Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 62

REAKTOR NUKLIR NON-DAYA JENIS TRIGA Oleh: Heryudo Kusumo, DPIBN-BAPETEN PowerPoint PPT Presentation


  • 185 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

REAKTOR NUKLIR NON-DAYA JENIS TRIGA Oleh: Heryudo Kusumo, DPIBN-BAPETEN. REAKTOR NUKLIR NON-DAYA JENIS TRIGA. PENDAHULUAN REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG. PENDAHULUAN (1). Setelah mengikuti kuliah ini, para siswa diharapkan mampu:

Download Presentation

REAKTOR NUKLIR NON-DAYA JENIS TRIGA Oleh: Heryudo Kusumo, DPIBN-BAPETEN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten

REAKTOR NUKLIR NON-DAYA JENIS TRIGA

Oleh:

Heryudo Kusumo, DPIBN-BAPETEN


Reaktor nuklir non daya jenis triga

REAKTOR NUKLIR NON-DAYA JENIS TRIGA

  • PENDAHULUAN

  • REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA

  • REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG


Pendahuluan 1

PENDAHULUAN (1)

  • Setelah mengikuti kuliah ini, para siswa diharapkan mampu:

  • mengenal reaktor nuklir non-daya jenis TRIGA seperti Reaktor Kartini Yogyakarta dan Reaktor Triga 2000 Bandung, khususnya struktur dan teras reaktor beserta komponen-komponen utamanya

  • mengenalsistemperingatandini yang dimilikiolehReaktor TRIGA 2000 Bandung


Pendahuluan 2

PENDAHULUAN (2)

  • Definisi Reaktor Nuklir (PP No.43/2006 ttg Perizinan Reaktor Nuklir):

    “Reaktor nuklir adalah alat atau instalasi yang dijalankan dengan bahan bakar nuklir yang dapat menghasilkan reaksi inti berantai yang terkendali dan digunakan untuk pembangkitan daya, atau penelitian, dan/atau produksi isotop”

  • Secara umum, reaktor nuklir dapat didefinisikan sebagai suatu tempat di mana terjadi reaksi pembelahan berantai secara terkendali


Pendahuluan 3

PENDAHULUAN (3)

  • Reaksi pembelahan terjadi di dalam bahan bakar nuklir, dhi inti atom Uranium (mis. U-235) membelah menjadi unsur- unsur lain setelah ditrubuk neutron termal (yaitu neutron dgn energi ~ 0,025 eV), dg reaksi sbb:

    n + U-235  Ba-142 + Kr-92 + 2 n + E

  • Sebagai hasil dari reaksi pembelahan adalah energi (panas), neutron baru, dan unsur-unsur lain yang bersifat radioaktif

  • Apabila tidak dikendalikan (misalnya dalam senjata nuklir), maka reaksi pembelahan tersebut dapat berkembang menjadi reaksi pembelahan berantai, yang dalam waktu < 1 detik dari satu reaksi pembelahan dapat berkembang menjadi jutaan reaksi pembelahan


Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten

n

ν

β

γ

ν

γ

β

REAKSI PEMBELAHAN BERANTAI


Pendahuluan 4

PENDAHULUAN (4)

  • Pengendalian reaksi pembelahan berantai dilakukan melalui pemasukkan batang kendali (terbuat dari bahan yg dapat menyerap neutron) ke dalam reaktor nuklir

  • Dalam reaktor daya, panas/energi yang dihasilkan dari reaksi pembelahan berantai digunakan untuk membangkitkan listrik (misalnya PLTN) atau untuk keperluan lain seperti panas proses, pemanas ruangan (untuk negara yang mengalami musim dingin), dll


Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten

Apabila 1 gram U-235 mengalami reaksi pembelahan berantai dalam suatu reaktor nuklir, maka panas yg dihasilkan setara dgn panas pembakaran 1 ton (1000 kg) batubara di dalam PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)‏


Pendahuluan 5

PENDAHULUAN (5)

  • Dalam reaktor penelitian/non-daya, neutron hasil reaksi pembelahan berantai digunakan untuk keperluan penelitian, produksi isotop radioaktif, uji material, dll; sedangkan panas yang dihasilkan dibuang ke lingkungan

