1 / 71

Aplikasi Metode Sampling (Desain Sampel)

Aplikasi Metode Sampling (Desain Sampel). Dua Aspek Desain Sampel. Hal yg perlu diperhatikan dalam Penentuan desain sampel. Berdasarkan Obyek dan Tujuan, penentuan Desain Sampel sbb. Survei sampel. Aplikasi metode sampling dimulai dari penentuan desain, kerangka sampel dan pendugaan,

Download Presentation

Aplikasi Metode Sampling (Desain Sampel)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Aplikasi Metode Sampling (Desain Sampel)

  2. DuaAspekDesain Sampel

  3. Hal yg perlu diperhatikan dalam Penentuan desain sampel

  4. Berdasarkan Obyek dan Tujuan, penentuan Desain Sampel sbb

  5. Survei sampel

  6. Aplikasi metode sampling dimulai dari • penentuan desain, • kerangka sampel dan pendugaan, • Review metode sampling sekaligus aplikasinya,terutama pada multistage sampling. • Penerapanteknik sampling yang tepat: • Pendugaan rata-rata, ratio, dan total • Varians, standard error, danselangkepercayaan • Penentuanukuransampel

  7. Penentuan Desain Sampel Hal-hal yg perlu dipertimbangkan: • Cara penarikan sampel (probability, non probability, experimental design) • Ukuran sampel,estimasi,varian • Hubungan unit sampling,unit listing, unit observasi dan unit analisis

  8. UKURAN CONTOH ►Relative standar error ► Confidence interval ► Teknikpenarikancontoh ► Biayatersedia ↓ Review TeknikPenarikanContoh Pilih yang efisien

  9. UKURAN CONTOH (2) • Designer sampling harus tahu sample size dan design survey secara menyeluruh. • Memperhatikan obyek dan tujuan • Melihat hubungan unit sampling, unit analisis dan unit observasi

  10. POPULASI DAN UNIT (1)  Elemen :Unit untuk memperoleh informasi  Populasi : • Agregasi seluruh elemen/ universe • Harus ada isi (content),unit, cakupan, waktu • Ditentukan untuk suatu survei (survei population)

  11. POPULASI DAN UNIT (2) • Unit sampling: unit yang dijadikan dasar penarikan sample. Unit sampling terdiri dari elemen-elemen. • Dalam sampling elemen, setiap unit sampling mempunyai satu elemen; Dalam sampling klaster, unit sampling (klaster) terdiri dari satu elemen atau lebih.

  12. POPULASI DAN UNIT (3) • Unit observasi: unit sebagai dasar mengumpulkan informasi  responden Unit analisis: unit yang dijadikan dasar analisis, sesuai dengan tujuan survei  Unit listing: dimana seluruh unitnya harus didaftar sebagai dasar penarikan sample dilapangan biasanya diterapkan pada multistage sampling

  13. NILAI POPULASI DAN STATISTIK • Nilai Populasi : • Nilai dari seluruh elemen (N) • Nilai karakteristik dari seluruh elemen dlm populasi  Nilai Rata-rata  Nilai Populasi dan Nilai sesungguhnya (True Value)  Nilai Populasi dipengaruhi Non Sampling Error • Nilai Sampel → Statistics→ merupakan estimasi yg nilainya diperoleh dr unit-unit dlm sampel • Statistik dipengaruhi oleh sampling error & non-sampling error

  14. RUMUSAN Pc = possible sample Bias sampling = Unbiased Sampling =

  15. RUMUSAN MSE = =

  16.  Desain Sampel Hal-hal yang harus diperhatikan: 1. Sebaran possible samples sekecil mungkin 2. Dapat dipilih satu atau lebih possible samples 3. Sampel dapat diulang (sebagian atau seluruhnya) 4. Penyebab bias : Teknik sampling (matematik), sampel tidak mewakili populasi, observasi.

  17. PENENTUAN UKURAN (BESARNYA) SAMPEL • Untuk keperluan estimasi karakteristik populasi • Dibutuhkan kerangka sampel beserta informasi pendukungnya • Efisien dari sisi ketelitian dan biaya

  18. PENARIKAN SAMPEL Probability ◊ Acak Sederhana ◊ Sistematik ◊ Berpeluang

  19. Non Probability ◊ Haphazard or fortuitous samples Kebetulan / Coba-coba ◊ Expert Choice → Purposive/ Judgement Sampling ◊ Quota Sampling ◊ Sampling of mobile population

  20. Probability Samples 1. Equal Probability Unequal Probability - Satu tahap - Sejalan dg prosedur - Semua tahap - Alokasi tdk propsional 2. Elemen Sampling Cluster Sampling - Satu tahap - Multistage - Equal Clusters - Unequal Clusters

