1 / 42

DASAR-DASAR KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI (2)

DASAR-DASAR KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI (2). Sisdjiatmo K. Widhaningrat, Lembaga Demografi, dan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. S-2 Lingkungan, Okt. 2009. Jumlah penduduk dan ekonomi. a. Pertumbuhan penduduk 1,2 % per tahun = 0,012 X 222 juta = sekitar 2,66 juta.

shanae
Download Presentation

DASAR-DASAR KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI (2)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DASAR-DASAR KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI(2) Sisdjiatmo K. Widhaningrat, Lembaga Demografi, dan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. S-2 Lingkungan, Okt. 2009. Sis Okt 2009

  2. Jumlah penduduk dan ekonomi a. Pertumbuhan penduduk 1,2 % per tahun = 0,012 X 222 juta = sekitar 2,66 juta. b. Mereka semua bayi (usia dibawah 1 tahun). Tergantung dari Orang Dewasa. PERTUMBUHAN PENDUDUK PERTUMBUHAN EKONOMI Sis Okt 2009

  3. Demografi FERTILITAS MORTALITAS MIGRASI DEMOGRAFI Sis Okt 2009

  4. Mengapa perlu mempelajari demografi ? Subyek yang dibicarakan : • Population size, distribution and composition. • Population dynamics, the basic factors in population change. • Population estimates, population projections, and related types of data that are not directly available from a primary source, such as census, sample survey, or registration system. Sis Okt 2009

  5. Komposisi Umur dan Jenis Kelamin. Merupakan karakteristik penduduk yang pokok.  mempunyai pengaruh yang penting terhadap tingkah laku demografis maupun sosial ekonomi. • Rasio Jenis Kelamin • Penduduk “Muda” dan penduduk “Tua” : • Muda  jika proporsi penduduk dibawah umur 15 tahun hampir separuh atau jika umur mediannya kurang dari 20 tahun. Tua  jika penduduk yang termasuk dalam kelompok umur dibawah 15 tahun kurang atau sama dengan 30 %. Contoh : Indonesia tahun 1980 mempunyai ciri penduduk muda, penduduk dibawah 15 tahun adalah 41 %. Sis Okt 2009

  6. Umur Median Umur tengah yang ditentukan berdasarkan umur dari penduduk yang lebih tua dan penduduk yang lebih muda. Umur median penduduk Indonesia 1980 adalah 19,4 tahun (penduduk muda). Tiga ciri Penduduk : • Expansive : Jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur termuda. • Constrictive : Jika penduduk yang berada dalam kelompok umur termuda jumlahnya sedikit. • Stationary : Jika banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama banyaknya, kecuali pada kelompok umur tertentu. Sis Okt 2009

  7. PERUBAHAN PENDUDUK (Dinamika Kependudukan). Studi mengenai : • Perubahan jumlah penduduk • Perubahan komposisi penduduk Meliputi : • Persamaan berimbang : • P1 = Po + (B – D) + (Mi – Mo) Sis Okt 2009

  8. Perubahan alamiah Perubahan jumlah penduduk tanpa memperhitungkan migrasi (Natural increase : Fertilitas dan Mortalitas) • Persentase Perubahan Alamiah : Persentase perubahan alamiah terhadap jumlah penduduk dasar. B – D -------- X 100 % P Sis Okt 2009

  9. Persentasi Perubahan Penduduk Persentase perubahan penduduk terhadap jumlah penduduk dasar. B – D + Mi - Mo ---------------------- X 100 % P Angka Perubahan Linear : Perhitungan ini mengasumsikan adanya perubahan jumlah absolut penduduk yang sama dari tahun ke tahun lain. (Pt – Po) / n r = ----------------- P Sis Okt 2009

  10. Angka Perubahan Geometris Perhitungan ini mengasumsikan adanya angka perubahan penduduk yang sama dari tahun ke tahun.  Pt = Po (1 + r)n • Angka Perubahan Eksponensial • Waktu Berganda • Zero Population Growth Sis Okt 2009

  11. SUMBER DATA KEPENDUDUKAN • Dalam mempelajari keadaan serta perubahan penduduk suatu daerah/negara, diperlukan berbagai ukuran. Misalnya : angka pertumbuhan penduduk, angka kelahiran, angka kematian dan angka perpindahan. •  dapat dihitung dari data yang tersedia (Sensus Penduduk, Survey, Registrasi, dsb). Sis Okt 2009

