teori ekonomi
Download
Skip this Video
Download Presentation
TEORI EKONOMI

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 100

TEORI EKONOMI - PowerPoint PPT Presentation


  • 283 Views
  • Uploaded on

TEORI EKONOMI. MIKRO EKONOMI MAKRO EKONOMI Screen graphic created by : Dr.H. Mustika Lukman Arief, SE.,MM. Sifat penting teori ekonomi : variabel, asumsi, hipotesis & ramalan Ceteris paribus = hal-hal lain tidak mengalami perubahan. ( pemisalan= asumsi )

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' TEORI EKONOMI' - vanna


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
teori ekonomi

TEORI EKONOMI

MIKRO EKONOMI

MAKRO EKONOMI

Screen graphic created by :

Dr.H. Mustika Lukman Arief, SE.,MM.

slide2
.
  • Sifat penting teori ekonomi : variabel, asumsi, hipotesis & ramalan
  • Ceteris paribus = hal-hal lain tidak mengalami perubahan. ( pemisalan= asumsi )
  • PERNYATAAN POSITIF= pernyataan mengenai fakta yang berwujud dimasyarakat dan kebenarannya dapat dibuktikan dengan memperhatikan kenyataan yang berlaku.
  • PERNYATAAN NORMATIF = PANDANGAN SUBJECTIVE DAN BERUPA VALUE JUDGEMENT. Sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak bersifat rasional seperti faktor kebudayaan, filsafat dan keagamaan.
slide3
.
  • Pernyataan POSITIF akan dijumpai dalam ilmu ekonomi Deskriptif dan Teori Ekonomi. Sedangkan Pernyataan NORMATIF selalu dijumpai dalam ilmu ekonomi terapan atau ekonomi kebijakan.
  • Masalah ekonomi dapat diatasi dengan beberapa cara dan manakah yang terbaik sangat tergantung pada VALUE JUDGEMENT dari yang merumuskan kebijakan tersebut.
outline
Outline
  • Introducing Mikro Ekonomi
  • Permintaan & Penawaran
  • Elastisitas Permintaan & Penawaran
  • Teori Tingkah Laku Konsumen
  • Teori Biaya Produksi
  • Pasar Persaingan Sempurna
  • Pasar Persaingan Tidak Sempurna
slide5
.
  • Introducing Makro Ekonomi
  • Pendapatan Nasional
  • Keseimbangan Aggregate Dua Sektor
  • Keseimbangan Aggregate Tiga Sektor
  • Keseimbangan Aggregate Empat Sektor
  • Teori Penawaran Uang, Kurs dan Moneter
  • Neraca Pembayaran & Perdagangan
  • Pertumbuhan & Pembangunan Ekonomi
reference
Reference
  • Economics; Book 1 & 2; PA. Samuelson
  • Mikro Ekonomi; Teori Pengantar; Sadono Sukirno; Edisi ketiga; 2005
  • Makro Ekonomi; Teori Pengantar; Sadono Sukirno; Edisi ketiga; 2005
introducing mikro ekonomi
Introducing Mikro Ekonomi
  • PA Samuelson
  • Studi mengenai individu dan masyarakat membuat pilihan dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber daya terbatas – tetapi dapat digunakan dengan berbagai cara untuk menghsilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi sekarang dan dimasa mendatang kepada berbagai individu dan golongan masyarakat
sifat teori ilmu ekonomi
Sifat Teori Ilmu Ekonomi
  • VARIABEL – VARIABEL
  • Suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan dengan kondisi tertentu.
  • “harga beras di Jawa Barat akan tergantung kepada keadaan iklim di daerah penanaman di Jawa Barat”
slide9
..
  • ASUMSI
  • Suatu penyederhanaan keatas kejadian yang yang sebenarnya dalam masyrakat.
  • Teori ilmu ekonomi dan pemisalan yang digunakan dalam masyarakat
slide10
..
  • HIPOTESIS
  • Suatu pernyataan bagaimana variabel-variabel yang dibicarakan berkaitan satu sama lain
  • Hubungan langsung dan hubungan fungsional
slide11
.
  • Ilmu ekonomi sebagai suatu bidang studi yang mulai berkembang semenjak bagian kedua abad ke 18 yaitu setelah “Adam Smith” – seorang pemikir dari Inggris menulis buku “An inquiry into the nature and canses of the wealth of nations”.
  • Adam smith sebagai bapak ilmu ekonomi
kesimpulan analisa ekonomi
Kesimpulan Analisa Ekonomi
  • Uraian mengenai sifat hubungan diantara dua atau beberapa variabel ekonomi
  • Data yang berbentuk angka-angka yang menggambarkan sifat hubungan tersebut
  • Gambaran secara grafik mengenai sifat hubungan tersebut
  • Persamaan matematika yang menjelaskan sifat hubungan diantara berbagai variabel
slide13
.
  • MIKROEKONOMI :
    • Interaksi penjual dan pembeli di pasar barang
    • Tingkah laku penjual dan pembeli dalam melakukan kegiatan ekonomi
    • Interaksi penjual dan pembeli di pasar faktor produksi
slide14
.
  • MAKROEKONOMI :
    • Penentuan kegiatan perekonomian dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
    • Masalah inflasi dan pengangguran
    • Bentuk-bentuk kebijakan pemerintah dalam menghadapi masalah yang timbul
permintaan penawaran

