1 / 16

Otoritas Moneter di Indonesia

Otoritas Moneter di Indonesia. UU No. 13 1968. UU No. 23 1999. UU No. 3 2004. Otoritas Moneter di Indonesia. Tentang bank sentral . Otoritas kebijakan moneter . UU No 13 Tahun 1968. P emerintah. Kebijakan fiscal  APBN Kebijakan moneter  uang beredar ,

thanos
Download Presentation

Otoritas Moneter di Indonesia

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. OtoritasMoneterdi Indonesia UU No. 13 1968 UU No. 23 1999 UU No. 3 2004

  2. OtoritasMoneterdi Indonesia Tentangbank sentral. Otoritaskebijakanmoneter UU No 13 Tahun1968 Pemerintah

  3. Kebijakanfiscal  APBN Kebijakanmoneteruangberedar, • Kebijakanmoneter------><------ tujuanpelaksanaankebijakanmoneter. target kebijakanmoneter tidakmaksimal. • Resiko = Pelaksanaanpembinaandanpengawasanlembagakeuangan yang tidakefisien. sangatrentanterhadapcampurtangan individual pejabatdanpihak lain dalamperumusankebijakanmoneter. Implikasi

  4. UU No. 23 Tahun 1999 • TentangBank Indonesia. Tujuanmenetapkandanmelaksanakankebijakanmoneter yang efektifdanefisien sertapengawasan bank  prinsipkehati-hatian. • OtoritasMoneter Dewanmoneterditiadakan. Bank Indonesia

  5. UU No. 3 Tahun 2004 Tentangperubahan UU No 23 tahun 1999. Merevisibeberapapasaldanmenambahbeberapapasalbaru.

  6. Status danModaL Bank Indonesia Bank Indonesia  Bank sentralRepublik Indonesia Lembaga Negara yang independen. Modal Bank Indonesia  sekurang-kurangnyaRp2 milyar. paling banyak 10% kewajibanmoneter. >>> cadanganumum.

  7. TujuandanTugas Bank Indonesia mencapaidanmemeliharakestabilannilai rupiah. Tujuan :

  8. Menetapkandanmelaksanakankebijakanmoneter, • Mengaturdanmenjagakelancaran system pembayaran. • Mengaturdanmengawasi bank Tugas

  9. PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS KEUANGAN • Sebagaiotoritasmoneter, perbankandansistempembayaran, tugasutama Bank Indonesia tidaksajamenjagastabilitasmoneter, namunjugastabilitassistemkeuangan (perbankandansistempembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalammenjagastabilitasmonetertanpadiikutiolehstabilitassistemkeuangan, tidakakanbanyakartinyadalammendukungpertumbuhanekonomi yang berkelanjutan. Stabilitasmoneterdanstabilitaskeuanganibaratduasisimatauang yang tidakdapatdipisahkan. Kebijakanmonetermemilikidampak yang signifikanterhadapstabilitaskeuanganbegitu pula sebaliknya, stabilitaskeuanganmerupakanpilar yang mendasariefektivitaskebijakanmoneter. Sistemkeuanganmerupakansalahsatualurtransmisikebijakanmoneter, sehinggabilaterjadiketidakstabilansistemkeuanganmakatransmisikebijakanmonetertidakdapatberjalansecara normal. Sebaliknya, ketidakstabilanmonetersecara fundamental akanmempengaruhistabilitassistemkeuanganakibattidakefektifnyafungsisistemkeuangan. Inilah yang menjadilatarbelakangmengapastabilitassistemkeuanganjugamasihmerupakantugasdantanggungjawab Bank Indonesia

  10. Pertama, Bank Indonesia memilikitugasuntukmenjagastabilitasmoneterantara lain melaluiinstrumensukubungadalamoperasipasarterbuka. Bank Indonesia dituntutuntukmampumenetapkankebijakanmonetersecaratepatdanberimbang. Hal inimengingatgangguanstabilitasmonetermemilikidampaklangsungterhadapberbagaiaspekekonomi.  Kebijakanmonetermelaluipenerapansukubunga yang terlaluketat, akancenderungbersifatmematikankegiatanekonomi. Begitu pula sebaliknya. Olehkarenaitu, untukmenciptakanstabilitasmoneter, Bank Indonesia telahmenerapkansuatukebijakan yang disebutinflationtargeting framework.

