1 / 87

TUMOR PARU Oleh Dr.H. Zailirin YZ SpP (K)

TUMOR PARU Oleh Dr.H. Zailirin YZ SpP (K). Tumor Paru. Terbagi atas : Tumor Jinak Tumor Ganas : Kanker paru. Tumor Ganas Paru Bronhogenic Carcinoma Lung Carcinoma Kanker Paru. 1. Pendahuluan.

sven
Download Presentation

TUMOR PARU Oleh Dr.H. Zailirin YZ SpP (K)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TUMOR PARUOlehDr.H. Zailirin YZ SpP (K)

  2. Tumor Paru Terbagi atas : Tumor Jinak Tumor Ganas : Kanker paru

  3. Tumor Ganas Paru Bronhogenic Carcinoma Lung CarcinomaKanker Paru 1

  4. Pendahuluan • Kanker paru atau Karsinoma bronkus ,tumor primer paru yang paling sering ,hampir 95 % • Banyak faktor penyebab ,terutama asap rokok • Kanker paru bersifat fatal, Penyebab kematian utama pada laki – laki dan Penyebab kematian nomor tiga pada perempuan

  5. Pendahuluan • Diagnosis sering terlambat atau “Inoperable Stage “, maka prognosanya jelek dan survival rate rendah. • Keluhan dan gejala hampir sama dengan penyakit paru lain, sehingga sering tidak terpikirkan. • Meningkatnya ilmu,ketrampilan dokter,alat diagnostik dan perhatian penderita  diagnosis semakin cepat. • Penatalaksanaan baik  penderitaan berkurang ,kualitas hidup meningkat dan ketahanan hidup lebih baik. • Deteksi dini sangat penting dan perlu di usahakan.

  6. K a n k e r • Nama umum untuk neoplasma ganas • Carcinoma : Neoplasma ganas sel epithelial • Sarcoma : Neoplasma ganas dari jaringan atau mesenkhim • Etiologi pasti belum diketahui Multi faktorial : Eksogen (karsinogen) dan Endogen (genetik) Perubahan ditingkat DNA akibat paparan karsinogen bertahap dan waktu yang lama  neoplasma

  7. K a n k e r P a r u Definisi: Semua keganasan mengenai paru, baik berasal dari paru sendiri maupun dari tempat lain yang ber metastasis ke paru • Asal terutama dari epitel bronkus ( ± 90 – 95 % ) • Karsinoma bronkus

  8. Macamnya Kanker Paru • Primer : Berasal dari organ paru sendiri • Metastase : Berasal dari organ di luar paru seperti : - Mamma - Ginjal - Ovarium - Testis - Usus dll

  9. Epidemiologi • Dikenal sudah lama, sejak abad ke 15 • Meningkat sejak hampir satu abad yang lalu • Banyak faktor diperkirakan sebagai penyebab • Bersifat fatal dengan 5` SR kurang dari 15 % • Kejadian Laki – laki : Perempuan : 3 : 1 atau 6: 1 • Umur sering dikenai di atas 40 tahun

  10. Insidens dan Mortalitas • Kanker paru meningkat di seluruh dunia: Tiap tahun terdapat lebih 1,3 juta kasus dengan angka kematian 1,1 juta. • Menurut National Cancer Institute di USA, tahun 2008 terdapat 215.000 kasus dan kematian 161.840. • Di Indonesia, peringkat ke 4 terbanyak • Penyebab utama kematian , masalah klinik dan sosial masyarakat di masa datang

  11. 5 FAKTA TENTANG KANKER PARU I. Merupakan penyakit di dunia yang belum bisa disembuhkan ( WHO ) II. Penyebab kematian utama, karena kanker III. Penderita datang 80 - 90% sudah stadium lanjut IV. Angka tahan hidup 5 th paling rendah V. Angka tahan hidup 5 tahun stadium I = 70%

  12. Epidemiologi Kanker Paru“Dunia “ Dibandingkan “Indonesia“ Dunia “Indonesia“ Jenis kelamin Lk > Pr Idem Staging Late stage >>> Idem Jenis KPKBSK Idem Terapi Multimodaliti Idem Prognosis Buruk Idem

  13. Epidemiologi kanker paruDunia VS “Indonesia“ Dunia “Indonesia “ Mortaliti Ranking I ?! Prevalensi Me ?! Perokok aktif 85% 92% * Perokok pasif OR 2,4 - 3,4 OR 2,7 Genetik ? ?