PERMINTAAN & PENAWARAN

TEORI, KURVA & EQUILIBRIUM

PERMINTAAN = DEMAND = D

PENAWARAN = SUPPLY = S

definisi
DEFINISI
  • TEORI PERMINTAANmenerangkan interaksi antara para pembeli dengan para penjual dengan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar dan jumlah barang yang diperjualbelikan
faktor penentu permintaan
Faktor Penentu Permintaan
  • Harga barang itu sendiri
  • Harga barang lain yang berkaitan
  • Pendapatan masyarakat
  • Corak distribusi pendapatan
  • Cita rasa masyarakat
  • Jumlah penduduk
  • Ramalan mengenai keadaan dimasa yang akan datang
hukum permintaan
Hukum Permintaan
  • Suatu hipotesis yang mengemukakan bahwa : “makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut ”.
daftar permintaan
Daftar Permintaan
  • Tabel yang memberikan gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara jumlah barang yang diminta dalam masyarakat
slide20

KURVA PERMINTAAN / DEMAND CURVE

P = Price / Harga

Q= Quantity

Harga (P)

Demand Curve

P 2

P 1

0

Kuantitas (Q)

Q 2

Q 1

efek faktor bukan harga
Efek Faktor Bukan Harga
  • Harga Barang Lain ; yaitu Barang Substitusi, Barang Komplementer dan Barang Netral
  • Pendapatan Para Pembeli
  • Faktor lainnya ; distribusi pendapatan, jumlah penduduk, cita rasa dan ekspektasi mengenai keadaan masa depan
g erakan kurva permintaan
Gerakan Kurva Permintaan
  • Sepanjang Kurva Permintaan

“ A Long Side Demand Curve “ = Faktor harga

  • Pergeseran Kurva Permintaan

“ Shifting Demand Curve “ =Faktor bukan harga

penawaran
PENAWARAN
  • TEORI PENAWARANmenerangkan interaksi antara para pembeli dengan para penjual dengan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar dan jumlah barang yang diperjualbelikan
faktor penentu penawaran
Faktor Penentu Penawaran
  • Harga barang itu sendiri
  • Harga barang lain
  • Biaya produksi
  • Tujuan operasional perusahaan
  • Tingkat tehnologi yang digunakan
hukum penawaran
Hukum Penawaran
  • Suatu hipotesis yang mengemukakan bahwa : “makin tinggi harga suatu barang maka makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual terhadap barang tersebut “.
daftar penawaran
Daftar Penawaran
  • Tabel yang memberikan gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dalam masyarakat
slide27

KURVA PENAWARAN / SUPPLY CURVE

Harga (P)

Supply Curve

0

Kuantitas (Q)

pengaruh faktor bukan harga
Pengaruh faktor bukan harga
  • Harga barang lain
  • Biaya untuk memperoleh faktor produksi
  • Tujuan perusahaan
  • Tingkat teknologi
g erakan kurva penawaran
Gerakan Kurva Penawaran
  • Sepanjang Kurva Penawaran

“ A Long Side Supply Curve “ = Faktor harga

  • Pergeseran Kurva Penawaran

“ Shifting Supply Curve “ =Faktor bukan harga

keseimbangan d s
KESEIMBANGAND & s
  • Equilibrium
  • Ceteris Paribus
  • Excess Demand
  • Excess Supply
persamaan d s
Persamaan D & S
  • PERSAMAAN DEMAND