  11. Kedua, Bank Indonesia memilikiperan vital dalammenciptakankinerjalembagakeuangan yang sehat, khususnyaperbankan. Penciptaankinerjalembagaperbankansepertiitudilakukanmelaluimekanismepengawasandanregulasi. Sepertihalnyadinegara-negara lain, sektorperbankanmemilikipangsa yang dominandalamsistemkeuangan. Olehsebabitu, kegagalandisektorinidapatmenimbulkanketidakstabilankeuangandanmenggangguperekonomian. Untukmencegahterjadinyakegagalantersebut, sistempengawasandankebijakanperbankan yang efektifharuslahditegakkan. Selainitu, disiplinpasarmelaluikewenangandalampengawasandanpembuatkebijakansertapenegakanhukum (law enforcement) harusdijalankan. Bukti yang adamenunjukkanbahwanegara-negara yang menerapkandisiplinpasar, memilikistabilitassistemkeuangan yang kokoh. Sementaraitu, upayapenegakanhukum (law enforcement) dimaksudkanuntukmelindungiperbankandan stakeholder sertasekaligusmendorongkepercayaanterhadapsistemkeuangan. Untukmenciptakanstabilitasdisektorperbankansecaraberkelanjutan, Bank Indonesia telahmenyusunArsitekturPerbankan Indonesiadanrencanaimplementasi Basel II.

  12. Ketiga, Bank Indonesia memilikikewenanganuntukmengaturdanmenjagakelancaransistempembayaran. Bilaterjadigagalbayar (failure to settle) padasalahsatupesertadalamsistemsistempembayaran, makaakantimbulrisikopotensial yang cukupseriusdanmengganggukelancaransistempembayaran. Kegagalantersebutdapatmenimbulkanrisiko yang bersifatmenular (contagion risk) sehinggamenimbulkangangguan yang bersifatsistemik. Bank Indonesia mengembangkanmekanismedanpengaturanuntukmengurangirisikodalamsistempembayaran yang cenderungsemakinmeningkat. Antara lain denganmenerapkansistempembayaran yang  bersifatreal timeataudikenaldengannamasistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapatlebihmeningkatkankeamanandankecepatansistempembayaran. Sebagaiotoritasdalamsistempembayaran, Bank Indonesia memilikiinformasidankeahlianuntukmengidentifikasirisikopotensialdalamsistempembayaran.

  13. Keempat, melaluifungsinyadalamrisetdanpemantauan, Bank Indonesia dapatmengaksesinformasi-informasi yang dinilaimengancamstabilitaskeuangan. Melaluipemantauansecaramacroprudential, Bank Indonesia dapatmemonitorkerentanansektorkeuangandanmendeteksipotensikejutan (potential shock) yang berdampakpadastabilitassistemkeuangan. Melaluiriset, Bank Indonesia dapatmengembangkaninstrumendanindikatormacroprudentialuntukmendeteksikerentanansektorkeuangan. Hasilrisetdanpemantauantersebut, selanjutnyaakanmenjadirekomendasibagiotoritasterkaitdalammengambillangkah-langkah yang tepatuntukmeredamgangguandalamsektorkeuangan.

  14. BI sebagaiLoLR • Kelima, Bank Indonesia memilikifungsisebagaijaringpengamansistimkeuanganmelaluifungsi bank sentralsebagailender of the last resort (LoLR). FungsiLoLRmerupakanperantradisional Bank Indonesia sebagai bank sentraldalammengelolakrisisgunamenghindariterjadinyaketidakstabilansistemkeuangan. FungsisebagaiLoLRmencakuppenyediaanlikuiditaspadakondisi normal maupunkrisis. Fungsiinihanyadiberikankepada bank yang menghadapimasalahlikuiditasdanberpotensimemicuterjadinyakrisis yang bersifatsistemik. Padakondisi normal, fungsiLoLRdapatditerapkanpada bank yang mengalamikesulitanlikuiditastemporernamunmasihmemilikikemampuanuntukmembayarkembali. DalammenjalankanfungsinyasebagaiLoLR,  Bank Indonesia harusmenghindariterjadinya moral hazard. Olehkarenaitu, pertimbanganrisikosistemikdanpersyaratan yang ketatharusditerapkandalampenyediaanlikuiditastersebut.

  15. Pustaka : • SigitTriandaru ; TotokBudisantoso Bank danLembagaKeuangan Lain : 2006 • www.bi.go.id

More Related