Download
1 / 25

Ekstrak Daun Sudamala ( Artemisia vulgaris ) sebagai Proapoptosis pada Sel Kanker Payudara MCF-7 - PowerPoint PPT Presentation


  • 292 Views
  • Uploaded on

Ekstrak Daun Sudamala ( Artemisia vulgaris ) sebagai Proapoptosis pada Sel Kanker Payudara MCF-7. Penguji : dr. Imam Sarwono , Sp.PA Pembimbing I : dr. S oemardini , MPd Pembimbing II : Dra. Diana Lyrawati, Apt.MS.Phd. A ngga Dewantara 09107100 33. Kanker Payudara.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Ekstrak Daun Sudamala ( Artemisia vulgaris ) sebagai Proapoptosis pada Sel Kanker Payudara MCF-7 ' - shani


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Ekstrak Daun Sudamala (Artemisia vulgaris) sebagai Proapoptosis pada Sel Kanker Payudara MCF-7

Penguji : dr. Imam Sarwono, Sp.PA

Pembimbing I : dr. Soemardini, MPd

Pembimbing II : Dra. Diana Lyrawati, Apt.MS.Phd

Angga Dewantara

0910710033


Kanker Payudara

Kanker payudara adalah perkembangbiakan (proliferasi) terus-menerus dan tidak teratur dari sel epitel ductus(saluran)pada payudara(Depkes RI,2009).

Populasi atau homeostasis (keseimbangan) jaringan ditentukan oleh kecepatan proliferasi (perkembangbiakan), differensiasi, dan apoptosis (kematian) sel

Komplikasi paling serius adalah metastase atau penyebaran sel kanker ke jaringan tubuh yang lain  peluang untuk sembuh sangat kecil, bahkan bisa menyebabkan kematian (Sjamsuhidayat, 2004).

Bila terganggu keseimbangannya  Terjadi perkembangan dari tumor dan progresi tumor (Bai et al,2007).


Terapi kanker payudara meliputi pembedahan, radiasi, hormonal, dan kemoterapi.

Tanaman sudamala (Artemisia vulgaris )

Tidak terjangkau oleh masyarakat Indonesia menengah ke bawah

Daunnya mengandung zat eupatilin  rata-rata sebesar 43,8 mg per 100g daun dari genus Artemisia (Ryu S,2008).

Salah satu solusinya  alternatif obat tradisional dengan memanfaatkan bahan alam

Eupatilin dapat meningkatkan jumlah proapoptosis Bax (Shawi et al,2011).

Efek samping lebih minimal dibanding obat antikanker sintetik

Harganya lebih murah

Mudah didapat

Menginduksi kematian sel kanker.


Latar Belakang hormonal, dan kemoterapi.

Daun tumbuhan sudamala mengandung zat eupatilin yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker .


Rumusan Masalah hormonal, dan kemoterapi.

Apakah ekstrak daun Artemisia vulgaris dapat menginduksi apoptosis sel kanker payudara MCF-7?


Tujuan Penelitian hormonal, dan kemoterapi.

Tujuan Umum

Untuk membuktikan bahwa ekstrak daun Artemisia vulgaris dapat menginduksi apoptosis sel kanker payudara.

Tujuan Khusus

Untuk membuktikan pemberian ekstrak daun Artemisia vulgaris dapat meningkatkan indeks apoptosis pada sel kanker payudara MCF-7.


Manfaat Penelitian hormonal, dan kemoterapi.

  • Bagiilmupengetahuan:

  • Menambah khasanah ilmu pengetahuandaninformasibagi masyarakat tentang penggunaan ekstrak daun Artemisia vulgaris untuk pengobatan kanker payudara

  • Bagimasyarakat:

  • Memperkenalkan teoribaru bahwa ekstrak daun Artemisia vulgaris sebagai pendekatan terapi herbal kanker payudara.


Sel Kanker MCF-7

Ekstrak daun Sudamala

Rasio apoptotic Bax

Zat Eupatilin

Cytochrom C

Apaf - 1

Apoptosis Sel Kanker ↑

Caspase Cascade


Pemberian ekstrak daun Sudamala (Artemisia vulgaris) mampu menginduksi apoptosis sel kanker MCF-7 .


