Penanggulangan kasus kasus kawin berulang pada ternak sapi
Download
1 / 19

PENANGGULANGAN KASUS- KASUS KAWIN BERULANG PADA TERNAK SAPI - PowerPoint PPT Presentation


  • 427 Views
  • Uploaded on

PENANGGULANGAN KASUS- KASUS KAWIN BERULANG PADA TERNAK SAPI. Departemen Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Kawin berulang ….. Berulang-ulang kawin ….. Aduuh bingung nih!.. kenapa sih!. Repeat Breeder. A Repeat breeder is : a cow that has calved before

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' PENANGGULANGAN KASUS- KASUS KAWIN BERULANG PADA TERNAK SAPI' - vian


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Penanggulangan kasus kasus kawin berulang pada ternak sapi

PENANGGULANGAN KASUS- KASUS KAWIN BERULANG PADA TERNAK SAPI

Departemen Reproduksi Veteriner

Fakultas Kedokteran Hewan

Universitas Airlangga


Kawin berulang …..

Berulang-ulang kawin …..

Aduuh bingung nih!.. kenapa sih!


Repeat breeder
Repeat Breeder

A Repeat breeder is :

  • a cow that has calved before

  • is less than 10 years old

  • has normal heat cycles

  • has no palpable abnormalities

  • has been bred 3 or more times and is not pregnant


Mengapa

harus ditanggulangi

?

Merugikan peternak

Menurunkan efisiensi

reproduksi & produk

tivitas

Angka kebuntingan (CoR)

Jarak beranak (CI)

Jarak beranak s/d bunting (SP, DO)

Angka perkawinan per-kebuntingan (S/C)

Angka kelahiran (CaR)


Kasus kasus kawin berulang
Kasus kasus kawin berulang

  • 5 – 10% di negara negara maju peternakannya

  • 38% di Jawa Timur dan Jawa Tengah (Putro, 1987)

  • Lebih sering terjadi pada sapi betina yang di IB dari pada kawin alam

  • Dapat terjadi pada sapi dara maupun induk yang sudah beberapa kali melahirkan, tetapi lebih sering terjadi pada induk yang tua

  • Dapat terjadi pada ternak yang alat kelaminnya terlihat normal


Faktor faktor penyebab kawin berulang

Kegagalan fertilisasi

Kelainan anatomi saluran reproduksi

Kelainan ovulasi

Sel telur yang abnormal

Sel mani yang abnormal

Kesalahan pengelolaan reproduksi

Kematian embrio dini

Kelainan genetik

Penyakit

Lingkungan dalam saluran reproduksi yang kurang serasi

Gangguan hormonal

Faktor faktor Penyebab Kawin Berulang


Diagnosis
Diagnosis

  • Pemeriksaan alat kelamin betina melalui:

    Eksplorasi rektal

    Endoskopi

    Ultrasonografi

  • Biopsi mukosa uterus

  • Pemeriksaan hormon (gonadotropin dan steroid) melalui: RIA atau ELISA


  • .KELAINAN ANATOMI SAL.REPRODUKSI:

  • *Genetik dan Non genetik

  • *Yang paling sering :penyumb. T.F

  • a.l :-adhesio dind. Tuba

  • - adhesio ovarium + bursa ovarii

  • - salphingitis

  • - hidrosalphing

  • - piosalphing

  • - hypoplasia T.F

  • - m.o


  • KELAINAN OVULASI :

  • Menghasilkan sel2 telur (ovum) cacat

  • a. kegagalan ovulasi:

  • -fol.de Graff gagal pecah krn gangguan sekresi FSH & LH serta adanya kista fol. & kista luteal.

  • b. ovulasi tertunda :

  • -siklus birahi yg dipengaruhi musim

  • -ovulasi tertunda slm ms. Kurang baik


  • c.ovulasi ganda :

  • -ovulasi dgn ovum kembar berarti ada kegagalan pembuahan dr salah satu telur

  • Ovulasi tertunda disebabkan :

  • 1.FSH ckp tapi LH dbwh nilai ambang shg penurunan darah dlm folikel kurang menyebabkan pertumbuhan folikel kurang

  • >>>ovulasi lambat/ tertunda.


  • SEL TELUR YG ABNORMAL :

  • Ovum normal : - ukuran 120-200 u

  • - zona pelusida tdk mgkerut

  • - bulat

  • - masa subur 12-24 jam

  • Ovum abnormal :

  • 1. degenerasi ovum >>dind. Mengkerut

  • 2.zona pelusida robek

  • 3.ovum muda

  • 4.ovum bentuk gepeng


  • 5.ovum bentuk lonjong

  • 6. ovum terlalu kecil ukurannya.

  • 7. ovum terlalu besar ukurannya

  • 8.ovum yg sitiplasmanya ada vakuola >

  • 9. ovum polar bodi >

  • SPERMAZOA YG ABNORMAL

  • -sp-zoa normal :- motilitas tinggi

  • - mangalami kapasitasi


  • -sp-zoa abnormal : - ekor putus / bengkok

  • - leher putus

  • - jalan mundur,berputar

  • hal ini menyebabkan sp kehilangan kemampuan utk membuahi.

  • Kegagalan sp. Membuahi ovum disebabkan

  • 1.m.o banyak atau radang pd sal. Betina

  • 2. sp. terlalu tua krn terlalu lama menunggu di T.F


  • 3. perlakuan yg tdk baik pd a.m (pemeriksaan,pengelolaan,penyimpanan )

  • waktu I.B.

  • KESALAHAAN PENGELOLAAN REPRODUKSI :

  • 1.kurang teliti dlm mendeteksi birahi

  • 2. pelaksanaan I.B kurang baik

  • 3. kurang pakan (vit, mineral)

  • 4.kesalahan perlakuan a.m (pengenceran,pembekuan,penyimpanan)



Penanggulangan
Penanggulangan (pemeriksaan,pengelolaan,penyimpanan )

  • Catatan reproduksi ternak harus baik dan rapi

  • Induk penderita kawin berulang karena faktor genetik harus dikeluarkan

  • Pengobatan dan istirahat kelamin bagi induk penderita kawin berulang karena penyakit umum atau penyakit pada saluran kelamin yang ringan

  • Kawin berulang karena adanya populasi kuman yang berlebihan pada saluran kelamin betina dapat diobati dengan pemberian larutan antibiotik yang sesuai secara intra uterine

  • Kawin berulang oleh adanya indikasi gangguan hormonal dapat diperbaiki dengan pemberian GnRH

  • Memperbaiki pengelolaan reproduksi (deteksi birahi, mutu ransum, IB lege artis, sanitasi kandang dan lingkungan)


Diagnosis penyebab (pemeriksaan,pengelolaan,penyimpanan )

repeat breeder

post breeding

Sapi betina/induk fertil

Breeding


Untuk mengurangi kejadian kawin berulang (pemeriksaan,pengelolaan,penyimpanan )

pada suatu peternakan sapi perah

maka perlu diperhatikan catatan reproduksi

dan sanitasi kandang serta lingkungannya

SEKIAN

TERIMAKASIH


ad