1 / 32

PENGERTIAN ASTHMA BRONCHIALE

MANFAAT OLAHRAGA PADA PENDERITA ASMA Oleh DR.Dr.Muchsin Doewes, MARS dr. Sri Indratni, P.A.K, M.Or. PENGERTIAN ASTHMA BRONCHIALE. Asthma bronkhiale adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversible dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.

shino
Download Presentation

PENGERTIAN ASTHMA BRONCHIALE

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MANFAAT OLAHRAGA PADA PENDERITA ASMAOlehDR.Dr.Muchsin Doewes, MARSdr. Sri Indratni, P.A.K, M.Or

  2. PENGERTIANASTHMA BRONCHIALE • Asthma bronkhiale adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversible dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. • Asthma bronchiale adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan ( The American Thoracic Society ).

  3. Klasifikasi Berdasarkan penyebabnya, asthma bronkhiale dapat diklasifikasikan menjadi 3 tipe,yaitu : • Ekstrinsik (alergik) • Intrinsik (non alergik) • Asma gabungan

  4. Etiologi Asthma a. Faktor predisposisi • Genetik Dimana yang diturunkan adalah bakat alerginya, meskipun belum diketahui bagaimana cara penurunannya yang jelas. Penderita dengan penyakit alerg biasanya mempunyai keluarga dekat juga menderita penyakit alergi. Karena adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asma bronkhial jika terpapar dengan foktor pencetus. Selain itu hipersentifisitas saluran pernafasannya juga bisa diturunkan. b. Faktor presipitasi • Alergen Dimana alergen dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : 1. Inhalan, yang masuk melalui saluran pernapasan ex: debu, bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi 2. Ingestan, yang masuk melalui mulut ex: makanan dan obat-obatan 3. Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit ex: perhiasan, logam dan jam tangan

  5. Senam Asthma Indonesia • Merupakan salah satu penunjang pengobatan asthma

  6. Tujuan Senam Asthma • Melatih cara bernafas yg benar • Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan • Melatih ekspectorasi yg efektif • Meningkatkan sirkulasi • Mempertahankan asthma terkontrol • Meningkatkan kualitas hidup

  7. Cara Senam yang Efektif • 3 – 4 kali seminggu • Setiap kali senam lebih kurang 30 menit • Senam akan memberikan hasil bila dilakukan sedikitnya 6-8 minggu

  8. Syarat mengikuti senam asthma • Tidak dalam serangan asthma • Tidak dalam kondisi gagal jantung • Tidak dalam kondisi kesehatan yang menurun (flu, kurang tidur, baru sembuh dari sakit)

  9. Manfaat senam dalam pengobatan asthma • Otot pernapasan menjadi kuat lentur dan terlatih • Dapat bernapas yang benar bila terjadi serangan asthma • Mudah batuk dan ekspektorasi • Mudah mengatasi serangan asthma • Mencegah serangan asthma • Aktifitas fisik maksimal • Kualitas hidup lebih baik

  10. Efek samping • Serangan asthma bertambah berat • Dapat timbul serangan pneumotoraks (kempes paru)

  11. Senam bagi penderita asthma Latihan bagi penderita asthma umumnya dilakukan dengan takaran berkisar 60-90% dari kekuatan maksimal peserta. Lama latihan kurang lebih 1 jam, terbagi atas 3 bagian : pemanasan selama 15 menit, latihan inti 30 menit, dan pendinginan 15 menit. Dalam 1 minggu dianjurkan minimal tiga kali latihan. Latihan menahan napas penting sekali bagi penderita karena aliran darah ke jantung dapat dihambat • Ayunkan lengan, setinggi bahu sebanyak 2x8 kali. Langsung ke latihan berikutnya • Ayunkan lengan lebih tinggi sebanyak 2x8 kali. Hitungan terakhir posisi tegak • Putar kedua lengan sebanyak 2x8 kali (4x ke depan, 4x ke belakang)

  12. 4x ke depan, 4x ke belakang) • Berjalan sampai 10x hitungan • Tarik siku ke belakang, 2x8 kali. Setiap hitungan ke-4, kedua lengan ke bawah • Tarik siku (sama dengan latihan ke-5). Dilakukan 2x, disambung 2x hitungan dengan merentangkan lengan. Setiap hitungan ke-4, kedua lengan turun • Tarik lengan ke belakang (dalam sikap lurus). Dilakukan 2x8 kali. Setiap hitungan ke-4, kedua lengan lurus ke bawah • Renggutkan badan ke bawah 3x. Pada hitungan ke-4, posisi tegak. Dilakukan 2x8 kali • Sama dengan latihan 8, 1x tunduk, 2x melengkung ke belakang. Pada hitungan ke-4 posisi tegak. Dilakukan 2x8 kali • Berjalan, sampai 10x hitungan • Renggutkan badan ke samping 3x. Pada hitungan ke-4 putar kearah lain. Dilakukan 2x8 kali

