga, fungsi keluarga, Bentuk-bentuk keluarga, Peran danfungsi anggota keluarga.2.2.1. Pengertian kebudayaan (dari beberapa pendapat)2.2.2. Tujuan ruang lingkup kebudayaan2.2.3. Unsur-unsur kebudayaan2.2.4. Sistem budaya dan sistem sosial2.2.5. Jenis-jenis kebudayaan di Indonesia2.2.6. Ciri-ciri khusus kebudayaan yang ada di Indonesia2.3. Perkembangan nilai budaya2.3.1. Sistem budaya dan sistem sosial2.3.2. Konsep nilai budaya dan sistem sosial2.3.3. Sistem nilai di masyarakat2.3.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai budaya2.3.5. Perbedaan nilai dan moral2.3.6. Pandangan dari nilai masyarakat terhadap individu, keluarga dan masyarakat

  41. 2.2. Konsep keluarga sebagai anggota masyarakat. • Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, hubunganyang berlangsung lama untuk menciptakan anak dan membesarkan anak-anaknya. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial yang terdiri dari suami istri dan anak-anak yang belum dewasa. Satuan ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia. • A. Pengertian keluarga • Keluarga Inti (Kern Familie). • Yang dimaksud keluarga inti adalah : kesatuan suami sebagai ayah, dan istri sebagai ibu, serta anak sebagai keturunan mereka. • Keluarga besar • Yang dimaksud keluarga besar adalah: mereka yang menjadi anggota keluarga atas dasar : • ikatan perkawinan keluarga inti, yaitu ayah dan ibu mertua, kakek dan nenek mertua, paman dan bibi mertua, kakak dan adik ipar, cucu mertua. • Hubungan darah, yaitu ayah dan ibu kandung, kakek dan nenek kandung, paman dan bibi kandung, kakak dan adik kandung, cucu kandung.

  42. B. Fungsi keluargaFungsi Penerus GenerasiTujuan pertama perkawinan adalah terpenuhinya kebutuhan biologis (seksual) dan lahirnya anak sebagi akibat hubungan biologis (seksual) suami dan istri. Dalam hal ini, keluarga sebagi “penerus generasi” tanpa keluarga tidak ada generasi berikutnya. Fungsi ini disebut juga sebagai “fungsi seksual reproduksi”.Fungsi Budaya dan Sistem Nilai BudayaDikatakan sebagai sumber budaya karena keluarga adalah pusat interaksi sosial pertama suami dan istri kemudian ditambah anak yang lahir dari hubungan suami istri. Karena interaksi tersebut berlangsung lama dan terus menerus, maka terbentuklah sistem nilai budaya yang bersifat normatif dalam lingkungan keluarga yang menjadi pedoman hidup bermasyarakat.Fungsi PendidikanBudaya dan sistem nilai budaya mula-mula tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga sebagai unit masyarakat kecil. Kemudian berkembang kelingkungan masyarakat luas. Perkembangan tersebut melalui proses yang lama, dari tingkat alamiah sampai ke tingkat penerapan ilmu pengetahuan dilingkungan keluarga. Proses perkembangan budaya seperti ini disebut pendidikan keluarga. Keberhasilan membina pendidikan keluarga menjadi cermin keberhasilan membina pendidikan masyarakat. Fungsi pendidikan keluarga ini disebut juga “fungsi sosial edukasi”.

  43. C. Bentuk-bentuk keluargaKeluarga PatrilinealAdalah keluarga yang mengutamakan garis keturunan pihak ayah. Ayah memiliki status yang lebih tinggi, peran dan otoritas yang lebih besar dalam budaya keluarga. Dalam pengembangan dan pemeliharaan budaya keluarga, laki-laki mempunyai peran lebih besar dlm menentukan putusan akhir. Antara lain dianut oleh masyarakat Sumatra bagian Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan, Sulawesi.Keluarga MatrilinealAdalah keluarga yang mengutamakan garis keturunan pihak ibu. Ibu memiliki peran otoritas yang lebih besar dalam budaya keluarga, tetapi peran dan otoritas tersebut dijalankan oleh saudara laki-laki ibu sebagai paman anak-anaknya. Dianut oleh masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat.Keluarga Parental (bilateral)Adalah keluarga yang mengutamakan garis keturunan ayah dan ibu. Kedua garis keturunan ayah dan ibu dianggap sama. Ayah dan ibu mempunyai status dan peran serta otoritas yang sama dalam keluarga. Di anut oleh masyarakat Jawa.

