Bahan bacaan
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 79

Bahan Bacaan: PowerPoint PPT Presentation


  • 269 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Bahan Bacaan:. Sudikno, Pengantar Ilmu Hukum Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis), Chandra Pratama, 1996 Sudikno, Penemuan Hukum Ridwan Syahrani , Pengantar Ilmu Hukum Lili Rasyidi , Filsafat Hukum & Teori Hukum Suryono Soekanto , Sosiologi Hukum

Download Presentation

Bahan Bacaan:

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Bahan bacaan

Bahan Bacaan:

  • Sudikno, Pengantar Ilmu Hukum

  • Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis), Chandra Pratama, 1996

  • Sudikno, Penemuan Hukum

  • Ridwan Syahrani, Pengantar Ilmu Hukum

  • Lili Rasyidi, Filsafat Hukum & Teori Hukum

  • Suryono Soekanto, Sosiologi Hukum

  • Satjipto Rahardjo, Sosiologi Hukum

  • Sunaryati Hartono, Perbandingan Hukum

  • W. Friedman, Teori & Filsafat Hukum


Aspek aspek pengubah hukum

ASPEK-ASPEKPENGUBAH HUKUM

Oleh:

Suhrawardi K Lubis, SH.,Sp.N.,MH

Farid Wajdi, SH.,M.Hum


Pengertian aspek aspek pengubah hukum

PengertianAspek-aspek Pengubah Hukum

Dilihat dari sudut gramatikalnya terdiri dari tiga suku kata, yaitu:

  • Aspek

  • Pengubah

  • Hukum


Kata aspek berarti

Kata “ASPEK” berarti

Kata aspek berarti:

  • “tanda” atau

  • “sudut pandang” atau

  • “dapat juga diartikan sebagai kategori gramatikal verba (lingkungan kata kerja; kata yang menggambarkan proses, perbuatan atau keadaan) yang menunjukkan lama dan jenis perbuatan”

    (KBBI)


Kata pengubah berarti

Kata “PENGUBAH” berarti:

Berasal dari kata “ubah”, yang berarti:

1. menjadi lain (berbeda) dari semula

2. bertukar (beralih, berganti menjadi sesuatu yang lain.

Sedangkan pengubah berarti “ orang atau sesuatu yang mengubah”

(KBBI)


Kata hukum berarti

Kata “HUKUM” berarti:

Kumpulan aturan, perundang-undangan atau hukum kebiasaan, di mana suatu negara atau masyarakat mengakuinya sebagai sesuatu yang mempunya kekuatan mengikat terhdap warganya.

(Oxford English Dictionary)


Dengan demikian aspek pengubah hukum dapat diartikan sbb

Dengan demikian “ASPEK PENGUBAH HUKUM” dapat diartikan sbb:

“Proses, perbuatan atau keadaan yang mengubah Hukum”


Materi bahasan

Materi Bahasan:

  • Pendahuluan

  • Sistem Hukum Dunia

  • Sumber Hukum

  • Penemuan Hukum

  • Faktor-faktor Pengubah Hukum


Materi bahasan1

Materi Bahasan:

VI. Kesadaran Hukum Dalam Masyarakat

dalam melaksaanakan perubahan.

VII.Law Tool of Social Enginering


Ii sistem hukum dunia

II. SISTEM HUKUM DUNIA

Yang dimaksud dengan Sistem Hukum;

Sistem merupakan tatanan atau kesatuan yang utuh yag terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling berkaitan erat satu sama lain.

Dengan kata lain sistem hukum adalah suatu kumpulan unsur-unsur yang ada dalam interaksi satu sama lain yg merupakan satu kesatuan yg terorganisasi dan kerjasama ke arah tujuan kesatuan.


Bahan bacaan

Prof. Rene David membagi sistem hukum sebagai berikut:

  • Sistem Romawi Jerman (selalu diistilahkan dengan Civil Law).

  • Sistem Common Law

  • Sistm Hukum Agama dan Filsafat

  • Sistem Hukum Sosialis


Civil law

Civil Law

Seperti yang berlaku di negara-negara Eropa yang lebih mementingkan kodifikasi, ilmu hukum kontinental ini sangat dipengaruhi oleh hukum Romawi.


