Latar Belakang
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 29

Pancasia sebagai Idiolog Terbuka PowerPoint PPT Presentation


  • 191 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Latar Belakang. Hakekiat Pancasila sebagai Idiologi Terbuka. Pengertian Idiologi. Kriteria,Batasan, dan pengertian Pancasila sebagai Idiologi Terbuka. Makna Pancasila sebagai Sumber Nilai. Pancasila sebagai Sumber Nilai. Pancasia sebagai Idiolog Terbuka. Pengertian Pancasila.

Download Presentation

Pancasia sebagai Idiolog Terbuka

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Latar Belakang

Hakekiat Pancasila sebagai Idiologi Terbuka

Pengertian Idiologi

Kriteria,Batasan, dan pengertian Pancasila sebagai Idiologi Terbuka

Makna Pancasila sebagai

Sumber Nilai

Pancasila sebagai Sumber Nilai

Pancasia sebagai

Idiolog Terbuka

Pengertian Pancasila

Sifat Pancasila

Kedudukan dan Fungsi Pancasila

Bidang Iptek

Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

Bidang politik

Bidang Ekonomi

Bidang Sosial Budaya

Sikap Positif terhadap Pancasila sebagai Idiologi Terbuka

Bidang Hankam

Reformasi


Pancasia sebagai idiolog terbuka

PANCASILA SEBAGAI IDIOLOGI TERBUKA

  • Hakekat Pancasila sebagai Idiologi terbuka

  • 1. Pengertian Idiologi

  • Idiologi

idea

Melihat

Segi istilah

Logi

Pengetahuan

Teori

Hasil Penemuan dalam pemikiran yang berupa pengetahuan / teori.

Suatu kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas,pendapat/ kejadian yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

Pendapat ahli politik

  • Idiologi adalah Soerjanto Poespo Wardojo

  • Prinsip untuk mendasari tingkah laku seseorang / suatu bangsa dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan.

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia

  • Idiologi adalah Himpunan nilai ,ide, norma, kepercayaan dan kenyakinan yang dimiliki seseorang /sekelompok orang yang menjadi dasar dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan problem politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politik.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

  • Sumarno

  • Idiologi adalah Kesatuan gagasan fundamental dan sistematis yang menyeluruh tentang kehidupan manusia.

  • Krech, Crutchfield, Ballachey

  • Idiologi adalah Dokterin-doktrim pemikiran / cara berfikir seseorang , kelas, atau lainnya.

  • Menurut Koento Wibisono terdapat kesamaan dari semua unsur Idiologi

  • Kesamaan itu adalah :

  • Keyakinan berarti dalam setiap idiologi selalu memuat gagasan – gagasan vital dan konsep-konsep dasar

  • yang menggambarkan seperangkat keyakinan. Seperangkat keyakinan tersebut diorientasikan pada tingkah

  • laku atau perbuatan manusia sebagai subyek pendukungnya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan.

  • Mitos berarti setiap idiologi selalu memitoskan sesuatu ajaran secara optimistik-deterministik. Artinya

  • mengajarkan bagaimana idiologi pasti akan dapat dicapai.

  • Loyalitas berarti dalam setiap idiologi selalu menuntut adanya loyalitas serta keterlibatan optimal dari para

  • pendukungnya.

Idiologi politik adalah perumusan keyakinan / program yang dimiliki suatu negara

bangsa, partai politik,/ perkumpulan politik yang bermaksud

mencapai tujuan politik.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

  • Fungsi Idiologi :

  • Struktur kognitif yaitu keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan

  • landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian kejadian alam.

  • Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.

  • Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah atau bertindak.

  • Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya.

  • Kekuatan yang mampu memberi semangat serta mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan

  • Pendidikan bagi manusia / masyarakat memahami dan menghayati tingkah lakunya sesuai dengan norma.

  • Sebagai tujuan / cita-cita yang hendak dicapai secara bersama oleh

  • masyarakat.

  • Sebagai pemersatu masyarakat dan menjadi prosedur penyelesaian

  • konflik.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

  • Frans Magnis Suseno membedakan idiologi menjadi :

  • Idiologi tertutup ciri-cirinya :

  • 1. Nilai yang terkandung dalam idiologi bukan berasal dari masyarakat

  • itu sendiri.

