Normalisasi
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 28

NORMALISASI PowerPoint PPT Presentation


  • 170 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

NORMALISASI. Definisi Normalisasi. Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan / memecah / mendekomposisi data dalam cara-cara tertentu untuk mencegah timbulnya permasalahan pengolahan data dalam basis data

Download Presentation

NORMALISASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Normalisasi

NORMALISASI


Definisi normalisasi

Definisi Normalisasi

  • Normalisasiadalahsuatuteknik yang menstrukturkan/ memecah/ mendekomposisi data dalamcara-caratertentuuntukmencegahtimbulnyapermasalahanpengolahan data dalam basis data

  • Permasalahan yang dimaksudadalahberkaitandengan penyimpangan² (Anomallies) yang terjadiakibatadanyakerangkapan data dalamrelasidaninefisiensipengolahan


Normalisasi basis data 1

Normalisasi Basis Data (1)

  • Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.

  • Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga paling ketat (5NF)

  • Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik.


Normalisasi basis data 2

Normalisasi Basis Data (2)

  • Mengapa dilakukan normalisasi ?

    • Optimalisasi struktur-struktur tabel

    • Meningkatkan kecepatan

    • Menghilangkan pemasukan data yang sama

    • Lebih efisien dalam penggunaan media penyimpanan

    • Mengurangi redundansi

    • Menghindari anomali (insertion anomalies, deletion anomalies, update anomalies).

    • Integritas data yang ditingkatkan


Normalisasi basis data 3

Normalisasi Basis Data (3)

  • Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sbb:

    • Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.

    • Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).

    • Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF)

  • Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).


Normalisasi1

Normalisasi

ProsesNormalisasimenghasilkanrelasi yang optimal, yaitu:

  • Memilikistruktur record yang konsistensecaralogik

  • Memilikistruktur record yang mudahuntukdimengerti

  • Memilikistruktur record yang sederhanadalampemeliharaan

  • Memilikistruktur record yang mudahuntukditampilkankembaliuntukmemenuhikebutuhanpemakai

  • Minimalisasikerangkapan data gunameningkatkankinerjasistem


Normalisasi2

Normalisasi

  • Suaturelasidikatakanberadadalambentuk normal level tertentujikamemenuhikondisi-kondisitertentu.

  • Beberapa level yang biasadigunakanpadanormalisasi:

    - Bentuk normal pertama / First Norm Form (INF)

    - Bentuk normal kedua / Second Norm Form (2NF)

    - Bentuk normal ketiga / Third Norm Form(3NF)

    - Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF)

    - Bentuk normal keempat / Forth Norm Form (4NF)

    - Bentuk normal kelima / Fifth Norm Form (5NF)


1 st normal form 1nf

1st Normal Form ( 1NF )

  • Bentuk normal tahappertama (1NF) terpenuhijika:

    SebuahtabeltidakmemilikiAtributBernilaiBanyak (Multivalued Attribute) ataulebihdarisatuatributdengan domain nilai yang sama


1 st normal form 1nf1

1st Normal Form ( 1NF )

KriteriaNormalisasitahapPertama (1NF):

  • Jikaseluruhatributdalamrelasibernilaiatomik

  • Jikaseluruhatributdalamrelasubernilaitunggal

  • Jikarelasitidakmemuat set atributberulang

  • Jikasemua record mempunyaisejumlahatribut yang sama


Bentuk normal pertama first normal form 1nf

BENTUK NORMAL PERTAMA (First Normal Form - 1NF)

Tidak diperboleh adanya :

  • Atribut yang bernilai banyak (Multivaluedattribut).

  • Attribut komposit atau kombinasi dari keduanya.

