Cahaya
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 89

CAHAYA PowerPoint PPT Presentation


  • 215 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

CAHAYA. Oleh : Bhekti kumorowati Tri wahyuni Windy setyorini Maria Magdalena titisaning rohani. PETA KONSEP. Dualisme Cahaya. Pemodelan Dualisme Cahaya. E. B. Kelajuan Cahaya.

Download Presentation

CAHAYA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Cahaya

CAHAYA

Oleh:

Bhektikumorowati

Tri wahyuni

Windy setyorini

Maria Magdalena titisaningrohani


Peta konsep

PETA KONSEP


Dualisme cahaya

DualismeCahaya


Pemodelan dualisme cahaya

PemodelanDualismeCahaya

E

B


Kelajuan cahaya

KelajuanCahaya

Kelajuancahayadalamruangvakum (kecepatancahaya) adalahsebuahkonstantafisika yang disimbolkandenganhurufc (celeritasdaribahasa Latin) yang berarti "kecepatan“

c = 299.792.458 m/s ≈ 3 x 108 m/s


Pemantulan cahaya

PEMANTULAN CAHAYA


Hukum pemantulan cahaya

HUKUM PEMANTULAN CAHAYA

Bunyi:

Sinardatang, garis normal, dansinarpantulberpotonganpadasatutitikdanterletakpadasatubidangdatar

Sudutdatang ( i ) samadengansudutpantul ( r )

SinarDatang

SinarPantul

N

i = r

i

r

BidangDatar


Pembiasan cahaya

PEMBIASAN CAHAYA

PENGERTIAN:

“Peristiwapembelokkancahayasaatmengenaibidangbatasantaradua medium”


Hukum snellius tentang pembiasan

HukumSnelliustentangPembiasan

  • Hukum I Snellius

    “ Sinardatang, Garis normal, danSinar bias terletakpadasatubidangdatar”

  • Hukum II Snellius

    “ JikaSinardatangdari medium kurangrapatke medium lebihrapat, makasinardibelokkanmendekatigaris normal;

    JikaSinardatangdari medium lebihrapatke medium kurangrapat, makasinardibelokkanmenjauhigaris normal”


Pemodelan hukum i dan ii snellius

PemodelanHukum I dan II Snellius

PersamaanSnellius : n1sin i= n2 sin r

KurangRapat LebihRapat

LebihRapatKurangRapat

N

SinarDatang

N

SinarDatang

i

i

n1

n1

n2

n2

r

r

Sinar Bias

Sinar Bias


Indeks bias relatif

Indeks Bias Relatif

nksin θk= nu sin θu

θk

kaca

Subtitusi

udara

θu

nusin θu= nk sin θk

θu

air

nksin θk= na sin θa

θa

nka= sin θa /sin θk


Hubungan cepat rambat v frekuensi f panjang gelombang cahaya dengan indeks bias n

HubunganCepatRambat (v), Frekuensi(f), PanjangGelombangCahaya(λ) denganIndeks Bias (n)

  • (v)dengan (n)

    v1 / v2 = n2 / n1………………..1)

  • (f) dengan(n)

    cahayamencapaikecepatanmaksimumdalamvakum, yaitusebesarc = 3 x 108 m/s

    indeks bias mutlaksebagaiindeks bias medium relatifterhadapudara (n=1), makapersamaan 1 menjadi:

    n = c/v…………………2)

  • (λ) dengan(n)

    v = f λ, daripersamaan 1) diperoleh:

    λ1 n1 = λ2 n2..................3)


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PRINSIP HUYGENS

Prinsip Huygens dapatdinyatakansebagaiberikut:

“Setiaptitikpadamukagelombangdapatdianggapsebagaisumbergelombang-gelombangkecil yang menyebarmajudenganlaju yang samadengangelombangitusendiri. Mukagelombang yang barumerupakansampuldarisemuagelombang-gelombangkeciltersebut-yaitu, tangen(garissinggung) darisemuagelombangtersebut”


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PRINSIP HUYGENS DAN HUKUM PEMANTULAN

Dari segitiga ACG, diperolehpersamaan 1:

Dari segitiga GCE, diperolehpersamaan 2 :

Kita ketahuipemantulan yang terjadipada medium yang samamaka v1 = v2 substitusikanpersamaan (1) dan (2):

Persamaandiatas yang kitakenalsebagaiHukumPemantulan.


