1 / 160

SISTEM GOL.ABO

SISTEM GOL.ABO. GOLONGAN –GOLONGAN DARAH ABO. Sistem ABO. Th 1900 Karl Landsteiner Menemukan gol A,B,O Masing2 serum orang tersebut mengandung antibodi terhadap antigen yang tidak ada pada sel darah merahnya Th 1902- von Decastello dan Sturli menemukan gol AB. Sistem ABO.

tasya
Download Presentation

SISTEM GOL.ABO

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SISTEM GOL.ABO

  2. GOLONGAN –GOLONGAN DARAH ABO

  3. Sistem ABO • Th 1900 Karl Landsteiner Menemukan gol A,B,O Masing2 serum orang tersebut mengandung antibodi terhadap antigen yang tidak ada pada sel darah merahnya • Th 1902- von Decastello dan Sturli menemukan gol AB.

  4. Sistem ABO • Sistem golongan darah pertama yg ditemukan , merupakan golongan darah yg terpenting dalam transfusi darah. • Merupakan satu2nya sistem, yang antibodinya dapat diperkirakan terdapat dalam serum orang yang tidak pernah expose pada sel darah merah manusia.

  5. Sistem ABO • Oleh karena antibodi2 ini ,transfusi darah dengan gol ABO yang tidak cocok, akan menyebabkan reaksi transfusi hemolitik intravasculair yang berat dengan manifestasi reaksi transfusi hemolitik yang akut. • Pemeriksaan kecocokan gol ABO donor dan resipien merupakan dasar pemeriksaan pretransfusi

  6. Pewarisan dan genetika • 1910-Epstein&Ottenberg –gol ABO diwariskan • Von dungern dan Hirszfeld mengkonfirmasi bhw gol ABO secara genetika diwariskan dg meneliti pada 72 keluarga dg 102 anak. • Mereka menemukan bahwa pewarisan agglutinogen A dan B menurut hukum Mendels. • Gen ABO adalah autosomal(tidak terdapat pada sex chromosome)Masing2 orang mempunyai 2 copies gen yg menandai gol ABO mereka.(satu berasal dari ibu dan satu berasal dari bapak)

  7. Pewarisan dan genetika Gol darah A dan B dominant terhadap gol O • Gen Gol A dan B adalah co-dominant.berarti bahwa seorang mewarisisatu gen gol A dan satu gen golB sel darah merah nya akan mempunyai antigen gol A dan B.Alleles disebut A(yg menghasilkan A antigen),B(yg memproduksi B antigen) dan O(yg nonfungsional dan tidak memproduksi A atau B)

  8. Ringkasan gol darah,antigen sel darah merah &kemungkinan genotype

  9. DASAR GENETIK GOL ABO • Gen yang bertanggung jawab terhadap gol ABO-mewarisi 2 gen golongan darah • Kromosom dari ibu membawa salah satu dari gen A,gen B atau gen O • Kromosom membawa salah satu dari gen A,gen B atau gen O

  10. DASAR GENETIK GOL ABO • Genotip gen2 yg diturunkan dari masing2 golongan darah orang tua yg ada pada kromosom • Fenotip efek yg bisa terlihat dari gen2 yg diwariskan misalnya golongan darah itu sendiri

  11. DASAR GENETIK GOL ABO • Gen A dan B bersifat dominan atas gen O jadi fenotip A dapat berasal dari salah satu genotip AA atau genotip AO • Fenotip B dapat berasal dari salah satu genotip BB atau genotip BO

  12. Kombinasi gen2 dan golongan darah yg terbentuk

  13. Genotip AO BO Genotip AB AO BO OO Fenotip AB A B O Pohon keluarga golongan ABO

  14. GenABO • Phenotype gol darah ABO ditentukan oleh alleles pada 2 chromosome yaitu chromosome 9 yg mempunyai gen ABO allele dan chromosome 19 yg mempunyai gen yg menandai pembentukan H antigen yg mana dapat atau tidak dapat merubah allele yg ada pada chromososme 9.

  15. GenABO • Tidak seperti antigen red cell yg lain kedua gen2 ini tidak menandai utk antigen yg sebenarnya.Gen2 ini menandai utk enzyme yg sebenarnya membentuk antigen pada struktur precursor pada sel darah merah.Enzyme menentukan gol ABO seseorang dg mengkatalisa penempelan gol darah yg disebut sugar /basa? pada antigen precursor carbohydrate.Enzyme diproduksi oleh gen pada chromosome 19 menambahkan sugar/basa? Pada precursor carbohydrate utk membentuk H antigen .Gen ABO bertanggung jawab utk menentukan phenotype A,B,O seseorang

  16. GenABO • Gen A dan B masing2 menandai aktiv enzyme yg mengenal antigen H dan melekat pada sugar yg menetapkan gol darah.Gen O biasanya amorph gene berarti tidak memproduksi aktiv enzyme.Sebagai akibat gol O tidak dapat memodifikasi antigen H .

