1 / 29

Komponen elektronik radio

Komponen elektronik radio. Setiap Komponen Elektronika Radio memiliki ukuran kekuatan.

sveta
Download Presentation

Komponen elektronik radio

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Komponen elektronik radio

  2. Setiap Komponen Elektronika Radio memiliki ukuran kekuatan Nilai ukuran kekuatan tersebut, ditulis pada fisik komponen tersebut dalam bentuk kode angka atau kode warna, hal ini dimaksud untuk memudahkan mengenali dan membaca kekuatan komponen tersebut walaupun bentuk fisiknya sangat kecil

  3. NILAI KODE WARNA 0 = Hitam 5 = Hijau 5 % = Emas 1 = Coklat 6 = Biru 10 % = Perak 2 = Merah 7 = Ungu 25 % = Tak berwarna 3 = Orange 8 = Abu-abu 4 = Kuning 9 = Putih NILAI KODE ANGKA ( M ) = Mega 1.000.000 ( K ) = Kilo 1.000 ( m ) = milli 0,001 ( u ) = micro 0,000.001 ( n ) = nano 0,000.000.001 ( p ) = piko 0,000.000.000.001

  4. MEMBACA KODE WARNA Warna ke 1 = Nilai angka Warna ke 2 = Nilai angka Warna ke 3 = banyaknya angka 0 Merah – Hijau - Kuning 250.000 2 5 0000 MEMBACA KODE ANGKA Angka ke 1 = Nilai angka Angka ke 2 = Nilai angka Angka ke 3 = banyaknya angka 0 2 5 4 250.000 2 5 0000

  5. = R RESISTOR / TAHANAN SIMBOL = OHM Ω SATUAN = KODE NILAI = 4 CINCIN WARNA Cincin 1 = Nilai Angka Cincin 2 = Nilai Angka Cincin 3 = Banyaknya Nol Cincin 4 = Toleransi Fungsi sebagai penghambat arus listrik

  6. MACAM RESISTOR RESISTOR TETAP RESISTOR TIDAK TETAP RESISTOR PEKA SUHU

  7. RANGKAIAN RESISTOR R1 R2 R3 5Ω 10 Ω 15 Ω SERIE R total = R1 + R2 + R3 R total = 5 + 10 + 15 R total = 30 Ω Untuk mendapatkan nilai yang lebih BESAR 1 1 1 1 R total R1 R2 R3 --------- = ----- + ----- + ---- PARAREL 1 1 1 1 R total 5 10 15 ---------- = ---- + ---- + ----- Untuk mendapatkan nilai yang lebih KECIL 1 6 3 2 11 R total 30 30 30 30 ---------- = ---- + ---- + ----- = ----- 30 11 R total = ---- =2,7 Ω

  8. = C CONDENSATOR / CAPASITOR Codensator dapat menyimpan muatan listrik, dapat meneruskan AC akan tetapi menahan DC SIMBOL = SATUAN = Farad ( F ) A ) Ditulis secara langsung 10 uF / 16 V KODE NILAI = B) Ditulis dengan kode angka Angka ke 1 = Nilai Angka ke 2 = Nilai Angka ke 3 = Banyaknya 0 472 = 4700 pF

  9. MACAM KONDENSATOR CONDENSATOR TETAP CONDENSATOR TIDAK TETAP

  10. RANGKAIAN CONDENSATOR C1 C2 C3 5uF 10uF 15uF 1 1 1 1 C total C1 C2 C3 --------- = ----- + ----- + ---- SERIE 1 1 1 1 C total 5 10 15 Untuk mendapatkan nilai yang lebih KECIL ---------- = ---- + ---- + ----- 1 6 3 2 11 C total 30 30 30 30 ---------- = ---- + ---- + ----- = ----- C total = ---- =2,7 uF 30 11 C1 C2 C3 PARAREL C total = C1 + C2 + C3 C total = 5 + 10 + 15 C total = 30 uF Untuk mendapatkan nilai yang lebih BESAR

  11. SEMICONDUCTOR DIODA / PENYEARAH Komponen ini hanya dapat dilalui arus dari satu arah saja yaitu dari Anoda menuju Katoda Berfungsi untuk merubah Arus AC menjadi Arus DC

  12. JENIS SEMIKONDUKTOR DIODA VARACTOR LIGHT EMITING DIODE DIODA BRIDGE

  13. TRANSITOR + + - - - + B = Basis C = Colector E = Emitter PNP = Positif Negatif Positif NPN = Negatif Positif Negatif

  14. TUBE / TABUNG A = Anoda K = Katoda G = Grid / Kisi F = Filament C = Colector E = Emitter B = Basis

  15. KUMPARAN / COIL / INDUKTOR Coil adalah suatu gulungan kawat di atas suatu inti. Coil juga disebut inductor, nilai induktansinya dinyatakan dalam besaran Henry (H). DAPAT DIGUNAKAN Sebagai kumparan redam Sebagai pengatur frekuensi Sebagai filter Sebagai alat kopel

  16. TRANSFORMATOR / TRAVO Transformator adalah dua buah kumparan yang dililitkan ada satu inti, Kumparan pertama disebut primer ialah kumparan yang menerima input, kumparan kedua disebut sekunder ialah kumparan yang menghasilkan output. Berfungsi sebagai alat untuk merubah TEGANGAN

