1 / 21

Antidiabetika

Antidiabetika. Obat antidiabetik digunakan untuk mengontrol diabetes melitus. DM : suatu penyakit dimana terjadi kegagalan total atau parsial dari sel beta pankreas untuk mensekresi ke dalam sirkulasi sejumlah cukup insulin. Insulin : hormon yang berfungsi untuk memetabolisme glukosa.

Download Presentation

Antidiabetika

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Antidiabetika Obat antidiabetik digunakan untuk mengontrol diabetes melitus. DM : suatu penyakit dimana terjadi kegagalan total atau parsial dari sel beta pankreas untuk mensekresi ke dalam sirkulasi sejumlah cukup insulin. Insulin : hormon yang berfungsi untuk memetabolisme glukosa

  2. Kecenderungan interaksi pada pasien DM • DM merupakan penyakit yang perlu pengobatan jangka panjang maka resiko interaksi dengan obat lain cenderung tinggi • DM juga merupakan penyakit yang sering mengakibatkan komplikasi yang pasti membuat pasien bakal mendapat terapi polifarmasi

  3. INTERAKSI dengan ACE inhibitor • Pada sebagian pemakai insulin atau sulfonilurea yang juga diterapi dengan captopril, enalapril, lisinopril  terjadi hipoglikemia  bisa diatasi dengan menurunkan dosis antidiabet. • Mekanisme : tidak diketahui, diduga terjadi peningkatan utilisasi glukosa & sensitivitas insulin.

  4. INTERAKSI dengan ANTIKOAGULAN • Dikumarol dan tolbutamid berinteraksi  peningkatan hipoglikemia (resiko koma) dan peningkatan efek antikoagulan (resiko perdarahan). • Dikumarol juga meningkatkan efek hipoglikemia klorpropamid. • Peningkatan efek warfarin terjadi pada pasien yang mendapat glibenklamid.

  5. INTERAKSI dengan ANTIKOAGULAN Mekanisme : • Dikumarol meningkatkan efek tolbutamid melalui penghambatan metabolismenya di hati, demikian juga pada klorpropamid. • Peningkatan efek antikoagulan dikumarol oleh tolbutamid disebabkan interaksi pada ikatan protein - plasma

  6. Interaksi dengan kloramfenikol • Efek hipoglikemia dari tolbutamid & klorpropamid dapat ditingkatkan bila dipakai bersama kloramfenikol  dapat terjadi hipoglikemia akut. • Mekanisme : Kloramfenikol menghambat enzim hepatik yang terlibat dalam metabolisme tolbutamid & klorpropamid  akumulasi dalam darah  kadar glukosa <<  hipoglikemia.

  7. Interaksi dengan antibiotik lain • Eritromisin, menyebabkan peningkatan efek hipoglikemia (mekanisme belum diketahui) • Sulfonamida, terjadi kompetisi ikatan pada protein plasma yang membuat pengusiran tolbutamid dari ikatan dengan protein plasma & hambatan metabolisme tolbutamid sehingga terjadi peningkatan efek hipoglikemia

  8. INTERAKSI dengan klorpromazin • Klorpromazin dapat meningkatkan kadar gula darah pada dosis 100 mg / >  mengganggu kontrol diabetes  perlu peningkatan dosis antidiabet. • Mekanisme : Klorpromazin menghambat pelepasan insulin & meningkatkan pelepasan epinefrin dari adrenal  keduanya dapat meningkatkan kadar gula darah.

  9. Interaksi dengan urikostatik/urikosurik • Klorpropamida + allopurinol/probenesid terjadi peningkatan efek klorpropamida (resiko hipoglikemia meningkat) Mekanisme : hambatan sekresi allopurinol/probenesid di tubulus ginjal sehingga t1/2 klorpropamida meningkat. • Sulfinpirazon + tolbutamid terjadi peningkatan efek hipoglikemia Mekanisme : hambatan metabolisme tolbutamid

  10. Interaksi dengan ekspektoran • NH4Cl + klorpropamida terjadi peningkatan kadar klorpropamida dalam serum. • Mekanisme : terjadi pengasaman urin yang menurunkan ionisasi klorpropamida (asam lemah) sehingga menurunkan ekskresi klorpropamida

  11. Interaksi dengan steroid anabolik • Metandrostenolon + tolbutamid terjadi peningkatan efek hipoglikemia • Mekanisme : anabolik steroid memiliki kerja terhadap metabolisme (termasuk metabolisme KH/glukosa) sehingga menurunkan glukosa darah

  12. Interaksi dengan antasida • Antasida + sulfonilurea terjadi peningkatan efek hipoglikemia • Mekanisme : antasida meningkatkan pH lambung dan mengakibatkan peningkatan absorbsi sulfonilurea

  13. Interaksi dengan H2 bloker • Cimetidine + sulfonilurea/biguanida terjadi peningkatan efek hipoglikemia • Mekanisme : inhibisi enzim pemetabolisme sulfonilurea di hati oleh cimetidine hambatan ekskresi biguanida (metformin) di ginjal oleh cimetidine

  14. Interaksi dengan antikolesterol • Klofibrat + sulfonilurea peningkatan efek hipoglikemia • Mekanisme kerja : efek hipoglikemia dari klofibrat, penurunan resistensi insulin pengusiran ikatan dari ikatan dengan protein plasma

  15. Interaksi dengan antikolesterol • Gemfibrozil + gliburid peningkatan efek hipoglikemia • Mekanisme : pengusiran gliburid dari ikatan dengan protein plasma • Antidepresan trisiklik + antidiabet peningkatan efek hipoglikemia • Mekanisme : peningkatan sensitivitas insulin

  16. Interaksi dengan MAOI • MAOI + antidiabet peningkatan efek hipoglikemia • Mekanisme : merangsang sekresi insulin dan menstimulasi b-adrenergik

  17. Interaksi dengan b-bloker • Efek : hipertensi, peningkatan gula darah, kerusakan sirkulasi perifer • Mekanisme : b-bloker memperpanjang waktu recovery insulin (ada efek hambatan sekresi insulin oleh b-bloker), dalam waktu yang sama terjadi pelepasan epinefrin (terjadi vasokontriksi yang berakibat pada efek hipertensi)

  18. Interaksi dengan Ca-chanel bloker • Efek : peningkatan gula darah • Mekanisme : hambatan sekresi insulin peningkatan permeabilitas sel hati terhadap glukosa induksi glukoneogenesis pelepasan katekolamin

  19. Interaksi dengan tiazida • Efek : peningkatan gula darah • Mekanisme : penurunan respon insulin hambatan sekresi insulin efek hiponatremia

  20. Interaksi dengan kolestiramin • Efek : peningkatan gula darah • Mekanisme : kolestiramin merupakan resin (antikolesterol) yang dapat mengikat glipizid sehingga absorbsi glipizid menurun

  21. Interaksi lain • Kebiasaan buruk (minum alkohol) menimbulkan penurunan t1/2 antidiabet sehingga terjadi hiperglikemia • Merokok menimbulkan pelepasan substansi endogen yang berefek antagonis terhadap efek hipoglikemia insulin • Narkoba (Marijuana) meningkatkan efek hiperglikemia (mekanisme belum diketahui)

More Related