  17. ANTIGEN A + H GENES A SUBST B+H GENES B SUBST H H A+B+H AB Precursor substance (P.S) O H hh A,B,AB,O P.S Tidak ada apa2 DARAH BOMBAY

  18. D-galactose N-acetylglucosamine N-acetyl galactosamine H gen Le gen L-fu -cose Lea substance Hsubstance A gen B gen Le & Se gen A susbtabce Leb substance B substance

  19. Antigen sistem ABO • Gen ABO mempunyai 3 alleles A,B dan O yang berlokasi pada lokus ABO pada kromosom 9. • Gen A dan B memproduksi enzym glycosyl transferase yang dipergunakan untuk membentuk antigen A dan B

  20. Antigen sistem ABO • Gen O tidak memproduksi enzyme sehingga Sel darah merah gol O tidak mempunyai antigen A dan B,tetapi mempunyai banyak antigen H yang merupakan rantai oligosacharida untuk membentuk antigen A atau B.

  21. D-galactose N-acetylglucosamine N-acetyl galactosamine H gen Le gen L-fu -cose Lea substance Hsubstance A gen B gen Le & Se gen A susbtabce Leb substance B substance

  22. Antigen sistem ABO • Gen2 Hh dan Se terdapat pada kromosom 19 dan keduanya sangat berkaitan. • Masing2 lokus mempunyai 2 allele. • Salah satu dari allele tersebut tidak menghasilkan produk yang dapat dibuktikan/dilihat disebut Amorph.

  23. Antigen sistem ABO • Allele yang aktif pada lokus H,ialah H memproduksi enzym glycosyl transferase yang bekerja pada tingkat seluler untuk membentuk antigen H ,yang akan menjadi antigen A dan B • Yang amorph disebut h,sangat jarang

  24. ANTIGEN A + H GENES A SUBST B+H GENES B SUBST H H A+B+H AB Precursor substance (P.S) O H hh A,B,AB,O P.S Tidak ada apa2 DARAH BOMBAY

  25. D-galactose N-acetylglucosamine N-acetyl galactosamine H gen Le gen L-fu -cose Lea substance Hsubstance A gen B gen Le & Se gen A susbtabce Leb substance B substance

  26. Antigen sistem ABO • Gen Se bertanggung jawab terhadap adanya H pada glycoprotein pada epithelial sekresi seperti saliva. • 80% populasi adalah sekretor • Orang yang mempunyai gen Se adalah secretor. • H akan diubah menjadi antigen A atau B bila orang tersebut mempunyai gen A atau gen B. • Yang amorph disebut se/nonsecretor

  27. Antigen sistem ABO • Perbedaan bayi dan dewasa dalam aktivitas A,B dan H mungkin berhubungan dengan jumlah struktur yang bercabang yang terdapat pada membran sel pada umur2 yg berbeda.

  28. Antigen ABO • Pemeriksaan untuk mendeteksi antigen A dan B dengan aglutinasi langsung .Reaksi lebih lemah pada bayi daripada orangdewasa.Meskipun demikian dapat dideteksi pada embryo umur 5-6 mg • Antigen A dan B tidak secara penuh berkembang pada waktu lahir,kemungkinan karena struktur cabang oligoscharida tumbuh bertahap. • Pada umur 2-4 tahun expresi antigen A dan B telah penuh berkembang dan tetap konstan sepanjang hidup.

  29. Antigen2 sistem ABO • Glycosphingolipid yang membawa A dan B oligosacharida merupakan bagian integral dari membrane sel darah merah,sel epithelial dan sel endothelial . • Bila orang tersebut mempunyai gen secretor,terdapat juga dalam bentuk larut dalam plasma,dalam sekresi cairan tubuh,saliva .

  30. Antigen sistem ABO • Gen2 terletak pada 3 lokus yang terpisah –Gen ABO,Gen Hh dan Gen Se (Sekretor) mengontrol terjadinya dan lokasi antigen A dan B

  31. Subgroups • Subgroups ialah phenotype ABO yang berbeda dalam jumlah antigen yang ada pada sel darah merahnya dan pada sekretor,pada saliva ,sebagai akibat produk yg kurang effektif dari enzym glycosyltransferase. • Subgroup A lebih sering ditemukan daripada subgroup B.

  32. Reaksi-reaksi serologi dengan Anti-A,anti-AB Dan Anti-A1

  33. Macam2 Subgroups

  34. Subgroups • Subgroup A terutama A1 dan A2 • A1 dan A2 bereaksi kuat dengan anti-A pada pemeriksaan aglutinasi langsung • Perbedaan A1 dan A2 ialah dengan pemeriksaan dengan reagensia Lectin yg dibuat dari biji2an Dolichos Biflorus.