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PRINSIP HUYGENS DAN HUKUM PEMBIASAN

Dari segitiga BAD, diperolehpersamaan 1:

Dari segitiga ADC, diperolehpersamaan 2 :

Karenaindeks bias absolutmerupakanperbandinganantarakecepatancahayadiudaraatauruanghampadengankecepatandi medium, maka:


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PRINSIP HUYGENS DAN HUKUM PEMBIASAN

Sehinggaapabilakitasubstitusipers (1) dan (2):

Persamaandiatas yang kitakenalsebagaiHukumSnellius yang mendasariHukumPembiasan.


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMANTULAN SEMPURNA


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMANTULAN SEMPURNA

  • Sinaryang datangdari medium yang lebihrapatke medium yang kurangrapatakandibiaskanmenjauhigaris normal. SinarBdengansudutdatangimemilikisinar bias B’dengansudut bias r,danselaluberlakur > i. Tentusajasinar B jugamengalamipemantulandalam air danbagiansinarpantuladalah B’’. Sinar C dengansudutdatangikdibiaskansejajardenganpermukaan air. Iniberartisudutdatangik (disebutsudutkritisatausudutbatas) menghasilkansudut bias samadengan 90⁰.


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMANTULAN SEMPURNA

DefinisiSudutKritis (Sudut Batas)

SudutKritis (ik) diantaradua medium adalahsudutdatangsinardari medium lebihrapatke medium kurangrapat yang menghasilkansudut bias samadengan 90⁰.

  • HukumSnelliusn1 sin i = n2 sin r

    n1 sin ik = n2 sin 90⁰

  • n1 sin ik = n2 1

  • SudutKritis; dengan n2 < n1


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMANTULAN SEMPURNA

Jikasinar D dengansudutdatanglebihbesardaripadasudutkritis (i>ik), tidakmungkindihasilkansinar bias dengansudut bias > 90⁰. Jadi, sinar D tidakdapatmeninggalkan air. Dengankata lain sinar D akandipantulkanseluruhnyaolehpermukaan air kembalikedalam air. Di sini, bidangbatas air-udara (permukaan air) bertindakseperticermindatarsempurna. Peristiwainilah yang disebutpemantulansempurna.


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMANTULAN SEMPURNA

SyaratTerjadinyaPemantulanSempurna

Duasyaratterjadinyapemantulansempurnapadabidangbatasantaradua medium.

  • Sinarharusdatangdari medium lebihrapatke medium kurangrapat.

  • Sudutdatanglebihbesardaripadasudutkritis.


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

.

CONTOH SOAL PEMANTULAN SEMPURNA

Sebuahbak air mempunyaikedalaman 1 m. Sebuahbendatitikterletakdidasarbak. Agar bendatidakterlihat, tentukanjejaribidanglingkaranpenghalang

cahaya yang harusdiletakkantepatdipermukaan air sedemikianhinggabendatidaktampakdaripermukaan. Anggapindeks bias air


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

.

CONTOH SOAL PEMANTULAN SEMPURNA

Penyelesaian:

  • Agar bendatidaktampakdariudara, sinar yang akanmengalamipembiasanharusdihalangi. Untukitudiperlukanbidanglingkaranberjejari R sepertipadagambar. Untukmenentukan R, harusdihitungdulusudutkritissebagaiberikut.

Sekarangperhatikansegitiga


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMBIASAN PADA KACA PLAN PARALEL

EMB

Untuk

Untuk


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMBIASAN PADA KACA PLAN PARALEL

Untuk

Untuk


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

CONTOH SOAL PEMBIASAN PADA KACA PLAN PARALEL

Seberkascahayadatangpadakaca plan paralel yang terbuatdarikeronadenganindeks bias 1,52 danketebalan 4 cm. Jikasudutdatang, tentukanbesarpergeseransinaruangmasukterhadapsinar yang keluardarikaca plan paralel!


