Bahan bacaan
Download
1 / 79

Bahan Bacaan: - PowerPoint PPT Presentation


  • 322 Views
  • Uploaded on

Bahan Bacaan:. Sudikno, Pengantar Ilmu Hukum Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis), Chandra Pratama, 1996 Sudikno, Penemuan Hukum Ridwan Syahrani , Pengantar Ilmu Hukum Lili Rasyidi , Filsafat Hukum & Teori Hukum Suryono Soekanto , Sosiologi Hukum

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Bahan Bacaan:' - seanna


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Bahan bacaan
Bahan Bacaan:

  • Sudikno, Pengantar Ilmu Hukum

  • Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis), Chandra Pratama, 1996

  • Sudikno, Penemuan Hukum

  • Ridwan Syahrani, Pengantar Ilmu Hukum

  • Lili Rasyidi, Filsafat Hukum & Teori Hukum

  • Suryono Soekanto, Sosiologi Hukum

  • Satjipto Rahardjo, Sosiologi Hukum

  • Sunaryati Hartono, Perbandingan Hukum

  • W. Friedman, Teori & Filsafat Hukum


Aspek aspek pengubah hukum

ASPEK-ASPEKPENGUBAH HUKUM

Oleh:

Suhrawardi K Lubis, SH.,Sp.N.,MH

Farid Wajdi, SH.,M.Hum


Pengertian aspek aspek pengubah hukum
PengertianAspek-aspek Pengubah Hukum

Dilihat dari sudut gramatikalnya terdiri dari tiga suku kata, yaitu:

  • Aspek

  • Pengubah

  • Hukum


Kata aspek berarti
Kata “ASPEK” berarti

Kata aspek berarti:

  • “tanda” atau

  • “sudut pandang” atau

  • “dapat juga diartikan sebagai kategori gramatikal verba (lingkungan kata kerja; kata yang menggambarkan proses, perbuatan atau keadaan) yang menunjukkan lama dan jenis perbuatan”

    (KBBI)


Kata pengubah berarti
Kata “PENGUBAH” berarti:

Berasal dari kata “ubah”, yang berarti:

1. menjadi lain (berbeda) dari semula

2. bertukar (beralih, berganti menjadi sesuatu yang lain.

Sedangkan pengubah berarti “ orang atau sesuatu yang mengubah”

(KBBI)


Kata hukum berarti
Kata “HUKUM” berarti:

Kumpulan aturan, perundang-undangan atau hukum kebiasaan, di mana suatu negara atau masyarakat mengakuinya sebagai sesuatu yang mempunya kekuatan mengikat terhdap warganya.

(Oxford English Dictionary)


Dengan demikian aspek pengubah hukum dapat diartikan sbb
Dengan demikian “ASPEK PENGUBAH HUKUM” dapat diartikan sbb:

“Proses, perbuatan atau keadaan yang mengubah Hukum”


Materi bahasan
Materi Bahasan: sbb:

  • Pendahuluan

  • Sistem Hukum Dunia

  • Sumber Hukum

  • Penemuan Hukum

  • Faktor-faktor Pengubah Hukum


Materi bahasan1
Materi Bahasan: sbb:

VI. Kesadaran Hukum Dalam Masyarakat

dalam melaksaanakan perubahan.

VII.Law Tool of Social Enginering


Ii sistem hukum dunia
II. SISTEM HUKUM DUNIA sbb:

Yang dimaksud dengan Sistem Hukum;

Sistem merupakan tatanan atau kesatuan yang utuh yag terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling berkaitan erat satu sama lain.

Dengan kata lain sistem hukum adalah suatu kumpulan unsur-unsur yang ada dalam interaksi satu sama lain yg merupakan satu kesatuan yg terorganisasi dan kerjasama ke arah tujuan kesatuan.


Prof. Rene David sbb: membagi sistem hukum sebagai berikut:

  • Sistem Romawi Jerman (selalu diistilahkan dengan Civil Law).