Common law

Common Law

Sistem ini berasal dari Inggris (dalam sistem ini tidak ada sumber hukum, sumber hukum hanya kebiasaan masyarakat yang dikembangkan di pengadilan/keputusan pengadilan). Hkm Inggris karena keadaan geografis dan perkembang an politik serta sosial yang terus menerus, dengan pesat berkembang menurut garisnya sendiri, dan pada waktunya menjadi dasar perkembangan hukum Amerika.


Bahan bacaan

Dalam perkembangannya Hkm Amerika bertambah bebas dlm sistem hukum aktual nya, yang lama kelamaan terdapat perbedaan yang fundamental yaitu:

  • Di Amerika Hk yang tertinggi tertulis, yakni konstitusi Amerika yang berada di atas tiap- tiap undang-undang. Di Inggris kekuasaan parlemen untuk membuat uu tdk terbatas.

  • Karena seringnya ada kebutuhan akan penafsiran konstitusi, Hakim Amerika (dibanding Inggris)lebih sering dihadapkan pada persoalan kepenti umum.


Bahan bacaan

3. Kebutuhan untuk mensistematisasikan hukum, di Amerika dirasa lebih mendesak, karena banyaknya bahan hukum yang merupakan ancaman karena tidak mudah untuk diatur


Khusus indonesia

Khusus Indonesia

Selain sistem hukum yang disebutkan di atas juga dikenal:

5. Sistem Hukum Adat


Iii sumber sumber hukum

III. SUMBER-SUMBER HUKUM

Pengertian;

Adalah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mengikat dan memaksa, sehingga apabila aturan-aturan itu dilanggar akan menimbulkan sanksi yang tegas dan nyata bagi pelanggarnya.


Menurut civil law

Menurut CIVIL LAW

1. Undang-undang

2. Kebiasaan

4 Sumber

3. Traktat

4. Doktrin


Menurut common law

Menurut COMMON LAW

Putusan Pengadilan

Ada 2

sumber

Produk Parlemen


Menurut islamic law

Menurut ISLAMIC LAW

Al-Qur’an

Al-Hadis

Ada 4

Ijma’ Ulama*

Ijtihad


Sumber hukum ijtihad dapat dilaku kan dengan berbagai cara yaitu

Sumber Hukum Ijtihad dapat dilaku kan dengan berbagai cara, yaitu ;

Qias

Al-Istihsan

Sad Zariah

Ijtihad Istislah

Istishaq

Maslahah Mursalah

Urf


Keistimewaan hukum islam

Keistimewaan Hukum Islam

1.Universal

(Internasional/menyeluruh)

2.Humanity

Ada 3 (Insaniah /Kemanusiaan /penuh kasih)

3.Morality

(Akhlaq)


3 karakteristik hukum islam hasbi ashsiddiqy

3 Karakteristik Hukum Islam(Hasbi Ashsiddiqy)

  • Harakah

    (Utuh)

  • Waqathah

    (Harmoni)

  • Takamul

    (Sempurna)

    3 Karakteristik


Menurut costemer law

Menurut COSTEMER LAW

Kebiasaan

Ada 2

sumber

Tradisi


Menurut socialist law

Menurut SOCIALIST LAW

Sumbernya adalah:

Keputusan Tertinggi para penguasa berupa produk kebijaksanaan pemerintah atau negara.

Intinya: tidak ada sumber hukum yang resmi, yang jelas:

1. Hukum adalah penguasa negara

2. Hukum membela Rakyat proletar


Sistem hukum sosialis

Ada dua teori yang mendasari hukum dalam masyarakat sosialis, yaitu:

Pertama

Keseluruhan hubungan-hubungan dari produksi membangun struktur ekonomi masyarakat, dasar yang sebenarnya, yang di atasnya timbul supra-struktur hukum dan politik, dan dengan mana bentuk-bentuk kesadaran sosial menyesuaikan diri.