  • Unsur radioaktif hasil reaksi pembelahan berantai biasanya tidak dimanfaatkan, dan harus diamankan agar tidak membahayakan keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan hidup

  • Unsur radioaktif tsb merupakan bahaya utama dari suatu reaktor nuklir, disamping zat radioaktif lain yang terbentuk melalui reaksi aktivasi neutron di dalam teras reaktor nuklir


Pendahuluan 6

PENDAHULUAN (6)

Zat radioaktif hasil reaksi pembelahan:

- Umur pendek (diperlukan untuk memperkirakan pengaruh jangka pendek dari suatu kecelakaan nuklir terhadap masyarakat dan lingkungan hidup)‏

- Umur panjang (diperlukan untuk memperkirakan pengaruh jangka panjang dari kecelakaan nuklir tersebut terhadap masyarakat dan lingkungan hidup)‏


Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten

Isotop

Umur Paruh T1/2

Aktivitas (Kci/MW)‏

Sifat Penguapan

Sifat Fisika Kesehatan

ShD

1 hr stl ShD

Br-83

-84

-85

-87

2,3 j

32 m

3 m

56 d

3

6

8

15

0

0

0

0

Mudah

Mudah

Mudah

Mudah

Radiasi eksterna seluruh tubuh, bahaya terhadap kesehatan sedang

Kr-83m

-85m

-87

-88

-89

-90

114 m

4,4 j

78 m

2,8 j

3 m

33 d

3

6

15

23

31

39

0

0,2

0

0,1

0

0

Gas

Gas

Gas

Gas

Gas

Gas

Radiasi eksterna, bahaya terhadap kesehatan kecil

Tabel 1. Karakteristik Isotop Hasil Belahan Umur Pendek


Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten

I-131

-132

-133

-134

-135

8 h

2,3 j

21 j

52 m

6,1 j

25

38

54

63

55

23

0

25

0

4,4

Mudah

Mudah

Mudah

Mudah

Mudah

Radiasi eksterna, radiasi interna terhadap kelenjar gondok, radiotoksisitas tinggi

Xe-131

-131m

-133

-135

12 h

2,3 h

5,3 h

9,2 j

0,3

1

54

25

0,3

0,7

4,7

4

Gas

Gas

Gas

Gas

Radiasi eksterna, bahaya terhadap kesehatan kecil

Te-127m

-127

-129m

-139

105 j

9,4 j

34 h

72 m

0,5

2,9

2,3

9,5

0,5

0,5

2,3

0

Terlepas dari uranium yang teroksidasi

Radiasi eksterna, bahaya terhadap kesehatan sedang

Te-131m

-131

-132

30 j

25 m

77 j

3,9

26

38

2,2

0

31

Terlepas dari uranium yg teroksidasi

Radiasi eksterna, bahaya terhadap kesehatan sedang


Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten

Isotop

Umur Paruh T1/2

Aktivitas (Kci/MW)‏

Sifat Penguapan

Sifat Fisika Kesehatan

ShD

1 hr stl ShD

Kr-85

10,4 t

0,12

0.62

Gas

Bahaya terhadap kesehatan kecil

Sr-89

-90

54 h

28 t

39

1,2

39

39

Sedang

Sedang

Bahaya interna terhadap tulang dan paru-paru

Ru-106

1,0 t

5

10

Dalam bentuk oksida mudah menguap

Bahaya interna terhadap ginjal dan saluran kencing

Tabel 2. Karakteristik Isotop Hasil Belahan Umur Panjang


Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten

Cs-137

33 t

1,1

5,3

Mudah

Bahaya interna terhadap seluruh tubuh

Ce-144

282 h

30

50

Sedikit

Bahaya interna terhadap tulang dan paru-paru

Ba-140

12,8 h

53

53

Sedang

Bahaya interna terhadap tulang dan paru-paru


Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten

LITBANG DI BIDANG FISIKA REAKTOR DAN TERMOHIDROLIK

ANALISIS BAHAN

NUCLEAR RESEARCH REACTOR

PRODUKSI RADIOISOTOP

PRODUKSI AIR DEMINERALIZED

PENELITIAN DI BIDANG MATERIAL DAN SAINS

PROGRAM PENGEMBANGAN SDM UNTUK PLTN

PENINGKATAN MUTU BAHAN


Reaktor kartini yogyakarta 1

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (1)