  • Sistem Common Law

  • Sistm Hukum Agama dan Filsafat

  • Sistem Hukum Sosialis


Civil law
Civil Law sbb:

Seperti yang berlaku di negara-negara Eropa yang lebih mementingkan kodifikasi, ilmu hukum kontinental ini sangat dipengaruhi oleh hukum Romawi.


Common law
Common Law sbb:

Sistem ini berasal dari Inggris (dalam sistem ini tidak ada sumber hukum, sumber hukum hanya kebiasaan masyarakat yang dikembangkan di pengadilan/keputusan pengadilan). Hkm Inggris karena keadaan geografis dan perkembang an politik serta sosial yang terus menerus, dengan pesat berkembang menurut garisnya sendiri, dan pada waktunya menjadi dasar perkembangan hukum Amerika.


Dalam perkembangannya Hkm Amerika bertambah bebas dlm sistem hukum aktual nya, yang lama kelamaan terdapat perbedaan yang fundamental yaitu:

  • Di Amerika Hk yang tertinggi tertulis, yakni konstitusi Amerika yang berada di atas tiap- tiap undang-undang. Di Inggris kekuasaan parlemen untuk membuat uu tdk terbatas.

  • Karena seringnya ada kebutuhan akan penafsiran konstitusi, Hakim Amerika (dibanding Inggris)lebih sering dihadapkan pada persoalan kepenti umum.


3. Kebutuhan untuk mensistematisasikan hukum, di Amerika dirasa lebih mendesak, karena banyaknya bahan hukum yang merupakan ancaman karena tidak mudah untuk diatur


Khusus indonesia
Khusus Indonesia dirasa lebih mendesak, karena banyaknya bahan hukum yang merupakan ancaman karena tidak mudah untuk diatur

Selain sistem hukum yang disebutkan di atas juga dikenal:

5. Sistem Hukum Adat


Iii sumber sumber hukum
III. SUMBER-SUMBER HUKUM dirasa lebih mendesak, karena banyaknya bahan hukum yang merupakan ancaman karena tidak mudah untuk diatur

Pengertian;

Adalah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mengikat dan memaksa, sehingga apabila aturan-aturan itu dilanggar akan menimbulkan sanksi yang tegas dan nyata bagi pelanggarnya.


Menurut civil law
Menurut dirasa lebih mendesak, karena banyaknya bahan hukum yang merupakan ancaman karena tidak mudah untuk diaturCIVIL LAW

1. Undang-undang

2. Kebiasaan

4 Sumber

3. Traktat

4. Doktrin


Menurut common law
Menurut dirasa lebih mendesak, karena banyaknya bahan hukum yang merupakan ancaman karena tidak mudah untuk diaturCOMMON LAW

Putusan Pengadilan

Ada 2

sumber

Produk Parlemen


Menurut islamic law
Menurut ISLAMIC LAW dirasa lebih mendesak, karena banyaknya bahan hukum yang merupakan ancaman karena tidak mudah untuk diatur

Al-Qur’an

Al-Hadis

Ada 4

Ijma’ Ulama*

Ijtihad


Sumber hukum ijtihad dapat dilaku kan dengan berbagai cara yaitu
Sumber Hukum Ijtihad dapat dilaku kan dengan berbagai cara, yaitu ;

Qias

Al-Istihsan

Sad Zariah

Ijtihad Istislah

Istishaq

Maslahah Mursalah

Urf


Keistimewaan hukum islam
Keistimewaan Hukum Islam yaitu ;

1.Universal

(Internasional/menyeluruh)

2.Humanity

Ada 3 (Insaniah /Kemanusiaan /penuh kasih)

3.Morality

(Akhlaq)


3 karakteristik hukum islam hasbi ashsiddiqy
3 Karakteristik Hukum Islam yaitu ;(Hasbi Ashsiddiqy)

  • Harakah

    (Utuh)

  • Waqathah

    (Harmoni)

  • Takamul

    (Sempurna)

    3 Karakteristik


Menurut costemer law
Menurut yaitu ;COSTEMER LAW

Kebiasaan

Ada 2

sumber

Tradisi


Menurut socialist law
Menurut SOCIALIST LAW yaitu ;

Sumbernya adalah:

Keputusan Tertinggi para penguasa berupa produk kebijaksanaan pemerintah atau negara.