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

CONTOH SOAL PEMBIASAN PADA KACA PLAN PARALEL

Penyelesaian:

  • Pertama, kitatentukansudut bias denganmenggunakanhukumsnellius :

Kemudianpergeseran t dihitungdenganmenggunakanpersamaan:


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMBIASAN PADA PRISMA

DISPERSI CAHAYA PADA PRISMA


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMBIASAN PADA PRISMA

SUDUT DEVIASI

Perhatikansegiempat

PerhatikansegitigaABC

Sehinggadiperoleh :

………………………1

Sehinggadiperolehsudutdeviasinyaadalah:


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMBIASAN PADA PRISMA

SUDUT DEVIASI MINIMUM

Dengandemikianpersamaan (1) dapatditulislagimenjadi:

Dari persamaan (3) diperoleh:

Dari persamaan (1) diperoleh:

Jikaindeks bias prisma ( danindeks bias medium ( ) , denganhukumSneliiusmakapersamaanuntukmencarisudutdeviasi minimum:


Cahaya

(

OPTIK GEOMETRIS

PEMBIASAN PADA PRISMA

SUDUT DEVIASI MINIMUM

Untuksudutpembiasprisma yang kecil ( , makapersamaan (3) dapatditulismenjadi:


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMBIASAN PADA PRISMA

CONTOH SOAL PEMBIASAN PADA PRISMA

  • Sebuahprisma yang mempunyaisudutpembiasterbuatdarisejeniskaca yang tidakdiketahuiindeksbiasnya. Sinardatangpadasalahsatusisiprisma. Denganmemutarsisiprisma, diperolehdeviasi minimum sebesar

  • Berapakahindeks bias prisma?

  • Jikaprismadiletakkandidalam air denganindeks bias , berapakahbesardeviasi minimum yang terjadi?


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMBIASAN PADA PRISMA

CONTOH SOAL PEMBIASAN PADA PRISMA

  • Penyelesaian:

  • a. Selanjutnyamencariindeks bias prismamenggunakanpersamaan:


Cahaya

OPTIK GEOMETRIS

PEMBIASAN PADA PRISMA

CONTOH SOAL PEMBIASAN PADA PRISMA

  • Penyelesaian:

  • b. Jikaprismaberadadidalam air ( ), besarsudutdeviasi minimum dapatdihitungdenganmenggunakanpersamaan:


Pembentukan bayangan pada cermin datar

PembentukanBayanganPadaCerminDatar

Untukmelukisbayanganpadacermindatardapatdilakukandenganmenggunakanhukumpemantulancahaya.

Contoh: melukisbayangansebuahpensildidepancermindatar.


Cahaya

  • Sifatbayangan yang dibentukolehcermindatar:

  • Maya, tegak, samabesar

  • Jarakbenda = jarakbayangan

  • Perbesaranbayangan:

  • Jumlahbayangan yang terbentukolehduacermin yang membentuksudut :

Keterangan:

n= jumlahbayangan

= sudutapitkeduacermin

m= 0 jika 3600/ bernilaiganjil

m= 1 jika 3600/ bernilaigenap


Pemantulan pada cermin lengkung

PemantulanpadaCerminLengkung

Jenis: cermincekungdancermincembung.

Garis yang melewati O: sumbuutamacermin.

Titik R : jari-jarikelengkungancermin.

Jarak OF: panjangfokus


Cahaya

Hubungan radius cermindenganpanjangfokus:


Pemantulan pada cermin cekung

PemantulanpadaCerminCekung

Permukaan yang memantulkancahayaadalahpermukaanbagiandalam.

Bersifatmengumpulkancahaya (konvergen).

Pembentukanbayanganpadacermincekungdapatdilakukandenganmelukissinar-sinaristimewa yang melewaticermincekung.


Cahaya

Pembentukanbayangancermincekung

Sifat :

Mengumpulkan sinar (konvergen)

R

F

Sinar Pantul

Sinar Datang


Cahaya

I

IIV

II

III


Cahaya

I

IIV

II

III


Cahaya

I

IIV

II

III


Cahaya

I

IIV

II

III


Cahaya

Kesimpulan:

Jikabendadiruang III (lebihbesardarijarakfokus), bayangan yang dibentukbersifatnyata, diperkecil, danterbalik.

Jikabendaberadadiruang I (jaraknyalebihkecildarijarakfokus), bayangan yang terbentukbersifatmaya, diperbesar, dansamategak.

Bilabendaberadadijauhtakhingga, bayanganterletakdititikfokus, dengansifatnyata, diperkecildanterbalik.

