slide1
Download
Skip this Video
Download Presentation
Figure 2. Distribution of CAG repeat number in oligozoospermic/azoospermic men

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 19

Figure 2. Distribution of CAG repeat number in oligozoospermic/azoospermic men - PowerPoint PPT Presentation


  • 95 Views
  • Uploaded on

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Figure 2. Distribution of CAG repeat number in oligozoospermic/azoospermic men' - scot


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1

The Association of CAG Repeat LengthPolymorphisms of Androgen Receptor Gene and Spermatogenesis Impairment in Several Indonesian Men1Purnomo Soeharso and 2Arfianti1Department of Medical Biology, Faculty of Medicine,University of Indonesia, Jakarta.2Biomedical Graduate Program, Faculty of Medicine,University of Indonesia, Jakarta

slide2

Polimorfisme Pengulangan CAG pada Gen Reseptor Androgen dan Hubungannya dengan Kegagalan Spermatogenesis pada Beberapa Pria IndonesiaPurnomo Soeharso1dan Arfianti21Departemen Biologi Medik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta2Program Pasca Sarjana Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta

slide3

PendahuluanInfertilitas meliputi 13 – 18% pasangan suami-isteriInfertilitas pria :- Infertilitas tanpa gangguan spermatogenesis- Infertilitas karena gangguan spermatogenesis 1. Penurunan androgen 2. Tanpa penurunan androgen  infertilitas idiopatik

slide6

Androgen bekerja dengan berikatan pada reseptor androgen di dalam sel terget.Reseptor androgen adalah reseptor intrasel yang bekerja di dalam nukleus.Kompleks reseptor-androgen mengatur ekspresi gen tertentu di dalam sel target dengan menstimulasi aktifitas transkripsi.Reseptor androgen dikode oleh gen AR pada lokus Xq11-12, terdiri dari domain transaktivasi, DNA binding, hinge dan hormon binding.

slide9

Exon I gen reseptor androgen memiliki daerah pengulangan CAG yang sifatnya polimorfik.Polimorfisme pengulangan CAG pada gen reseptor androgen menyebabkan variasi poliglutamin yang menyusun domain transaktivasi reseptor androgen aktifitas reseptor dalam mentransduksi sinyalandrogen.Polimorfisme pengulangan CAG gen reseptor androgen telah diketahui berasosiasi dengan patogenesis penyakit tertentu.

slide10

Masalah :Reseptor androgen menentukan efektifitas stimulasi androgen pada pengaturan spermatogenesis.Polimorfisme pengulangan CAG pada gen reseptor androgen mempengaruhi efektifitas stimulasi androgen seperti yang terjadi pada penderita SBMA (Kennedy disease) dan karsinoma prostat. Spermatogenesis sangat mungkin dipengaruhiperubahan pengulangan CAG pada gen reseptor androgen, karena spermatogenesis tergantung sepenuhnya pada efektifitas stimulasi androgen.

slide11

Beberapa hasil penelitian menyimpulkan adanya hubungan yang inkonsisten antara polimorfisme pengulangan CAG dengan kegagalan spermatogenesis pada etnis tertentu.Perlu dibuktikan adanya hubungan polimorfisme pengulangan CAG pada gen reseptor androgen dengan gangguan spermatogenesis pada pria Indonesia.

slide12

Manfaat :Memahami patofisiologi gangguan spermatogenesispria infertil khususnya pada kasus infertilitas idiopatik.Memberi sumbangan pemikiran pada penanganan kasus infertilitas idiopatik yang relevan dengan abnormalitas reseptor androgen.

slide16

Figure 2. Distribution of CAG repeat number in oligozoospermic/azoospermic men

and normozoospermic men

slide18

KesimpulanPada pria Indonesia :1. Jumlah pengulangan CAG gen reseptor androgen pada pria oligozoospermia/azoospermia berbeda (lebih besar) dari pria normozoospermia.2. Jumlah pengulangan CAG gen reseptor androgen tidak berkorelasi dengan konsentrasi spermato- zoa baik pada pria oligozoospermia maupun pria normozoospermia.

ad