Qd = -5Pg+3,75Po

  • PERSAMAAN SUPPLY

Qs = 14+2Pg+0,25Po

Pg= price of gas

Po= price of oil

slide32
.
  • -5Pg+3,75Po = 14+2Pg+0,25Po
  • Dimisalkan harganya
  • Po = $8
  • Ditanya : berapa harga Pg...?
  • Jawab :
  • -5Pg+3,75 (8) = 14+2Pg+0,25(8)
  • -5Pg+30 = 14+2Pg+2
slide33
.
  • -5Pg+30 = 14+2Pg+2
  • -5Pg-2Pg = -30+14+2
  • -7Pg = -14
  • Pg = -14 / -7
  • Pg = 2  $ 2.
  • Jadi harga gas = $ 2.
permintaan penawaran1
PERMINTAAN & PENAWARAN
  • BAB 4 HALAMAN 100
  • ESSAI NO. 1, 2, 3, 4 DAN 5
  • UNTUK 2 MINGGU KEDEPAN , DIKUMPULKAN
perubahan keseimbangan
Perubahan Keseimbangan
  • D Bergeser Kekiri
  • D Bergeser Kekanan
  • S Bergeser Kekiri
  • S Bergeser Kekanan
elastisitas permintaan dan penawaran

ELASTISITAS PERMINTAANDAN PENAWARAN

Melihat tingkat respon dari besarnya perubahan Q akibat ada kenaikan atau penurunan P

definisi e d s
DEFINISI E(d/s)
  • Suatu pengukuran kuantitatif yang menunjukkan sampai dimana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap permintaan dan atau penawaran
  • Resposibility D atau S akibat perubahan P
  • E(d/s) = harga , pendapatan & silang
manfaat
Manfaat :
  • Perusahaan; apakah perlu menaikkan kapasitas produksinya atau tidak ?? Jika resposif maka baik untuk menaikkan produksinya , dan sebaliknya jika tidak elastis maka sebaiknya tidak menaikkan kapasitas produksi.
  • Pemerintah; kebijakan ekonomi dalam bentuk apa yang perlu diambil ?? Jika responsif misalnya baik untuk peningkatan export dan sebaliknya.
koefisien e d s harga
Koefisien E(d/S) harga
  • Adalah nilai perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan dengan persentase perubahan harga
  • % perubahan Q
  • E(d/s)= ------------------------
  • % perubahan P
jenis e d s
Jenis E(d/S) :
  • Uniter E(d/s) = 1
  • In elastis E(d/s) < 1
  • Elastis E(d/s) > 1
  • Perfect In-elastis E(d/s)= 0
  • Perfect elastis E(d/s) = ~
slide41

