1 / 21

Kiat Menulis Artikel

Kiat Menulis Artikel.

seanna
Download Presentation

Kiat Menulis Artikel

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Kiat Menulis Artikel Artikel atau yang sering disebut tulisan ilmiah populer adalah opini atau pendapat atau gagasan pribadi seseorang yang sifatnya ilmiah dan disajikan secara populer di media massa, yang meliputi berbagai aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam. Dalam penyajiannya tulisan ini mengacu pada metode penulisan yang gampang dimengerti, lugas dan kritis.

  2. Menggali ide. Kita harus bisa menuangkan ide-ide kita ke dalam artikel hingga tulisanya ialah murni pikiran kita. Dalam menggali ide, kita harus mengunakan pemikiran yang sistematis. Mungkin kita bisa bertanya pada diri kita sendiri apa yang ingin kita sampaikan, lalu mengapa ada masalah muncul dan bagaimana pandangan kita cara menyelesaikan masalah tersebut.

  3. Membuat kerangka tulisan secara detail Kerangka tulisan secara sederhana biasanya bermula dari pendahuluan, pembahasan masalah, kesimpulan. Biasa pula dilengkapi dengan solusi permasalahan. 

  4. Mengumpulkan data, fakta, referensi dan bahan bacaan Langkah ketiga adalah mencari dukungan opini kita. Ketika kita membuat tulisan tentang budaya freesex yang sedang merajalela, maka kita memerlukan data tentang berapa orang yang pernah melakukan hubungan sex dalam sampel yang kita pilih, berapa frekuensi hubungannya, seberapa sering berganti-ganti pasangan. Lantas kita kemudian mengumpulkan tulisan tentang budaya freesex. Tanpa dukungan dari data-data atau bahan bacaan maka tulisan kita terlihat impoten alias tidak mampu melakukan penetrasi yang lebih mendalam pada otak pembaca.

  5. Menulis dengan ekspresi bebas Langkah terakhir ialah mulai menuliskan semua yang sudah kita dapat. Kita tidak perlu berpikir bahwa menulis itu seperti menjalankan sebuah mesin mekanis yang amat rumit. Jangan pernah mengulur waktu, sebab dengan menunda-nunda akan timbul rasa bosan untuk memulai lagi. Tulis apa saja yang terbersit dalam pikiran.

  6. Editing Setelah semua ditulis barulah kita membaca ulang apa yang sudah kita tulis lalu mengedit dan menyusunya dengan rapi. Periksalah tulisan yang sudah selesai dibuat, dari kesalahan yang terjadi baik kesalahan pada data, kata atau kalimat serta pembahasan yang kurang tajam.

  7. Standar penulisan artikel Aktual. Aktualitas ialah prioritas utama. Prioritas bisa dikaitkan dengan momentum yang tengah terjadi di masyarakat, bisa juga dengan momentum sejarah. Misalnya menulis makna Maulud Nabi menjelang peringatan hari besar Islam tersebut.

  8. Bahasa yang lugas, padat dan tidak bertele-tele. Bahasa yang bertele-tele mem-buat penyampaian gagasan menjadi kurang menajam. Selain itu dapat pula membingung-kan dan memusingkan pembaca sehingga ide yang tersirat gagal ditransformasikan.

  9. Tulisan mengandung hal yang baru, baik data maupun pandangan. Banyak penulis baru yang berambisi memasukkan nama besar dan pemikiranya dalam tulisan, namun hasilnya tak lebih merupakan kumpulan review atau kutipan belaka. Upayakan juga agar data yang anda gunakan akurat.

  10. Ide anda orisinil ? Upayakan agar ide opini anda memang orisinil. Hal ini untuk menghindari tuduhan plagiator.

  11. Tulisan anda tidak terlalu berat dan teoritis. Harus dicamkan, bahwa artikel harus bisa dibaca semua orang. Menulis teknis fisika atom misalnya, jelas tidak akan dimuat. Tapi menulis sumbangan falsafah atom bagi kemanusiaan kemungkinan besar bisa dimuat.

