Cairan dan elektrolit
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 46

CAIRAN DAN ELEKTROLIT PowerPoint PPT Presentation


  • 331 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

CAIRAN DAN ELEKTROLIT. KOMPARTEMEN CAIRAN. Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu : 1. Cairan intraselular (CIS) 2. Cairan ekstra selular (CES) 3. Pada orang dewasa 60% dari berat badan adalah air (cairan dan elektrolit). BODY FLUID VOLUME.

Download Presentation

CAIRAN DAN ELEKTROLIT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Cairan dan elektrolit

CAIRAN DAN ELEKTROLIT


Kompartemen cairan

KOMPARTEMEN CAIRAN

  • Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu :

    1. Cairan intraselular (CIS)

    2. Cairan ekstra selular (CES)

    3. Pada orang dewasa 60% dari berat badan adalah air (cairan dan elektrolit).


Body fluid volume

BODY FLUID VOLUME

Body fluid

60% water

Intracelluler

2/3(40%)

(28 lt in 70 kg

young adult)

extracelluler

1/3(20%)

(14 lt in 70 kg

young adult)

Interstitial

15% (10.5 lt in 70 kg

young adult)

Plasma

5% (3.5 lt in

70 kg young adult)

Transcelluler

1-3%

(Cerebrospinal)

(aqueous humor)


Prosentase total cairan tubuh dibandingkan berat badan

PROSENTASE TOTAL CAIRAN TUBUH DIBANDINGKAN BERAT BADAN


Electrolyte composition of body fluid

Electrolyte Composition of Body Fluid


Komposisi cairan tubuh

KOMPOSISI CAIRAN TUBUH

  • Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut, substansi terlarut (zat terlarut):

    1. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya.


2 solut terlarut

2. Solut (terlarut)

  • Selain air, cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut): elektrolit dan non-elektrolit.

  • (a)Elektrolit:Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik.

    Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+), sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+).


Cairan dan elektrolit

  • Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ), sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4-).

  • (b).Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan. Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin.


Fungsi cairan tubuh

FUNGSI CAIRAN TUBUH

  • Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel

  • Mengeluarkan buangan-buangan sel

  • Mmbentu dalam metabolisme sel

  • Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit

  • Membantu memelihara suhu tubuh

  • Membantu pencernaan

  • Mempemudah eliminasi

  • Mengangkut zat-zat seperti (hormon, enzim, SDP, SDM)


Intake dan output rata rata harian dari unsur tubuh yang utama

INTAKE DAN OUTPUT RATA-RATA HARIAN DARI UNSUR TUBUH YANG UTAMA


Insensible loss iwl

Insensible Loss (IWL)

  • Merupakan Kehilangan cairan melalui kulit (difusi) & paru

  • Untuk mengetahui “Insensible Loss (IWL)” dapat menggunakan penghitungan sebagai berikut :

  • DEWASA= 15 cc/kg BB/hari

  • ANAK= (30 – usia (th)) cc/kg BB/hari

    Jika ada kenaikan suhu :

  • IWL= 200 (suhu badan sekarang – 36.8C)


Faktor faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit

1.Usia

2. Jenis kelamin

3. Sel-sel lemak

4. Stres

5. Sakit

6. Temperatur lingkungan

7. Diet


Proses pergerakan transpor cairan tubuh

PROSES PERGERAKAN / TRANSPOR CAIRAN TUBUH

1.Difusi

Difusi adalah proses dimana partikel yang terdapat dalam cairan bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sampai terjadi keseimbangan.

Faktor-faktor yang meningkatkan difusi

1. Peningkatan suhu

2. Peningkatan konsentrasi partikel


Cairan dan elektrolit

Faktor-faktor yang meningkatkan difusi

3.Penurunan ukuran atau berat molekul dari partikel

4.Peningkatan area permukaan yang tersedia untuk difusi

5.Penurunan jarak lintas dimana massa partikel harus berdifusi


2 transport aktif

2. Transport Aktif

1)Transport Aktif adalah bahan bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi.