UNITER : E (d/s) = 1

Demand Curve Supply Curve

P

P

0

0

Q

Q

slide42

In-ELASTIS : E (d/s) < 1

Demand Curve Supply Curve

P

P

0

0

Q

Q

slide43

ELASTIS : E (d/s) > 1

Demand Curve Supply Curve

P

P

0

0

Q

Q

slide44

IN-ELASTIS SEMPURNA

perfect in-elasticity

E (d/s) = 0

Demand Curve Supply Curve

P

P

0

0

Q

Q

slide45

ELASTIS SEMPURNA = perfect elasticity

E (d/s) = ~

Demand Curve Supply Curve

P

P

0

0

Q

Q

faktor penentu e d s
Faktor Penentu E(d/S) :
  • Banyaknya barang pengganti yang tersedia. Semakin banyak barang pengganti maka semakin elastis
  • Persentase pendapatan yang dibelanjakan. Semakin banyak % pendapatan yang dibelanjakan maka semakin elastis
  • Jangka waktu analisis. Semakin lama jangka waktu analisa maka semakin elastis
bagaimana hubungan e d dan hasil penjualan
Bagaimana HubunganE(d) dan Hasil Penjualan ?
  • Sales = P x Q
  • Apakah kenaikan P akan selalu menaikkan Sales ?
  • Tergantung dari E(d)
  • Jika E(d) elastis > 1 maka kenaikan P akan mengurangi Sales
  • Jika E(d) in-elastis < 1 maka kenaikan P akan meningkatkan Sales
  • Jika E(d) uniter = 1 maka kenaikan P tidak akan merubah Sales
pembuktian kurva
Pembuktian & Kurva
  • Price Quantity Kondisi E(d)
  • 1000 2000
  • 800 4000 A 3
  • 600 6000 B 1,4
  • 400 8000 C 5/7
  • 200 10000 D 1/3
perhitungan
PERHITUNGAN
  • 2000 / 3000 2 / 3
  • --------------------------- = ----------- = 3
  • 200 / 900 2 / 9
perhitungan 2
PERHITUNGAN 2
  • 2000 / 5000 2 / 5
  • ------------------------- = --------- = 1,4
  • 200 / 700 2 / 7
tugas ke 3
TUGAS KE - 3
  • HALAMAN 123 NOMOR 1, 2, 3, 4 DAN 5
  • KUMPULKAN 2 MINGGU LAGI
pengumuman
PENGUMUMAN
  • ADA PESAN DARI DOSEN LAIN :
  • KULIAH ALGO DENGAN DOSEN IMAM GUNAWAN DAN EKA ISWANDY HARI INI UNTUK CLASS KERJA DITIADAKAN
teori tingkah laku konsumen

TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN

CONSUMER BEHAVIOUR = melihat apa yang menjadi alasan konsumen merubah pola pembelian barang dan komposisi dari barang yang akan dibelinya

definisi1
DEFINISI :

Consumer Behaviour menerangkan :

  • Alasan para konsumen untuk membeli lebih banyak barang pada harga yang lebih rendah dan mengurangi pembeliannya pada harga yang lebih tinggi
  • Bagaimana seorang konsumen menentukan jumlah dan komposisi dari barang yang akan dibeli dari pendapatan yang diperolehnya
pendekatan nilai guna utility kardinal dan ordinal
Pendekatan Nilai Guna (Utility) Kardinal dan Ordinal
  • Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal; bahwa manfaat untuk nilai guna dari konsumen dapat diukur secara kuantitatif.
  • Pendekatan nilai guna (Utility) Ordinal; bahwa manfaat untuk nilai guna dari konsumen tidak dapat diukur secara kuantitatif, namun hanya dapat diperbandingkan saja.
  • Pendekatan Ordinal mengunakan Kurva Kepuasan Sama ( Indeference Curve)
nilai g una total marginal
Nilai Guna Total & Marginal
  • Total Utility (TU); jumlah seluruh kepuasan yang dapat diperoleh dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu.
  • Marginal Utility (MU) ; pertambahan atau pengurangan kepuasan sebagai akibat penambahan atau pengurangan pemakaian barang tertentu.
hipotesa utama teori utility
Hipotesa Utama Teori Utility
  • HUKUM NILAI GUNA MARGINAL YANG SEMAKIN MENURUN
    • THE LAW OF DIMINISHING MARGINAL RETURN UTILITY
  • Tambahan nilai guna yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus menerus menambah konsumsinya terhadap barang tersebut pada waktu bersamaan.
slide58

TU / MU

Diminishing marginal return

TU

Q

0

MU

pemaksimuman nilai guna
Pemaksimuman Nilai Guna

Syarat yang harus dipenuhi adalah setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marjinal yang sama besarnya.

MU a / P a = MU b / P b = MU c / P c

Surplus konsumen = Surplus permintaan

indeference curve
INDEFERENCE CURVE
  • Adalah kurva yang menggambarkan gabungan dan kombinasi 2 (dua) jenis barang pada saat konsumsi yang akan memberikan NILAI GUNA (UTILITY) kepuasan sama besarnya.
slide61

INDEFERENCE CURVE

KURVA KEPUASAN SAMA

B

MAKANAN

IC

0

A

PAKAIAN

slide62
.
  • IC akan dibatasi oleh Garis Anggaran Pengeluaran
  • BUDGET LINE ; menunjukkan berbagai gabungan barang yang dapat dibeli oleh konsumen dengan sejumlah pendapatan tertentu.
analisa ic
ANALISA IC
  • IC yang SEMAKIN KEKANAN akan SEMAKIN TINGGI UTILITY- nya.
  • GABUNGAN beberapa IC dalam satu grafik dinamakan INDEFERENCE MAP = IM
slide64
.
  • INDEFERENCE MAP = PETA IC
  • IM menggambarkan beberapa pilihan tingkatan utility yang berbeda untuk seorang konsumen dalam memuaskan konsumsi barangnya
slide65
.
  • GARIS PENDAPATAN KONSUMSI adalah garis yang menghubungkan beberapa titik keseimbangan Indeference Map
slide66

