1 / 23

Hormon-hormon Reproduksi

Hormon-hormon Reproduksi. Hormon : Zat yang dihasilkan oleh kel. Endokrin. Zat organik (dlm jmlh kecil) yang dialiran dalam darah mnj organ/sel sasaran untuk m’dorong/m’hambat b’fungsi normal (>< kel. Eksokrin). Reproduksi :

tyson
Download Presentation

Hormon-hormon Reproduksi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Hormon-hormon Reproduksi

  2. Hormon : • Zat yang dihasilkan oleh kel. Endokrin. • Zat organik (dlm jmlh kecil) yang dialiran dalam darah mnj organ/sel sasaran untuk m’dorong/m’hambat b’fungsi normal (>< kel. Eksokrin). Reproduksi : • Proses perkembangbiakan organisme : pembentukan gamet, singami, kelahiran (menetas).

  3. Fungsi hormon • Pelengkap sist Saraf yang mengatur aktivitas organ. • M’integrasi dg kds lingk : salinitas, suhu, periode cahaya, u/ osmoregulasi, metabolisme, reproduksi dan migrasi. • Biokatalisator thd aktivitas sist. Ensim sel/orgn sasaran. • Mengatur permeabilitas permukaan dinding sel. • Mengatur aktivitas gen (m’dorong/ m’hmbt) dlm sintesis zat organik.

  4. Macam hormon menurut asal, fungsi & strutur kimia : A. Asal dan fungsi 1. Neuro hormon • Hormon yg diprod & disekresi oleh sel saraf (neuro sekretoris). • Banyak dijumpai di Hipotalamus (m’hslkan hormon & impuls saraf). • Biasa dlm bentuk peptide sederhana. • Invertebrata : proses perubahan warna (crustacea), ganti kulit & metamofosa (insekta) dan regenerasi (anelida).

  5. 2. Para hormon (local) • Hormon yg m’atur aktivitas jar/organ yang sama dg asal hormon (PGF2α). • Tidak memenuhi definisi hormon. 3. Phito hormon • Hormon tumbuhan (daun & akar). • Transpor zat tdk sistemik tp komunikasi antar sel.

  6. 4. Feromon (phero hormon) • Hormon yg dpt m’dorong prod. Hormon reprod lain berupa sinyal kimia mell reseptor (mata, hidung & kulit). • Ikan ♂ m’keluarkan feromon diper­airan shg m’rangsang ♀ untuk memijah.

  7. B. Struktur kimia 1. Hormon peptida dan protein • Tdr dari rangkaian as. Amino pendek (GnRH) dan panjang (prolaktin). • Protein BM besar, peptida BM kecil (2.000 – 3.000o). • Mdh larut dlm air (< dlm minyak). • Terikat protein. • Waktu paruh ± 1 mgg. • Reseptor pada dinding sel sasaran.

  8. 2. Hormon glikoprotein • Tdr dari rangkaian as. Amino yg terikat dg gugus KH (CHO) : GtH. • BM besar & mdh larut air (< minyak). • Terikat plasma darah (sirkulasi). • Waktu paruh 5 – 60 menit. • Reseptor pada dinding sel sasaran.

  9. 3. Hormon steroid • Tdr dari inti siklopentanoperhidro penantren (est, prog & test). • BM kecil & mdh larut minyak (tdk air). • Terikat dlm protein (globulin). • Waktu paruh 60 – 100 menit. • Reseptor pada inti sel sasaran.

  10. Prinsip reproduksi dlm sist. Endokrin • Kel. Hipotalamus + Pituitary (hipofisa) merangsang perkembangan gonad (GnRH & GtH). • Gonad m’hslkan hormon (estrg, prog & test) u/ m’kontrol (feed back mecha­nism) thd sekresi GnRH & GtH.

  11. Hormon reproduksi : • Hipotalamus : GnRH • Pitiutary : GtH 1 & 2, Prolactin, GH. • Ovarium : Progesteron & estrogen • Lain : Tiroksin (tyroid) & cortisol (kortex adrenal).

  12. Hipotalamus • 1.Gonadotropin Releasing Hormon/GnRH • Hormon peptida, BM GtH-RH 1: 2.500 & BM GtH 2 : 3.000 (mudah hancur dg tripsin). • Dpt diekstraksi (kec : TRH). • GtH-RH 1 & 2 blm dpt dipisahkan. • Fungsi : • M’dorong kel. Pituitary m’hasilkan GtH 1 & 2. • M’dorong p’kembangan & fungsi gonad (ovarium  ovulasi, testes  sperma). • M’perbaiki hipofungsi gonad.