  12. Transisi Demografi : Perubahan tingkat Fertilitas dan Mortalitas Sis Okt 2009

  13. Teori Transisi Demografi Yaitu teori yang menerangkan perubahan penduduk dari tingkat pertumbuhan yang stabil tinggi (tingkat kelahiran dan kema-tian yang tinggi) ke tingkat pertumbuhan rendah (tingkat kelahiran dan kematian rendah). Teori ini didasarkan pengalaman negara2 Eropa abad ke 19 (tdk berlaku umum). Terdiri dari 4 proses tahapan, yang akan dialami oleh negara yang sedang melaksa-nakan pembangunan ekonomi yang pesat. Sis Okt 2009

  14. Tahap I • Pertumbuhan penduduk sangat rendah. • Perbedaan angka kelahiran (50 per 1000 pddk) dan kematian (40 per 1000 pddk) yang tinggi, dan cenderung tidak terkendali. • Panen gagal, harga tinggi, kelaparan, penyakit menular, dsb., menyebabkan tingkat kematian tinggi. • Diimbangi dengan tingkat kelahiran “harus tinggi” juga. Sis Okt 2009

  15. Tahap II • Angka kematian menurun tajam, akibat revolusi industri, kemajuan tehnologi dan penemuan obat antibiotik. • Angka kelahiran menurun lambat, tapi masih tinggi. • Akibatnya : jumlah penduduk meningkat dengan cepat. Sis Okt 2009

  16. Tahap III • Angka kematian terus menurun, tapi tidak secepat Tahap II. • Angka kelahiran mulai menurun tajam, sebagai akibat tersedianya peralatan kontrasepsi yang semakin maju, serta peningkatan pendidikan dan kesehatan masyarakat. • Pada akhir tahap III ini pertumbuhan penduduk menjurus rendah. Sis Okt 2009

  17. Tahap IV • Angka kelahiran dan kematian sudah mencapai angka yang rendah. • Tingkat pertumbuhan penduduk juga rendah, yang dihasilkan dalam kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang maju. • Menurut Coale (1973) : Transisi Fertilitas dalam bentuk penurunan TFR, transisi mortalitas dikaitkan dengan transisi epidemiologi. Sis Okt 2009

  18. Pertumbuhan penduduk :Pt = Po + (B – D) + (Mi - Mo)Po = Jumlah penduduk tahun dasar.Pt = Jumlah penduduk tahun sesudahnya.B = Jumlah kelahiran antara 2 tahun tsb.D = Jumlah kematian antara 2 tahun tsb.Mi = Migrasi masuk antara 2 tahun tsb.Mo = Migrasi keluar antara 2 tahun tsb. Sis Okt 2009

  19. Natural Increase :Selisih kelahiran dan kematian (Fertilitas – Mortalitas). • Fertilitas : Kemampuan riil seorang wanita untuk melahirkan, yaitu jumlah bayi yang dilahirkan (lahir hidup). • Keputusan ekonomi oleh individu/rumah tangga  kaitan dengan faktor-faktor demografi (fertilitas dan migrasi)  menghasilkan bidang baru yg disebut population economics • Fertilitas adalah variabel ekonomi yang endogen, yang merupakan respon terhadap kendala dan insentif ekonomi Sis Okt 2009

  20. Fertilitas : pilihan ekonomi • Orang tua peduli dengan kuantitas (jumlah) dan kualitas (kesejahteraan) keturunan •  tercermin pada besarnya pendapatan dan pengeluaran rumah tangga untuk anak. • Ada kalanya, keturunan dianggap sebagai alat asuransi bagi kesejahteraan orang tua di umur lanjut •  Pemikiran anak sebagai “barang modal” (agraris). Sis Okt 2009

  21. Total Fertility Rate (TFR) • Adalah jumlah dari Age Spesific Fertility Rate (ASFR). • TFR Indonesia 2002-2003 (SDKI) adalah 2,6. Artinya : Setiap wanita (dalam usia reproduktif 15 – 49 tahun), rata-rata mempunyai anak 2,6 orang diakhir masa reproduksinya. Sis Okt 2009

