Rehabilitasi erosi
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 33

Rehabilitasi Erosi PowerPoint PPT Presentation


  • 265 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Rehabilitasi Erosi. Permasalahan dan Penanggulangan Sedimentasi Settling Ponds Disajikan oleh REKABUMI ENVIRO CONSULTANT. Permasalahan. Permasalahan sedimentasi waduk tidak lepas dari permasalahan erosi yang terjadi di daerah tangkapan dan teknologi konservasi yang diterapkan .

Download Presentation

Rehabilitasi Erosi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Rehabilitasi erosi

RehabilitasiErosi

Permasalahan dan Penanggulangan

Sedimentasi Settling Ponds

Disajikan oleh

REKABUMI ENVIRO CONSULTANT


Permasalahan

Permasalahan

  • Permasalahansedimentasiwaduktidaklepasdaripermasalahanerosi yang terjadididaerahtangkapandanteknologikonservasi yang diterapkan.

  • Padakondisidimanasedimentasiwaduk yang terjadiberlebihan, perluupayapengendalianerosi (konservasitanah) yang tepat agar waduktetapdapatberoperasisesuaidenganperencanaan, danpemanfaatan air dapatberjalansesuaidenganrencana.


Lereng slope tebing

Lereng / slope tebing


Penyebab erosi

PenyebabErosi

  • Erosi adalah merupakan suatu proses penghanyutan tanah oleh kekuatan air (dan angin), baik yang terjadi secara alamiah maupun sebagai akibat tindakan/perbuatan manusia; dan dalam hal ini dikenal dua jenis erosi, yaitu :

    • normal atau geological erosion

    • accelerated erosion.


Sedimentasi

Sedimentasi

  • erositidakdapatterpisahkandariprosessedimentasi. Sedimentasiadalahmerupakanprosespengendapanbutir-butirtanah yang telahterhanyutkanatauterangkut, padatempat-tempat yang lebihrendahdan/ataupadasungai-sungaiatauwaduk-waduk. Banyaksedikitnyapartikeltanahtererosisangatdipengaruhiolehfaktoriklim, tanah, bentukkewilayahan (topografi), tanamanpenutuptanah (vegetasi), danfaktorkegiatan/perlakuanmanusiaterhadaptanah.


Proses erosi

ProsesErosi

Proseskejadiannormal / geological erosion adalahmelaluitahap-tahap :

  • pemecahanagregat-agregattanahataubongkah-bongkahtanahkedalampartikel-partikeltanah yang berukuranlebihkecil;

  • pemindahanpartikel-partikeltanah, baikdenganmelaluipenghanyutanoleh air (maupunkarenakekuatanangin);

  • pengendapanpartikel-partikeltanah yang terpindahkanatauterangkutketempat-tempat yang lebihrendahataudidasar-dasarsungai/waduk.


Rehabilitasi erosi

Proses kejadian accelerated erosionsama seperti proses kejadian normal/geological erosion, akan tetapi kejadiannya dipercepat akibat tindakan atau perbuatan manusia yang bersifat negatif, atau karena adanya kesalahan dalam pengelolaan tanah / lahan.


Jenis erosi

JenisErosi

  • Erosi yang dipercepat seringkali menimbulkan dampak yang merugikan bagi kehidupan manusia.

  • Secara lebih rinci lagi, erosi ini dapat dibedakan :

    • sheet erosion (erosi permukaan),

    • rill erosion (erosi alur),

    • gully erosion (erosi parit)

    • stream bank erosion (erosi tebing sungai). Seperti pada dinding settling ponds


Penanggulangan erosi

PENANGGULANGAN EROSI

  • Teknologi Pengendalian Erosi atau pencegahan erosi (konservasi tanah) berarti menjaga agar struktur tanah tidak terdispersi, yang dapat dilakukan dengan mengatur kekuatan gerak dan jumlah aliran permukaan.

  • Beberapa usaha berikut ini dapat digunakan sebagai dasar dalam rangka mengendalikan erosi.


Teknologi geonet cocomesh

TeknologiGeoNet – Cocomesh


Usaha penanggulangan

Usaha Penanggulangan

  • Menutuptanahdengantumbuh-tumbuhandantanaman (atausisa-sisatanaman), agar tanahterlindungdaridayarusakbutir-butirhujan yang jatuh. Butir-butirhujan yang jatuhdiusahakantidaklangsungmengenaitanah, sehinggatanahtidakterdispersi. Disampingitudenganadanyatanamanpenutup (atausisa-sisatanaman yang menutuptanah), akanmenghindarkanbutirantanahuntukikutterbawaaliranpermukaan.

  • Memperbaikidanmenjagakeadaantanah agar resistenterhadappenghancuranbutirantanahdanterhadappengangkutanbutirtanaholehaliranpermukaan, sertamemperbesardayatanahuntukmenyerap air dipermukaantanah.


Rehabilitasi erosi

  • Mengatur aliran permukaan agar mengalir dengan kecepatan yang tidak merusak dan memperbesar jumlah air yang terinfiltrasi ke dalam tanah. Dalam hal ini diupayakan agar aliran permukaan tidak mengalir searah lereng akan tetapi sejajar dengan arah garis kontur sehingga kecepatan aliran permukaan kecil.