  13. Pitiutary • 2. GtH 1 (FSH) • Hormon glikoprotein (KH 27%), mengandung as. Sialat (aktv. Biologis). • Dihasilkan sel basofil kel. Pituitary. • Reseptor pada sel granulosa (♀)dan Spermatogonia & sel Sertoli (♂)  aromatisasi testosteron  estrogen. • BM : 30.000 – 67.000. • Waktu paruh (half life) 2 jam.Sangat larut dlm air • Fungsi : • Pertumbuhan folikel & sel-sel spermatogenik. • M’tingkatkan penggunaan O2 (oksidasi) • Sintesis protein t.u dlm sel teka. • Sinergis dg GtH 2 m’tingkatkan sekre­si steroid (sel granulosa), inhibin & ABP (sel Sertoli) .

  14. 3. GtH 2 (LH) • Hormon glikoprotein (KH 16%), as. Sialat 1,4 %. • Dihasilkan sel basofil kel. Pituitary. • Reseptor pada sel teka dan lutein (♀) dan sel Leydig (♂). • BM : 28.000 – 30.000. • Waktu paruh (half life) ½ jam. • Fungsi : • M’rangsang p’kembangan folikel masak hingga ovulasi. • M’rangsang sintesa steroid (kolesterol  pregnenolon  progesteron). • M’rangsang sel Leydig m’hasilkan testr. • M’tingkatkan sirkulasi drh  metab.

  15. 4. Prolactin • Hormon protein dg 211 rangkaian As. Amino (dominan : treonin, triosin & triptofan). • BM : 24.200 – 26.000 • Fungsi : • B’peran dlm perilaku reproduksi (broddiness). • Bersama GtH 2 mendorong partum­buhan sel Leydig. • Negative feed back thd GtH & m’turunkan sex instinct ♂.

  16. Ikan • Mengatur keseimbangan elektrolit. • Efek histotrpik (penebalan) epidermis. • Proliferasi melanosit. • M’dorong biosintesa steroid. • Katak : • B’pengaruh thd hiperglikemik. • Hambatan thd proses metamorfosa. • Reptil : • M’dorong pelepasan kulit. • B’peran dlm regenerasi ekor.

  17. Ovarium : • 5 Progesteron • Hormon steroid dg inti siklopentano­perhidro penantren. • BM kecil & mdh larut minyak (tdk air). • Terikat dlm protein (globulin). • Waktu paruh 60 – 100 menit. • Reseptor pada inti sel sasaran. • Fungsi : • Sinergis dg estrogen dlm perilaku reproduksi t.u m’atur (-) feed back thd GnRH. • M’tingkat pertumbuhan urat daging (anabolic steroid).

  18. 6. Estrogen • Hormon steroid dginti siklopentano­perhidro penantren (estradiol 17 α dan β, estrone & estriol). • BM kecil & mdh larut minyak (tdk air). • Terikat dlm protein (globulin). • Waktu paruh 60 – 100 menit. • Reseptor pada inti sel sasaran. • Fungsi : • Pertumbuhan folikel & vitellogenesis, sifat kelamin sekunder. • Menimbulkan naluri seksual betina. • Mendorong sintesa & sekresi GH. • M’tingkatkan p’tumbuhan tulang & daging (anabolic steroid). • Kadar rendah (+)feed back thd GtH 2  ovulasi & (-) feed back thd GnRH bila kadar m’tingkat.

  19. Testes : • 7. Testosterone • Hormon steroid dg inti siklopentano­perhidro penantren. • BM kecil & mdh larut minyak (tdk air). • Terikat dlm protein (globulin). • Waktu paruh 60 – 100 menit. • Reseptor pada inti sel sasaran. • Fungsi : • Mempegaruhi pertumbuhan alat kela­min jantan (jg sex characteristic). • Menstimulasi bermacam-macam meta­bo­lisme tubuh. • Memperpanajang daya hidup sperma­tozoa dalam saluran kelamin. • M’tingkatkan p’tumbuhan tulang & daging (anabolic steroid)  retensi N. • Me(-) deposit lemak tbh & memper­baiki pigmentasi kulit.

  20. 5. Growth Hormon (GH). • Hormon protein. • BM : 21.500 – 48.000. • Terdiri dari 188 as.amino rantai lurus. • Fungsi : • Mendorong pertumbuhan umum tubuh • M’cepat sintesa protein, p’tmbhan tulang & daging.

More Related