1 / 22

Maksimisasi Laba

Maksimisasi Laba. Pertemuan 13. Maksimisasi Laba. Perusahaan Tujuan perusahaan Laba ekonomis Makimisasi laba Pemilihan ukuran pabrik. Perusahaan.

salaam
Download Presentation

Maksimisasi Laba

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Maksimisasi Laba Pertemuan 13

  2. Maksimisasi Laba • Perusahaan • Tujuan perusahaan • Laba ekonomis • Makimisasi laba • Pemilihan ukuran pabrik

  3. Perusahaan • Yang dimaksud perusahaan adalah suatu organisasi yang berorientasi pada laba (profit oriented) yang membeli input dan jasa-jasa input serta menjual barang dan jasa

  4. Tujuan perusahaan • Perusahaan diasumsikan akan selalu berusaha memaksimumkan labanya (profit oriented) • Keputusan-keputusan perusahaan yang berkaitan dengan harga, output, input dan faktor-faktor lainya mencerminkan usaha untuk mencapai laba yang paling tinggi

  5. Alasan maksimisasi laba • Prinsip keselamatan (George stigler) menyatakan bahwa perusahaan yang selamat sepanjang masa adalah yang mencari laba tertinggi. Unit usaha yang tidak berorientasi laba akan tergilas oleh perusahaan yang efisien • Laba yang rendah mengundang pengambilalihan perusahaan. Harga saham akan rendah (jatuh) jika manajemen gagal menjalankan usahanya dengan efisien (mendapatkan laba yang tinggi)

  6. Laba ekonomis • Yang dimaksudkan dengan laba adalah selisih antara total penerimaan (total revenue/TR) dengan total biaya (total cost/TC) • Biaya terdiri biaya eksplisit dan biaya implisit

  7. Laba ekonomis dan keseimbangan pasar • Syarat keseimbangan pasar adalah jika laba ekonomis sama dengan nol • Berarti bahwa penerimaan yang diperoleh dari penggunaan input sekarang sama banyaknya dengan penerimaan yang didapat dari penggunaan terbaiknya (opportunity cost) • Perusahaan baru tidak tertarik memasuki industri ini jika industri sudah mencapai laba ekonomis nol

  8. Kaidah laba maksimum • Kaidah jangka pendek • Perusahaan akan berproduksi sampai saat MC sedang meningkat dan sama dengan MR • Perusahaan akan berproduksi jika harga dari outputnya sama atau lebih besar dari biaya variabel per unitnya

  9. Kaidah jangka panjang • Perusahaan akan menentukan ukuran pabrik yang biaya produksinya minimal • Perusahaan akan berproduksi hanya jika labanya lebih besar atau sama dengan nol

  10. Maksimisasi Laba (lanjutan) Pertemuan 14

  11. Tiga pendekatan menemukan laba maksimum (¶ maksimum) • Pendekatan total (total approach) • Pendekatan rata-rata (average approach) • Pendekatan marjinal (marginal approach)

  12. Pendekatan total (total approach) • ¶ = (P*Q) – (FC+vQ) • Biasanya strategi yang ditempuh adalah penjualan maksimum (maximum selling) setelah melewati titik impas (Break event point/BEP) • Jumlah penjualan BEP (Q*) = FC/(P-v)

  13. Kelebihan dan keburukan pendekatan total • Kelebihanya adalah perhitunganya mudah dilakukan • Keburukanya ada 2: • Dalam praktek agak sulit memisahkan biaya tetap dan biaya variabel • Mengabaikan gejala hukum penambahan hasil yang semakin berkurang

  14. Pendekatan rata-rata (average approach) • Laba per unit ditemukan dengan membandingkan antara harga (P) dengan biaya per unit (AC) • ¶ per unit = P – AC • ¶ total = (P-AC) * Q • Untuk mendapatkan laba, P harus lebih tinggi dari AC. Agar laba lebih besar perlu ditempuh strategi maximum selling

  15. Pendekatan marjinal (marginal approach) • Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marjinal (MC) dengan penerimaan marjinal (MR) • Laba maksimum (atau kerugian minimal) dicapai apabila MR = MC

  16. Latihan kasus • Sebuah perusahaan mempunyai fungsi permintaan Q = 100 – 2P. Biaya marjinal dan biaya rata-rata adalah konstan Rp 10/unit. • Ditanyakan: • Temukan fungsi MR • Temukan laba maksimum dengan pendekatan total dan pendekatan marjinal

  17. Fungsi MR • MR merupakan turunan pertama TR • TR = P*Q Q = 100 –2P maka P = 50 –1/2Q TR = (50-1/2Q)Q TR = 50Q – 1/2Q2 MR = dTR/dQ = 50 -Q

  18. Tabulasi laba

  19. Laba maksimum pendekatan marjinal • Laba maksimum jika MR = MC, maka 50 – Q = 10 atau Q = 40 unit • Jika Q = 40, pada saat itu harga setinggi Rp 30/unit (sebab Q = 100 –2P) • Laba maksimum = Q (P – AC) = 40(30-10) = 800

  20. Titik Gulung tikar (shut down point) • Dalam jangka pendek sebuah perusahaan harus menutup usahanya apabila harga jualnya berada dibawah biaya variabel per unit (P<AVC), jika output diperbanyak kerugian semakin besar • Dalam jangka panjang perusahaan harus menutup usahanya jika laba ekonomisnya dibawah nol (mengalami kerugian)

  21. Pemilihan ukuran pabrik • Perusahaan akan memilih suatu kapasitas pabrik untuk meminimumkan biaya dalam memproduksi suatu tingkat yang diinginkanya dalam jangka panjang

  22. Struktur pasar dan keputusan

More Related