Rehabilitasi erosi

  • Untuk lahan dengan nilai permeabilitas tanah cukup besar diupayakan sebanyak mungkin air hujan terinfiltrasi ke dalam tanah sehingga jumlah aliran permukaan berkurang dan erosi lahan akan berkurang.

  • Dengan memperhatikan prinsip-prinsip di atas, usaha pengendalian erosi dapat dilaksanakan dengan teknologi atau cara-cara sebagai berikut


Cara pengendalian

Cara Pengendalian

  • 1). caravegetatif,

  • 2). caramekanis,

  • 3). caravegetatif-mekanis

    Cara vegetatifumumnyadilakukandengancaramemberiproteksitanahdenganvegetasi, sehinggatanahdapatmenahanenergihujan yang bersifaterosif, menjagainfiltrasi yang besar, danmereduksiataumengurangialiranpermukaan.

    Cara mekanismeliputipembentukanpermukaanlahan (misalnyamembuatterasering) yang bertujuanmengurangilajualiranpermukaandanmengarahkannyakeluarlahandengansedapatmungkinmereduksierosi yang terbawa.


Rehabilitasi erosi

Keduametodetersebutseringdilakukansecarasimultan; metodemekanissangatdiperlukanjikakemiringanlahancukupbesar, dimanadengancaravegetatifsajapenanggulanganerosimasihkurangefektif.

Cara vegetatifmekanismerupakangabunganantaracaravegetatifdanpenggunaankonstruksitambahan (mekanis) yang dapatmenggunakankonstruksibatu/betonatauteknologigeojute/cocomesh (sabutkelapa) ygramahlingkungan.


Analisis

Analisis

A = RKLSCP

  • A = adalah banyaknya tanah yang tererosi dalam [ton per hektar per tahun]

  • R = faktor curah hujan dan aliran permukaaan (erosivitas hujan)

  • K = faktor erodibilitas tanah,


Rehabilitasi erosi

  • L = faktor panjang lereng,

  • S = faktor kecuraman lereng

  • C = faktor vegetasi penutup tanah dan pengelolaan tanaman,

  • P = faktor tindakan-tindakan khusus konservasi tanah.


Rehabilitasi erosi

  • Erosivitashujandihitungdenganpersamaan yang diusulkanolehBols (1978, dalamKironotodanYulistyanto, 2000), yang merupakanrumuspendekatandaribesarnyaerosivitashujan, EI30, dariWischmeierdan Smith,

    Rm = 2,21 Pm

    1.36

    dimana

    Rm = erosivitashujanbulanan

    Pm = hujanbulanandalam [cm]


Rehabilitasi erosi

  • Faktorerodibilitastanah, K, didasarkanpadakondisitanahdilapangan, yang nilainyadipengaruhiolehprosentasepasir, pasirsangathalus, lumpur, bahanorganik, strukturtanah, danpermeabilitastanah. Panjanglereng, L, dankecuramanlereng, S, seringdinyatakandenganfaktor LS. Nilai LS untuksuatubidangtanahdapatdihitungdenganpersamaan:

    LS =(X/22,1)m (0,065 + 4.56 sin + 65,41 sin2Q)

    atau

    LS =(X/22,1)m (0,065 + 0,045 s + 0,0065 s2)


Rehabilitasi erosi

dimana

m = suatutetapan yang dipengaruhiolehnilai s = sudutkemiringanlerengtanahdalam [derajat]

  • s = kemiringanlerengtanahdalam [persen]

    C adalahfaktor yang mengukurpengaruhjenistanamanterhadaperosi. Nilaifaktor C dipengaruhiolehbanyak parameter yang dapatdibedakandalamduakelompok, yaitu parameter alamidan parameter yang dipengaruhiolehsistempengelolaannya. Nilaifaktor P adalahfaktorpraktekpengendalianlajuerosi (pengelolaan) secaramekanis, sepertimisalnyapenanamanmengikutikontour, strip cropping, danpembuatanteras.


Rehabilitasi erosi

  • Denganmengetahuibesarnyaerosi yang terjadi (denganpersamaan USLE), dapatdiperolehgambarantentangbesarnyaerosi yang terjadipadasuatudaerahtangkapan (sungai/waduk).

  • TeknologiPengendalianErosiPengendalianataupencegahanerosi (konservasitanah) berartimenjaga agar strukturtanahtidakterdispersi, yang dapatdilakukandenganmengaturkekuatangerakdanjumlahaliranpermukaan.


Contoh kasus

ContohKasus

  • Sehubungan dengan permasalahan erosi sedimentasi sebagaimana disebutkan di atas, berikut ini disampaikan contoh kasus permasalahan erosi dan sedimentasi. Adapun waduk yang akan ditinjau adalah DS2 Settling Pond yang mempunyai volume tampungan (kotor) sebesar 490,000 m3 pada elevasi + 18.5 m, serta mempunyai luas daerah tangkapan sebesar 1.2387 km2.


