1 / 21

IV. RANCANGAN ACAK KELOMPOK LENGKAP

IV. RANCANGAN ACAK KELOMPOK LENGKAP. RAKL : paling luas digunakan cocok untuk percobaan lapangan Jumlah perlakuan tidak begitu besar, fleksibel dan sederhana Areal penurunan produktivitasnya dpt diduga

risa
Download Presentation

IV. RANCANGAN ACAK KELOMPOK LENGKAP

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. IV. RANCANGAN ACAK KELOMPOK LENGKAP RAKL : paling luas digunakan cocok untuk percobaan lapangan Jumlah perlakuan tidak begitu besar, fleksibel dan sederhana Areal penurunan produktivitasnya dpt diduga ada kelompok dalam jumlah yang sama, setiap kelompok dikenai perlakuan-perlakuan yang sama Tujuan : mengurangi galat percobaan.

  2. Perbedaan dengan RAL • RAL : hanyaadasatusumberkeragaman (Variasi) : keragamankarenaperlakuan satuanpercobaanharushomogen • RAK keragamankarenaperlakuan, pengaruhgalatdanpengaruhkelompok yang berbeda satuanpercobaantidakperluhomogen • Dalam RAK yang tidakhomogendikelompokkanshgsatuanpercobaandlmkelompok yang samahomogen. • Prosespengacakan RAL secarapenuhataulengkap, dalam RAK dilakukansecaraterpisahuntukmasing-masingkelompok.

  3. Teknikpengelompokan : • Pemilihansumberkeragaman yang digunakansebagailandasanpengelompokan • Pemilihanbentukdanpedomanpengelompokan • Dalambidangbudidayapertaniansumberkeragaman yang ideal sebagailandasanpengelompokanadalah : • Heterogenitastanah • Arahmigrasiserangga • Kemiringanlahan

  4. Dalambidang THP : • Perbedaansumberbahanpenelitian • Perbedaanumurobyekpenelitian/respondenpenelitian, perbedaanlokasi/wilayah. Dalampengelompokan, identitasdantujuanpenggunaannyaharuskonsistenselamapercobaan. Misal : analisiskadarguladarahrespondentidakdapatselesaidalamsatuhari yang samamakauntuksatukelompok yang samaharusselesaipadahari yang sama.

  5. Contoh Perbedaan RAL dan RAK RAL : Penelitian untuk mengetahui pengaruh asupan ekstrak rempah-rempah selama 28 hari terhadap kadar kolesterol darah.. Perlakuan : Pemberian asupan ekstrak rempah-rempah dengan konsentrasi 0, 1, 2, 3, 4 dan 5 ml/hari selama 28 hari. Ulangan perlakuan 8 ulangan Kebutuhan tikus wistar jantan umur 2 bulan adalah 6 X 8 ekor. Pengacakan :tiap ekor tikus dimasukkan dalam satu kandang, kemudian dibuat undian yang isinya satuan perlakuan AiUj : Perlakuan konsentrasi ke i ulangan ke j  sebanyak 48 buah. Dari A1U1 hingga A6U8  diundi untuk tiap kandang.

  6. Contoh Perbedaan RAL dan RAK Kelompok I (umur 2 bulan) RAK : Penelitian untuk mengetahui pengaruh asupan ekstrak rempah-rempah selama 28 hari kadar kolesterol darah.. Perlakuan : Pemberian asupan ekstrak rempah-rempah dengan konsentrasi 0, 1, 2, 3, 4 dan 5 ml/hari selama 28 hari. Ulangan perlakuan 8 ulangan Kebutuhan tikus wistar jantan adalah 6 X 8 ekor tersedia umur 2 bulan 24 ekor dan umur 3 bulan 24 ekor karena umur tidak sama  tidak homogen  dikelompokkan Pengacakan : dilakukan untuk tiap kelompok : dibuat satuan perlakuan 6 X 4 satuan yaitu dari A1U1, A1U2, A1U3, A1U4, A2U1 dst hingga A6U4  diundi untuk kelompok I dahulu jika sdh selesai baru kelompok II Kelompok II (umur 3 bulan)

  7. Model linier untuk anava RAK Dimana : Yij : nilai pengamatan dari perlakuan ke I dalam kelompok ke j u : mean populasi i : pengaruh aditif dari perlakuan ke I j : pengaruh aditif dari kelompok ke j ij : pengaruh galat dari perlakuan ke I pada kelompok ke j

