Thailand’s
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 25

KOMPARASI PowerPoint PPT Presentation


  • 135 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Thailand’s National Coastal and Marine Policies. KOMPARASI. KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA Dengan Negara- negara Anggota ASEAN. Oleh Kepala Sekretari at Dewan Kelautan Indonesia Dr. Ir. Syahrowi R. Nusir , M M. Thirteenth Congress of the Republic of the Philippines.

Download Presentation

KOMPARASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Komparasi

Thailand’s

National

Coastal and Marine

Policies

KOMPARASI

KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA

Dengan Negara-negaraAnggota ASEAN

Oleh Kepala Sekretariat Dewan Kelautan Indonesia

Dr. Ir. Syahrowi R. Nusir, MM

Thirteenth

Congress of

the Republic

of

the Philippines


Komparasi

DEWAN KELAUTAN INDONESIA


Komparasi

POTENSI BIDANG KELAUTAN

  • LUAS LAUT : ± 5,8 JUTA KM2,

  • PULAU : ± 17.480

  • GARIS PANTAI: ± 95.181 KM (TERPANJANG KE-4 SETELAH RUSIA);

  • POTENSI SUMBER DAYA HAYATI & NON HAYATI :

  • Perikanan: US$ 31.935.651.400/th (PKSPL IPB,1977)

  • Wilayah pesisir : US$ 56.000.000.000 (ADB 1997)

  • Bioteknologi: US$ 40.000.000.000 (PKSPL-IPB, 1997)

  • Wisata Bahari: US$ 2.000.000.000/ th(DEPBUDPAR, 2000)

  • Minyak bumi: US$ 6.643.000.000/th (PIT-IAGI 1999)

  • Transportasi laut : US$20.000.000.000/th (DMI, Bappenas, DEPHUB, 2003)

    JUMLAH KESELURUHAN : ±US$ 171.000.000.000 / THN

    Atau + 1.700 Triliun rupiah/tahun


Komparasi

VISI DAN MISI

DEWAN KELAUTAN INDONESIA

Indonesia menjadi Negara Maritim yang Kuat, Maju dan Mandiri

VISI

Mengintegrasikan Kebijakan di Bidang Kelautan

MISI


Komparasi

DEWAN KELAUTAN INDONESIA

(KEPPRES NO. 21 THN2007)

LATAR

BELAKANG

  • DLM RANGKA IMPLEMENTASI HUKUM LAUT 1982 DIPERLUKAN LANGKAH2 PENANGANAN YG MENYELURUH & TERPADU UTK MENINGKATKAN PEMANFAATAN,PELESTARIAN PERLINDUNGAN LAUT & PENGELOLAAN WILAYAH LAUT NASIONAL SCR TERPADU,SERASI,EFEKTIF & EFISIEN

  • MEMBANGUN KELAUTAN PERLU LINTAS SEKTOR SCR TERPADU MAKA PERLU DIBENTUK DEWAN KELAUTAN INDONESIA (DEKIN)

TUGAS

MEMBERIKAN PERTIMBANGAN KPDPRESIDEN DLM PENETAPAN KEBIJAKAN UMUM DI BID KELAUTAN

  • PENGKAJIAN & PEMBERIAN PERTIMBANGAN SERTA REKOMENDASI KEBIJAKAN DI BID KELAUTAN KPD PRESIDEN;

  • KONSULTASI DGN LEMBAGA PEMERINTAH & NONPEMERINTAH SERTA WAKIL KELOMPOK MASYARAKAT DLM RANGKA KETERPADUAN KEBIJAKAN & PENYELESAIAN MASALAH ;

  • PEMANTAUAN & EVALUASI THDP KEBIJAKAN, STRATEGI, & PEMBANGUNAN KELAUTAN;

  • HAL-HAL LAIN ATAS PERMINTAAN PRESIDEN;

FUNGSI


Komparasi

KEANGGOTAAN DEWAN KELAUTAN INDONESIA

Sesuai dengan Keppres RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Dewan Kelautan Indonesia