Reaktor kartini yogyakarta 2

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (2)

  • Reaktor Kartini merupakan reaktor penelitian/non-daya jenis kolam, mempunyai daya nominal 250 kW dan saat ini beroperasi ’steady state’ pada daya 100 kilo Watt.

  • Reaktor Kartini dirancang dan dibangun oleh tenaga ahli dari Indonesia sendiri (~1976), dan mulai beroperasi pada tahun 1979 pada daya 50 kW

  • Reaktor Kartini dibangun berdasarkan beberapa pertimbangan, jenis reaktor ini paling sederhana, murah dalam biaya operasi dan pemeliharaannya.

  • Selain itu reaktor kolam mempunyai fleksibilitas besar dalam susunan teras dan sifat intrinsik yang aman.

  • Dengan dilengkapi beberapa sarana eksperimen dan penelitian, reaktor ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan.


Reaktor kartini yogyakarta 3

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (3)

  • Reaktor Kartini merupakan reaktor TRIGA 250 yang sebagian komponennya berasal dari Bandung.

  • Daya maksimum reaktor (sesuai desain) adalah 250 kW, namun saat ini hanya diijinkan beroperasi pada daya 100 kW karena pertimbangan teknis tertentu

  • Bangunan reaktor, sistem perpindahan panas primer dan fasilitas eksperimen lainnya didesain tahan gempa sehingga SSE (Safety Shutdown Eartquake).

  • Luas bangunan kurang lebih 900 m2, sebagian bangunan berlantai tiga.

  • Serambi reaktor (reactor hall) berukuran 20 x 20 m2, tinggi 12 m dengan atapnya sebagian datar, sedang bagian tengah berbentuk lengkung-cembung.


Reaktor kartini yogyakarta 4

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (4)

  • Uraian dari masing-masing level bangunan reaktor adalah sbb:

    - Ground level (level dasar ) sekitar 0 meter, meliputi: pintu masuk, lokasi eksperimen dengan beam port, lokasi pompa primer/demineralizer, panel listrik daya, lokasi perangkat subkritik, lokasi barang/peralatan eksperimen.

    - Intermediate level (lantai II) sekitar 3,5 meter, meliputi: lokasi eksperimen dengan bulk shielding, pintu darurat.

    - Operation level (lantai III) sekitar 8 meter, meliputi: dek reaktor, lokasi ruang kontrol reaktor, lokasi percobaan pada dek reaktor.


Reaktor kartini yogyakarta 5

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (5)

  • Ruang gedung reaktor selalu tertutup rapat dan udara dalam ruangan disedot ke luar gedung dengan menggunakan mesin penyedot khusus (blower).

  • Udara yang disedot dilepaskan ke udara bebas, melewati saringan melalui cerobong ventilasi yang tingginya 32,5 meter.

  • Di bagian bawah cerobong dipasang saringan/filter khusus untuk menyaring gas-gas radioaktif yang mungkin terlepas di dalam gedung reaktor.

  • Udara masuk ke dalam gedung reaktor melalui lubang ventilasi yang terdapat pada dinding gedung.


Reaktor kartini yogyakarta 6

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (6)

1. STRUKTUR REAKTOR

a. Perisai reaktor

b. Tangki reaktor


Reaktor kartini yogyakarta 7

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (7)

a. PerisaiReaktor

  • Perisai reaktor terbuat dari beton bertulang, terbuat dari batu, pasir dan barit, mempunyai densitas 3,3 g/cm3

  • Perisai dipasang di sekeliling teras reaktor, dengan tinggi 6,5 meter mempunyai pondasi 6 meter, dan didesain tahan gempa.

  • Tebal perisai bagian bawah sampai ketinggian 3,84 meter adalah 2,5 meter, sedang tebal di atasnya 70 cm.

