1 / 15

PETA PEMIKIRAN ISLAM

PETA PEMIKIRAN ISLAM. SKETSA SEJARAH:. Dibagi menjadi :. tradisionalis, revivalis, modernisme klasik, neo revivalis, neo modernis. 1. Kelompok tradisionalis memiliki ciri2: Punya keterikatan kuat dengan ulama abad pertengahan, Menganggap pintu idjtihad sudah

valora
Download Presentation

PETA PEMIKIRAN ISLAM

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PETA PEMIKIRAN ISLAM

  2. SKETSA SEJARAH: • Dibagi menjadi : • tradisionalis, • revivalis, • modernisme klasik, • neo revivalis, • neo modernis

  3. 1. Kelompok tradisionalis memiliki ciri2: • Punya keterikatan kuat dengan ulama • abad pertengahan, • Menganggap pintu idjtihad sudah • tertutup, • Fatwa hukum sudah lengkap oleh ulama • mahzab terdahulu, • Menggunakan qiyas untuk masalah yang • baru, • Tidak percaya dengan ulama sekarang • melakukan ijtihad, • Cenderung mengkultuskan ulama-ulama • mahzab terdahulul. Lanjutan......

  4. 2. Kelompok revivalis memiliki ciri2: • Fokus pada isu-isu sosial kemasyarakatan, • terutama kondisi umat islam yang terpuruk • setelah dijajah oleh bangsa asing, • Anti terhadap praktek tahayul dan khurofat • dengan cara kembali kepada ajaran Al- • Qur’an dan Sunnah. • Anti terhadap pengaruh dan konsep Barat • dalam melakukan pembaharuan. • Tokohnya adalah Muhammad ibn Abdul Wahab yang kemudian dikenal dengan sebutan Gerakan Wahabi. CONTOH

  5. 3. kelompok modernisme, ciri2nya: - Membawa konsep pembaruan Islam, - Sangat terpengaruh pemikirn barat, - Pintu ijtihad masih terbuka terhadap hal-hal baru seperti demokrasi, kesetaraan gender, HAM, dll, - Tetap mengacu pada kerangka dasar Islam, Tokoh-tokohnya adalah Sayyid Jamaludin Al Afgani, Muhammad Abduh, Sayyid Ahmad Khan, dll..

  6. 4. Kelompok Neo-Revivalis, ciri2nya: • Tidak setuju dengan pemikiran kaum modernis yang terpengaruh oleh barat, terutama yang berkaitan dengan: bunga bank, aurat wanita dan juga keluarga berencana, • Namun relasi antara kaum neo-revivalis dengan kaum modernisme klasik tidak selamanya antagonis. • Pemikiran ini muncul pada awal abad ke 20 di daerah Arab Timur Tengah, India-Pakistan, dan juga Indonesia.

  7. 5. Kelompok Neo-Modernis, ciri2nya: • Sangat terpengaruh oleh pemikiran • Barat (westernisasi), • Merekonstruksi pemikiran Islam secara • radikal, • Mencoba menawarkan metode baru • dalam memaknai Al-Qur’an, yaitu • melalui pendekatan-pendekatan filsafat • heurmenutika (tafsir), • Memunculkan pendapat yang • kontroversial, terutama dengan • tradisionalis dan revivalis.

  8. Lanjutan.......... • Dalam konteks Indonesia, para ahli membaginya menjadi tiga kelompok, yakni formalistik, substansialistik, dan moderat.

  9. Tipologi formalistik , cirinya: • Menekankan pentingnya ideologisasi atau politisasi yang mengarah pada simbolisme keagamaan secara formal, • menganggap ajaran Islam adalah ajaran • yang sempurna dan lengkap, ada sistem • ekonomi, politik, pendidikan, budaya, dan • juga sosial yang dianjurkan oleh Islam. • mendukung pemberlakuan syariat Islam, • Terpengaruh oleh gerakan transnasional • dari Timur-Tengah, Wahabi. • Tokohnya: HTI, FPI, LDII, dll

  10. 2. Tipologi substansialistik, ciri2nya: • mengedepankan sisi substansial dari ajaran Islam, • tidak setuju dengan pemberlakuan Syariat Islam, cukup dengan menghidupkan nilai-nilai (value) yang terdapat dalam ajaran Islam (persamaan, keadilan dll) dalam kehidupan masyarakat Indonesia. • menggunakan metode  yang bersandarkan pada prinsip-prinsip ilmiah, (neo-modernisme), • Tokohnya: Abdurrahaman Wahid, Nurcholish Madjid, Dawam Raharjo, Johan Efendi, serta tokoh muda Ulil Abshar Abdalla. • Tipologi formalistik mengaggap tipologi ini telah menghancurkan doktrin-doktrin Islam yang sebenarnya, bahkan lebih jauh mereka dianggap antek-antek Yahudi untuk menghancurkan kelompok Islam fundamentalis.

  11. 3. Tipologi moderat, ciri2nya: • menjaga kemurnian doktrin Islam, namun tetap merespon perkembangan sosio-kultural yang ada. • Menjaga nilai-nilai keislaman terutama yang prinsip seperti aqidah dan ibadah, • dalam prinsip muamalah diberikan keleluasaan merespon perkembangan zaman, • Tokohnya : Muhammadiyah (moderat modernis) dan NU (moderat tradisionnalis).

  12. “EPISTEMOLOGI ISLAM” Ada tiga kategori: BAYANI IRFANI BURHANI

  13. BAYANI Bayani adalah metode pemikiran yang menekankan otoritas teks, yang bersumber dari wahyu (QH). Metode ini sangat terikat dengan teks wahyu, dan tidak berani untuk menafsirkannya secara rasional kontektual. (tekstual formalistik). Metode ini sering digunakan oleh kelompok tradisionalis dan fundamentalis.

  14. 2. IRFANI • Irfani adalah sebuah metode pengetahuan yang diberikan langsung oleh Allah melalui penyingkapan hijab, setelah adanya olah ruhani yang dilakukan atas dasar HUBBUN LILLAH. (ilmu laduni). • Irfani juga dipahami sebagai upaya mencari makna dibalik teks. (substansialistik). Ilmu ini banyak dialami dan dimiliki oleh para sufi, tokoh tasawuf, dan filsafat.

  15. 3. BURHANI • Metode ini berupaya memahami dan menjelaskan ajaran-ajaran Islam melalui argumentasi yang logis, dengan menggunakan berbagai disiplin keilmuan. • Metode ini banyak digunakan oleh kelompok modernis.

More Related