    Jadi :

  • Harga domain atribut harus merupakan harga atomik


Contoh 1

Contoh (1)

  • Misal Data Mahasiswa sbb :

    Atau

  • Tabel-tabel di atas tidak memenuhi syarat 1NF


Contoh 2

Contoh (2)


1 st normal form 1nf2

1st Normal Form ( 1NF )

Permasalahandalam 1NF :

  • Tidakdapatmenyisipkaninformasiparsial

  • Terhapusnyainformasiketikamenghapussebuahrecord

  • Pembaharuanatribut non kuncimengakibatkansejumlahrecordharusdiperbaharui


2 nd normal form 2nf

2nd Normal Form ( 2NF )

Relasidisebut 2NF bila:

  • Memenuhikriteria 1 NF

  • Semuaatribut non kunci FD pada PK

    Permasalahandalam 2 NF:

  • Kerangkapan data

  • Data inconsistency

  • Prosespembaharuantidakefisien

  • Penyimpanganpadasaatpenyisipan, penghapusandanpembaharuan


Bentuk normal kedua second normal form 2nf 1

BENTUK NORMAL KEDUA (Second Normal Form - 2NF) (1)

  • Bentuk normal 2NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk 1NF, dan semua atribut selain primary key, secara utuh memiliki Functional Dependency pada primary key

  • Sebuah tabel tidak memenuhi 2NF, jika ada atribut yang ketergantungannya (Functional Dependency) hanya bersifat parsial saja (hanya tergantung pada sebagian dari primary key)

  • Jika terdapat atribut yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka atribut tersebut harus dipindah atau dihilangkan


Contoh 11

Contoh (1)

  • Tabel berikut ini memenuhi 1NF, tetapi tidak termasuk 2NF


Contoh 21

Contoh (2)

  • Tidak memenuhi 2NF, karena {NIM, KodeMk} yang dianggap sebagai primary key sedangkan:

    {NIM, KodeMk}  NamaMhs

    {NIM, KodeMk}  Alamat

    {NIM, KodeMk}  Matakuliah

    {NIM, KodeMk}  Sks

    {NIM, KodeMk}  NilaiHuruf

  • Tabel tersebut perlu didekomposisi menjadi beberapa tabel yang memenuhi syarat 2NF


Contoh 3

Contoh (3)

  • Functional dependencynya sbb:

    • {NIM, KodeMk} NilaiHuruf (fd1)

    • NIM  {NamaMhs, Alamat} (fd2)

    • KodeMk  {Matakuliah, Sks} (fd3)

  • Sehingga :

    • fd1 (NIM, KodeMk, NilaiHuruf)  Tabel Nilai

    • fd2 (NIM, NamaMhs, Alamat)  Tabel Mahasiswa

    • fd3 (KodeMk, Matakuliah, Sks)  Tabel MataKuliah


3 rd normal form 3nf

3rd Normal Form ( 3NF )

Suaturelasidisebutmemenuhi 3NF jika:

  • Memenuhikriteria 2NF

  • Setiapatribut non kuncitidak TDF (non Transitive Dependency) terhadap PK

    Permasalahandalam 3NF adalahkeberadaanpenentu yang tidakmerupakanbagiandari PK menghasilkanduplikasirinci data padaatribut yang berfungsisebagai FK


3 rd normal form 3nf1

3rd Normal Form ( 3NF )

Cara mengubah 2 NF menjadi 3 NF:

  • Identifikasikan TDF relasi 2NF

  • Dekomposisirelasi 2NF menjadirelasi-relasibarusesuai TDF. Bilamenggunakan diagram, makasimpul-simpul yang beradapadapuncak diagram ketergantungan data bertindaksebagai PK padarelasibaru

  • Misal: Relasi R dengansifatSbb:

    a. R = (A,B,C) dengan PK = A

    b. FD : R.B  R.C

    Maka R perludidekomposisimenjadi

    a. R1 = (B,C)

    b. R2 = (A,B), FK : B references R1


Contoh 12

Contoh (1)

  • Tabel mahasis berikut ini memenuhi syarat 2NF, tetapi tidak memenuhi 3NF

  • Karena masih terdapat atribut non primary key (yakni Kota dan Provinsi) yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lain (yakni KodePos) :

    KodePos  {Kota, Provinsi}


Contoh 22

Contoh (2)

  • Sehingga tabel tersebut perlu didekomposisi menjadi :

    • Mahasiswa (NIM, NamaMhs, Jalan, KodePos)

    • KodePos (KodePos, Provinsi, Kota)


Latihan

Latihan

  • Berikut ini contoh basis data yang belum ternormalisasi :

    Masalah :

    • Tidak perlu berulang-ulang kali menyimpan data alamat, nama barang, dan harga.

    • Redundancy dapat menimbulkan masalah, yaitu data yang tidak konsisten (pensile)


  • Login