2) adanya daya aktif dari tubuh seperti pompa jantung.

3)  diperlukan Energi.

4)Banyak zat terlarut penting ditransport secara aktif melewati membran sel meliputi: natrium, kalium, hidrogen, glukosa dan asam amino.

5)Tarnsport aktif adalah vital untuk mempertahankan keunikan komposisi baik CES dan CIS.


3 filtrasi penyaringan

3. Filtrasi (penyaringan)

1)Filtrasi adalah adalah merembesnya suatu cairan melalui selaput permeable.

2)Arah perembesan adalah dari daerah dengan tekanan yang lebih tinggi ke daerah dengan tekanan yang yang lebih rendah.


Cairan dan elektrolit

4.Osmosis

Osmosis adalah bergeraknya pelarut bersih seperti air, melalui membran semipermeabel dari larutan yang berkonsentrasi lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi yang sifatnya menarik.


Faktor faktor yang mempengaruhi gerakan air dan zat terlarut

Faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan air dan zat terlarut

1. Membran

Membran semipermeabel tubuh meliputi :

a.membran sel : memisahkan CIS dan CIT dan terdiri atas lipid dan protein

b.membran kapiler : memisahkan CIV dari CIT

c.membran epitelial : memisahkan CIT dan CIV dari CTS. Contoh : epitelium mukosa dari lambung dan usus, membran sinovial dan tubulus ginjal.


Cairan dan elektrolit

2. Proses transpor

3. Konsentrasi cairan tubuh

  • Osmolalitas

  • Tonisitas

    1). Larutan isotonik  NaCl 0,9%

    2). Larutan hipotonik NaCl 0.45%

    3). Larutan hipertonik NaCL 3%, dekstrosa 50%


Pengaturan keseimbangan volume vaskular dan osmolalitas cairan ekstraselular ces

Pengaturan keseimbangan / volume vaskular dan osmolalitas cairan ekstraselular (CES)

1.Rasa Dahaga

2.   Anti Diuretik Hormon (ADH)

3.   Aldosteron

4.   Prostaglandin

5.   Glukokortikoid


Keseimbangan air dan elektrolit dipertahankan melalui integrasi dari fungsi

KESEIMBANGAN AIR DAN ELEKTROLIT DIPERTAHANKAN MELALUI INTEGRASI DARI FUNGSI :

  • ·GINJAL

  • ·HORMONAL

  • ·SARAF


Cara pengeluaran cairan

CARA PENGELUARAN CAIRAN

a.  Ginjal

b. Kulit

c. Paru –paru

d. Gastrointestinal


Pengaturan elektrolit

Pengaturan Elektrolit

  • Natrium

  • Terbanyak di Extra sel

  • Mempengaruhi keseimbangan air, hantaran infuls dan kontraksi otot

  • Diatur oleh intake garam, aldosteron, dan pengeluaran urine

  • Normal: 135-148 mEq/lt


Kalium

Kalium

  • Kation utama intra seluler

  • Berfungsi sebagai exitabiliy neuromuskuler dan kontraksi otot

  • Untuk pembentukan glikogen, sintesa protein, pengaturan keseimbangan asam basa

  • Normal: 3,5-5,5 mEq/lt


Kalsium

Kalsium

  • Berguna untuk integritas kulit, struktur sel, konduksi jantung, pe,beuan darah, pembentukan tulang dan gigi.