  • Pada bagian atas perisai dibuat piringan beton bertulang, dengan garis tengah 7 meter, sehingga orang dapat masuk ke dalam tangki reaktor dari atas.


Reaktor kartini yogyakarta 8

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (8)

b. TangkiReaktor

  • TangkireaktorKartiniterdiridari ‘liner’ alumunium yang dipasangpadastrukturperisaireaktor

  • Diameter tangkireaktor ~2 m dantinggi ~ 5 m

  • Tangkireaktordibuatkedap-air melaluisambunganlas-lasan

  • Integritassambunganlas-lasandiverifikasimelaluiradiografisinar-x, ujitekanan, pemeriksaan ‘dye penetrant’, danujikebocoran

  • Tangkireaktormerupakanwadahdariberbagaikomponenreaktorseperti: terasreaktor, elemenbakar, batangkendali, reflektor, sumber neutron, fasilitasiradiasi, ‘beam tube’, ‘beam port’, dll


Reaktor kartini yogyakarta 9

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (9)

2. KOMPONEN REAKTOR

a. TerasReaktor

b. Pelat/Lempeng Kisi-kisi

c. ElemenBakar

d. BatangKendali

e. Reflektor

f. Sumber Neutron


Reaktor kartini yogyakarta 10

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (10)

a. TerasReaktor

  • Berbentuksilinder, terdiridarikisi-kisitempatdudukanelemenbakar, elemen dummy, danbatangkendali

  • Terasdikelilingiolehreflektorygditempatkanpadasuatududukan/bangkureflektor

  • Susunanterasdanreflektorinimempunyai diameter 1,09 m dantinggi 0,58 m

  • Terasdanreflektorterendamdalam air setinggi 4,9 m, sedangkanbagianbawahreflektorberadapadaketinggian 0,61 m daridasartangki


Reaktor nuklir non daya jenis triga oleh heryudo kusumo dpibn bapeten

F30

F1

F29

F2

9542

9875

9541

9891

F28

F3

G1

E1

9353

E24

E2

Reg.

F4

F27

Rod

9878

9876

E23

G4

E3

G 6

9637

9636

F5

F26

D1

D18

E22

E4

G3

9538

9981

9979

D2

D17

9635

9887

9997

9877

F6

F25

C1

E21

E5

D16

D3

G 1247

9349

C12

C2

9977

9354

9978

9982

9879

9597

9592

F7

F24

D15

E20

E6

C11

D4

C3

B6

B1

G7

G5

9596

9889

9985

9350

9593

9598

9883

9988

IFE

A

F23

C4

D14

B5

B2

E19

D5

C10

F8

E7

CT

9639

9880

9540

9998

9976

9994

9987

9984

PN

9869

B3

B4

C9

C5

D6

F22

D13

E18

F9

E8

Shim

Safety

9996

9995

G 2799

9881

G 2666

Rod

Rod

9539

9986

9882

C8

C6

D12

D7

E17

C7

F21

E9

9983

9892

F10

9871

9886

9975

9535

9872

9885

9537

D11

D8

E16

E10

F20

9980

D10

D9

9352

F11

G 2810

9641

9640

9873

9870

9536

E11

E15

F19

F12

9595

9594

E14

E12

E13

G 2812

G9

9888

9890

9874

F18

F13

9543

PN

F14

F17

IFE

F16

F15

G 2792

AmBe

G8

G 2821


Reaktor kartini yogyakarta 11

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (11)

b. Lempeng/Pelat Kisi-kisi

  • Lempeng/pelatkisi-kisiterbuatdarialumuniumdengantebal 19 mm, diameter bagianatas 49,5 cm danbagianbawah 40,7 cm

  • Jarakantarlubangpadakisidibuat dg ketelitiantinggisesuai dg desainteras, digunakanutkmenempatkanelemen-elemenbakar

  • Lempengkisireaktorbagianatasdiletakkanpada 6 lubangpadasindikygtdppadareflektor

  • Padalempengkisireaktorbagianbawahtdplubang-lubangtempatmasukujungbawahelemenbakar