KETUA : PRESIDEN RI

KETUA HARIAN: MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN RI

MERANGKAP ANGGOTA

ANGGOTA : - MENDAGRI

- MENLU RI

- MENHAN RI

- MENHUB RI

- MEN.ESDM RI

- MENKEU RI

- MENDIKBUDRI

- MENPAREKRAF RI

- MENEG PPN /BAPPENAS RI

- MENEG LH RI

- MENEGRISTEK RI, dan

- KAPOLRI

- KSAL, dan

- TIM PAKAR,

- WAKIL PERGURUAN TINGGI

SEKRETARIS :STAF AHLI MENTERI BIDANG EKOLOGI DAN SUMBER

DAYA LAUT M.K.P


Komparasi

KEGIATAN DEWAN KELAUTAN INDONESIA

  • A. RAPAT-RAPAT DAN SIDANG, SEBAGAI PROBLEM SOLVER/CLEARING HOUSE

  • RAPAT KELOMPOK KERJA.

  • RAPAT INSIDENTIL.

  • FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD).

  • SIDANG ANGGOTA DEKIN.

  • B. PERUMUSAN KEBIJAKAN:

  • KAJIAN DAN REKOMENDASI.

  • KONSULTASI.

  • MONEV.

  • C.SOSIALISASI

  • WORLD OCEAN DAY.

  • HARI NUSANTARA.

  • PEMBENTUKAN DEKIN DI PROPINSI DAN KAB/KOTA.

  • SOSIALISASI KEPADA AKADEMISI, BIROKRASI, BISNIS DAN MASYARAKAT LAINNYA.

  • SAIL INDONESIA


Permasalahan yang dihadapi

Permasalahan yang Dihadapi

  • Belum ada Kebijakan Kelautan Indonesia

  • Belum ada Undang-undang tentang Kelautan

  • Mindset yang cenderung ke darat (land based)


Upaya yang perlu dilakukan

Upaya yang Perlu Dilakukan

  • Menghasilkan Kebijakan Kelautan Indonesia

  • Menghasilkan Undang-undang tentang Kelautan

  • Perlu ada sosialisasi tentang Wawasan Kelautan (untuk mengubah mindset ke laut)

  • Perlu dibentuk DEKIN di daerah


Komparasi

KOTA

PROVINSI

KAB


Komparasi

Komparasi

Fokus sbg negara penghubung utama jalur perdagangan di Selat Malaka

-Belum Ada Ocean Policy

-Sdh meratifikasi UNCLOS 1982

Kebijakan Kelautan Indonesia melalui Ocean Culture Policy, Ocean Governance Policy, Ocean Economic Policy, Maritime Security Policy & Marine Environment Policy

Integrasi kebijakan dgn menyusun Promotion of Marine & Coastal Resources Management Act

Pembentukan Maritime & Ocean Affair Center dibawah Kemenlu


Komparasi

PERUNTUKAN KOLOM LAUT (Sutherland, 2001)


Komparasi

PERUNTUKAN KOLOM LAUT (Sutherland, 2008)


Alur kebijakan kelautan indonesia

PANCASILA

UUD 1945

ALUR KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA

UNCLOS 1982 (UU17/1985)

UU 17/ 2007

RPJPN (2005-2025)

RPJP BIDANG KELAUTAN

KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA


Undang undang terkait kelautan di indonesia

Undang-UndangTerkaitKelautandi Indonesia

  • UUD Tahun 1945

  • Deklarasi Djuanda Tahun 1957

  • UU No. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia

  • UU No. 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia

  • UU No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian

  • UU No. 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan United Nations Convention of the Law of the Sea (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut)

  • UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

  • UU No. 6 Tahun 1996 tentang Perairan

  • UUNo. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

  • UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara

  • UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu dan Teknologi

  • UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

  • UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Pembangunan Nasional

  • UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

  • UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia

  • UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

  • UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025

  • UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

  • UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

  • UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran

  • UU No. 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara

  • UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara

  • UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan

  • UU No. 21 Tahun 2009 tentang Pengesahan Agreement for the Implementation of the Provisions of the United Nations Convention on the Law of the Sea of 10 December 1982 Relating to the Conservation and Management of Straddling Fish Stocks and Highly Migratory Fish Stocks(Persetujuan Pelaksanaan Ketentuan-Ketentuan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tanggal 10 Desember 1982 yang berkaitan dengan Konservasi dan Pengelolaan Sediaan Ikan yang Beruaya Terbatas dan Sediaan Ikan yang Beruaya Jauh)

  • UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

  • UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga UU No. 9 Tahun 1985 (UU No. 31 Tahun 2004) tentang Perikanan


Komparasi

AlurPikir

KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA (KKI)

ISU-ISU

1. SINERGI PEMBANGUNAN KELAUTAN BELUM TERPADU SECARA OPTIMAL

2. AMANAT UU 17 TAHUN 2007 DALAM RANGKA PEMBANGUNAN BIDANG KELAUTAN BELUM SEPENUHNYA DILAKSANAKAN DAN DIJABARKAN

3. DESAIN PEMBANGUNAN MASIH BELUM SEPENUHNYA MENDASAR PADA REALITAS GEOGRAFI NEGARA KITA YANG BERBENTUK KEPULAUAN DAN BERADA DI TENGAH PERSIMPANGAN JALUR PENTING PERDAGANGAN DUNIA

4.PELUANG DAN POTENSI BIDANG KELAUTAN BELUM DIMANFAATKAN SECARA OPTIMAL GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

5. PENETAPAN BATAS MARITIM YANG HARUS SEGERA DITUNTASKAN

6. KARAKTER DAN BUDAYA BANGSA INDONESIA SEBAGAI “ORANG PELAUT” SEMAKIN HILANG DAN DILUPAKAN

7. EKOSISTEM LAUT YANG KIAN TERANCAM AKIBAT PENCEMARAN, OVER-EKSPLOITASI SUMBER DAYA, DSB.

8. BELUM ADANYA PERATURAN PERUNDANGAN TENTANG KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA

TERWUJUDNYA INDONESIA MENJADI NEGARA KEPULAUAN YANG MANDIRI, MAJU, KUAT, DAN BERBASIS KEPENTINGAN NASIONAL

GEOGRAFI

INSTRUMENTAL

INPUT

TERPADUNYA KEBIJAKAN KELAUTAN ANTAR SEKTOR DALAM MENGELOLA, MEMANFAATKAN, MENJAGA SERTA MEMELIHARA LAUT SECARA BERKELANJUTAN

DEMOGRAFI

PENGUATAN KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA YANG DIHARAPKAN

SKA

KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA SAAT INI

KONSEPSI KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA

IDEOLOGI

POLITIK

EKONOMI

SOSBUD

ENVIRONMENTAL

INPUT

HANKAM


Komparasi

TERWUJUDNYA INDONESIA MENJADI NEGARA KEPULAUAN YANG MANDIRI, MAJU, KUAT, DAN BERBASIS KEPENTINGAN NASIONAL

KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA SAAT INI

TERPADUNYA KEBIJAKAN KELAUTAN ANTAR SEKTOR DALAM MENGELOLA, MEMANFAATKAN, MENJAGA SERTA MEMELIHARA LAUT SECARA BERKELANJUTAN

KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA YANG DIHARAPKAN

FEEDBACK


Komparasi

KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA

Melalui:1. PENGUATAN KEBIJAKAN BUDAYA BAHARI2. PENGUATAN KEBIJAKAN TATA KELOLA LAUT3.PENGUATAN KEBIJAKAN EKONOMI KELAUTAN4. PENGUATAN KEBIJAKAN PERTAHANAN, KEAMANAN DAN KESELAMATAN DI LAUT5. PENGUATAN KEBIJAKAN LINGKUNGAN LAUT

KEBIJAKAN:

TERWUJUDNYA PENGUATAN KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA MELALUI PENGUATAN KEBIJAKAN BUDAYA BAHARI, TATA KELOLA LAUT, EKONOMI KELAUTAN, PERTAHANAN, KEAMANAN DAN KESELAMATAN DI LAUT SERTA LINGKUNGAN LAUT GUNA MEMADUKAN KEBIJAKAN ANTAR SEKTOR DALAM RANGKA MEWUJUDKAN INDONESIA MENJADI NEGARA MARITIM YANG MANDIRI, KUAT DAN SEJAHTERA


Tujuan kebijakan kelautan indonesia berdasarkan uu no 17 tahun 2007

TUJUAN KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA(berdasarkan UU No. 17 Tahun 2007)

“Mewujudkan Indonesia menjadi Negara Kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional”


Komparasi

TERIMA KASIH

DEWAN KELAUTAN INDONESIA


  • Login