  • Diatur oleh parathyroid dan thyroid

    Magnisium

  • Kation terbanyak kedua di CIS

  • Penting untuk aktifitas enzim, neurochemia, muskular excibility

  • Normal: 1,5-2,5 mEq/lt


Cairan dan elektrolit

Clorida

  • Terdapat pada CIS dan CES

  • Normal: 95-105 Eq/lt

    Bicarbonat

  • Sebagai buffer

  • Teradapat pada CIS dan CES

    Fosfat

  • Anion buffer pada CIS dan CES

  • Fungsi untuk meningkatkan kegiatan neuromuskuler, metab. KH, pengatur As-Bs


Masalahkeseimbangan cairan dan elektrolit

MASALAHKESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

1.  Hipovolemia

  • Hipovolemia adalah suatu kondisi akibat kekurangan volume cairan ekstraseluler (CES).

  • Hipovolemia adalah penipisan volume cairan ekstraseluler (CES)

    QHipovolemia adalah kekurangan cairan di dalam bagian-bagian ekstraseluler (CES).


Penyebab

Penyebab

(1)   Penurunan masukan

(2)Kehilangan cairan yang abnormal melalui : kulit, gastro intestinal, ginjal abnormal, dll.

(3)  Perdarahan


Tanda gejala klinis

Tanda-gejala Klinis

  • Pusing, kelemahan, Keletihan

  • Sinkope

  • anoreksia,mual, muntah, haus,

  • kekacauan mental

  • Konstipasi dan oliguria.

  • HR meningkat, suhu meningkat, turgor kulit menurun, lidah kering, mukosa mulut kering, mata cekung.


Pengkajian fisik

Pengkajian Fisik

  • Penurunan tekanan darah (TD), khususnya bila berdiri (hipotensi ortostatik); peningkatan frekwensi jantung (FJ); turgor kulit buruk; lidah kering dan kasar; mata cekung; vena leher kempes; peningkatan suhu dan penurunan berat badan akut. Bayi dan anak-anak : penurunan air mata, depresi fontanel anterior.

  • Pada pasien syok akan tampak pucat dan diaforetik dengan nadi cepat dan haus; hipotensi terlentang dan oliguria.


Indikator penurunan berat badan

indikatorPenurunan berat badan


Perubahan pada hipovolemia

Perubahan pada hipovolemia

Hipovolemia Ringan

  • Anoreksia

  • Keletihan

  • Kelemahan

    Hipovolemia Sedang

  • Hipotensi ortostatik

  • Takikardia

  • Penurunan CVP

  • Penurunan haluaran urine


Cairan dan elektrolit

Hipovolemia Berat

  • Hipotensi berbaring

  • Nadi cepat dan lemah

  • Dingin, kulit kusam

  • Oliguria

  • Kacau mental, stupor, koma


Tindakan

Tindakan

  • Pemulihan volume cairan normal dan koreksi gangguan penyerta asam-basa dan elektrolit

  • Perbaikan perfusi jaringan pada syok hipovolemik

  • Rehidrasi oral pada diare pediatrik

  • Tindakan terhadap penyebab dasar


Riwayat dan faktor faktor resiko

Riwayatdanfaktor-faktorresiko

  • Kehilangan GI abnormal : muntah, penghisapan NG, diare, drainase intestinal

  • Kehilangan kulit abnormal : diaforesis berlebihan sekunder terhadap demam atau latihan, luka bakar, fibrosis sistik

  • Kehilangan ginjal abnormal : terapi diuretik, diabetes insipidus, diuresis osmotik (bentuk poliurik), insufisiensi adrenal, diuresis osmotik (DM takterkontrol, pasca penggunaan zat kontras

  • Spasium ketiga atau perpindahan cairan plasma ke interstisial : peritonitis, obtruksi usus, luka bakar, acites

  • Hemorragia

  • Perubahan masukan : koma, kekurangan cairan.


Pedoman penyuluhan pasien keluarga

Pedoman Penyuluhan pasien-keluarga

  • Beri pasien dan orang terdekat instruksi verbal dan tertulis tentang hal berikut :

    (1)  Tanda dan gejala hipovolemia

    (2) Pentingnya mempertahankan masukan adekuat, khususnya pada anak kecil dan lansia, yang lebih mungkin untuk terjadi dehidrasi

    (3) Obat-obatan : nama, dosis, frekwensi, kewaspadaan dan potensial efek samping


2 hipervolemia

2. Hipervolemia

qHipervolemia adalah penambahan / kelebihan volume (CES)

qHipervolemia adalah kelebihan cairan di dalam bagian-bagian ekstraseluler (CES).