  17. E 1 = Arus Masuk E 2 = Arus Keluar L 1 = Kumparan PRIMER L 2 = Kumparan SKUNDER UNTUK MEMPERKECIL TEGANGAN Jumlah lilitan pada L2 harus lebih banyak 10 . E2 = ------- x 220 Volt E2 = 22 V 100 RUMUS L2 E2 = -------- x E1 L1 UNTUK MEMBESAR TEGANGAN Jumlah lilitan pada L2 harus lebih Sedikit 1000 . E2 = ------- x 220 Volt E2 = 2200 V 100

  18. ? 220 Volt L1 = 1000 gulungan L2 = 60 gulungan 60 . E2 = ------- x 220 Volt 1000 13,2 V

  19. MICROPHONE Berfungsi merubah Getaran Suara menjadi Energi Listrik LOUDSPEKER Berfungsi merubah Energi Listrikmenjadi Getaran Suara ANTENA / ARIAL Berfungsi merubah Energi Listrikmenjadi Gelombang Electromaknetis

  20. SIMBOL KOMPONEN LISTRIK TRAVO RESISTOR POTENSIO TRIMPOT KUMPARAN VARCO ELCO CRISTAL SUMBER ARUS KONDENSATOR DIODA ZENER LED I.C TUBE TRANSISTOR PNP TRANSISTOR NPN MOSFET ANTENA GROUND LAMP MICROPHONE SPEKER ALUR TERSAMBUNG TIDAK SAMBUNG SAKLAR / SWITCH

  21. DIAGRAM

  22. DIAGRAM OSCILATOR

  23. BLOK DIAGRAM PENERIMA / RECEIVER BLOK DIAGRAM PEMANCAR / TRANSMITER

  24. AVOMETER / MULTY TESTER MENGUKURAN TEGANGAN DC MENGUKURAN ARUS DC MENGUKURAN REAKTANSI

  25. SATUAN LISTRIK E = TEGANGAN Volt V I = ARUS Ampere A P / W = POWER Watt W C = KAPASITOR Farad F R = TAHANAN Ohm Ω L = INDUKTANSI Hendry H t = TIME Second s f = FREQUENCY Hertz Hz λ = Panj. GELOMBANG Meter m NILAI SATUAN LISTRIK ( M ) = Mega 1.000.000 ( K ) = Kilo 1.000 1 ( m ) = milli 0,001 ( u ) = micro 0,000.001 ( n ) = nano 0,000.000.001 ( p ) = piko 0,000.000.000.001

  26. HUKUM OHM TEGANGANE ARUS = I = TAHANAN R E I E = I x R R = 60 30 30 60 I = = 2 I = ? Amp E = 60 Volt R = 30 Ohm E = 2 x 30 = 60 60 2 R = = 30

  27. TAHANAN LUAR & TAHANAN DALAM Setiap sumber Arus akan memiliki tahanan didalamnya yang disebut TAHANAN DALAM ( Ri ) Sedangkan semua tahanan lain yang dirangkaikan disebut TAHANAN LUAR ( Ru ) E I = ------------ Ri + Ru 5 Ω 17 Ω 3 Ω 13 13 I = ------------------- = ----- 1+ ( 5 + 17 + 3 ) 26 I = 0,5 A E = 13 V Ri 1 Ω

  28. RANGKAIAN SUMBER ARUS MERANGKAIKAN SUMBER ARUS DIMAKSUD UNTUK MENDAPATKAN ARUS YANG LEBIH BESAR ATAU LEBIH KECIL SERIE - Untuk mendapatkan TEGANGAN lebih Besar namun ARUS Tetap Et = E1 + E2 + E3 Tegangan = Et = 1,5 + 1,5 + 1,5 = 4,5 Volt Tahanan = Ri = 0,1 + 0,1 + 0,1 = 0,3 Ohm R1 = ------- = 9 Ohm Arus = I = ------------ = 0,4838 Amp 4,5 / 0,5 A 4,5 0,5 3 bh Batrei Serie a) 1,5 V Ri = 0,1 4,5 9 + 0,5 4,5 / 0,5 A Tegangan = E = 1,5 Volt Tahanan = R1 = ------- = 3 Ohm Arus = I = ------------ = 0,4838 Amp 1,5 0,5 1,5 3 + 0,1 1 bh Batrei 1,5 V

  29. RANGKAIAN SUMBER ARUS MERANGKAIKAN SUMBER ARUS DIMAKSUD UNTUK MENDAPATKAN ARUS YANG LEBIH BESAR ATAU LEBIH KECIL PARAREL - Untuk mendapatkan ARUS lebih Besar namun TEGANGAN Tetap Et = E1 = E2 = E3 Tegangan = Et = 1,5 = 1,5 = 1,5 = 1,5 Volt 1 Tahanan = Ri = 1/ 0,1 + 1/0,1 + 1/0,1 = 0,0333 Ohm R1 = ------- = 3 Ohm Arus = I = ------------ = 0,498 Amp 4,5 / 0,5 A 1,5 0,5 1,5 3 + 0,0333 3 bh Batrei Pararel a) 1,5 V Ri = 0,1 4,5 / 0,5 A Tegangan = E = 1,5 Volt Tahanan = R1 = ------- = 3 Ohm Arus = I = ------------ = 0,4838 Amp 1,5 0,5 1,5 3 + 0,1 1 bh Batrei 1,5 V

More Related