Intinya: tidak ada sumber hukum yang resmi, yang jelas:

1. Hukum adalah penguasa negara

2. Hukum membela Rakyat proletar


Sistem hukum sosialis

Ada dua teori yang mendasari hukum dalam masyarakat sosialis, yaitu:

Pertama

Keseluruhan hubungan-hubungan dari produksi membangun struktur ekonomi masyarakat, dasar yang sebenarnya, yang di atasnya timbul supra-struktur hukum dan politik, dan dengan mana bentuk-bentuk kesadaran sosial menyesuaikan diri.

Sistem Hukum Sosialis


Kedua
Kedua; sosialis, yaitu:

Bahwa seluruh cita hukum berkaitan dengan negara dan karena itu merupakan sarana dengan mana mereka yang mengawasi alat-alat produksi tetap mengawasi mereka yang dicabut hak miliknya. Dengan berpindahnya pemilikan alat-alat produksi ketangan masyarakat, individu akan dilibatkan, seperti halnya negara dan hukum, yang dibenarkan hanya oleh kebutuhan dengan paksaan.


Catatan
Catatan: sosialis, yaitu:

Kedua teori ini tentunya sangat menyesatkan, sebab dapat menjadi penyekat pemikiran konstruktif mengenai fungsi hukum dalam masyarakat sosialis.


Iv penemuan hukum
IV. PENEMUAN HUKUM sosialis, yaitu:

Penemuan hukum ini dilakukan oleh Hakim, dalam penemuan hukum ini ada perbedaan pandangan antara Eropa Kontinental dengan Anglo Saxon

Eropa Kontinental tidak memisahkan secara tegas antara metode interpretasi dengan metode konstruksi, sedangkan Anglo Saxon memisahkannya secara tegas.


Kapan penemuan hukum diperlukan
Kapan Penemuan Hukum diperlukan ? sosialis, yaitu:

Untuk menjawab ini ada dua aliran pemikiran:

  • Penganut Doktrin “Sen-clair”

    Aliran ini berpendapat penemuan hukum dibutuhkan apabila:

    a. Peraturannya belum ada untuk suatu

    kasus in konkreto, atau

    b. Perturan sudah ada tetapi belum jelas

    Diluar keadaan ini penemuan hukum tidak ada.


2. Penemuan Hukum harus selalu dilakukan. sosialis, yaitu:

Hakim selalu dan tidak pernah tidak

melakukan penemuan hukum


2 jenis metode penemuan hukum
2 Jenis Metode Penemuan Hukum sosialis, yaitu:

Interpretasi

Metode

penemuan

Hukum

Konstruksi


Perbedaannya
Perbedaannya; sosialis, yaitu:

Interpretasi:

Penafsiran terhadap teks Undang-undang, dengan masih tetap berpegang pada bunyi teks itu.

Konstruksi:

Hakim menggunakan penalaran logisnya untuk mengembangkan lebih lanjut suatu teks UU, dimana hakim tidak lagi berpegang kepada bunyi teks, tetapi tidak mengbaikan hukum sebagai suatu sistem


Jenis interpretasi dewasa ini
Jenis Interpretasi dewasa ini sosialis, yaitu:

  • Metode subsumptif

  • Interpretasi gramatikal

  • Intrpretasi historis

  • Interpretasi sistematis

  • Interpretasi sosiologis atau teleologis

  • Interpretasi komparatif

  • Interpretasi futuristis

  • Interpretasi restriktif

  • Interpretasi ekstensif


Jenis metode konstruksi
Jenis Metode Konstruksi sosialis, yaitu:

Sebelum membicarakan jenis konstruksi terlebih dahulu dikemukakan syarat utama untuk melakukan konstruksi:

1. Meliputi materi hukum positif

2. Tidak boleh membantah dirinya sendiri

3. Faktor estetis

Intinya harus mengandung materi, kesatuan

logis dan bentuk


Metode konstruksi
Metode Konstruksi: sosialis, yaitu:

a. Metode Argumentum Per Analogiam, dan

b. Metode Argumentum A’ Contrario

c. Rechtsvervijnings(Pengkonkritan/penyempitan hukum)

d. Fiksi Hukum


Aliran aliran penemuan hukum
Aliran-aliran Penemuan Hukum sosialis, yaitu:

Aliran Legisme

Penemuan Historis

Hukum Begriffsjurisprudenz

Interessenjurisprudenz

Freirechtbewegung


Aliran legisme
Aliran Legisme sosialis, yaitu:

Aliran ini lahir sbg reaksi atas ketidak seragaman hukum kebiasaan pada abad 19 dengan jalan kodifikasi dengan menuangkan hukum secara lengkap dan sistemats dalam kitab undang-undang.

Aliran ini menegaskan bahwa satu-satunya sumber hukum adalah undang-undang, yang dianggap cukup jelas dan lengkap yang berisi semua jawaban terhadap persoalan hukum sehingga hakim hanyalah berkewajiban menerapkan peraturan hukum pada peristiwa konkrit dengan bantuan penafsiran gramatikal.


Pemecahannya melalui subsumptie dan untuk melaksanakan ini diperlu kan syarat syarat
Pemecahannya melalui subsumptie, dan untuk melaksanakan ini diperlu kan syarat-syarat:

  • Undang-undang harus bersifat umum (berlaku bagi setiap orang.

  • Ketentuan-ketentuan yang ada di dalamnya harus dirumuskan secara abstrak (sehingga berlaku umum)

  • Sistem peraturannya harus lengkap, sehingga tidak ada kekosongan-kekosongan.

    Berdasarkan pendapat ini maka semua hukum terdapat di dalam undang-undang, dan hanya undang-undanglah yang menjadi sumber hukum.


Mazhab historis
Mazhab Historis diperlu kan syarat-syarat:

Abad ke 20 disadari bahwa UU tidak lengkap, nilai-nilai yang dituangkan tidak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat, kalau kondisi ini diperta-hankan maka akan terjadi kekosongan hukum.

Akhirnya Von Savigny mempelopori pandangan yang kemudian dinamai Mazhab Historis, yang inti pandangannya adalah:

”Hukum tumbuh dari kesadaran hukum bangsa di suatu tempat dan pada waktu tertentu”.


Begriffsjurisprudenz
Begriffsjurisprudenz diperlu kan syarat-syarat:

Ketidak mampuan legislator meremajakan undang-undang pada waktunya merupaka alasan dasar untuk memberi peran yang lebih aktif kepada hakim untuk menyesuaikan undang pada keadaan yang baru.

Dalam posisi seperti ini jurisprudensi mulai memperoleh peranan sebagai sumber hukum.

Dalam abad 19 lahirlah aliran yang dipelopori oleh Rudolf von Jhering yang menekankan pada sistematik hukum.


Inti ajaran ini menegaskan bahwa
Inti ajaran ini menegaskan bahwa; diperlu kan syarat-syarat:

Yang ideal adalah apabila sistem yang ada berbentu suatu piramida, yang mana dipuncak piramida terletak asas utama, dan dari puncak piramida dibuatlah pengertian-pengertia baru (Begriff) dan selanjutnya dikembangkan sistem asas-asas dan pengertian-pengertian umum yg digunakan untuk mengkaji undang-udang.