  • Lubangtempatelemenbakarberjumlah 90 yang terdistribusidalam 5 lingkaranlubang (ring B,C,D,E dan F); tiaplubangberdiameter 38,23 mm


Reaktor kartini yogyakarta 12

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (12)

  • Air pendinginmengalirmelewaticelahantarasiripbagianataselemenbakardanlubanglempengkisi

  • Toleransijarakantaraelemenbakardanlubangksiberkisarantara 0,79 – 1,02 mm

  • Bagiantengahdarilempengkisiterdapatlubang dg diameter 38,4 mm, digunakansbgfasilitasiradiasi (central thimble)

  • Lubang-lubang foil dg diameter 8 mm dibeberapaposisipadalempengkisidibuatutkmemasukkan foil kedalamterasreaktor, ygdigunakanutkmelakukanpengukuranfluks neutron


Reaktor kartini yogyakarta 13

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (13)

c. ElemenBakar

  • Elemen bakar reaktor Kartini yang digunakan pada saat ini terdiri dari bahan bakar:

    - Tipe-104 : UzrH1.7 , perkayaan 20%, 8 w/o U = 36,5 gram U235 per elemen.

    - Selain itu digunakan pula elemen bakar berinstrumen termokopel (instrumented fuel element/ IFE) Tipe-204 : dengan kandungan uranium 8,5 w/o U = 37 gram U235 per elemen.

  • Jumlah elemen bakar di dalam teras pada saat daya 100 kW adalah 66 buah dengan burn-up bervariasi antara : 3% - 10%.


Tabel 1 spesifikasi elemen bakarreaktor kartini

Tabel 1 : SpesifikasiElemenBakarReaktorKartini


Reaktor kartini yogyakarta 14

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (14)

d. BatangKendali

  • BatangkendalireaktorKartiniterbuatdari boron karbida (B4C), terdiridari:

    - batangkendalikeselamatan (safety rod)

    - batangkendalipengaturhalus (regulating rod), dan

    - batangkendalikompensasi (shim rod)

  • Ketigabatangkendalitsbditempatkandalamkelongsongalumuniumygsamabentuknyadenganelemenbakar

  • DalamreaktorKartini, ketigabatangkendalitsbdisisipkandariataspadaposisitertentudalamterasutkmengaturdaya yang diinginkan


Reaktor kartini yogyakarta 15

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (15)

e. Reflektor

  • Sebuah ring silinderdarigrafitdipasangmengelilingiterasreaktordanberfungsisebagaireflektor neutron.

  • Diameter dalam 45,7 cm, tebal radial 30,5 cm dantinggi 55,9 cm.

  • Seluruhpermukaanreflektordilapisialumuniumuntukperlindunganterhadap air.

  • Seluruhreflektor yang beratnya ~770 kg diletakkanpadasebuahdudukanpenyanggadarialuminium yang dilengkapidengan 4 buahlubangberdiameter 5,1 cm untukkeperluanpengangkatan


Reaktor kartini yogyakarta 16

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (16)

f. Sumber Neutron

  • Sumber neutron yang digunakan untuk start-up reaktor Kartini adalah Americium-Berilium (Am-Be)

  • Sumber neutron dimasukkan dalam suatu tempat berbentuk silinder dari aluminium (neutron source holder), berdiameter 3,7 cm dan tinggi 72,0 cm.

  • Sumber neubon tersebut dimasukkan dalam teras reaktor pada salah satu lubang kisi teras.

  • Sumber neutron Am-Be bisa tetap berada di dalam teras setelah reaktor mencapai kritis.


Reaktor kartini yogyakarta 17

REAKTOR KARTINI YOGYAKARTA (17)

  • Spesifikasi sumber neutron Am-Be:

    - bentuk fisik : kapsul

    - tipe : X.4

    - kode kapsul : AMN.23

    - aktivitas : 3 Ci (per April 1981)

    - pancaran : 6,6 x E6

    - diameter kapsul: 22,4 mm

    - tinggi kapsul : 48,5 mm


Reaktor triga 2000 bandung 1

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (1)


Reaktor triga 2000 bandung 2

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (2)

  • Reaktor TRIGA 2000 yang berada di Bandung adalah reaktor penelitian pertama yang dibangun di Indonesia.