Metode penelitian

Metode Penelitian


Metode penelitian1

  • Variabel hormonal, dan kemoterapi.

    • Variabel bebas : ekstrak metanol daun sudamala dengan dosis 75g/mL, 150g/mL, dan 300g/mL

    • Variabel terikat : indeks apoptosis menggunakan metode TUNEL

Metode Penelitian


Metode penelitian2

Kultur MCF-7 hormonal, dan kemoterapi.

Kelompok kontrol

Pemberian 75g/mL ekstrak

Pemberian 150g/mL ekstrak

Pemberian 300g/mL ekstrak

Tunel assay

Metode Penelitian

Analisis Data


Metode penelitian3

  • Analisis Data hormonal, dan kemoterapi.

    • Analisis data menggunakan SPSS 17.

    • Uji normalitas data

    • Uji hipotesis menggunakan One Way ANOVA

    • Uji korelasi menggunakan uji korelasi Spearman

    • Penelitian bermakna apabila p<0.05

Metode Penelitian


Hasil penelitian
Hasil Penelitian hormonal, dan kemoterapi.

Keterangan : Dosis: konsentrasi µg/ml ekstrak daun sudamala. Mean : rata-rata dari persentase indeks apoptosis dengan 6 kali pengulangan. SD : standard deviation. N : sel apoptosis/total sel dalam 6 slide pengulangan


Hasil penelitian1
Hasil Penelitian hormonal, dan kemoterapi.

Grafik rata-rata indeks apoptosis pada sel MCF-7


Hasil penelitian2
Hasil Penelitian hormonal, dan kemoterapi.


Hasil penelitian3
Hasil Penelitian hormonal, dan kemoterapi.

Keterangan : Dosis: konsentrasi µg/ml ekstrak daun sudamala. Mean : rata-rata jumlah populasi sel dari setiap slide. Persentase : Persentase populasi sel setiap dosis terhadap kontrol.


Hasil penelitian4
Hasil Penelitian hormonal, dan kemoterapi.


Pembahasan

  • Z hormonal, dan kemoterapi. at eupatilin yang terkandung dalam daun Sudamala (Artemisia vulgaris) mampu meningkatkan propapoptosis Bax(Shawi et al, 2011). Dengan meningkatnya rasio tersebut, terjadi peningkatan permeabilitas membran mitokondria.

  • Didalam cytosol cytochrome c berikatan dengan Apaf. Hal tersebut mengaktifkan caspase 9. Selanjutnya baik caspase 8 maupun caspase 9 akan mengaktivasi caspase 3, 6 atau 7.

  • Mekanisme apoptosis pada sel MCF-7 tidak melalui aktivasi caspase 3 karena pada MCF-7 caspase 3 telah termutasi, sehingga dimungkinkan ekstrak sudamala menginduksi apoptosis lewat aktivasi caspase 6 atau caspase 7.

Pembahasan


Pembahasan1

  • I hormonal, dan kemoterapi. ndeks apoptosis walaupun signifikan, tapi masih dapat dikatakan relatif kecil untuk menginduksi apoptosis. Penelitian lain yang menggunakan eupatilin pada sel hati menunjukkan bahwa eupatilin juga memiliki sifat cytoprotective. Eupatilin menghambat aktivasi bile acid-induced dari mitogen-activated protein kinase (MAPKs) dan c-Jun N-terminal kinase (JNK). Eupatilin yang menghambat JNK memiliki pengaruh terhadap penghambatan caspase 8 cleavage (Park,2006).

Pembahasan


Pembahasan2

  • Z hormonal, dan kemoterapi. at flavonoid lain seperti eupafolin yang terkandung dalam daun sudamala juga mempengaruhi pembengkakan mitokondria (Hererrias,2010). Perubahan mitokondria adalah salah satu tanda morfologis dari proses nekrosis.

  • Penelitian sebelumnya, Eupatilin menghambat siklus sel melalui penghambatan fase G2/M pada siklus sel (Kim et al,2005). Ekstrak daun sudamala juga mampu menghambat cell growth melalui aktivitas antiproliferasi sel.

Pembahasan


Kesimpulan
Kesimpulan hormonal, dan kemoterapi.


Saran
Saran hormonal, dan kemoterapi.


ad