Piramida begriff
Piramida Begriff diperlu kan syarat-syarat:

asas

utama

pengertian-pengertian


Ciri khas aliran ini
Ciri khas aliran ini: diperlu kan syarat-syarat:

Lebih memberikan kebebasan kepada hakim tinimbang aliran legisme, hakim tidak perlu terikat pada bunyi undang-undang, dia dapat mengambil argumentasinya dari peraturan-peraturan hukum yang tersirat dalam undang-undang. Dengan demikian lebih bersandar kepada ilmu hukum.


Interessenjurisprudenz
Interessenjurisprudenz diperlu kan syarat-syarat:

Aliran ini sebagai reaksi terhadap aliran Begriffjurisprudenz, aliran ini lebih menitik beratkan kepada “kepentingan-kepentingan” (interessen) yang difiksikan, dan oleh karena itu pulalah aliran ini dinamai dengan “Interesenjurisprudez” yang mengalami masa kejayaan pada awal abad 20 di Jerman.


Pendapat aliran ini
Pendapat aliran ini: diperlu kan syarat-syarat:

Bahwa hukum tidak boleh dilihat oleh hakim sebagai formil-logis belaka, akan tetapi harus dinilai menurut tujuannya.

Adapun yang menjadi tujuan menurut van Jhering adalah “idee keadilan dan kesusilaan yang tak mengenal waktu”

Contoh: bahwa siapa yang dalam proses hak milik benda tidak atas nama, dan dapat menunjukkan penguasanya (bezit) atas benda tersebut, maka ia dibebaskan dari pembuktian.


Freirechtbewegung
Freirechtbewegung diperlu kan syarat-syarat:

Reaksi yang tajam terhadap aliran Legisme baru muncul pada sekitar tahun 1900 di Jerman, reaksi ini dimulai oleh Kantorowics dengan nama samaran Gnaeus Flavius.

Aliran ini menantang keras pendapat yang menyatakan bahwa kodifikasi itu lengkap dan hakim dalam proses penemuan hukum tidak memiliki sumbangan kreatif.


Aliran ini berpendapat bahwa
Aliran ini berpendapat bahwa: diperlu kan syarat-syarat:

Hakim memang harus menghormati undang-undang, tetapi ia dapat tidak hanya sekedar tunduk dan mengikuti undang-undang, melainkan menggunakan undang-undang sebagai sarana untuk menemukan pemecahan peristiwa konkrit yang dapat diterima. Dapat diterima karena pemecahan yang diketemukan dapat menjadi pedoman bagi peristiwa konkrit serupa lainnya, di sini hakim tidak berperan sebagai penafsir undang-undang, tetapi sebagai pencipta hukum.


V faktor faktor pengubah hukum
V. FAKTOR-FAKTOR PENGUBAH HUKUM diperlu kan syarat-syarat:

ASPEK POLITIK

1. Penguasa

2. Orsospol

3. Ormas

4. LSM/NGO

5. Kelompok penekan


Aspek budaya
Aspek Budaya diperlu kan syarat-syarat:

1. Perubahan Nilai

2. Euporia Reformasi

BUDAYA 3. Anti kemapanan

4. Kontak Budaya

5. Stratifikasi


Aspek ekonomi
Aspek Ekonomi diperlu kan syarat-syarat:

-Pengelompokan Negara

-Perdagangan bebas

ASPEK -Perjanjian

EKONOMI -Traktat

-ADR

-Arbitrase


Tren global
Tren Global diperlu kan syarat-syarat:

-Tidak ada batas negara

-Informasi yang cepat

-Komunikasi

TREN GLOBAL -Komplek Industri militer

-Lawyer asing

-ADR

-Arbirase


Iptek
IPTEK diperlu kan syarat-syarat:

Perobahan gaya hidup

IPTEK Utiliti

Kejahatan tingkat tinggi


Pendidikan
Pendidikan diperlu kan syarat-syarat:

SDM

PENDIDIKAN Pengacara

Pengangguran tkt tinggi


Menurut friedman ada 3 unsur hukum yang berubah
Menurut Friedman ada 3 unsur hukum yang berubah: diperlu kan syarat-syarat:

Struktur Hukum

Substansi Hukum

Kultur hukum


Struktur hukum
Struktur Hukum diperlu kan syarat-syarat:

Pola yang menunjukkan tentang bagaimana hukum itu dijalankan menurut ketentuan-ketentuan formalnya, struktur ini menunjukkan bagaimana pengadilan, pembuat hukum dan lain-lain badan serta proses hukum itu berjalan dan dijalankan.


