FRANSISKA WAHYU PURNA UTAMI, 3501406057
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 7

Identitas Mahasiswa PowerPoint PPT Presentation


  • 104 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

FRANSISKA WAHYU PURNA UTAMI, 3501406057 UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT MISKIN DI RUSUNAWA PEKUNDEN KOTA SEMARANG. Identitas Mahasiswa.

Download Presentation

Identitas Mahasiswa

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Identitas mahasiswa

  • FRANSISKA WAHYU PURNA UTAMI, 3501406057UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT MISKIN DI RUSUNAWA PEKUNDEN KOTA SEMARANG


Identitas mahasiswa

  • Identitas Mahasiswa

  • - NAMA : FRANSISKA WAHYU PURNA UTAMI - NIM : 3501406057 - PRODI : Pendidikan Sosiologi dan Antropologi - JURUSAN : SOSIOLOGI & ANTROPOLOGI - FAKULTAS : Ilmu Sosial - EMAIL : cisca pada domain yahoo.com - PEMBIMBING 1 : Kuncoro Bayu P, S.Ant., MA. - PEMBIMBING 2 : Dra. Elly Kismini, M.Si. - TGL UJIAN : 2011-02-18


Identitas mahasiswa

  • Judul

  • UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT MISKIN DI RUSUNAWA PEKUNDEN KOTA SEMARANG


Identitas mahasiswa

  • Abstrak

  • Meningkatnya jumlah penduduk selalu diiringi dengan meningkatnyakebutuhan akan perumahan. Di kota – kota besar termasuk Semarang, kebutuhanperumahan menjadi sebuah masalah penting karena pertumbuhan penduduk yangdisebabkan kelahiran dan urbanisasi yang besar – besaran tidak sebanding dengantersedianya fasilitas perumahan. kondisi tersebut telah mendorong semakinberkembangnya pemukiman masyarakat miskin yang didirikan secara ilegal,kumuh, dan tidak layak huni. Dalam rangka peningkatan kualitas kehidupanmasyarakat miskin dan tata guna lahan diperkotaan maka diperlukan peranpemerintah untuk menyediakan perumahan yang layak, terjangkau dan memenuhistandar kesehatan, yaitu Rusunawa. Tujuan penelitian ini : (1) mengetahui upayapemerintah dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat penghuniRusunawa Pekunden, (2) mengetahui kendala dalam meningkatan kulalitaskehidupan masyarakat penghuni Rusunawa Pekunden.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yangbersifat deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di rumah susun sederhana sewaPekunden kota Semarang. Subjek penelitian ini: warga masyarakat miskinpenghuni Rusunawa Pekunden kota Semarang, dengan informan pendukungpengelola paguyuban perkampungan rumah susun sederhana sewa, aparatkelurahan Pekunden dan kader posyandu dari Puskesmas. Metode pengumpulandata: metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datamenggunakan teknik tringulasi.Hasil penelitian yang diperoleh (1) Upaya Pemerintah dalam peningkatankualitas kehidupan masyarakat penghuni Rusunawa Pekunden ada lima kebijakanyaitu menciptakan perumahan yang layak huni bagi masyarakat miskin tetapitetap memenuhi standar minimal perumahan yaitu memenuhi persyaratankesehatan, keamanaan dan kenyamanaan, menciptakan lapangan kerja yang seluas– luasnya, terutama bagi mereka yang miskin, penciptakan kesempatanmemperoleh sarana atau modal bagi si miskin dengan kredit dan investasi, usahapendidikan baik formal maupun non-formal untuk meningkatkan kemampuan danketerampilan warga, dan usaha untuk menciptakan kehidupan sosial yangsejahtera dan adil yang mencakup antara lain kesehatan jasmani dan rohani,penyediaan air bersih, dan sebagainya, agar bisa meningkatkan kualitas hidup simiskin sampai ketaraf peri kehidupan yang manusiawi. Tetapi kenyataanmenunjukkan bahwa upaya pemerintah mendirikan Rusunawa Pekunden untukmeningkatkan kualitas kehidupan penghuninya tersebut tidak berjalan denganbaik bahkan warga cenderung bersikap apatis terhadap kebijakan tersebut karenaupaya pemerintah ini hanya sekedar memberikan kebutuhan papan saja sedangkanke empat program yang lain belum terrealisasi sehingga belum mampumemberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan atau kualitaskehidupan penghuninya, (2) Kendala dalam peningkatan kualitas kehidupanmasyarakat penghuni Rusunawa Pekunden berasal dari faktor internal dimanadatang dari dalam diri si miskin itu sendiri seperti rendahnya pendidikan, danadanya hambatan budaya.Kesimpulan penelitian ini adalah: 1) Upaya Pemerintah dalam peningkatankualitas kehidupan masyarakat penghuni Rusunawa Pekunden pada dasarnyasudah direalisasikan oleh pemerintah hanya saja kenyataan dilapangan yaitu diRusunawa Pekunden sering tidak sama dengan program yang dicanangkanpemerintah, ketidak sesuaian tersebut menjadi salah satu aspek yang tidakberjalannya program peningkatan kualitas kehidupan yang lebih baik darisebelumnya. 2) Kendala dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakatpenghuni Rusunawa Pekunden adalah berasal dari dalam diri si miskin itu sendiriseperti rendahnya pendidikan, apatis, fartalistik dan mentalitas malas.Saran yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) bagi penghunisebaiknya dibuat pengelola bersama dalam kebersihan, keindahan, keamanan danketertiban. (2) bagi Pemerintah kota Semarang sebaiknya menyusun kebijakankhusus untuk penghuni Rusunawa, misalnya pendampingan dan pembinaankesehatan, keterampilan kerja, keagamaan dan ekonomi.