Bayangannyataterletakdidepancermin, danbayanganmayaterletakdibelajangcermin.


Cahaya

Jarakbayanganbenda:

Keterangan:

s = jarakbenda

s’= jarakbayangan

f = panjangfokus

R= jari-jaricermin

Perbesaranbayangan:

Keterangan:

M = perbesaranbayangan

h’= tinggibayangan

h = tinggibenda


Contoh soal

Contohsoal:

Sebuahcermincekungmempunyaipanjangfokus 2 cm. sebuahbendasetinggi 1 cm beradadidepancerintersebut. Lukiskanbayangan yang terbentukdahitungperbesaranbayanganjikabendaberadapadajarak:

1 cm daricermin

3 cm daricermin

6 cm daricermin


Penyelesaian

Penyelesaian:

Diketahui:

f = 2 cm

h=1cm

Ditanyakan: lukisanbayangan dam h’ jika:

s = 1 cm

s = 3 cm

s = 6 cm

Jawab:

Untuks = 1 cm bayanganbendadapatdilukissebagaiberikut.


Penyelesaian1

Penyelesaian:

Jarakbayangandapatdicaridenganpersamaan:

Tanda (-) menunjukkanbayanganberadadibelakangcermin (maya) sejauh 2 cm.

Perbesaranbayangan:

Jadiperbesaranbayanganadalah 2kali tinggisemulaatau 2 cm.


Penyelesaian2

Penyelesaian:

Jarakbayangandapatdicaridenganpersamaan:

Jadi, jarakbayangan 6 cm didepancerminsetingggi 3 cm

Untuk s = 2 cm, bayangannyadapatdigambarkansebagaiberikut:


Penyelesaian3

Penyelesaian:

Jarakbayangandapatdicaridenganpersamaan:

Jadi, jarakbayangan 3 cm didepancerminsetingggi 1,5 cm

Untuk s = 6 cm, bayangannyadapatdigambarkansebagaiberikut:


Pemantulan pada cermin cembung

PemantulanpadaCerminCembung

Cermincembung (konveks) banyakdigunakanpadaspionmobilatau motor, memonitorpembelibeberapatokobesar.

Permukaan yang memantulkancahayaadalahpermukaanbagianluar yang cembung.

Bersifatmenyebarkancahayadisebutdivergen.

Titikfokusdantitikpusatkelengkungancerminberdadibelakangcermin.


Cahaya

Pembentukanbayanganpadacermincembung

C

F

objek

bayangan

Sifatbayangan: maya, diperkecil, tegak


Cahaya

Jarakbayanganbenda:

Keterangan:

s = jarakbenda

s’= jarakbayangan

f = panjangfokus(negatifkarenaberadadibelakangcermin)

R= jari-jaricermin


Pembentukan bayangan pada bidang bias lengkung

PembentukanBayanganpadaBidang Bias Lengkung

Bidanglengkungsferisbiasanyamempunyaiketebalantertentu.

Bidanglengkung yang sangattipis (ketebalannyadiabaikan) disebutlensa.

Lensaadalahbendabeningtembuscahaya yang terdiridariduabidanglengkungatausatubidanglengkungdansatubidangdatar.


Pembentukan bayangan pada bidang bias lengkung1

PembentukanBayanganpadaBidang Bias Lengkung

Suatubidanglengkung yang terbuatdaribendatembuscahayadapatmembiaskancahaya yang jatuhpadanya. PembiasaancahayaselalumemenuhihukumSnellius, termasukjugapembiasancahayapadabidanglengkung. Jalannyasinarketikamelewatipermukaancembungditunjukangambarberikutini :


Cahaya

SesuaihukumSnellius:

Jikakecil, makasudut, , i, rjugakecil, sehingga sinus suduttersebutdapatdigantikandengansudutitusendiri. Denganmengetahui:

diperoleh:


Cahaya

Jikadinyatakandalam radian maka:

Karenahanyapersamaan yang bernilaieksak, makadiperolehpersamaan:

Keterangan:

n1 = indeks bias medium 1

n2 = indeks bias medium 2

s = jarakbendadaripermukaanlengkung

s’ = jarakbayangan

R = jejarikelengkungan


Cahaya

Jalannyasinarketikamelewatipermukaanlengkungcekungditunjukkansepertigambar:

Duasinardari O menyebarsetelahdirefraksikanolehpermukaanlengkungsferisdanmembentukbayanganmayadiI.