  13. Tarik menarik dilakukan 3x. Pada hitungan ke-4 posisi tegak. Dilakukan 2x8 kali • Hitungan 1, putar, hitungan 2-3 renggutkan badan ke depan. Pada hitungan ke-4 kembali ke sikap semula. Tiap selesai hitungan ke-4, ganti orang. Dilakukan 2x8 kali • Istirahat, dilakukan 10x hitungan. (dr. Dangsina Moeloek dan Pieter Panggabean)

  14. Pemain sepakbola dari Northwestern University meninggal karena serangan penyakit asma yang muncul pada “saat latihan”

  15. Olympic Games Los Angeles Th. 1984ada 11% atlet pengidap asma medali 41 buah Dikelola dengan baik (Hoffman & Hoffman, 1999)

  16. LATIHAN FISIK ATAU OLAHRAGAMERUPAKAN SALAH SATUDIANTARA BANYAK STIMULIYANG DAPAT MEMACU TIMBULNYA “SERANGAN ASMA” • Dasar-dasar fisiologi olahraga • Patofisiologi Asma • EIA = Exercise induced asthma

  17. A. Struktur ATP yang disederhanakanB. Penguraian ATP menjadi ADP+Pi+Energi (Fox, Bowers & Foss, 1988, p.15) • ATP harus dibentuk kembali (re-sintesis)  • Sistem metabolisme Anaerob : didalam Sitosol-tanpa O2 • Sistem metabolisme Aerob  didalam mitokondria (O2)

  18. Sistem respirasi pentinguntuk menangkap oksigen

  19. Gambar 1. SISTEM OKSIGEN (Fox, 1984, p.18) Penguraian KH & Lemak secara aerob digunakan untuk menyediakan energi bagi re-sintesis ATP

  20. ANIMASI Ventilasi Paru

  21. Central chemoreceptors Cerebral cortex (PCO , pH) (voluntary control) 2 Abdominal mucles Intercostal muscles Pons Medulla Peripheral oblongata chemoreceptors (PO2, PCO2, Ph) Inspiratory Expiratory center center Active muscles Lung stretch receptors External Diaphragm intercostal muscles Gambar Regulasi Pernafasan. No.1 Med.Obl. Mengandung pusat Insp & Eksp.No.2,3,4, merangsangsang Pusat Insp  No.5 Kontraksi  Vol.torak naik. No.6 merangsang pusat Eksp  kontraksi No.7  Vol torak turun.

  22. Insiden asma meningkat  anak sering mbolos ok: exposure kronis toksin-2 di-udara

  23. Salah satu diantara banyak stimuli yang dapat memicu timbulnya serangan asma adalah : E I A (Exercise Induced Asthma)

  24. EIA serangan asma yang terinduksi oleh latihan EIA muncul ketika latihan olahraga/level ventilasi paru yang tinggi menyebabkan saluran nafas menjadi menyempit Latihan olahraga berbeda dengan pemicu-2 asma yang lain. EIA hanya melibatkan penyempitan saluran nafas, tanpa edema dinding saluran nafas dan tanpa pembentukan dahak. Ok-nya, EIA biasanya dapat berhenti sendiri. Selama 30 menit setelah latihan, penyempitan saluran nafas kembali kekondisi asal, tanpa pengobatan

  25. Gambar 3. Perubahan diameter saluran nafas yang direfleksikan dalam FEV1 (sebelum dan sesudah olahraga Pada penderita asma) Penyempitan yang di-induksi latihan terjadi selama latihan, tetapi biasanya muncul 5 – 20 menit setelah latihan dihentikan dan mulai kembali kekondisi awal.

  26. Sekalipun penyempitansaluran udara bisa munculselama latihan,biasanya 5-10 menitsetelah latihanserangan asmamenjadi semakin parah

  27. Pemberian obat inhalasi bronchodilator dapat mempercepat pemulihan ketingkat sebelum latihan

  28. EIA jarang sekali terinduksi oleh latihan yang berlangsung selama hanya 2 – 4 menit Nampaknya, latihan dalam durasi sangat pendek ini

  29. Gambar 4. A. Saluran udara dikelilingi oleh otot halus yang dapat menyempitkan saluran nafas. B. Penampang lintang saluran nafas. Pemicu dapat menyempitkan saluran nafas melalui mekanisme yang di-indikasikan dengan Tanda (-) dan dikembalikan oleh terapi yang di-indikasikan dengan tanda (+)

  30. Gambar 5. KONTROL SISTEM VENTILASI SELAMA OLAHRAGA

More Related