Siapakah
Download
1 / 19

Siapakah Diri Kita ? - PowerPoint PPT Presentation


  • 293 Views
  • Uploaded on

Siapakah Diri Kita ?. Di ruang tunggu sebuah bandara, seorang ibu muda terlihat tengah menunggu pesawat yang akan menerbangkan dirinya. Karena harus menunggu cukup lama, ia memutuskan untuk membeli buku untuk dibaca.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Siapakah Diri Kita ?' - rune


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Siapakah

Diri Kita ?


Di ruang tunggu sebuah bandara, seorang ibu muda terlihat tengah menunggu pesawat yang akan menerbangkan dirinya.


Karena harus menunggu cukup lama, ia memutuskan untuk membeli buku untuk dibaca.

Ia juga membeli sebungkus biskuit, sekadar untuk camilan dirinya disaat menunggu pesawat.


Ia kemudian duduk di salah satu kursi di ruang tunggu VIP. membeli buku untuk dibaca.

Sambil bersandar, ia mulai membuka dan membaca buku yang dipegangnya.


Di kursi sebelah, yang hanya dipisahkan oleh sebuah meja kecil.

Di atas meja kecil tersebut tersaji sebungkus biskuit, duduklah seorang pria.

Pria itu terlihat mulai membaca majalah.


Ketika ibu muda mengambil sepotong biskuit dari bungkusan yang terletak di atas meja, pria tsb. mengambil sepotong juga.

Si ibu muda merasa terganggu dengan perbuatan pria tsb, namun ia diam saja.

Ia hanya bergumam:

“Huh ....Menyebalkan! Ingin rasanya kutampar saja mukanya!”


Setiap ibu muda tsb mengambil sepotong biskuit, pria itu juga melakukan hal yang sama, sambil tersenyum kepada si ibu muda.

Perbuatan pria tsb. benar-benar mengundang geram si ibu muda ...!

Namun si ibu muda tidak bereaksi apa-apa, ia hanya menyimpan kedongkolan di dalam dada.


Ketika biskuit tersisa satu potong, si ibu muda bergumam: juga melakukan hal yang sama, sambil tersenyum kepada si ibu muda.“ coba saya ingin lihat apa yang akan dilakukannya...!”

Kemudian si pria membelah biskuit tsb. Ia mengambil separoh dan mempersilakan si ibu muda untuk menikmati yang separohnya lagi...


Benar-benar keterlaluan ........ ! juga melakukan hal yang sama, sambil tersenyum kepada si ibu muda.

Kini, kekesalan si ibu muda benar-benar memuncak !

Ia segera mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan tempat duduk tsb, pindah ke ruang keberangkatan (boarding room).


Ketika ibu muda duduk di dalam pesawat, ia membuka tas jinjingnya untuk mengambil kacamata.

Betapa terkejutnya dia ...... ternyata bungkusan biskuit miliknya ada di dalam tas jinjing, masihutuh ...!


Ia kini menyesal, ... dan benar-benar merasa malu! jinjingnya untuk mengambil kacamata.

Ia merasa bersalah.

Ia mengira bahwa biskuit yang dimakan tadi adalah miliknya...

Ternyata bukan!


Pria tadi membagi biskuit antara dirinya dan si ibu muda tanpa merasa marah, terganggu atau pun merasa rugi ...


.... Sementara si ibu muda merasakan sebaliknya. tanpa merasa marah, terganggu atau pun merasa rugi ...

Ia merasa bahwa biskuit tsb adalah miliknya yang telah diserobot oleh pria tsb, dan menyangka betapa si pria tsb telah berbuat kurang ajar kepada dirinya.


Bapak dan Ibu, tanpa merasa marah, terganggu atau pun merasa rugi ...

ada empat hal yang tidak dapat diraih kembali ...


Batu ... tanpa merasa marah, terganggu atau pun merasa rugi ...

... setelah dilempar!


Kata-kata... tanpa merasa marah, terganggu atau pun merasa rugi ...

...setelah diucapkan!


Kesempatan... tanpa merasa marah, terganggu atau pun merasa rugi ...

... setelah berlalu!


Waktu... tanpa merasa marah, terganggu atau pun merasa rugi ...

...setelah

beranjak pergi!

Alih Bahasa oleh Mustangid

[email protected]


Guru yang luar biasa
GURU YANG LUAR BIASA tanpa merasa marah, terganggu atau pun merasa rugi ...

Guru yang biasa saja : memberi tahu;

Guru yang baik: menjelaskan;

Guru yang pintar: menunjukkan;

Guru yang luar biasa: mengilhami.

(William Arthur Ward)


ad