  35. Subgroups • Anti-A1 bereaksi baik pada suhu < 37oc secara klinis tidak begitu penting kecuali bila reaktif pada suhu > 37oc • Pemeriksaan rutin dengan anti-A1 tidak perlu.

  36. ANTIGEN A + H GENES A SUBST B+H GENES B SUBST H H A+B+H AB Precursor substance (P.S) O H hh A,B,AB,O P.S Tidak ada apa2 DARAH BOMBAY

  37. Sistem H • Sistem H mempunyai 2 gen H dan h. • Antigen H adalah molekul pendahulu antigen A dan B, sebelum menjadi antigen A atau B. • Gol O tidak mempunyai antigen A dan B dan pada sel banyak antigen H. • Banyaknya H antigen pada sel: • O>A2>B>A2B>A1>A1B

  38. ANTIGEN A + H GENES A SUBST B+H GENES B SUBST H H A+B+H AB Precursor substance (P.S) O H hh A,B,AB,O P.S Tidak ada apa2 DARAH BOMBAY

  39. Sistem H • Seperti antigen A dan B , antigen seperti antigen H terdapat dialam. • Individu dengan Oh,sel darah merah tidak mempunyai H,mempunyai anti-A dan anti-B dan mempunyai anti-H yang secara klinis berarti /berbahaya dan kuat. • Pada Gol A1 , A1B , dan B ,antigen H yg dirubah ke A dan B hanya sedikit dan mempunyai anti-H,tetapi anti-H ini lemah,bereaksi pada suhu kamar dan secara klinis kurang berarti.

  40. Sistem H • Oh –sel tidak punyai H,A dan B ditemukan pertamakali di Bombay,India disebut gol darah Bombay. • Pemeriksaan gol darah serupa dengan gol O,akan tetapi bila diperiksa dengan gol O maka akan terjadi ketidak cocokan yg kuat pada immediate spin/sentrifugasi.

  41. Sistem H • Anti-H pada Oh bereaksi sekitar 4-370C semua sel darah merah kecuali dengan Oh . • Pasien harus ditransfusi dengan darah Oh . • Phenotype Oh akan terlihat reaksi dengan anti-H lectin (dari biji Ulex europaeus) • Oh timbul karena pewarisan dari gen hh

  42. Sistem H • Gol Parabombay dapat phenotype Ah,Bh,atau ABh • Tidak terdeteksi antigen H,tetapi mempunyai sedikit A atau B antigen tergantung dari gen individu pada Lokus ABO. • Pemeriksaan dengan anti-A dan anti-B bisa tidak bereaksi atau positip lemah tetapi tidak bereaksi dengan anti-H lectin atau dengan anti-H dari Oh.

  43. Sistem H • Serum Ah dan Bh mempunyai anti-H selain anti –A dan anti-B

  44. Antibodi • Individu mempunyai antibodi terhadap antigen A atau B yg tidak ada pada sel darah merahnya. • Hal ini mengharuskan pemeriksaan ABO pada sel dan serum

  45. Antibodi Waktu timbul • Anti-A dan anti-B dapat dideteksi dalam serum setelah beberapa bulan setelah lahir. • Hampir tidak pernah, ditemukan antibodi pada waktu lahir • Sebagian besar antibodi yang terdapat dalam cord/umbilicus berasal dari ibu. • Pembentukan meningkat pada umur 5-10 th dan menurun pada usia lanjut.

  46. Antibodi • Pada orang tua mempunyai anti-A dan anti-B yang lebih sedikit daripada orang muda • Pemeriksaan anti-A dan anti-B pada bayi2 baru lahir atau pada umur lebih muda dari 4-5 bulan tidak dapat dianggap valid sebab antibodi bayi berasal dari transfer placenta IgG anti-A dan anti-B ibu.

  47. IgM dan IgG(yg alamiah dan yg immun) anti-A dan anti-B • Setiap orang akan membuat ,kecuali gol AB ,IgM anti-A atau IgM anti-B sebagai akibat rangsangan lingkungan,makanan dll. • Bila seorang mempunyai IgG anti- B maka dipastikan titer IgM anti-Anya akan tinggi. Dengan istilah titer anti-A tinggi . • Pada pemeriksaan serum grouping akan melisiskan sel darah merah

  48. IgM dan IgG(yg alamiah dan yg immun) anti-A dan anti-B Antibodi yg bertiter tinggi penting pada keadaan berikut: • Transfusi whole blood gol O atau plasmanya pada orang yang bukan gol O • Bila plasma gol O mengandung anti-AB yg bertiter tinggi ,dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah atau reaksi transfusi. • Hindari transfusi Whole Blood gol O pada yg bukan O,Atau hilangkan plasma secara aseptik terlebih dahulu-menjadi sel darah merah pekat/packed cell.

  49. Antibodi • IgG dapat melewati placenta ,bayi dengan ibu gol O merupakan risiko untuk terjadi hemolitik disease of the newborn.(HDN)

More Related