Week 5
Download
1 / 27

Week 5 - PowerPoint PPT Presentation


  • 152 Views
  • Uploaded on

Week 5. Struktur Geologi dalam Hidrogeologi (Geological structure in hydrogeology) ‏. Reference: Geological structures materials Weight & Sonderegger , 2007, Manual of Applied Field Hydrogeology, McGraw-Hill online books

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Week 5' - shandi


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Week 5

Struktur Geologi dalam Hidrogeologi

(Geological structure in hydrogeology)‏

Reference:

Geological structures materials

Weight & Sonderegger, 2007, Manual of Applied Field Hydrogeology, McGraw-Hill online books

Mandel & Shiftan, 1981, Groundwater Resources: Investigation and Development, Academic Press


Struktur geologi

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

Struktur Geologi

  • Struktur primer: struktur yang terbentuk pada saat batuan terbentuk:

    • struktur perlapisan

    • kekar pendinginan: kekar kolom

    • foliasi (khusus pada metamorf)

  • Struktur sekunder: struktur yang terbentuk setelah batuan terbentuk, karena proses tektonik:

    • Lipatan

    • Sesar

    • Kekar


Beberapa studi kasus

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

Beberapa studi kasus

  • Rekonstruksi aliran sungai bawah tanah Kali Bribin, Gunung Kidul (Puradimaja, D.J., Santoso, D., Lubis, R.F., 1993)

  • Pemetaan hidrogeologi gunungapi G. Ciremai, Kab. Kuningan (Puradimaja, D.J., Irawan, D.E, 2001)

  • Pemetaan hidrogeologi kawasan Padalarang (Puradimaja, D.J., tim asisten, 2003)

  • Relasi airtanah dan air Danau Aneuk Laot, Sabang (Puradimaja, D.J., Budidarma, D., 2004)

  • Analisis aliran airtanah multifase di Kawasan G. Kromong, Palimanan Puradimaja, D.J., Silaen, H., 2003)

  • Rekonstruksi aliran sungai bawah tanah di kawasan Buniayu, Kab. Sukabumi (Puradimaja, D.J., Priyono, I., 2005)


Rekonstruksi Prof. Deny Juanda PuradimajaJaringan Sungai Bawah Tanah Studi Kasus : Kawasan Karst Daerah Buniayu,Kabupaten SukabumiJawa Barat


Tujuan penelitian
Tujuan Penelitian Prof. Deny Juanda Puradimaja

  • Merekonstruksi Jaringan Endokarst melalui pengukuran geofisika Metode Wenner – Schlumberger dan Metode mise A la masse

  • Memahami Sistem Akifer dan Aliran Airtanah pada akifer karst


Gua Kerek Prof. Deny Juanda Puradimaja

Gua Cipicung

Gua Siluman

Pintu Gua


Kolom Stratigrafi Daerah Penelitian (RAB Sukamto, 1975) Prof. Deny Juanda Puradimaja

Fokus Studi Penelitian


Gua Prof. Deny Juanda Puradimaja

Kerek

Gua

Siluman

Gua

Cipicung


Gua Siluman Prof. Deny Juanda Puradimaja

Gua Cipicung

Gua Kerek


Gua Prof. Deny Juanda Puradimaja

Kerek

Gua

Siluman

Gua

Cipicung


Gua Prof. Deny Juanda Puradimaja

Kerek

Gua

Cipicung

Gua

Siluman


Konfigurasi metoda mise a la masse
Konfigurasi Prof. Deny Juanda PuradimajaMetoda mise A la masse


Penampang geologi jalur gua cipicung
Penampang Geologi Jalur Gua Cipicung Prof. Deny Juanda Puradimaja










Contoh hasil
Contoh Hasil Prof. Deny Juanda Puradimaja

  • Hasil pengukuran metoda langkah kompas, didapatkan dua buah jalur gua, yaitu jalur Gua Cipicung yang berarah N 30-40oE dan jalur Gua Siluman yang berarah N 320-330oE. Kedua jalur gua tersebut saling bertemu dan berakhir di Gua Kerek.

  • Hasil pengukuran metoda Wenner-Schlumberger yang dalam interpretasi menggunakan hasil tes laboratorium, dinyatakan dengan posisi dan diameter gua, yaitu :

    • Bentangan-1 (775 mapl, tidak terdeteksi adanya rongga),

    • Bentangan-2 (776 mapl, tidak terdeteksi adanya rongga),

    • Bentangan-3 (777 mapl, 20 m x 10 m),

    • Bentangan-4 (775 mapl, 42 m x 15 m),

    • Bentangan-5 (774 mapl, 55 m x 10 m),

    • Bentangan-6 (775 mapl, 25 m x 15 m),

    • Bentangan-7 (774 mapl, 6 m x 3 m),

    • Bentangan-8 (775 mapl, 50 m x 5 m).


Contoh hasil1
Contoh Hasil Prof. Deny Juanda Puradimaja

  • Hasil metoda mise A’la masse menghasilkan bahwa di dasar lorong Gua Cipicung (total 640 meter, seluruhnya berair), sedangkan di lorong Gua Siluman (total 600 meter, air mengalir hanya sepanjang 100 m dari mulut gua bagian Selatan). Pada bagian lainnya kering dan air menghilang masuk melalui rongga-rongga kecil dan rekahan di bagian dasar Gua Siluman.


ad