  21. Probability Samples • Unstratified Stratified • Random Sistematik 5. One Phase Sampling - Two Phase/ Double Sampling

  22. Teknik Sampling  Satu Tahap– One Stage  Dua Tahap dan Lebih– Two /Multi Stage ↓ Hal-hal yg perlu diperhatikan:  Unbiased atau Biased Samples  Precise Samples : Standar Error kecil  Acurate Samples : Total Error kecil  Economic Samples: Cost kecil, tingkat ketelitian tertentu  Tingkat (domain) penyajian

  23. Metode Sampling

  24. Klaster vs Elemen • Sampling Klaster • Mis. 2 klaster terpilih • Seluruh elemen dicacah (1 tahap) • Dipilih 1 atau 2 elemen ( 2 tahap) Sampling Elemen Elemen 2 dan 5 terpilih

  25.  One Stage Versus Multistage Keuntungan Multistage : • Menurunkan biaya • Meningkatkan : Coverage, Supervisi control,Tindak lanjut dan identifikasi kualitas • Kemudahan administrasi • Kemudahan penyediaan dan pemeliharaan frame • Kemudahan penarikan sampel

  26. Pertimbangan Penggunaan Multistage Sampling • Sampling error lebihbesar (Harusadakeseimbangan: kenaikan sampling error denganpenurunanbiaya) • Efisiensi menurun bila elemen dalam klaster besar • Penurunanflexibilitasdalamdesain sample dantargeting sample untuk suatu karakteristik • Desain makin rumit,mungkin akan menaikkan kerumitan analisis  gunakan self-weighting

  27. Aplikasi Teknik Sampling (1) • Mendasarkan kepada obyek dan tujuan • Kerangka sampel tersedia • Estimasi sesuai level (domain) penyajian ( Rata-rata, tota, Proporsi – Rasio) • Varian/ Standard error dan selang kepercayaan

  28. Aplikasi Teknik Sampling (2) • Sampling satu tahap vs multi tahap • Sampling Elemen versus Cluster • Tertimbang vs tidak tertimbang

  29. Aplikasi Teknik Sampling (3) • Penentuan besarnya sampel : • Ketersediaan kerangka sampel beserta informasi pendukungnya • Sampel untuk infrensia tentang populasi • Efisien dari sisi biaya dan tingkat keteltian

  30. SAMPEL ACAK SEDERHANA (1)  Beberapa syarat yang harus dipenuhi: • Tersedia suatu daftar kerangka sample yang cermat dan lengkap mencakup seluruh elemen populasi • Untuk variable-variabel tertentu yg akan diamati, populasi data dapat dianggap cukup seragam • Dalam praktek penarikan sample yang menyangkut soal geografis sebaran populasi tidak terlalu terpencar-pencar dalam area yang luas

  31. SAMPEL ACAK SEDERHANA (2) Prosedur Penarikan Sampel: • Seleksi elemen tanpa pemulihan (without replacement-wor): Akan diperoleh gugus sample yg terbentuk : NCn • Seleksi elemen dengan pemulihan (with replacement-wr) : akan diperoleh gugus sample yg terbentuk : Nn

  32. SAS (3)ESTIMASI RATA-RATA

  33. SAS (4) ESTIMASI PROPORSI

  34. STRATIFIKASI (1) ◊ Sub –populasi ◊ Setiap strata desain sample dapat berbeda ◊ Estimasi per strata dan total ◊ Varian per strata dan total

  35. STRATIFIKASI (2)Tujuan/KeuntunganSTRATIFIKASI • Meningkatkanpresisi/ menurunkanVarian • Setiap strata merupakan sub-populasi. Dapat dijadikan domain penelitian. • Memudahkan dalam pengelolaan administrasi • Memungkinkan penarikan sampel berbeda antar strata

  36. STRATIFIKASI (3)  Penentuan Ukuran Sampel (n): • Alokasi Sembarang • Alokasi sama

  37. STRATIFIKASI (4) • Alokasi Optimum

  38. STRATIFIKASI (5) • Alokasi Sebanding

  39. STRATIFIKASI (6) • Alokasi Neyman

  40. STRATIFIKASI (7) •  Biaya tetap

  41. STRATIFIKASI (8)  Alokasi nh pada biaya per unit berbeda pada setiap strata

  42. STRATIFIKASI (9) • Ukuran Sampel akan lebih besar apabila : • Ukuran Strata lebih besar • Strata lebih bervariasi karkateristiknya (heterogen) • Strata dengan biaya per unit lebih murah

  43. STRATIFIKASI (10) • Alokasi nh bila biaya per unit sama pada setiap strata

  44. STRATIFIKASI (11)  Pembentukan Strata • Bagaimana penentuan batas strata • Berapa strata perlu dibentuk • Bagaimana hubungan antara variable untuk dasar stratifikasi dan variable survei  Varibel mana yang dijadikan dasar Stratifikasi

  45. STRATIFIKASI (12) Pembentukan Strata • Metode Dalenius (1957) • Dengan membentuk kumulatif dari frekuensi unit dari variable yg akan dijadikan dasar stratifikasi

  46. Contoh Metode Frekuensi Kumulatif Variabel Survei

More Related