Identitas mahasiswa

  • Kata Kunci

  • Rusunawa, Kualitas Hidup, Masyarakat Miskin.


Identitas mahasiswa

  • Referensi

  • Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta: PT Rineka Cipta.Bintarto. 1983. Interaksi Deda Kota Dalam Permasalahannya. Yogjakarta: GaliaIndonesia.Budihardjo. 1998.Sejumlah Masalah Pemukiman Kota. Dalan Jurnal SosiologiMasyarakat. Edisi: Vol. XIII. No.1 Juni-1998.Handayani, Ari. 2006. Pola Interaksi Dan Perilaku Sosial Masyarakat Kota StudiKasus Di Rumah Susun Bandarjo Semarang. Skripsi S1 JurusanPendidikan Sosiologi Dan Antropologi: UNNES Semarang.Hardiyanto, Hendry. 2008. Fungsi Lembaga Filantopi Pos Keadilan Peduli Umat(PKPU) Jawa Tengah Dalam Membantu MeningkatkanKesejahteraan Masyarakat Miskin Di Semarang. Skripsi S1 JurusanPendidikan Sosiologi dan Antropologi: UNNES Semarang.Koentjaraningrat. 1993. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama............................ 2003. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: PenerbitDian Rakyat.Milles, Mattew dan Hubberman Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif.Diterbitkan Oleh : Tjetjep Rohendi. Jakarta: Rosdakarya.M.J, Nas. 1979. Kota Di Dunia Ketiga. Jakarta : Bharito Karya Aksara.Moleong, Lexy J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: RemajaRosdakarya.Murbyarto. 1990. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES.Nasir. 1983. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Bandung: Rafika Aditama.Nasutioan, S. 2003. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.Panudju , Bambang. 1990. Pengadaan Perumahan Kota Dengan Peran SertaMasyarakat Berpenghasilan Rendah . Dalan Jurnal SosiologiMasyarakat. Edisi: Vol. XIII. No.1 Juni-1990.Parsudi, Suparlan. 1993. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: C.V. Rajawali.Pasal 5 Dalam Undang – Undang No 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan danPemukiman.Peraturan Daerah Kota Semarang No. 6 Tahun 2008 Tentang Hak Milik RumahSusun dan Retribusi Pemakaian Rumah Susun.Peraturan Mentri Negara Perumahan Rakyat No. 4 Tahun 2006 Tentang RumahSusun Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.Salim, Agus. 1990. Dinamika Perubahan Nilai-Nilai Sosial Budaya di DaerahPertanian Pantai. Semarang: UNNES PRESS..................... 1984. Tranmisi Nilai-Nilai Sosial Budaya.Ikip Semarang.Savitra, Poppy. 1989. Perkembangan Interaksi Sosial Budaya di Daerah PasarPada Masyarakat Kota di Jawa Timur. Jakarta: DepartemenPendidikan Budaya.Simanjuntak. 1993. Urbanisasi, Penduduk dan Kemiskinan Struktural. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada.Singarimbun, Masri dan Effendi, Sofyan. 1989. Metode Penelitian Survai.Jakarta: LP3ES.Soekanto, Soerjono. 2001. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja GrafindoPersada.Tim Penyusun Kamus Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi KeEmpat. Jakarta: Balai Pustaka.Undang – Undang No 16 Tahun 1985 Tentang Rumah Susun.Wirawan, Swasono. 2005. Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Rajawali Press.Zadjuli. 1965. Pokok-Pokok Pembangunan Masyarakat Kota. Jakarta: GramediaPustaka Utama.Khazanah. 2005. Kemiskinan Kultural dan FGD-RK. http://www.kemiskinankultural.com di akses 15 oktober 2010.Kompas. 2006. Kepemilikan Rumah Susun Salah Sasaran.http://www.kompas.com edisi 15 agustus 2006.Kompas. 2006. Konsep Hunian Rumah Susun Masih Ganjal.http://www.kompas.com edisi 18 januari 2006.Kompas. 2007. Semarang Jumlah Penduduk miskin Terus Bertambah.http://www.kompas.com edisi 25 april 2007.Merdeka, Suara. 2007. Peralihan Kepemilikan Di Pekunden.http://www.suaramerdeka.com edisi 25 april 2007.Taufik, Achamad. 2010. Pemberdayaan Sektor Informal Masyarakat MelaluiP2KP. http://www.shalinow.com. di akses juni 2010.


Identitas mahasiswa

  • Terima Kasih

  • http://unnes.ac.id


  • Login