Cahaya

Dengandemikian, sbernilaipositiftetapis’danRbernilainegatif.

Perbesaranbayanganakibatpembiasanpadabidanglengkungdiberikandenganpersamaanberikut:


Cahaya

MacamLensa


Pembentukan bayangan pada lensa cembung

PembentukanBayanganpadaLensaCembung

Lensacembungmerupakanlensa yang permukaanlengkungnyamenghadapkeluar.

Bersifatkonvergen.


Cahaya

Bagian-bagianLensacembung

  • Titik F : fokus

  • TitikP : titikkelengkunganlensa

  • JarakOP : jari-jarikelengkunganlensa

  • Titik O : titikpusatlensa


Cahaya

Pembentukanbayanganpadalensacembung


Cahaya

Persamaan yang berlakupadalensacembung

Keterangan:

s = jarakbenda

s’= jarakbayangan

f = panjangfokus

R= jari-jaricermin

Perbesaranbayangan:

Keterangan:

M = perbesaranbayangan

h’= tinggibayangan

h = tinggibenda


Cahaya

  • Untukmenentukansifatbendadanbayangan, kitadapatmengikutiperjanjianberikut:

  • Jikabendadidepanlensa, jarakbenda (s) bernilaipositifdanbersifatnyata. Sebaliknya, jikabendaberadadibelakanglensa, jarakbendabernilainegatif (-s) danbersifatmaya.

  • Jikabayangandibelakanglensa, jarakbayangan (s’) bernilaipositifdanbersifatnyata. Namun, jikabayangandidepanlensa, jarakbayanganbernilainegatif (-s’) danbersifatmaya.


Pembiasan cahaya pada lensa cekung

PembiasanCahayapadaLensaCekung

Lensacekungmerupakanlensa yang permukaanlengkungnyamenghadapkedalam.

Ciriutama: bagiantengahlebihtipisdaripadabagianpinggirnya.

Disebutjugalensanegatifkarenatitikfokusutamanyabernilainegatif (terletakdidepanlensa).

Bersifatdivergen (memancarkansinar)


Cahaya

Pembentukanbayanganpadalensacekung


Cahaya

Persamaan yang berlakupadalensacekung

Keterangan:

s = jarakbenda

s’= jarakbayangan

f = panjangfokus

R= jari-jaricermin


Cahaya

Perjanjian:

Jikabendadidepanlensa, bendabersifatnyatadanjarakbenda (s) bernilaipositif. Sebaliknya, jikadibelakanglensa, bendabersifatmayadanjarakbenda (s) bernilainegatif (-s).

jikabayangandidepanlensa, bayanganbersifatmayadanjarakbayangan (s’) bernilainegatif. Sebaliknya, jikabayangandibelakanglensa, bayanganbersifatnyatadanjarkbayangan (s’) bernilaipositif (s’).


Cahaya

Perbesaranbayangan:


Lensa tipis

LensaTipis

Permukaansebuahlensadapatberupa bola, parabola atausilinder. Namunuraianmaterimodulinihanyamembicarakanlensatipisdenganpermukaan-permukaannyamerupakanpermukaan bola.

Lensadibedakanataslensapositifataulensacembungdanlensanegatifataulensacekung


Cahaya

Pembiasanpadalengkung I:

Pembiasanpadalengkung II:


Cahaya

Benda ditakberhinggabayanganjatuhdititikfokus (f) didapat:


Cahaya

KUAT LENSA

Besaran untuk menyatakan kuat lensa ( P ) didefinisikan sebagai kebalikan jarak fokus ( F ).

P = 1/f

Dimana P = kuat lensa ( dioptri )

f = jarak fokus ( meter ).


Cahaya

Susunan lensa dengan

Sumbu utama berhimpit

Alat-alat optik terdiri dari susunan beberapa buah lensa berjarak tertentu dengan sumbu utama berimpit.

Pembentukan lensa pada susunan lensa dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :

Bayangan yang dibentuk oleh lensa pertama dianggap sebagai benda untuk lensa kedua. Bayangan lensa kedua dianggap sebagai benda untuk lensa ketiga, dst.