Sistem Hukum Sosialis


Kedua

Kedua;

Bahwa seluruh cita hukum berkaitan dengan negara dan karena itu merupakan sarana dengan mana mereka yang mengawasi alat-alat produksi tetap mengawasi mereka yang dicabut hak miliknya. Dengan berpindahnya pemilikan alat-alat produksi ketangan masyarakat, individu akan dilibatkan, seperti halnya negara dan hukum, yang dibenarkan hanya oleh kebutuhan dengan paksaan.


Catatan

Catatan:

Kedua teori ini tentunya sangat menyesatkan, sebab dapat menjadi penyekat pemikiran konstruktif mengenai fungsi hukum dalam masyarakat sosialis.


Iv penemuan hukum

IV. PENEMUAN HUKUM

Penemuan hukum ini dilakukan oleh Hakim, dalam penemuan hukum ini ada perbedaan pandangan antara Eropa Kontinental dengan Anglo Saxon

Eropa Kontinental tidak memisahkan secara tegas antara metode interpretasi dengan metode konstruksi, sedangkan Anglo Saxon memisahkannya secara tegas.


Kapan penemuan hukum diperlukan

Kapan Penemuan Hukum diperlukan ?

Untuk menjawab ini ada dua aliran pemikiran:

  • Penganut Doktrin “Sen-clair”

    Aliran ini berpendapat penemuan hukum dibutuhkan apabila:

    a. Peraturannya belum ada untuk suatu

    kasus in konkreto, atau

    b. Perturan sudah ada tetapi belum jelas

    Diluar keadaan ini penemuan hukum tidak ada.


Bahan bacaan

2. Penemuan Hukum harus selalu dilakukan.

Hakim selalu dan tidak pernah tidak

melakukan penemuan hukum


2 jenis metode penemuan hukum

2 Jenis Metode Penemuan Hukum

Interpretasi

Metode

penemuan

Hukum

Konstruksi


Perbedaannya

Perbedaannya;

Interpretasi:

Penafsiran terhadap teks Undang-undang, dengan masih tetap berpegang pada bunyi teks itu.

Konstruksi:

Hakim menggunakan penalaran logisnya untuk mengembangkan lebih lanjut suatu teks UU, dimana hakim tidak lagi berpegang kepada bunyi teks, tetapi tidak mengbaikan hukum sebagai suatu sistem


Jenis interpretasi dewasa ini

Jenis Interpretasi dewasa ini

  • Metode subsumptif

  • Interpretasi gramatikal

  • Intrpretasi historis

  • Interpretasi sistematis

  • Interpretasi sosiologis atau teleologis

  • Interpretasi komparatif

  • Interpretasi futuristis

  • Interpretasi restriktif

  • Interpretasi ekstensif


Jenis metode konstruksi

Jenis Metode Konstruksi

Sebelum membicarakan jenis konstruksi terlebih dahulu dikemukakan syarat utama untuk melakukan konstruksi:

1. Meliputi materi hukum positif

2. Tidak boleh membantah dirinya sendiri

3. Faktor estetis

Intinya harus mengandung materi, kesatuan

logis dan bentuk


Metode konstruksi

Metode Konstruksi:

a. Metode Argumentum Per Analogiam, dan

b. Metode Argumentum A’ Contrario

c. Rechtsvervijnings(Pengkonkritan/penyempitan hukum)

d. Fiksi Hukum


Aliran aliran penemuan hukum

Aliran-aliran Penemuan Hukum

Aliran Legisme

PenemuanHistoris

HukumBegriffsjurisprudenz

Interessenjurisprudenz

Freirechtbewegung


Aliran legisme

Aliran Legisme

Aliran ini lahir sbg reaksi atas ketidak seragaman hukum kebiasaan pada abad 19 dengan jalan kodifikasi dengan menuangkan hukum secara lengkap dan sistemats dalam kitab undang-undang.

Aliran ini menegaskan bahwa satu-satunya sumber hukum adalah undang-undang, yang dianggap cukup jelas dan lengkap yang berisi semua jawaban terhadap persoalan hukum sehingga hakim hanyalah berkewajiban menerapkan peraturan hukum pada peristiwa konkrit dengan bantuan penafsiran gramatikal.


Pemecahannya melalui subsumptie dan untuk melaksanakan ini diperlu kan syarat syarat

Pemecahannya melalui subsumptie, dan untuk melaksanakan ini diperlu kan syarat-syarat:

  • Undang-undang harus bersifat umum (berlaku bagi setiap orang.