  • 2. Berlakunya nilai idiologi dipaksakan di masyarakat.

  • 3. Isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu melainkan terdiri atas

  • tuntutan-tuntutan yang bukan kongkret, operasional dan diajukan dengan

  • mutlak.

  • Idiologi terbuka ciri-cirinya :

  • 1. Nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar.

  • 2. Dasarnya bukan keyakinan idiologis sekelompok orang ,melainkan hasil

  • musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut.

  • 3. Nilai – nilai idiologi bersifat garis besar dan dasar sehingga isinya tidak

  • langsung operasional.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Macam – Macam Idiologi

  • Idiologi Liberal :

  • Suatu ajaran yang diyakini kebenarannya untuk mengatur tingkah laku yang menonjolkan

  • kebebasan individu. Ciri-cirinya :

  • a. sistem ekonomi kapitalis

  • b. Perekonomian diserahkan kepada perseorangan.

  • c. Di bidang politik dikenal adanya oposisi

  • d. Masyarakat cenderung mementingkan diri pribadi

  • e. Dalam Idiologi diterapkan paham sekuler

  • Idiologi Komunis :

  • Suatu ajaran yang didasarkan pada paham sama rata sama rasa dan telah diyakini kebenarannya. Ciri-cirinya :

  • a. Sistem ekonomi etatisme

  • b. sistem politik tertutup hanya mengakui satu partai( partai komunis )

  • c. Rakyat hanya sebagai obyek negara

  • d. Tidak percaya adanya Tuhan.

  • e. Masyarakat hanya mengenal satu kelas sosial.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

3. Idiologi Pancasila

Suatu ajaran yang tersusun sistematis diyakini kebenarannya yang didasarkan atas nilai-nilai Pancasila.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

2. Pancasila sebagai Idiologi Terbuka

Pengertian :

a. Pancasila senantiasa berinteraksi secara dinamis dengan nilai –nilai

dasar yang tidak berubah dan pelaksanaannya disesuaikan dengan

kebutuhan dan tantangan nyata dalan setiap kurun waktu.

b. Pancasila dapat membuka nilai-nilai dari luar tanpa mengubah nilai

dasarnya.

c. Pancasila dapat mengembangkan secara kreatif dan dinamis untuk

menjawab kebutuhan jaman tanpa mengubah niali dasar.

Jadi : Tidak bersifat kaku ,tertutup,statis,namun bersifat terbuka, bersifat

aktual,dinamis,antisipasif dan mampu menyesuaikan dengan

perkembangan zaman dengan tidak mengubah nilai-nilai dasarnya

dan mampu memecahkan masalah-masalah baru dan aktual yang

senantiasa berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Pembatasan Terhadap Sikap Keterbukaan Pancasila.

  • Nilai Dasar : kelima nilai dasar harus tetap ajeg, lestari, tidak boleh

  • dirubah.

  • Kepentingan Stabilitas Nasional : Penjabaran nilai dasar bisa dilakukan asal tidak membahayakan stabilitas dan integritas nasional.

  • Larangan Idiologi Komunis - Marxisme


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka mengandung 3 nilai Fleksibelitas :

  • Nilai Dasar : nilai yang relatif tetap / tidak berubah yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.

  • Nilai Instrumen : nilai-nilai dari nilai dasar yang dijabarkan lebih kreatif

  • dan dinamis berupa arahan, kebijakan,strategi,sasaranserta lembaga

  • pelaksananya. Misal UUD 1945,Tap MPR,Peraturan Perundangan lainnya.

  • 3. Nilai Praxis/ Praktis : Nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari misal menghormati, kerjasama,kerukunan.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Dimensi Pancasila sebagai Idiologi Terbuka

  • Dimensi Idialistis yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bersifat

  • sistematis,rasional, menyeluruh yang mampu memberikan optimisme, harapan serta motivasi untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan.

  • Dimensi Normatif yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma sebagaimana terkandung dalam dalam norma – norma kenegaraan. Pancasila sebagai norma tertib hukum tertinggi dan merupakan pokok kaidah fundamental bagi negara.