Substansi hukum
Substansi Hukum diperlu kan syarat-syarat:

Adalah peraturan-peraturan yang dipakai oleh para pelaku hukum pada waktu melaksanakan perbuatan-perbuatan serta hubungan-hubungan hukum.

Contoh:

pada saat pedagang melaksanakan perjanjian antar sesamanya, pd saat itu ia mendasarkan hubungannya pada peraturan perdagangan, dan inilah yang disebut dengan substansi hukum.


Kultur hukum
Kultur Hukum: diperlu kan syarat-syarat:

adalah penamaan untuk unsur tuntutan atau permintaan. Tuntutan tersebut datangnya dari rakyat atau para pemakai jasa hukum, seperti pengadilan.

Contoh:

Jika seorang kreditur menghadapi kredit macet, maka ia dapat menempuh berbagi alternatif:

- kekeluargaan - jasa tukang pukul - arbitrase

- melimpahkan ke pengadilan.


Perubahan hukum perubahan masyarakat
PERUBAHAN HUKUM & PERUBAHAN MASYARAKAT diperlu kan syarat-syarat:

Persoalan perubahan hukum dan perubahan masyarakat ini dua hal penting, yaitu:

  • Bagaimana hukum menyesuaikan diri dengan perubahan masyarakat (Hukum berperan pasif).

  • Sejauhmana hukum berperan untuk menggerakkan masyarakat menuju suatu perubahan yang terencana (Hukum berperan aktif). Disini fungsi hukum sebagai a tool of social engineering/alat rekayasa masyarakat.


Hukum berperan pasif
Hukum berperan pasif: diperlu kan syarat-syarat:

Menurut Grossman kaidah sosial yang dapat

mengalami perubahan

Perubahan pd kaidah perubahan pd kaidah

kaidah individual kaidah kelompok

perubahan pada kaidah

kaidah masyarakat


Hukum berperan aktif
Hukum berperan aktif diperlu kan syarat-syarat:

Menurut pendapat ini Law is a tool of social engineering.

Teori ini pertama sekali diperkenalkan oleh Roscoe Pound, aliran ini berpendapat hukum muncul sbg alat untuk menciptakan perubaan.

Perubahan oleh hukum ini dapat saja didahului oleh penemuan teknologi, kontrak, konflik kebudayaan, gerakan-gerakan sosial, fungsi perubahan fisik, biologis serta kependudukan. Setelah itu baru hukum dipanggil untuk menyelesaiaknan persoalan yang timbul akibat adanya perobabahan tersebut.


Putusan hakim sebagai a tool of social engineering
Putusan Hakim sebagai diperlu kan syarat-syarat:a tool of social engineering:

Menurut Roscoe Pound (Friedman, 1953: 350-35) bahwa:

  • Fungsi “social engineering” dari hukum maupun putusan hakim ditentukan dan dibatasi oleh kebutuhan untuk menyeimangkan antara stabilitas hukum dan kepastian thd perkembangan hukum sebagai alat evolusi sosial.

  • Kebebasan pengadilaan yang merupakan hal esensial dlm masyarakat demokratis, pembatasan lebih lanjut jika pengadilan menjadi penerjemah- penerjemah yang tertinggi dari konstitusi.