  • Reaktor ini dibangun pada tahun 1960 dan tahun 1964 diresmikan oleh Presiden pertama RI Dr.Ir. Sukarno.

  • Daya reaktor saat diresmikan adalah 250 kW, pengelolaannya ditangani oleh Pusat Reaktor Atom Bandung, Badan Tenaga Atom Nasional (saat itu).

  • Pada tahun 1971 reaktor ini ditingkatkan dayanya menjadi 1000 kW; dan selanjutnya pada tahun 2000 dayanya ditingkatkan lagi menjadi 2000 kW.

  • TRIGA adalah singkatan dari Training Research and Isotop Production by General Atomic. Berdasarkan namanya, reaktor ini berfungsi sebagai reaktor untuk pelatihan, penelitian dan produksi radioisotop.


Reaktor triga 2000 bandung 3

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (3)

  • Reaktor TRIGA dibuat oleh General Atomic, sebuah perusahaan dari Amerika Serikat. Reaktor TRIGA dirancang sedemikian rupa agar aman selama dioperasikan.

  • Sistem dan komponen reaktor nuklir non-daya jenis TRIGA, baik untuk Reaktor Kartini Yogyakarta maupun Reaktor TRIGA 2000 Bandung, pada dasarnya sama sehingga selanjutnya tidak dibahas lagi

  • Pembahasan reaktor TRIGA 2000 Bandung lebih ditekankan kepada aspek lain seperti air kolam reaktor dan sistem peringatan dini, mengingat daya reaktor yang besarnya 2000 kW sehingga potensi bahayanya lebih besar dari reaktor Kartini Yogyakarta


Reaktor triga 2000 bandung 4

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (4)

1. Air Kolam Reaktor

  • Reaktor berada di dalam suatu kolam air, di mana tinggi permukaan air kolam reaktor dari permukaan atas teras reaktor (lempeng kisi atas) dipertahankan tidak kurang dari 550 cm.

  • Selama teras teaktor seluruhnya terendam di dalam air pendingin, ia akan memperoleh pendinginan yang cukup secara konveksi alami, sehingga terhindar dari kerusakan kelongsong maupun pelelehan bahan bakar.

  • Penurunan tinggi air kolam reaktor sampai melebihi batas keselamatan di atas selama ini tidak pernah terjadi secara sengaja/ akibat kecelakaan.

  • Bila hal tsb terjadi, kemungkinan terjadi kbocoran pada tangki reaktor atau tabung berkas (beam port)


Reaktor triga 2000 bandung 5

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (5)

  • Bila diasumsikan terjadi kebocoran pada tabung berkas berdiameter 16 cm, maka reaktor akan padam sekitar 188 detik saat ketinggian air pendingin tepat mencapai permukaan atas teras reaktor.

  • Selang waktu ini dianggap cukup utk memberi kesempatan kepada pendingin teras darurat untuk bekerja secara penuh menggantikan sistem pendingin primer dalam mendinginkan reaktor.

  • Selain itu, penurunan tinggi air pendingin akan menyebabkan pula perlindungan thd radiasi berkurang, terutama di daerah tepat di atas kolam reaktor.

  • Pada saat permukaan air kolam mencapai teras reaktor, akan terjadi pengurangan perlindungan radiasi setebal 100 cm yang setara dengan kenaikan paparan radiasi gamma sebesar 22,4 kali dari keadaan normal.


Reaktor triga 2000 bandung 6

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (6)

2. Sistem Peringatan Dini

  • Perangkat-perangkat keselamatan yang dibahas berikut ini dapat memberikan peringatan dini kepada operator reaktor, bila terjadi keadaan dimana batas sistem keselamatan hampir tercapai.

  • Peringatan dini tersebut dapat berupa bunyi, nyala lampu, tulisan-tulisan pada layar monitor, atau cara-cara lainnya.

  • Pada saat tanda peringatan muncul, para operator segera melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah terjadinya keadaan yang lebih buruk.