  14. Etiologi Tidak jelas, belum diketahui secara pasti Faktor : Bahan karsinogen ( Enviromental diseases ) Asap rokok 5 – 10 kali 3,4 Benzpyrene Polonium 210 Zat kimia 6 – 10 kali Asbes Chromium Arsen Besi Uranium Nikel Fibrosis paru : 7 % Ca Jaringan parut 23,2 % Jaringan parut  TBC 1

  15. Resiko Kanker Paru Akibat Rokok Merokok : 1 – 10 batang / hari resiko meningkat 15 kali 20 – 30 batang / hari resiko meningkat 40 - 50 kali 40 – 50 batang / hari resiko meningkat 70 - 80 kali 1

  16. Karsinogen Dalam Rokok • Fase Partikulat : Netral fraksi : Benzpyrene Dibenzanthracene Benzofluoranthenes Basik fraksi : Nitrosamines Asidik fraksi : Tumor promoting agent Residual fraksi : Nikel, cadmium, Polonium 210 Nitrogen oksida

  17. Karsinogen Dalam Rokok • Fase uap : : Nikel karbonyl Hydrazin Vinyl chlorida Nitrogen oksida Nitrosodiethylamine

  18. Patogenesis kanker paru Kanker adalah penyakit gen

  19. Gen tumor supresor Onkogen Normal k-ras myc P 53 rb Proliferasi Apoptosis Siklus sel faktor pertumbuhan Siklus sel p53 bcl2 Cancer

  20. Multi-Step Karsinogenesis Kanker Paru metaplasia displasia metastasis normal kanker TIS

  21. DiagnosisAnamnesa : - Keluhan - Kebiasaan - Pekerjaan - Riwayat penyakit 1

  22. Gambaran Klinik Tidak banyak berbeda dari penyakit paru lain • Terdiri dari keluhan subyektif dan temuan obyektif • Dari anamnesa didapatkan : Keluhan utama  sangat beragam Sering juga yang pertama terlihat adalah gejala akibat metastasis dan keluhan akibat perjalanan penyakit Ada pula gelaja yang tidak khas , seperti : ** Berat badan berkurang ** Demam hilang timbul serta ** Nafsu makan menurun ** Gejala paraneoplatik

  23. Gambaran Klinik • Pengaruh kanker terhadap saluran nafas : ** Berupa iritasi dan gangguan mekanik, Batuk-batuk kronis , Hemoptysis ** Infeksi paru / pneumonitis berulang ** Obstruksi saluran nafas  Sesak nafas Atelektasis

  24. Gambaran Klinik 2. Penekanan sekitar / infiltrasi : Vena cava superior sindroma Dispagia ( gangguan menelan ) Kelumpuhan diaphragma pita suara N. brachialis Deviasi Trachea

  25. Gambaran Klinik 3. Metastasis : Gejala sesuai dimana terjadi metastasis KGB hilus / mediastinum Tulang Otak, Dan lain – lain 4. Non metastasis extra pulmonary manifestation of bronchogenic carcinoma atau sindrom paraneoplastik Hypertropic osteoathropaty Neurophati

  26. Pemeriksaan - Keadaan umum : Bervariasi tergantung keadaan penyakit - Gejala atau Gambaran Klinik : Sangat bervariasi - Radiologi : Rontgen foto toraks PA / Lateral Computerized Tomography ( CT )-Scan toraks CT Otak, Bone survey ,Bone Scan ,Ultrasonography dll

  27. Gejala klinik : • Asimetris wajah • Bengkak atau sembab muka dan leher • Suara serak • Sembab lengan dengan rasa nyeri • Pelebaran vena pada leher / dada • Kelainan bentuk torak : Hidrotoraks Atelektasis 1

  28. Perubahan sendi kecil –kecil • Pembesaran kelenjar leher, axila, subclavicula, supraclavicula, dll • Kelainan pemeriksaan fisik paru • Kelainan alat-alat lain

  29. Pemeriksaan Laboratorium : Rutin Histopatologi , Sitologi dari : Sputum , Bilasan bronkus Sikatan bronkus Cairan Pleura Bahan biopsi aspirasi kelenjar dan tumor

  30. Pemeriksaan Penunjang - Bronkoskopi - Biopsi aspirasi trantorakal - Punksi dan biopsi pleura - CT scanning - Biopsi kelenjar getah bening - Mediastinoskopi - Torakotomi explorasi - Tumor marker 1

  31. Deteksi / Diagnosa Dini • Deteksi dini sangat di harapkan,terutama pada orang yang patut dipertimbangkan. • Penatalaksanaan kasus yang masih dini : ** Memberi harapan hidup yang baik ** Mengurangi penderitaan dan ** Meningkatkan kualitas hidup • Untuk itu perlu : Perhatian para dokter untuk mengusahakan pembuktian sesegera mungkin ada atau tidak adanya kanker paru pada seseorang yang di curigai

  32. Diagnosa Dini Tujuan : • Menemukan kanker paru dini atau masih Karsinoma insitu • Pertumbuhan sel kanker masih terbatas pada epitel dan belum menembus membran basalis. Merupakan stadium awal dari suatu karsinoma 1

  33. Golongan Yang di Curigai Golongan Resiko Tinggi ( GRT ) adalah : • Laki-laki • Umur ≥ 40 tahun • Perokok berat / sedang • Terpapar zat karsinogen

  34. Golongan Lain yang Perlu di Waspadai • Perempuan perokok pasif disertai salah satu gejala atau keluhan respiratorik dan berat badan menurun • Sesorang dengan gejala klinik respiratorik dan penurunan berat badan tanpa penyakit yang jelas • Seseorang yang mempuyai riwayat ,tentang adanya keluarga dekat yang menderita kanker paru