  22. ASFR Indonesia (2002-2003) Sis Okt 2009

  23. Gross Reproduction Rate (GRR) • Angka Reproduksi Bruto : banyaknya bayi perempuan yang dilahirkan oleh suatu “cohort” wanita dalam usia produktif. • Kelemahannya : Tidak memperhitungkan kemungkinan mati bayi perempuan tersebut sebelum masa reproduksinya. • Contoh GRR Jakarta 1970 = 2.480 per 1000 wanita (15-49) atau 2,48 bayi perempuan per 1 wanita. • GRR Jakarta 1995 = 940 per 1000 wanita. Sis Okt 2009

  24. Net Reproduction Rate (NRR) • Berbeda dgn GRR, NRR memperhitungkan kemungkinan si bayi perempuan meninggal sebelum mencapai masa reproduksinya. • Asumsi : bayi perempuan tersebut meng-ikuti pola fertilitas dan mortalitas ibunya. • NRR Indonesia 1995-2000 = 1,16. Berarti banyaknya anak perempuan yang dimiliki suatu cohort wanita, yg akan hidup hingga masa reproduksinya, adalah 1,16 orang. Sis Okt 2009

  25. Children Ever Born (CEB) :jumlah anak yang pernah dilahirkan, mencerminkan banyaknya kelahiran dari sekelompok wanita selama masa reproduktif (umur 15–49 tahun).Rata-rata CEB Indonesia 2002-2003 :wanita 15 – 19 tahun adalah 0,09 dan wanita 45 – 49 tahun adalah 4,3 Sis Okt 2009

  26. Penjelasan tentang Fertilitas (selanjutnya lihat File 2A) • Fertilitas secara umum diartikan sebagai : Kemampuan manghasilkan keturunan yang dikaitkan dengan kesuburan wanita. • Dalam demografi fertilitas lebih dikaitkan dengan hasil reproduksi yang nyata (bayi lahir hidup) dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Sis Okt 2009

  27. MORBIDITAS (MORBIDITY). • Morbiditas dalam arti sempit dimaksudkan sebagai peristiwa sakit atau kesakitan. • Secara umum dapat diartikan sebagai keadaan yang menyimpang dari keadaan sehat yang normal. Morbidity :The frequency of disease and illness in a population.Dalam arti luas, morbiditas mempunyai pengertian lebih kompleks, tidak saja terbatas pada statistik atau ukuran-ukuran tentang peristiwa tersebut, tetapi juga faktor yang mempengaruhinya (determinants factors), seperti faktor sosial, ekonomi dan budaya. Sis Okt 2009

  28. MORTALITAS. Mortalitas diartikan sebagai kematian yang terjadi pada anggota penduduk. Tiga keadaan Vital : • Lahir hidup (live birth). • Mati (Death). • Lahir mati (Fetal Death). Sis Okt 2009

  29. Lahir hidup :Peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu secara lengkap, tan-pa memandang lamanya kehamilan, dan setelah perpisahan tsb terjadi, hasil konsepsi bernafas dan mempunyai tanda-tanda hidup lainnya, seperti denyut jantung, denyut tali pusat, atau gerakan2 otot, tanpa memandang apakah tali pusat sudah dipotong atau belum. Mati :Keadaan menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Sis Okt 2009

  30. Migrasi Sering diartikan sebagai perpindahan penduduk yang relatif permanen, dari suatu daerah ke daerah lain. Angka Migrasi Netto : Migran masuk – Migran keluar ----------------------------------------- k Total Penduduk Dimana k = 1.000 Sis Okt 2009

  31. Mobilitas : pengertian sederhana Mobilitas penduduk adalah aliran sementara atau aliran yang bersifat menetap (migrasi) penduduk (flow of people), dari suatu tempat ke tempat lain. Terjadinya mobilitas penduduk, antara lain karena “krisis” ekonomi dan sosial, dapat menyebabkan mobilitas antar wilayah : - In Voluntary (forced mobility), dan - Voluntary Mobility (spontan), karena : • Motif ekonomi (kesejahteraan). • Ekspektasi masa depan yang lebih baik (better expectation about the future). Sis Okt 2009

  32. Pengambilan keputusan pindah • Faktor Individudan Kontekstual (location) • Perhitungan ekonomis : perbandingan “utility” didaerah asal dengan “expected utility” didaerah tujuan. • Utilitas : diukur dengan variabel ekonomi dan non-ekonomi. • Variabel ekonomi : pendapatan, kenyamanan lokasi, dikurangi biaya peripindahan (cost) antara 2 lokasi tsb. Sis Okt 2009