INDEFERENCE MAP

PETA KURVA KEPUASAN SAMA

Barang Y

IC B

IC A

IC C

0

Barang X

slide67

INDEFERENCE CURVE

DAN BUDGET LINE

B

MAKANAN

IC

Budget Line

0

A

PAKAIAN

slide68

GARIS PENDAPATAN KONSUMSI

Barang Y

Garis Pendapatan Konsumsi

IC B

IC A

IC C

0

Barang X

membentuk kurva d dengan ic
MEMBENTUK KURVA D DENGAN IC
  • ICyang memberikan beberapa tingkatan utility dapat membentuk Demand Curve pada masing-2IC yang paling memenuhi kebutuhan konsumennya.
slide70

P

MEMBENTUK DEMAND CURVE

K

L

DEMAND CURVE

M

IC b

IC c

IC a

IS 1

IS 3

IS 2

0

Q

tugas ke 4
TUGAS KE - 4
  • HALAMAN 167 KERJAKAN ESEI NOMOR 1, 2, 3
  • HALAMAN 185 KERJAKAN ESEI NOMOR 1, 2, 3 DAN 4
teori biaya produksi

TEORI BIAYA PRODUKSI

Melihat fungsi produksi dengan SATU FAKTORdanDUA FAKTOR besertaBIAYA PRODUKSI

teori produksi satu faktor berubah jangka pendek
TEORI PRODUKSI SATU FAKTOR BERUBAH = JANGKA PENDEK
  • DEFINISI
  • Menggambarkan hubungan antara perusahaan dengan TENAGA KERJA (L) yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
  • FUNGSI PRODUKSI :

Q = f ( K , L )

K = kapital / modalL = Labour / tenaga kerja

diminishing production
Diminishing Production
  • The Law of Diminishing Marginal Production Return
    • Tahap 1 :TP bertambah cepat
    • Tahap 2 :TP pertambahannya lambat
    • Tahap 3 :TP semakin lama semakin berkurang
hukum hasil lebih yang semakin berkurang
HUKUM HASIL LEBIH YANG SEMAKIN BERKURANG
  • menyatakan bahwa apabila faktor produksi yang dapat dirubah jumlahnya (TK) terus menerus ditambah sebanyak 1 unit, pada mulanya TP akan semakin banyak pertambahannya , tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu MPnya akan semakin berkurang bahkan Negatif
slide77
.
  • TP = Total Production
  • AP = Average Production
  • MP = Marginal Production
  • MP = ^TP / ^L
  • AP = TP / L
teori produksi dua faktor berubah jangka panjang
TEORI PRODUKSI DUA FAKTOR BERUBAH = JANGKA PANJANG
  • DEFINISI
  • Menggambarkan hubungan antara perusahaan dengan TENAGA KERJA (L) dan MODAL (K) yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
  • FUNGSI PRODUKSI :

Q = f ( K , L )

K = kapital / modalL = Labour / tenaga kerja

slide79
..
  • KURVA PRODUKSI SAMA = ISOQUANT = IQ
  • adalah grafik yang menggambarkan gabungan TENAGA KERJA(L) dan MODAL(K) yang akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu.
slide80

ISOQUANT CURVE

KURVA PRODUKSI SAMA

B

MODAL

IQ

0

A

TENAGA KERJA

slide81

ISOQUANT MAP

PETA KURVA PRODUKSI SAMA

MODAL

IQ B

IQ A

IQ C

0

TENAGA KERJA

slide82
.
  • Garis biaya sama ( ISOCOST )

Adalah garis yang menggambarkan gabungan faktor faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.