  8. Hipotesis : • Model Tetap H0 = 1 = 2 ….. = t = 0 H1 = minimal adasatu i ≠ 0 Untukmengujibahwatidakadapengaruhperlakuanterhadaprespon yang diamatiataupengaruhperlakuanterhadapresponadalah nol. • Model Acak H0 =  = 0 : yang berartitidakadakeragamandalampopulasiperlakuan H1 =  > 0 : yang berartiadakeragamandalampopulasiperlakuan

  9. Contoh 2. RAK Dengan subsampling Sub sampling : dalam perlakuan terdapat ulangan perlakuan (beberapa pengamatan per perlakuan per kelompok) Model linier : ijk= pengaruh galat pengamatan ke k kelompok ke j dan perlakuan ke i

  10. PerhitunganAnava : Derajatbebas total = sr t – 1 = total banyaknyapengamatan -1 Derajatbebaskelompok = r – 1 = banyaknyakelompok – 1 Derajatbebasperlakuan = t – 1 = banyaknyaperlakuan – 1 db galat 1 (galatpercobaan) = (t - 1) (r – 1) = (db perlakuan) (db kelompok) db galat 2 (galatpenarikansampel) = t r (s – 1) = db total – db perlakuan – db kelompok – db galat 1 t : banyaknyaperlakuan r : banyaknyakelompok s : banyaknyaulangananalisis/ulanganpengamatan

  11. Perhitungan Anava : JKG2 = JKT – JKP – JKK – JKG1

  12. Contoh Penerapan : Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh perlakuan pemberian ekstrak daun katuk selama 5 hari terhadap berat anak tikus yang disusui oleh induknya. Perlakuan : Pemberian ekstrak daun katuk pada berbagai volume : 0,5, 10, dan 15 ml per hari pada tikus yang telah melahirkan dengan umur anaknya 2 hari, 7 hari dan 12 hari. Kelompok : umur anak tikus Perlakuan : pemberian ekstrak daun katuk

  13. Contoh Penerapan :

  14. Langkahanava : • Model linier Yijk= Beratanaktikuspadapengamatanke k darikelompokumurke j yang diberiekstrakdaunkatukkei. u = meanberattikuskeseluruhansebenarnya I = pengaruhperlakuanpemberianekstrakdaunkatukdalamberbagai volume. j = pengaruhkelompokumuranaktikus. ij = pengaruhgalatpercobaandarikelompokumurke j yang memperolehdosispemberianekstrakdaunkatukke I ijk = pengaruhgalatpenarikancontohpadapengamatanke k darikelompokumur yang memperolehdosispemberianekstrakdaunkatukkei.

  15. 2. Hipotesis : Model Tetap H0 = 1 = 2 ….. = t = 0 H1 = minimal ada satu i ≠ 0, i=1,2,3,4 minimal ada satu perlakuan pemberian ekstrak daun katuk yang mempengaruhi berat anak tikus. • 3. PerhitunganAnava • Derajatbebas Derajatbebas total = sr t – 1 =3 x 3 x 4 -1 = 35 Derajatbebaskelompok = r – 1 =3 – 1 =2 Derajatbebasperlakuan = t – 1 = 4 – 1 =3 db galat 1 (galatpercobaan) = (r - 1) (t – 1) = (3-1)(4-1)=6 db galat 2 (galatpenarikansampel) = t r (s – 1)=3 x 4 X (3-1) = 24

  16. Perhitungan Anava :

  17. . JKG2 = JKT – JKP – JKK – JKG1 JKG2 = 24.346,31 – 21.930,97 – 166,06 – 814,61= 1434,67

  18. Anava : Keterangan : * Karena F hitung perlakuan > F tabel maka Ho ditolak jadi pengaruh pemberian ekstrak daun katuk berpengaruh sangat nyata terhadap berat anak tikus. ** Tidak berbeda nyata (n.s) F tabel untuk perlakuan f1 = db perlakuan=3 , f2 = db galat1 = 6 F tabel untuk galat percobaan f1: db galat1=6, dan f2: db galat 2=24

  19. Tugas Rumah Jawablahpertanyaaanberikut : • Mengapaperlupengelompokkandalamrancangan RAK? • Tujuanpengelompokkantersebutadalah ? • Jelaskansituasi yang mengharuskankitamemilih RAK? • Bagaimanakahperbedaancarapengacakanpadarancangan RAL dan RAK ?

More Related