  44. D. Peran dan fungsi anggota keluargaAyahKepala dalam membimbing keluargaMencari nafkah\bekerja keras menghidupi keluarga.Melindungi anggota keluargaMemberi contoh berbuat baik kepada keluarga dan lingkungan hidupnyaKemampuan menciptakan norma moral bagi kehidupan keluarganyaIbuMelahirkan anakDengan tulus menyusui dan mengasuh anakDengan penuh pengorbanan memelihara dan mendidik anakAnakBerbakti kepada ke dua orang tuaMenjaga nama baik keluarga

  45. .2.2.1. Pengertian kebudayaan (dari beberapa pendapat)Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban, mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat (Taylor, 1897).Menurut Kluckhohn (1951) hampir semua antropolog Amerika setuju dengan dalil yang diajukan oleh Herkovits dalam bukunya yang berjudul Man and His work tentang teori kebudayaan yaitu :Kebudayaan dapat dipelajari.Kebudayaan berasal dari atau bersumber dari segi biologis, lingkungan, piskologis, dan komponen sejarah eksistensi manusia.Kebudayaan mempunyai struktur.Kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai aspek.Kebudayaan bersifat dinamis.Kebudayaan bersifat variabel.Kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang dapat dianalisis dengan metode ilmiah.kebudayaan merupakan alat bagi seseorang (individu) untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah arti bagi kesan kreatifnya.Ketentuan-ketentuan ahli kebudayaan itu sudah bersifat universal, dapat diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, arti kebudayaan menurut pendapat umum ialah suatu yang berharga atau baik. (Baker, 1984).Kebudayaan dalam kaitannya dengan ilmu sosial budaya dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani; tercakup di dalamnya usaha memanusiakan diri di dalam alam lingkungan, baik fisik maupun sosial. Nilai-nilai ditetapkan atau dikembangkan sehingga sempurna. Tidak memisah-misahkan dalam membudayakan alam, memanusiakan hidup, dan menyempurnakan hubungan insani. Manusia memanusiakan dirinya dan memanusiakan lingkungan dirinya.

  46. 2.2.2. Tujuan ruang lingkup kebudayaanMenjadikan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih arif dan bijaksana, lebih berbudaya dan halus. Dengan menggunakan berbagai pengetahuan (the humanities), baik dengan menggunakan keahlian (disiplin) ataupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian (interdisipliner).

  47. 2.2.3. Unsur-unsur kebudayaanUnsur-unsur kebudayaan meliputi semua kebudayaan didunia, baik yang kecil, bersahaja dan terisolasi, maupun yang besar, kompleks, dan dengan jaringan hubungan yang luas. Menurut B. Malinowski, kebudayaan di dunia mempunyai tujuh unsur universal, yaitu :1. bahasa2. sistem teknologi3. sistem mata pencaharian4. organisasi sosial5. sistem pengetahuan6. religi7. kesenian

  48. 2.2.4. Sistem budaya dan sistem sosialSistem BudayaSistem budaya merupakan wujud yang abstrak dari kebudayaan. Sistem budaya atau cutural system merupakan ide-ide dan gagasan manusia yang hidup bersama dalam masyarakat. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan, yang diartikan pula adat istiadat. Adat istiadat mencangkup sistem nilai budaya, sistem norma, norma-norma menurut peranata-peranata yang ada di dalam masyarakat yang bersangkutan, termasuk norma agama.Fungsi sistem budaya adalah menata dan memantapkan tindakan-tindakan serta tingkah laku manusia. Proses ini dimulai sejak kecil, dimulai dari lingkungan keluarganya, kemudian dengan lingkungan diluar rumah, mula-mula dengan meniru berbagai macam tindakan, Setelah perasaan dan nilai budaya yang memberikan motivasi akan tindakan meniru itu diinternalisasi dalam kepribadiannya, maka tindakannya itu menjadi suatu pola yang mantap, dan naorma yang mengatur tindakannya dibudayakan. Tetapi ada juga individu yang dalam proses pembudayaan tersebut yang mengalami deviants, artinya individu yang tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan sistem budaya di lingkungan sosial sekitarnya.

  49. Sistem SosialKonsep sistem sosial merupakan alat analisis realistis sosial sehingga sistem sosial menjadi suatu model analisis terhadap organisasi sosial. Model ini bertitik tolak dari pandangan bahwa kelompok-kelompok manusia merupakan suatu sistem.Dalam suatu sistem sosial, paling tidak harus terdapat empat hal, yaitu : dua orang atau lebih,terjadi intraksi di antara mereka,bertujuan,memiliki struktur, simbol, dan harapan-harapan bersama yang dipedomaninya.Sistem sosial terdiri atas satuan-satuan intraksi sosial. Unsur-unsur tersebut membentuk struktur sistem sosial itu sendiri dan mengatur sistem sosial. Unsur-unsur sistem sosial tersebut ada sepuluh, yaitu :1. keyakinan (pengetahuan),2. perasaan (sentimen),3. tujuan, saran, atau cita-cita,4. norma,5. kedudukan peranan (status),6. tingkatan atau pangkat (rank),7. kekuasaan atau pengaruh,8. sangsi,9. sarana atau fasilitas,10. tekanan ketegangan (stress-strain)

More Related