slide83

ISOQUANT CURVE & ISOCOST

B

MODAL

IQ

ISOCOST

0

A

TENAGA KERJA

teori biaya produksi1
TEORI BIAYA PRODUKSI
  • Adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.
slide85
.
  • BIAYA PRODUKSI menurut JANGKA WAKTU :
  • SHORT TERM &
  • LONG TERM
jenis biaya produksi
Jenis Biaya Produksi
  • Explisit Cost ; pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan
  • Imputed Cost ; taksiran pengeluaran terhadap faktor-faktor produksi yang dimiliki perusahaan sendiri.
jangka pendek
JANGKA PENDEK :
  • Biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan asumsi bahwa sebagian input faktor produksi TIDAK DAPAT DITAMBAHoleh perusahaan.
  • FIXED COST (FC) & VARIABLE COST (VC)
  • Analisa :AVERAGE & MARGINAL

COST

slide88
  • Total Cost = TC
  • Total Fixed Cost = TFC
  • Total Variable Cost = TVC

TC = TFC + TVC

slide89
  • Average Cost = AC
  • Average Fixed Cost = AFC
  • Average Variable Cost = AVC
  • AC = AFC + AVCatau
  • AC = TC / Q
  • AFC = TFC / Q dan
  • AVC = TVC / Q
slide90
.
  • KONSEP MARGINAL COST ;adalah kenaikan biaya produksi yang dikeluarkan untuk menambah produksi sebanyak satu unit
  • MC = ^TC / ^Q
kurva biaya produksi jangka pendek
KURVA BIAYA PRODUKSI JANGKA PENDEK
  • Kurva TOTAL COST
  • Kurva AVERAGE COST
  • Kurva MARGINAL COST
  • Hubungan MC dengan AVC dan AC bahwa AC dan AVC dipotong oleh MC pada saatTITIK MINIMUM.
slide92

KURVA BIAYA TOTAL

TC

BIAYA

TVC

TFC

0

Q

JUMLAH PRODUKSI

slide93

KURVA BIAYA AVERAGE & MARGINAL

MC

BIAYA

AC

AVC

AFC

0

Q

JUMLAH PRODUKSI

biaya produksi jangka panjang
BIAYA PRODUKSI JANGKA PANJANG
  • Dalam jangka panjang perusahaan dapat merobah semua faktor produksinya, sehingga konsep yang berlaku adalahVARIABLE COSTseluruhnya.
  • Karena dapat meningkatkan kapasitas produksinya maka perusahaan akan menetapkan PLANT SIZE-nya (kapasitas pabrik) yang digambarkan oleh (AC). Yaitu digambarkan oleh kurva AC yang berbeda-beda untuk setiap kapasitas pabriknya.
slide95
.
  • Untuk jangka panjang biasanya kurva AC dinamakanLRAC ( Long Run Average Cost )yaitu kurva yang menunjukkan AC paling minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas produksinya.
slide96

KURVA LONG RUN AVERAGE COST

BIAYA

AC

AC

AC

LRAC

Plant size 1

Plant size 3

Plant size 4

Plant size 2

0

Q

JUMLAH PRODUKSI

skala ekonomis
SKALA EKONOMIS
  • Skala ekonomis ; adalah apabila pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin rendah.
  • Pada LRAC ditunjukkan pada bagian LRAC yang semakin menurun apabila produksi bertambah.
    • Spesialisasi Faktor Produksi
    • Pengurangan Harga Bahan Baku
    • Meningkatkan Produk Sampingan (By-product)
    • Mendorong perkembangan usaha lain
slide98
  • SKALA DIS-EKONOMIS adalah apabila pertambahan produksi menyebabkan AC menjadi semakin tinggi. Keadaan ini disebabkan oleh kegiatan memproduksi yang menurun efisiensinya.
  • Pada LRAC ditunjukkan pada bagian kurva yang semakin bertambah tinggi ,yaitu setelah produksi melebihi Plant Size 3.
slide99

LRAC & SKALA EKONOMIS / DIS EKO

BIAYA

AC

AC

AC

LRAC

SKALA EKONOMIS

SKALA DIS-EKONOMIS

0

Q

JUMLAH PRODUKSI

beberapa bentuk lrac kapasitas pabrik
BEBERAPA BENTUK LRAC & KAPASITAS PABRIK
  • LRAC sangat cepat penurunannya dan sangat cepat mengalami kenaikan
  • LRAC pada permulaan skala ekonomis sangat menguntungkan , namun tidak berlangsung lama
  • LRAC yang ada pada industri besar dan jumlahnya relatif sedikit yaitu pada permulaan skala ekonomis langsung keadaannya menurun.
ad