  • Ketentuan-ketentuan yang ada di dalamnya harus dirumuskan secara abstrak (sehingga berlaku umum)

  • Sistem peraturannya harus lengkap, sehingga tidak ada kekosongan-kekosongan.

    Berdasarkan pendapat ini maka semua hukum terdapat di dalam undang-undang, dan hanya undang-undanglah yang menjadi sumber hukum.


Mazhab historis

Mazhab Historis

Abad ke 20 disadari bahwa UU tidak lengkap, nilai-nilai yang dituangkan tidak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat, kalau kondisi ini diperta-hankan maka akan terjadi kekosongan hukum.

Akhirnya Von Savigny mempelopori pandangan yang kemudian dinamai Mazhab Historis, yang inti pandangannya adalah:

”Hukum tumbuh dari kesadaran hukum bangsa di suatu tempat dan pada waktu tertentu”.


Begriffsjurisprudenz

Begriffsjurisprudenz

Ketidak mampuan legislator meremajakan undang-undang pada waktunya merupaka alasan dasar untuk memberi peran yang lebih aktif kepada hakim untuk menyesuaikan undang pada keadaan yang baru.

Dalam posisi seperti ini jurisprudensi mulai memperoleh peranan sebagai sumber hukum.

Dalam abad 19 lahirlah aliran yang dipelopori oleh Rudolf von Jhering yang menekankan pada sistematik hukum.


Inti ajaran ini menegaskan bahwa

Inti ajaran ini menegaskan bahwa;

Yang ideal adalah apabila sistem yang ada berbentu suatu piramida, yang mana dipuncak piramida terletak asas utama, dan dari puncak piramida dibuatlah pengertian-pengertia baru (Begriff) dan selanjutnya dikembangkan sistem asas-asas dan pengertian-pengertian umum yg digunakan untuk mengkaji undang-udang.


Piramida begriff

Piramida Begriff

asas

utama

pengertian-pengertian


Ciri khas aliran ini

Ciri khas aliran ini:

Lebih memberikan kebebasan kepada hakim tinimbang aliran legisme, hakim tidak perlu terikat pada bunyi undang-undang, dia dapat mengambil argumentasinya dari peraturan-peraturan hukum yang tersirat dalam undang-undang. Dengan demikian lebih bersandar kepada ilmu hukum.


Interessenjurisprudenz

Interessenjurisprudenz

Aliran ini sebagai reaksi terhadap aliran Begriffjurisprudenz, aliran ini lebih menitik beratkan kepada “kepentingan-kepentingan” (interessen) yang difiksikan, dan oleh karena itu pulalah aliran ini dinamai dengan “Interesenjurisprudez” yang mengalami masa kejayaan pada awal abad 20 di Jerman.


Pendapat aliran ini

Pendapat aliran ini:

Bahwa hukum tidak boleh dilihat oleh hakim sebagai formil-logis belaka, akan tetapi harus dinilai menurut tujuannya.

Adapun yang menjadi tujuan menurut van Jhering adalah “idee keadilan dan kesusilaan yang tak mengenal waktu”

Contoh: bahwa siapa yang dalam proses hak milik benda tidak atas nama, dan dapat menunjukkan penguasanya (bezit) atas benda tersebut, maka ia dibebaskan dari pembuktian.


Freirechtbewegung

Freirechtbewegung

Reaksi yang tajam terhadap aliran Legisme baru muncul pada sekitar tahun 1900 di Jerman, reaksi ini dimulai oleh Kantorowics dengan nama samaran Gnaeus Flavius.

Aliran ini menantang keras pendapat yang menyatakan bahwa kodifikasi itu lengkap dan hakim dalam proses penemuan hukum tidak memiliki sumbangan kreatif.


Aliran ini berpendapat bahwa

Aliran ini berpendapat bahwa:

Hakim memang harus menghormati undang-undang, tetapi ia dapat tidak hanya sekedar tunduk dan mengikuti undang-undang, melainkan menggunakan undang-undang sebagai sarana untuk menemukan pemecahan peristiwa konkrit yang dapat diterima. Dapat diterima karena pemecahan yang diketemukan dapat menjadi pedoman bagi peristiwa konkrit serupa lainnya, di sini hakim tidak berperan sebagai penafsir undang-undang, tetapi sebagai pencipta hukum.