  33. Migrasi : pilihan ekonomi • Pilihan untuk melakukan migrasi didorong oleh beragam motif ekonomi : - perbedaan tingkat upah atau pendapatan, - tingkat pengangguran, - tingkat urbanisasi, - jarak antar daerah, - jumlah populasi dan faktor keluarga di daerah tujuan. • Keputusan diambil oleh kelompok / individu  keluarga mengalokasikan aset tenaga kerjanya dalam cakupan geografis tertentu, dengan motivasi untuk menurunkan tingkat resiko gagal mendapatkan income (Stark 1991). Sis Okt 2009

  34. Angka urbanisasi (Indonesia) • SP 1980 = 22,3 % • SP 1990 = 30,9 % • Selama dasawarsa 1980an, angka pertumbuhan penduduk kota 5,4 %/thn, diatas pertumbuhan pddk sekitar 1,97 %. • 1990 – 1995, pertumbuhan penduduk kota 4,8 %/thn, diatas pertumbuhan pddk sekitar 1,7 %. • Angka urbanisasi di tiap propinsi membesar ? 1995 : DIY, Kaltim, Jabar, Sumut, Bali, Jatim, Jateng. Sis Okt 2009

  35. Fenomena Mega Urban • Perkembangan mega urban : Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan. • Memecahkan daya dukung suatu ruang terhadap perkembangan pddk yg pesat. • Kebijakan “dekonsentrasi planologis” : usaha men-dekonsentrasikan kegiatan2 baru maupun sebagian yg sudah ada di pusat2 perkembangan baru di daerah sekitar “wilayah inti” (core region)  bermukim di wilayah pinggiran. Sis Okt 2009

  36. Expectation of life • Expectation of life at birth (total penduduk) Indonesia = 64,9 tahun, Laki-laki = 63 tahun dan wanita = 66,8 tahun. • Konsekwensi : • Umur kerja potensial menjadi lebih panjang : orang berpengalaman vs orang muda. • Ketersediaan Tunjangan Pensiun yg layak ? • Fasilitas kesehatan usia lanjut ? Sis Okt 2009

  37. PERKAWINAN DAN PERCERAIAN • Perbedaan antara Status Perkawinan dan Perkawinan itu sendiri. • Status Perkawinan menurut PBB :Belum Kawin (single)KawinCeraiJandaDuda Sis Okt 2009

  38. MENURUT BADAN PUSAT STATISTIK • Belum Kawin :Mereka yang belum pernah menikah. Dalam kelompok ini termasuk penduduk berusia muda 0 – 14, 15-19 misalnya, dan kelompok penduduk yang hidup selibat atau tidak pernah kawin.Kawin :Adalah mereka yang kawin secara hukum (adat, negara, dan agama) dan mereka yang hidup bersama dan oleh masyarakat sekelilingnya dianggap sebagai suami isteri. Sis Okt 2009

  39. Cerai : Adalah mereka yang bercerai dari suami/isteri dan belum melakukan perkawinan ulang.Janda/Duda : Adalah mereka yang suami/isterinya meninggal dan belum melakukan perkawinan ulang. Sis Okt 2009

  40. PERCERAIAN Adalah suatu pembubaran yang sah dari suatu perkawinan dan perpisahan antara suami dan isteri oleh surat keputusan pengadilan yang memberikan hak kepada masing-masing untuk kawin ulang menurut hukum sipil dan agama, sesuai dengan peraturan atau adat kebudayaan yang berlaku di tiap-tiap negara. Sis Okt 2009

  41. Angka Perceraian Kasar :Menunjukkan jumlah perceraian yang terjadi per 1.000 penduduk. Misal di Swedia 1960 : 8.958 / 7.458.615 X 1.000 = 1,2 per 1.000 penduduk.Angka Perceraian Umum :Sudah memperhitungkan penduduk yang terkena resiko perceraian yaitu penduduk berumur 15 tahun keatas (penduduk yang berumur divorceable).Modified Crude Divorce Rata :Menunjukkan angka perceraian atas dasar jumlah pasangan yang kawin. Sis Okt 2009

  42. Persentasi Status Perkawinan, Indonesia, Sensus Pddk. 2000. Sis Okt 2009

More Related