Reaktor triga 2000 bandung 7

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (7)

a. Perangkat keselamatan daya

  • Perangkat keselamatan daya reaktor dapat memberikan tanda peringatan bagi para operator reaktor bila daya reaktor mencapai 2100 kW (105%) atau lebih.

  • Hal ini membantu para operator reaktor utk mencegah terjadinya keadaan scram yg tidak diinginkan, yaitu dgn cara menurunkan batang kendali secara manual, sehingga reaktor bekerja secara normal dan stabil kembali pada daya penuh 2000 kW.

  • Untuk mencegah kecelakaan reaktor akibat kecerobohan operator dan sekaligus membantu operator dalam menaikkan daya reaktor dengan lancar dan stabil, perangkat keselamatan daya reaktor harus dapat memberikan tanda peringatan kepada operator pada saat terdeteksi periode reaktor < 7 detik

  • Batas di atas dianggap cukup untuk menjamin kelancaran operasi reaktor karena berada 4 detik di atas periode terkecil reaktor yang diperbolehkan oleh sistem keselamatan daya reaktor.


Reaktor triga 2000 bandung 8

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (8)

b. Perangkat pengukur laju alir pendingin primer

  • Perangkat pengukur laju alir air pendingin primer dpt memberikan peringatan dini bila laju alir <600 gpm. Selanjutnya, operator harus segera memadamkan reaktor dan memeriksa dan menangani penyebabnya.

  • Batas ini cukup aman untuk menjamin keselamatan operasi reaktor karena nilai tsb berada sekitar 150-200 gpm di bawah nilai normal laju alir pendingin primer.

  • Bila terjadi kegagalan fungsi perangkat pengukur laju alir pendingin primer, reaktor masih dapat dioperasikan kembali apabila perangkat lainnya masih bekerja baik, yaitu: pengukur suhu elemen bakar (IFE), pengukur suhu air kolam reaktor serta pompa-pompa pendingin primer dan skunder.


Reaktor triga 2000 bandung 9

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (9)

c. Perangkat keselamatan ketinggian air kolam reaktor

  • Perangkat keselamatan ketinggian air kolam reaktor dapat memberikan peringatan dini bila ketinggian air kolam turun 20 cm dari keadaan normal.

  • Selanjutnya, operator segera memeriksa apakah perangkat penyedia air tambahan bekerja dengan baik untuk menambah air pendingin reaktor. Bila perangkat tersebut mengalami kegagalan maka operator harus segera menambahkan air pendingin secara manual.

  • Batas ini cukup aman dan menjamin cukupnya waktu (sebelum scram terjadi) bagi perangkat pemasok air tambahan atau operator utk menambah air pendingin reaktor ke ketinggian normal


Reaktor triga 2000 bandung 10

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (10)

d. Perangkat pemantau ketinggian air kolam pendingin sekunder

  • Perangkat pemantau ketinggian air kolam pendingin skunder dapat mengeluarkan peringatan dini kepada para operator jika air kolam tersebut turun 20 cm di bawah normal.

  • Bila hal ini terjadi maka para operator akan memeriksa apakah terjadi kebocoran pada kolam air pendingin sekunder, ataupun apakah terjadi kegagalan pada perangkat pemasok air tambahan untuk pendingin sekunder

  • Jika memang demikian maka operator harus segera menurunkan daya reaktor atau bahkan memadamkan reaktor agar batas sistem keselamatan tiak terlewati.


Reaktor triga 2000 bandung 11

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (11)

e. Perangkat pemantau radiasi di atas permukaan kolam air reaktor

  • Perangkat pemantau radiasi di atas permukaan kolam air reaktor akan mengeluarkan tanda peringatan apabila terdeteksi paparan radiasi melebihi 80 mRem/jam.

  • Selanjutnya, operator reaktor, didampingi oleh petugas proteksi radiasi, harus memeriksa keadaan kolam air pendingin reaktor, karena kejadian tersebut mungkin disebabkan oleh terjadinya kebocoran pada kelongsong elemen bakar ataupun munculnya gelembung-gelembung udara ke atas permukaan kolam air pendingin secara berlebihan.