3. Dalam sistem-sistem hukum, ditangan organ diperlu kan syarat-syarat: organ politiklah terletak pengawasan yang tertinggi terhadap kebijakan badan legislatif sehingga fungsi hakim relatif lebih mudah.

4. Dalam penafsiran preseden dan undang-udang, fung

si pengadilan dapat dan harus harus lebih positif dan

konstruktif.

5. Semakin lebih banyak penggunaan hukum sbg alat pengendalian sosial serta kebijakan dalam masyara kat modern, secara bertahap mengurangi “hukum nya pakar hukum”, dan dgn demikian fungsi kreatif hakim dan sistem hukum kebiasaan berperan.


Alat bantu bagi hakim
Alat Bantu bagi Hakim diperlu kan syarat-syarat:

1. Keterangan pakar

Sering terjadi kekeliruan yang meyebutkan keterangan pakar sebagai saksi ahli, padahal sesungguhnya ada perbadaan asasi antara keterangan saksi dan keterangan pakar.

2. Komputerisasi

Lahirnya ilmu baru di bidang hukum yang disebut dengan Jurimetrik


Ciri khas jurimetrik
Ciri khas Jurimetrik: diperlu kan syarat-syarat:

  • Berkaitan dgn analisis kuantitatif dari tingkah laku hakim.

  • Penerapan teori komunikasi dan informasi terhadap ekspressi hukum.

  • Penggunaan logika matematika dalam hukum.

  • Mencari kembali data hukum dengan pemanfaatan elektronika dan mekanik.

  • Merumuskan suatu kalkulus dari prediktabilitas hukum.


Sebelum jurimetrik dikenal terlebih dahulu dikenal apaa yang disebut dengan law report
Sebelum Jurimetrik dikenal terlebih dahulu dikenal apaa yang disebut dengan law report

Law report itu memuat antara lain:

  • Judul perkara,

  • Nomor acara pengadilan,

  • Tanggal putusan,

  • Kata pengantar (jenis perkaranya)

  • Ikhtisar,

  • Nama pengacara,

  • Ringkasan pledooi atau surat tuduhan

  • Ringkasan kenyataan.

  • Penjelasan pengadilan

  • Putusan pengadilan


Beberapa pandangan tentang perubahan hukum
Beberapa Pandangan Tentang Perubahan Hukum disebut dengan law report

  • Daniel S. Lev

  • Sinzheimer

  • Karl Renner

  • Thomas C. Dienes

  • Grad

  • Robert Seidman

  • Max Weber


Pandangan daniel s lev tentang perubahan hukum
Pandangan Daniel S. Lev tentang Perubahan Hukum disebut dengan law report

Hukum itu bukanlah hukum tertulis atau perundang-undangan (sebab itu akan menyempitkan arti hukum.

Hukum yang dimaksud dengan perubahan hukum adalah hukum yang ada dalam praktek sehari-hari oleh para pejabat hukum (Hakim, Jaksa, Polisi, Pengacara, dsb) apabila tingkah laku mereka berubah maka hukumpun telah berubah, walaupun peraturan perundang-undangannya masih tetap seperti dulu.


Teori sinzheimer
Teori Sinzheimer: disebut dengan law report

Ada beberapa makna yang dapat diberikan mengenai pengertian perubahan hukum, antaralain perubahan hukum dalam bentuk pemberian isi konkret terhadapkaidah hukum yang abstrak.

Teori ini lebih lanjut dikembangkan Karl Renner.


Teori karl renner
Teori Karl Renner: disebut dengan law report

Konsep hukum dari masyarakat pra-kapitalisme, tanpa mengalami perubahan secara formal, masih dapat menyesuaikan diri pada masyarakat kapitalisme.