V faktor faktor pengubah hukum

V. FAKTOR-FAKTOR PENGUBAH HUKUM

ASPEK POLITIK

1. Penguasa

2. Orsospol

3. Ormas

4. LSM/NGO

5. Kelompok penekan


Aspek budaya

Aspek Budaya

1. Perubahan Nilai

2. Euporia Reformasi

BUDAYA 3. Anti kemapanan

4. Kontak Budaya

5. Stratifikasi


Aspek ekonomi

Aspek Ekonomi

-Pengelompokan Negara

-Perdagangan bebas

ASPEK -Perjanjian

EKONOMI-Traktat

-ADR

-Arbitrase


Tren global

Tren Global

-Tidak ada batas negara

-Informasi yang cepat

-Komunikasi

TREN GLOBAL-Komplek Industri militer

-Lawyer asing

-ADR

-Arbirase


Iptek

IPTEK

Perobahan gaya hidup

IPTEKUtiliti

Kejahatan tingkat tinggi


Pendidikan

Pendidikan

SDM

PENDIDIKANPengacara

Pengangguran tkt tinggi


Menurut friedman ada 3 unsur hukum yang berubah

Menurut Friedman ada 3 unsur hukum yang berubah:

Struktur Hukum

Substansi Hukum

Kultur hukum


Struktur hukum

Struktur Hukum

Pola yang menunjukkan tentang bagaimana hukum itu dijalankan menurut ketentuan-ketentuan formalnya, struktur ini menunjukkan bagaimana pengadilan, pembuat hukum dan lain-lain badan serta proses hukum itu berjalan dan dijalankan.


Substansi hukum

Substansi Hukum

Adalah peraturan-peraturan yang dipakai oleh para pelaku hukum pada waktu melaksanakan perbuatan-perbuatan serta hubungan-hubungan hukum.

Contoh:

pada saat pedagang melaksanakan perjanjian antar sesamanya, pd saat itu ia mendasarkan hubungannya pada peraturan perdagangan, dan inilah yang disebut dengan substansi hukum.


Kultur hukum

Kultur Hukum:

adalah penamaan untuk unsur tuntutan atau permintaan. Tuntutan tersebut datangnya dari rakyat atau para pemakai jasa hukum, seperti pengadilan.

Contoh:

Jika seorang kreditur menghadapi kredit macet, maka ia dapat menempuh berbagi alternatif:

- kekeluargaan - jasa tukang pukul - arbitrase

- melimpahkan ke pengadilan.


Perubahan hukum perubahan masyarakat

PERUBAHAN HUKUM & PERUBAHAN MASYARAKAT

Persoalan perubahan hukum dan perubahan masyarakat ini dua hal penting, yaitu:

  • Bagaimana hukum menyesuaikan diri dengan perubahan masyarakat (Hukum berperan pasif).

  • Sejauhmana hukum berperan untuk menggerakkan masyarakat menuju suatu perubahan yang terencana (Hukum berperan aktif). Disini fungsi hukum sebagai a tool of social engineering/alat rekayasa masyarakat.


Hukum berperan pasif

Hukum berperan pasif:

Menurut Grossman kaidah sosial yang dapat

mengalami perubahan

Perubahan pd kaidahperubahan pd kaidah

kaidah individual kaidah kelompok

perubahan pada kaidah

kaidah masyarakat


Hukum berperan aktif

Hukum berperan aktif

Menurut pendapat ini Law is a tool of social engineering.

Teori ini pertama sekali diperkenalkan oleh Roscoe Pound, aliran ini berpendapat hukum muncul sbg alat untuk menciptakan perubaan.

Perubahan oleh hukum ini dapat saja didahului oleh penemuan teknologi, kontrak, konflik kebudayaan, gerakan-gerakan sosial, fungsi perubahan fisik, biologis serta kependudukan. Setelah itu baru hukum dipanggil untuk menyelesaiaknan persoalan yang timbul akibat adanya perobabahan tersebut.