  • Jika tidak terjadi pemunculan gelembung udara yang berlebihan, kemungkinan besar bahwa kebocoran elemen bakar terjadi. Untuk mengatasinya, operator reaktor segera menurunkan daya reaktor atau bahkan memadamkan reaktor bila diperlukan.


Reaktor triga 2000 bandung 12

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (12)

  • Sebaliknya, bila terjadi gelembung udara yang berlebihan, maka ada kemungkinan perangkat difuser tdk bekerja dg sempurna akibat masuknya udara ke dalam pipa penghubung perangkat tersebut. Kemungkinan lain adalah kerapatan daya reaktor terlampau tinggi, sehingga air pendingin di dalam teras terlalu panas.

  • Untuk mengatasi kejadian di atas, maka operator harus melakukan tindakan sesegera mungkin, seperti: mengatur katup pada pipa penghubung difuser (agar udara keluar dari pipa tersebut) atau menurunkan daya reaktor sedemikian sehingga paparan radiasi kembali normal. Apabila tindakan-tindakan di atas tidak berhasil mengatasi permasalahan, reaktor harus segera dipadamkan.

  • Batas kondisi operasi di atas diberlakukan agar operator maupun pekerja radiasi lain terhindar dari paparan radiasi yang berlebihan, sekaligus melindungi reaktor dari kerusakan elemen bakar yg fatal, apabila terjadi kebocoran produk fisi dari kelongsong elemen bakar.


Reaktor triga 2000 bandung 13

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (13)

f. Perangkat pengukur tekanan udara ruang reaktor

  • Jika terdeteksi beda tekanan udara di luar dan di dalam ruang reaktor sebesar 0,2 cm air atau lebih kecil, perangkat pengukur tekanan udara ruang reaktor akan mengeluarkan tanda peringatan dini.

  • Hal ini menandakan bahwa ada kemungkinan ruang reaktor bocor, atau pintu masuk ke ruang reaktor terbuka. Bila hal ini terjadi, maka operator reaktor segera bertindak untuk mengatasi hal tersebut. Jika masalah tersebut tidak dapat teratasi, maka operator akan memadamkan reaktor.

  • Dengan cara ini pelepasan gas radioaktif (yg mungkin tdp di udara ruang reaktor) ke udara luar tanpa melewati penyaring udara absolut (yg berada di dalam cerobong udara ruang reaktor) dapat dicegah semaksimal mungkin. Dengan cara ini dapat dipantau pula lalu lintas orang dari dan ke dalam reaktor, sehingga masuknya orang yang tidak berkepentingan dapat dicegah sedini mungkin.


Reaktor triga 2000 bandung 14

REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG (14)

g. Perangkat pemantau catu daya listrik pompa primer dan pompa sekunder

  • Perangkat ini akan memberikan tanda peringatan bila terdeteksi catu daya perangkat tersebut mengalami kegagalan/mati.

  • Selanjutnya operator segera memadamkan reaktor, agar batasan suhu bahan bakar dan air pendingin tidak terlampaui.

    h. Perangkat pemantau catu daya listrik motor kipas menara pendingin

  • Perangkat ini akan memberikan tanda peringatan bila terdeteksi catu daya perangkat tsb tersebut mengalami kegagalan/mati. Selanjutnya operator segera memadamkan reaktor dan memeriksa keadaan semua motor kipas menara pendingin.

  • Jika kegagalan motor tidak teratasi, dan masih ada motor kipas yang berfungsi dengan baik, operator dapat mengoperasikan kembali reaktor ke daya yang lebih rendah, agar batas suhu bahan bakar dan air pendingin tidak terlampaui.


Terima kasih atas perhatian anda

TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN ANDA

THANK YOU FOR YOUR ATTENTION

MERCI DE VOTRE ATTENTION

GRACIAS POR SU ATENCIÓN

DANKE für IHRE AUFMERKSAMKEIT

СПАСИБО ЗА ВНИМАНИЕ

شكرا لكم على اهتمامكم

感謝大家的注意


  • Login