Misalnya Ketika Renner membahas tentang konsep kepemilikan. Semejak dulu penguasaan atas objek pemilikan itu si pemilik hanya memiliki hubungan pada objek pemilikan yaitu benda, namun dalam perkembangannya ke arah kapitalisme telah mengubah secara de facto hubungan tersebut


Bukti perubahan itu misalnya
Bukti perubahan itu misalnya: disebut dengan law report

Banyaknya arus perundang-undangan yang mengalihkan barang milik menjadi barang umum, dengan demikian, makna abstrak dari hak milik, yg sementara itu rumusannya tetap saja, telah berubah isinya diakibatkan bergesernya hubungan-hubungan yg diatur oleh kaidah itu menjadi bersifat publik.


Teori perubahan thomas c dienes
Teori Perubahan Thomas C. Dienes disebut dengan law report

Perubahan hukum secara formal akan mengakibatkan terlibatnya pula badan-badan yang menggerakkan perubahan itu, dan badan yang dimaksud itu terutama: badan legislatif dan badan peradilan.


Teori grad ttg momen perubahan
Teori Grad ttg Momen Perubahan: disebut dengan law report

Untuk menentukan kapan saat yang tepat hukum untuk mengatur tidaklah mudah, sebab mungkin saja suatu kelompok masyarakat membutuhkan pemecahannya, tetapi kelompok lain belum tentu merasakan hal yang sama.

Kelebihan badan legislatif adalah keleluasaannya untuk berfikir dan menimbang-menimbang untuk pembuatan hukum baru, tetapi kelebihan ini sekaligus sebagai kelemahan, krn masa menilai itu tlh ditinggalkan oleh perubahan masyarakat.


Teori robert seidman
Teori Robert Seidman disebut dengan law report

Bahwa hukum itu tidak demikian saja dapat ditransfer dari suatu masyarakat ke masyarakat yang lainnya, hal ini dikenal dengan istilah;

The Law of The Non Transferrability of Law

Hal ini terjadi disebabkan berbedanya perangkat sosial, nilai-nilai sosial yang dianut, stratifikasi sosialnya dan taraf pemikiran warga masyarakatnya.


Teori max weber
Teori Max Weber disebut dengan law report

Perkembangan hukum itu melalui 4 tahapan, yaitu:

  • Pengadaan hukum melalui pewahyuan (revelation) scr kharismatik (law prophets), (ini sangat berbeda dgn pakar yang mendasarkan pembuatan hukum dari kaidah yg ada sebelumnya)

  • Penciptaan dan penemuan hukum secara empiris oleh para legal honoratiores”.

  • Pembenahan (imposition) hukum oleh kekuatan-kekuatan sekuler atau teokratis, bersifat “secular theocratic”

  • Hukum digarap secara sistematis dan dilakukan secara profesional olh yang memeperoleh pdd formal hukum.


Vi kesadaran hukum
VI. KESADARAN HUKUM disebut dengan law report

Secara ilmiah maupun melalui peng amatan sangat sulit mengetahui adanya kesadaran hukum masyarakat, akan lebih sulit lagi jika ingin mengetahui tingkat kesadaran yang dimiliki oleh mereka.

Untuk mengetahui secara kualitatif, tinggi atau rendahnya kesadaran hukum adalah dengan cara melakukan pengamatan, adapun petunjuk-petunjuk yang perlu diamati


4 indikator petunjuk kesadaran hukum masyarakat
4 indikator petunjuk kesadaran hukum masyarakat disebut dengan law report

Pengetahuan Hukum

Pemahaman kaidah

4 kaidah hukum

indikator

Sikap terhadap norma-norma

Prilaku Hukum


Motivasi mematuhi hukum
Motivasi mematuhi hukum disebut dengan law report

Jika dianalisis lebih lanjut ada bebarapa faktor pendorong yang menjadikan norma hukum lebih dipatuhi oleh masyarakat

  • Dorongan yang bersifat psikologis/ kejiwaan.

  • Dorongan untuk memelihara nilai-nilai moral yang luhur di dalam masyarakat.


3. Dorongan dalam upaya untuk disebut dengan law report

memperoleh perlindungan hukum.

4. Dorongan untuk menghindar dari

sanksi hukum.


ad