Putusan hakim sebagai a tool of social engineering

Putusan Hakim sebagai a tool of social engineering:

Menurut Roscoe Pound (Friedman, 1953: 350-35) bahwa:

  • Fungsi “social engineering” dari hukum maupun putusan hakim ditentukan dan dibatasi oleh kebutuhan untuk menyeimangkan antara stabilitas hukum dan kepastian thd perkembangan hukum sebagai alat evolusi sosial.

  • Kebebasan pengadilaan yang merupakan hal esensial dlm masyarakat demokratis, pembatasan lebih lanjut jika pengadilan menjadi penerjemah- penerjemah yang tertinggi dari konstitusi.


Bahan bacaan

3. Dalam sistem-sistem hukum, ditangan organ organ politiklah terletak pengawasan yang tertinggi terhadap kebijakan badan legislatif sehingga fungsi hakim relatif lebih mudah.

4. Dalam penafsiran preseden dan undang-udang, fung

si pengadilan dapat dan harus harus lebih positif dan

konstruktif.

5. Semakin lebih banyak penggunaan hukum sbg alat pengendalian sosial serta kebijakan dalam masyara kat modern, secara bertahap mengurangi “hukum nya pakar hukum”, dan dgn demikian fungsi kreatif hakim dan sistem hukum kebiasaan berperan.


Alat bantu bagi hakim

Alat Bantu bagi Hakim

1. Keterangan pakar

Sering terjadi kekeliruan yang meyebutkan keterangan pakar sebagai saksi ahli, padahal sesungguhnya ada perbadaan asasi antara keterangan saksi dan keterangan pakar.

2. Komputerisasi

Lahirnya ilmu baru di bidang hukum yang disebut dengan Jurimetrik


Ciri khas jurimetrik

Ciri khas Jurimetrik:

  • Berkaitan dgn analisis kuantitatif dari tingkah laku hakim.

  • Penerapan teori komunikasi dan informasi terhadap ekspressi hukum.

  • Penggunaan logika matematika dalam hukum.

  • Mencari kembali data hukum dengan pemanfaatan elektronika dan mekanik.

  • Merumuskan suatu kalkulus dari prediktabilitas hukum.


Sebelum jurimetrik dikenal terlebih dahulu dikenal apaa yang disebut dengan law report

Sebelum Jurimetrik dikenal terlebih dahulu dikenal apaa yang disebut dengan law report

Law report itu memuat antara lain:

  • Judul perkara,

  • Nomor acara pengadilan,

  • Tanggal putusan,

  • Kata pengantar (jenis perkaranya)

  • Ikhtisar,

  • Nama pengacara,

  • Ringkasan pledooi atau surat tuduhan

  • Ringkasan kenyataan.

  • Penjelasan pengadilan

  • Putusan pengadilan


Beberapa pandangan tentang perubahan hukum

Beberapa Pandangan Tentang Perubahan Hukum

  • Daniel S. Lev

  • Sinzheimer

  • Karl Renner

  • Thomas C. Dienes

  • Grad

  • Robert Seidman

  • Max Weber


Pandangan daniel s lev tentang perubahan hukum

Pandangan Daniel S. Lev tentang Perubahan Hukum

Hukum itu bukanlah hukum tertulis atau perundang-undangan (sebab itu akan menyempitkan arti hukum.

Hukum yang dimaksud dengan perubahan hukum adalah hukum yang ada dalam praktek sehari-hari oleh para pejabat hukum (Hakim, Jaksa, Polisi, Pengacara, dsb) apabila tingkah laku mereka berubah maka hukumpun telah berubah, walaupun peraturan perundang-undangannya masih tetap seperti dulu.


Teori sinzheimer

Teori Sinzheimer:

Ada beberapa makna yang dapat diberikan mengenai pengertian perubahan hukum, antaralain perubahan hukum dalam bentuk pemberian isi konkret terhadapkaidah hukum yang abstrak.

Teori ini lebih lanjut dikembangkan Karl Renner.


Teori karl renner

Teori Karl Renner:

Konsep hukum dari masyarakat pra-kapitalisme, tanpa mengalami perubahan secara formal, masih dapat menyesuaikan diri pada masyarakat kapitalisme.