Rehabilitasi erosi

  • Untuk mengetahui seberapa besar permasalahan erosi yang terjadi di daerah tangkapan DS2, berikut ini diberikan contoh perhitungan erosi di daerah tangkapan waduk. Perhitungan erosi dilakukan dengan menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation), dengan berdasarkan data sekunder yang didapatkan dari berbagai instansi terkait.


Rehabilitasi erosi

a. Kebutuhan Data

Untuk memprediksi besarnya erosi yang terjadi diperlukan beberapa data, baik data yang berupa peta maupun data fisik lapangan. Beberapa jenis data yang diperlukan untuk perhitungan erosi permukaan di Daerah Tangkapan Air DS2 Settling Pond adalah sebagai berikut ini.


Rehabilitasi erosi

  • Data hujan

    Data hujan dipergunakan untuk menghitung erosivitas hujan. Dalam kasus DAS DS2 digunakan 1 stasiun hujan yang berada pada / di dekat DAS DS2.

  • Data berupa peta

    Beberapa jenis peta yang diperlukan untuk perhitungan adalah sebagai berikut:


Rehabilitasi erosi

Petakelerengantanah

Denganpetainidapatdiperolehinformasitentangkemiringanlerengdanpanjanglerengpada DAS yang bersangkutan. Dari petatersebutdapatdiperoleh pula nilaiIndeksfaktorpanjangkemiringanlereng, LS.

Petajenistanah

Petatanahinidipergunakanuntukmendapatkaninformasitentangjenistanah

yang selanjutnyadipergunakanuntukmendapatkanfaktorerodibilitastanah,


Rehabilitasi erosi

Peta penggunaan lahan

Informasi dari peta tata guna lahan ini dipakai

untuk menentukan faktor penutup tanah, C.


Analisa data

Analisa Data

  • b. Analisis Data

  • Analisis/ perhitunganerosipermukaandimulaidenganmenghitungbeberapa parameter sebagaiberikut :

  • 1. PerhitunganFaktorerosivitashujan, R Faktorerosivitashujandiperolehdari data curahhujan, yang untukkasus DAS DS2 Settling Pond diperolehdaristasiunhujan Pit D. Data curahhujandaristasiuntersebutadalahberupa data hujanharian. Dari data curahhujanhariantersebutselanjutnyadihitunghujanrerata.


Rehabilitasi erosi

  • 2. Penentuan Faktor Erodibilitas Tanah, K Dalam menentukan nilai erodibilitas tanah di DAS DS2, nilai K diperoleh dari peta tanah yang diperoleh . Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa nilai faktor erodibilitas tanah untuk DAS DS2 adalah sebesar 0,36 sesuai dengan kondisi jenis tanah yang seragam di DAS DS2, yaitu tanah Latosol kuning kemerahan.


Rehabilitasi erosi

  • 3. PenentuanFaktor L dan S Faktorkemiringanlerengjugaditentukanberdasarkanpetakemiringan

  • lereng yang diperolehdarimenghitungkelerengandaripeta yang ada.

  • 4. PenentuanFaktor C dan P

  • Indeksfaktorpengelolaantanamandanteknikkonservasitanahdiperolehdaripetapenggunaanlahan. Dari petadanhasilsurveidiketahuipenggunaanlahandi DAS DS2 beupahuta, disturb area dan rehab area. Dari petatersebutdapatdiklasifikasikanjenis-jenislahanbesertanilaifaktorpengelolaantanaman, C (KironotodanYulistyanto, 2000).


Rehabilitasi erosi

  • e). PembuatanPeta Tingkat ErosiAktual

  • Petatingkaterosiaktualdapatdiperolehdengancaramenumpangtindihkan (overlay) peta-peta yang adapetaerosivitashujan, petajenistanah, petakelerengantanah, danpetapenggunaanlahan ¾, yang selanjutnyadapatdiperolehpeta unit lahan. Mengacupadahasil overlay daribeberapapeta yang adaterutamapetapenggunaanlahan, daerahtangkapan DS2 Settling Pond dapatdibagidalam 21 unit lahan, sebagaimanadiberikanpadaGambar 1. Padamasingmasing unit lahantersebutdapatditentukanindeksdarimasing-masingfaktorpenentubesarnyatanah yang hilangberdasarkanpersamaan USLE. Perludiingatbahwarumus USLE dikembangkanuntuksuatubidangtanah yang berukurankecil, sehinggaperhitungandilakukanberdasarkan unit lahan.


Rehabilitasi erosi

  • HasilhitunganerosilahanuntukbulanJanuaritahun 2001 diperlihatkanpadaTabel 1, sedangkanrekaphasilhitunganuntukbulan-bulan yang lain ditahun 2001 diberikanpadaTabel 2. Dari tabeltersebutdiketahuibahwalajuerosipermukaandi DAS DS2 cukupbesar, yaitusekitar 37,207 mm/tahun, denganpenyumbangerositerbesardiketahuiberasaldari areal disturb. Nilailajuerosi

  • permukaansebesar 37,207 mm/thniniekivalendenganbesarnyaerosisebesar 82.976,30 m3/thn (denganmengambilnilaiberat volume tanahsebesar = 1,8 ton/m3).


  • Login