Penyebab

1. Stimulus kronis pada ginjal untuk menahan natrium dan air

2. Fungsi ginjal abnormal, dengan penurunan ekskresi natrium &air

3. Kelebihan pemberian cairan intra vena

4. Perpindahan cairan interstisial ke plasma


Tanda gejala klinis1

Tanda-gejala Klinis

  • sesak nafas, ortopnea, odema

    Penyebab edema extraselular

    1.  peningkatan tekanan kapiler

  • kelebihan retensi ginjal

  • tekanan vena yang tinggi

  • penurunan resistensi arteriol

    2.  penurunan protein plasma

  • hilangnya protein melalui hidung

  • hilangnya protein melalui kulit yang lepas

  • kagagalan roduksi protein


Cairan dan elektrolit

3. Peningkatan permiabilitas kapiler

  • reaksi imun

  • toksin

  • infeksi bakteri

    4.   Blockage of lymph return

  • Cancer

  • Pembuluh limphatik yang abnormal atau kelainan konginital


Pengkajian fisik1

Pengkajian Fisik

  • Oedema, peningkatan berat badan, peningkatan TD (penurunan TD saat jantung gagal) nadi kuat, asites, krekles (rales). Ronkhi, mengi, distensi vena leher, kulit lembab, takikardia, irama galop


Odema pitting

Odema Pitting

  • +1: Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 2 mm

  • +2:Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 4 mm

  • +3: Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 6 mm

  • +4:Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 8 mm


Tindakan1

Tindakan

  • Pembatasan natrium dan air

  • Diuretik

  • Dialisi atau hemofiltrasi arteriovena kontinue : pada gagal ginjal atau kelebihan beban cairan yang mengancam hidup


Tanggung jawab keperawatan

Tanggung jawab Keperawatan

  • Memantau haluaran urine dengan cermat

  • Mempertahankan pembatasan pemberian cairan

  • Mempertahankan masukan dan haluaran cairan akurat

  • Memantau tanda-tanda gagal jantung kongestif (GJK) dan oedema pulmoner


Riwayat dan faktor faktor resiko1

Riwayat dan faktor-faktor resiko

  • Retensi natrium dan air : gagal jantung, sirosis, sindrom nefrotik, kelebihan pemberian glukokortikosteroid

  • Fungsi ginjal abnormal : gagal ginjal akut atau kronis dengan oliguria

  • Kelebihan pemberian cairan intravena (IV)

  • Perpindahan cairan intertisial ke plasma : remobilisasi cairan setelah pengobatan luka bakar, kelebihan pemberian larutan hipertonik (mis; manitol, salin hipertonik) atau larutan onkotik kolid (mis; albumin)


Pedoman penyuluhan pasien keluarga1

Pedoman Penyuluhan pasien-keluarga

  • Beri pasien dan orang terdekat instruksi verbal dan tertulis tentang hal berikut:

  • Tanda dan gejala hipervolemia

  • Gejala-gejala yang memerlukan pemberitahuan dokter setelah pulang dari rumah sakit; sesak nafas, nyeri dada, ketidakteraturan nadi baru.

  • Diet rendah garam, bila diprogramkan; gunakan pengganti garam; dan hindari makanan yang mengandung natrium tinggi

  • Obat-obatan : termasuk nama, tujuan, dosis, frekwensi, kewaspadaan dan potensial efek samping; tanda dan gejala hipokalemia bila pasien mnggunakan diuretik.

  • Pentingnya pembatasan cairan bila hipervolemia berlanjut

  • Pentingnya penimbangan berat badan setiap hari


  • Login