  12. Isu dalam tulisan anda belum berlalu dalam mainframe besar. Perhatikan isu-isu besar yang tengah terjadi di masyarakat. Untuk saat ini misalnya soal pengisian jabatan Gubernur-Wakil Gubernur DIY.

  13. Tulisan tidak terlalu panjang ( max lima halaman). 

  14. Menyusun strategi sebelum menulis 1. Kepada siapa anda menyajikan tulisan anda? 2. Media apa yang anda pilih (internet, televisi, koran, majalah, radio, dsb) 3. Gaya penulisan apa yang paling tepat? 4. Kira-kira berapa lama pembaca meluangkan waktu untuk membaca tulisan anda?

  15. Beberapa kriteria utama artikel yang bisa dimuat: Aktual. Hal pertama yang diperhatikan redaktur media ketika menerima kiriman artikel adalah aktualitasnya. Adakah newspeg-nya? Adakah cantolan aktualitasnya pada peristiwa atau kegiatan yang sudah dan sedang berlangsung? Newspeg ini bisa berupa peristiwa itu sendiri, misalnya wabah demam berdarah, banjir, pendaratan wahana robotik di Mars atau bisa juga berupa aktivitas ilmiah seperti adanya kongres ilmuwan nasional maupun dunia mengenai suatu topik ilmu.

  16. Mengandung unsur baru. Jika tulisan Anda sudah aktual, hal lain yang akan diperhatikan redaktur adalah adakah unsur baru dalam tulisan tersebut. Unsur baru ini bisa dilihat dari angle (sudut pandang) tulisan maupun data-data dan informasi baru yang disajikan. Apakah angle tulisan Anda menarik atau tidak?

  17. Kerangka atau sistematika tulisan. Secara substansial, tidak ada perbedaan antara kerangka penulisan artikel populer dengan artikel ilmiah; setidaknya mengandung tiga komponen utama, yakni pendahuluan, bagian isi dan bagian akhir yang berisi kesimpulan dan saran. Namun untuk artikel iptek populer, pemisahan itu sengaja dibuat tidak begitu nyata. Artinya, Anda tidak perlu menulis sub-judul dalam tulisan dengan Pendahuluan, Isi dan Penutup, tetapi bisa Anda ganti sub-judul lain yang lebih menarik, tapi tetap mengandung ketiga komponen di atas.

  18. Gaya penulisan. Langkah berikutnya yang harus diperhatikan adalah gaya penulisan. Sering kali tulisan yang menarik tapi ditolak hanya karena gaya penulisannya sangat “academic-heavy” dan dipenuhi dengan istilah-istilah yang tak disertai padanannya dalam bahasa Indonesia. Anda harus membayangkan, redaktur tidak punya banyak waktu untuk mengedit kembali tulisan Anda, jadi dia cenderung akan memuat tulisan yang sudah jadi dan siap muat saja. Karenanya, cobalah tulis gagasan dan pemikiran Anda dalam bahasa yang sederhana, populer dan hidup. Tempatkan diri Anda sebagai pembaca awam ketika Anda sedang memeriksa hasil akhir tulisan Anda. Kalau Anda merasa istilah yang digunakan masih terlalu “berat”, carilah padanan lain yang yang lebih pas – tentunya dengan tidak mengurangi makna ilmiah yang sebenarnya.

  19. Bahan pendukung. Jangan lupa melengkapi tulisan Anda dengan dengan bahan, foto, gambar, grafik, ilustrasi dan tabel pendukung. Ingat, sebagai artikel iptek, Anda tentu berurusan dengan data, skema, angka, rumus dan referensi tertentu, yang dapat mendukung argumen Anda dalam tulisan tersebut dan Anda merasa hal itu penting untuk diketahui masyarakat.

  20. Sertakan CV singkat. Sebuah keterangan mengenai siapa Anda akan sangat membantu editor untuk memutuskan apakah artikel ini ditulis seorang awam atau seorang pakar atau peneliti. Namun editor juga tidak tergantung nama besar Anda, tetapi juga kualitas tulisan. Seorang akademisi yang menulis membosankan tidak akan banyak memberi manfaat apalagi disertakan berbagai teori yang “berat”.

More Related