Misalnya Ketika Renner membahas tentang konsep kepemilikan. Semejak dulu penguasaan atas objek pemilikan itu si pemilik hanya memiliki hubungan pada objek pemilikan yaitu benda, namun dalam perkembangannya ke arah kapitalisme telah mengubah secara de facto hubungan tersebut


Bukti perubahan itu misalnya

Bukti perubahan itu misalnya:

Banyaknya arus perundang-undangan yang mengalihkan barang milik menjadi barang umum, dengan demikian, makna abstrak dari hak milik, yg sementara itu rumusannya tetap saja, telah berubah isinya diakibatkan bergesernya hubungan-hubungan yg diatur oleh kaidah itu menjadi bersifat publik.


Teori perubahan thomas c dienes

Teori Perubahan Thomas C. Dienes

Perubahan hukum secara formal akan mengakibatkan terlibatnya pula badan-badan yang menggerakkan perubahan itu, dan badan yang dimaksud itu terutama: badan legislatif dan badan peradilan.


Teori grad ttg momen perubahan

Teori Grad ttg Momen Perubahan:

Untuk menentukan kapan saat yang tepat hukum untuk mengatur tidaklah mudah, sebab mungkin saja suatu kelompok masyarakat membutuhkan pemecahannya, tetapi kelompok lain belum tentu merasakan hal yang sama.

Kelebihan badan legislatif adalah keleluasaannya untuk berfikir dan menimbang-menimbang untuk pembuatan hukum baru, tetapi kelebihan ini sekaligus sebagai kelemahan, krn masa menilai itu tlh ditinggalkan oleh perubahan masyarakat.


Teori robert seidman

Teori Robert Seidman

Bahwa hukum itu tidak demikian saja dapat ditransfer dari suatu masyarakat ke masyarakat yang lainnya, hal ini dikenal dengan istilah;

The Law of The Non Transferrability of Law

Hal ini terjadi disebabkan berbedanya perangkat sosial, nilai-nilai sosial yang dianut, stratifikasi sosialnya dan taraf pemikiran warga masyarakatnya.


Teori max weber

Teori Max Weber

Perkembangan hukum itu melalui 4 tahapan, yaitu:

  • Pengadaan hukum melalui pewahyuan (revelation) scr kharismatik (law prophets), (ini sangat berbeda dgn pakar yang mendasarkan pembuatan hukum dari kaidah yg ada sebelumnya)

  • Penciptaan dan penemuan hukum secara empiris oleh para legal honoratiores”.

  • Pembenahan (imposition) hukum oleh kekuatan-kekuatan sekuler atau teokratis, bersifat “secular theocratic”

  • Hukum digarap secara sistematis dan dilakukan secara profesional olh yang memeperoleh pdd formal hukum.


Vi kesadaran hukum

VI. KESADARAN HUKUM

Secara ilmiah maupun melalui peng amatan sangat sulit mengetahui adanya kesadaran hukum masyarakat, akan lebih sulit lagi jika ingin mengetahui tingkat kesadaran yang dimiliki oleh mereka.

Untuk mengetahui secara kualitatif, tinggi atau rendahnya kesadaran hukum adalah dengan cara melakukan pengamatan, adapun petunjuk-petunjuk yang perlu diamati


4 indikator petunjuk kesadaran hukum masyarakat

4 indikator petunjuk kesadaran hukum masyarakat

Pengetahuan Hukum

Pemahaman kaidah

4kaidah hukum

indikator

Sikap terhadap norma-norma

Prilaku Hukum


Motivasi mematuhi hukum

Motivasi mematuhi hukum

Jika dianalisis lebih lanjut ada bebarapa faktor pendorong yang menjadikan norma hukum lebih dipatuhi oleh masyarakat

  • Dorongan yang bersifat psikologis/ kejiwaan.

  • Dorongan untuk memelihara nilai-nilai moral yang luhur di dalam masyarakat.


Bahan bacaan

3. Dorongan dalam upaya untuk

memperoleh perlindungan hukum.

4. Dorongan untuk menghindar dari

sanksi hukum.


  • Login