  35. Diagnosa Dini Tumor 1 cm ( 10 mm) -- 25 - 30 Doubling time -- 7 - 590 hari -- 60 -- 70 % umur nya Ikeda : Tumor < 20 mm 0,9 % metastase ke KGB Tumor 20 – 30 mm 35 % metastase ke KGB

  36. Alur Deteksi Dini Kanker Paru Deteksi Dini Kanker Paru (Skrining) Golongan Risiko Tinggi Bukan GRT dengan gejala batuk (GRT)kronik, sesak nafas batuk darah, berat badan turun Foto toraks, sitologi sputum dan bronkoskopi autoflouresenDiagnostik dan terapi penyakit paru non kanker Semua hasil (-)Ada hasil yang (+)Curiga kanker paru Re-skriningTeruskan prosedur Teruskan prosedur 4 – 6 bulandiagnostik kanker parudiagnostik kanker paru

  37. Sitologi sputum tiap 4-6 bulan - Curiga + Foto toraks tiap 6 bulan Curiga TDK TDK Evaluasai derajat / diobati Mungkin ganas tapi perlu DD TDK TDK TDK Tidak mencurigakan Pem saringan di atas diteruskan TDK TDK Pemeriksaaan saringan untuk G.R.T TDK : Tindakan Diaknostik Khusus 1

  38. Tindakan Diagnostik Khusus • Foto toraks lateral • Tomografi • Bronkhoskopi • Biopsi transbronkial • Biopsi transtorakal • Mediastinoskopi • Bila perlu torakotomi 1

  39. T E R I M A K A S I H

  40. Pengobatan Kanker Paru

  41. Modaliti Pengobatan Utama Kanker Paru • Operasi atau Pembedahan • Radioterapi • Kemoterapi

  42. Modaliti Lain Pengobatan Kanker Paru • Imunoterapi , mamfaat belum jelas • Terapi hormon , belum ada hasil penelitian di Indonesia • Terapi target, belum memuaskan karena : Masih banyak pertimbangan, respon terbatas kasus-kasus tertentu, obat masih mahal dan Respon baik pada perempuan, tidak merokok, karsinoma jenis adeno dan bangsa Asia

  43. Pedoman pengobatan • Jenis histologis • Derajat atau Stadium klinis penyakit • Tampilan atau “Performace status” • Faktor nonmedis : Fasiliti di rumah sakit, Kondisi ekonomi penderita ( Indonesia )

  44. JenisHistologis Klasifikasi histologis WHO 1. Karsinoma epidermoid atau Karsinoma sel skuamosa ( Squamous cell ca ) 2. Karsinoma sel kecil ( Small cell ca ) 3. Adeno karsinoma ( Adeno ca ) 4. Karsinoma sel besar ( Large cell ca )

  45. Pembagian lain 1. Kanker paru jenis karsinoma sel kecil ( K P K S K ) atau Small cell lung cancer ( S C L C ) 2. Kanker paru jenis bukan karsinoma sel kecil (K P B K S K ) atau Non small cell lung cancer ( N S C L C )

  46. Stadium Kanker Paru Jenis Bukan Karsinoma Sel kecil • Derajat nya berdasarkan : T, N, M. T : Tumor primer N : Nodul, telibatnya kelenjar getah bening regional M : Metastasis ada atau tidak

  47. Kategori T , N , M Kanker paru T : Tumor primer • To : Tidak terbukti adanya tumor primer atau Tumor ( - ) • Tx : Tumor ( - ), Sitologi ( + ) • Tis : Karsinoma insitu • T1 : Tumor < 3 cm, masih dalam bronkus lobus • T2 : Tumor > 3 cm, mengenai bronkus utama lebih jauh 2 cm dari karina . Mengenai pleura visceral , atelektasis dan pneumonitis obstruktif yang meluas hanya ke daerah hilus.

  48. T3 : Sebarang ukuran , mengenai dinding dada, diafragma, pleura mediastinum atau tumor dalam bronkus utama kurang dari 2cm sebelah distal karina, atelektasis dan pneumonitis seluruh paru • T4 : Sebarang ukuran , mengenai mediastinum, jantung, pembuluh besar, trakea, esofagus, korpus vertebra, karina, efusi pleura ganas dan tumor satelit ipsilateral pada lobus yang sama ,

  49. N : Kelenjar getahbening ( KGB ) regional • Nx : Kelenjar tidak dapat dinilai • No : Tidak terbukti keterlibatan kelenjar • N1 : Didapatkan keterlibatan KGB peribronkial dan / atau hilus ipsilateral • N2 : Didapatkan keterlibatan KGB mediastinum ipsi lateral dan / atau KGB subkarina • N3 : Didapatkan keterlibatan KGB hilus atau mediastinum kontralateral , skalenus , supraklavikula ipsilateral dan kontralateral

  50. M : Metastasis ( Anak sebar ) jauh • Mx : Tidak dapat dinilai adanya metastasis jauh • Mo : Tidak ditemukan adanya metastasis jauh • M1 : Ditemukan adanya metastasis jauh Metastatic tumor nodule ( s ) ipsilateral di luar lobus tumor primer.

More Related