Cahaya

Jika bayangan dari lensa pertama terletak didepan lensa kedua, bayangan dianggap nyata bagi lensa kedua, dan jarak benda s bertanda positif.

Jika bayangan dari lensa pertama terletak di belakang lensa kedua, bayangan dianggap maya bagi lensa kedua, dan jarak benda s bertanda negatif.

Jarak kedua lensa :

d = S1’ + Sn


Cahaya

Dengan d = jarak kedua lensa

S1’ = jarak bayangan lensa pertama

Sn = jarak benda lensa kedua

Perbesaran total yang dihasilkan oleh dua buah lensa :

Mtot = M1 x M2

Dengan

Mtot = perbesaran total oleh kedua lensa.

M1 = perbesaran oleh lensa pertama

M2 = perbesaran oleh lensa kedua

S1 = jarak benda lensa pertama

S1’ = jarak bayangan lensa pertama

S2 = jarak benda lensa kedua

S2’ = jarak bayangan lensa kedua


Cahaya

Jika lensa-lensa berada dalam keadaan kontak atau berimpit (d=0), lensa tersebut dapat digantikan oleh sebuah lensa ekuivalen dengan nilai fokus gabungan :

1/fgab = 1/f1 + 1/f2 + .......

Dengan

fgab = fokus gabungan

f1,f2, ..... = fokus masing-masing lensa

Sehingga,

Pgab = P1 + P2 + .......

Dengan

Pgab = kuat lensa gabungan (dioptri)

P1,P2, ...... = kuat setiap lensa (dioptri)


Cahaya

Penyimpangan pembentukan

Bayangan pada lensa

Aberasi Sferis

Penyimpangan pembentukan

bayangan dari suatu benda

yang terletak di sumbu

utama karena bentuk

lengkung dari lensa.

Berkas sejajar sumbu

utama lensa tidak semua

dibiaskan melalui titik

fokus.


Cahaya

Hanya sinar paraksial yang dibiaskan melalui titik fokus.

Sinar-sinar sejajar yang semakin jauh dari sumbu utama akan dibiaskan melalui titik yang semakin dekat pada lensa.

Penyimpangan ini dapat diatasi dengan memakai lensa gabungan aplanatis atau diafragma.

Lensa gabungan aplanatis rediri dari 2 buah lensa yang terbuat dari jenis kaca yang berlainan.

Diafragma berfungsi untuk membelokkan sinar-sinar tepi, sehingga sinar yang melalui lensa hanya sinar paraksial.


Cahaya

Astigmatis

Kelainan pembentukan bayangan dari suatu benda titik yang jauh dari sumbu utama.

Hal ini terjadi karena garis-garis vertikal dan horisontal dikumpulkan pada jarak yang berbeda.


Cahaya

Distorsi

Suatu aberasi yang disebabkan oleh perbesaran bayangan yang tidak merata.

Perbesaran pada bagian-bagian yang paling luar tidak sama.

Benda yang berupa garis-garis sejajar akan melengkung.


Cahaya

Aberasi kromatis

Cahaya matahari terdiri dari bermacam-macam warna yang disebut polikromatis.

Setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda.


Cahaya

Ini yang menyebabkan berkas sinar polikromatis setelah dibiaskan lensa akan terurai menjadi beberapa warna dan dan setiap warna memiliki fokus yang berbeda.

Titik fokus warna merah lebih jauh daripada titik fokus warna ungu.

Gejala ini yang disebut aberasi kromatis.


Cahaya

Gejala ini dpat dihilangkan dengan menggunakan lensa akromatis, yaitu lensa gabungan yang terdiri dari 2 buah lensa yang jenis kacanya berlainan, misalnya kerona dan flinta.

Syarat lensa akromatis :

(ftot)merah = (ftot)ungu

1/f(tot)merah = 1/f(tot)ungu

1/m1 + 1/m2 = 1/u1 + 1/u2


Cahaya

Dengan

fm1 = fokus lensa 1 untuk cahaya merah

fm2 = fokus lensa 2 untuk cahaya merah

fu1 = fokus lensa 1 untuk cahaya ungu

fu2 = fokus lensa 2 untuk cahaya ungu


  • Login