  • Dimensi Realitas yaitu suatu idiologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat dalam segala aspek kehidupan.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

B. Pancasila sebagai Sumber Nilai

1. Makna Pancasila sebagai Sumber nilai

Nilai/Value adalah sesuatu yang berharga , berguna, indah,memperkaya

batin dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya yang

terbentuk atas dasar pertimbangan cipta,rasa,dan keyakinan

seseorang,sekelompok masyarakat,atau bangsa.

Beberapa Pendapat Ahli mengenai Pengertian Nilai

a. Kamus Ilmiah Populer

Nilai adalah ide tentang apa yang baik,benar,bijaksanadan apa yang

berguna ak dari sifatnya lebih abstrak dari norma.

b. Nursal dan Daniel Fernandez

Nilai adalah perasaan-perasaan tentang apa yang diinginkan / tidak

diinginkan yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki

nilai itu.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Macam – Macam Nilai

  • Alport Membagi menjadi :

  • a. Nilai teorid. Nilai sosial

  • b. Nilai ekonomie. Nilai politik

  • c. Nilai Estetikaf. Nilai religi

2. Prof. Dr. Notonagoro membedakan menjadi :

a. Nilai Materiil yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia

b. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk

melakukan aktivitas atau kegiatan.

c. Nilai kerohanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

2. Pengertian Pancasila

Panca

lima

Etimologis

Sansekerta

Sila

Asas/dasar

Pancasila

buku sotasoma

Mpu Tantular + Mpu Prapanca

Buku negarakertagama

Tidak boleh melakukan kekerasan

Pancasila krama

Mencuri

bersifat dengki

berbohong

Mabuk/minuman keras


Pancasia sebagai idiolog terbuka

3. Sejarah Lahirnya Pancasila

a. Dibentuknya BPUPKI / Dokuritsu Junbi Coosakai

- Dibentuk tanggal 29 april 1945

- Dilantik tanggal 28 mei 1945

- Ketua : dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat

- Wakil : Ichibangase + R.P. Suroso

- Tugas

Menyelidiki kemungkinan Indonesia merdeka

Mempersiapkan Indonesia merdeka

Menyusun Dasar negara Indonesia merdeka

Menyusun Rancangan UUD Indonesia Merdeka


Pancasia sebagai idiolog terbuka

I. 29 mei 1945 – 1 juni 1945

Pembicaraan : Dasar negara Indonesia merdeka

a. Mr. Moh Yamin

b. Mr. Soepomo

c. Ir. Suekarno

Sidang BPUPKI

II. 10 -17 juli 1945

Titik berat pembicaraan : Rancangan UUD Indonesia

merdeka.

Berikut Rumusan Dasar negara dari para tokoh

Peri kebangsaan

Peri kemanusiaan

a. Mr. Moh Yamin

Peri Ketuhanan

29 mei 1945

Peri kerakyatan

Kesejahteraan Rakyat


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Persatuan

b. Mr. Soepomo

Kewargaan

31 mei 1945

Kesinambungan lahir batin

Musyawarah

Keadilan sosial

Kebangsaan Indonesia - Nasionalisme

Peri kebangsaan - Internasionalisme

c. Ir. Soekarno

Mufakat atau Demokrasi

1 juni 1945

Kesejahteraan sosial

Ketuhanan yang berkebudayaan


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Konsep Ir. Soekarno Dapat diperas menjadi :

Sosio Nasionalisme

Trisila

Sosio Demokratis

Ketuhanan

Ekasila

Gotong Royong

Untuk menindaklanjuti hasil sidang dibentuk Pansus :

1. Panitia Perumus/ sembilan/kecil

Anggota : Ir. Soekarno- KH. Wachid Hasyim

Moh. Hatta- Mr. Moh Yamin

Abikosno Cokrosujoso- Abdulkahar Muzakir

H. Agus Salim- Mr. A.A Maramis

Mr. Achmad Subardjo


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Hasil : Menyususn Rancangan Pembukaan UUD Indonesia merdeka pada

22 juni 1945 yang diberi nama Piagam Jakarta yang didalamnya memuat

rumusan dasar negara Pancasila

2. Panitia Perancang Batang Tubuh UUD

Ketua : Ir. Soekarno

Hasil : Menyusun rancangan batang tubuh UUD pada tanggal 16 juli 1945

yang materinya diambil dari hasil sidang BPUPKI kedua

3. Panitia Ekonomi dan keuangan ketua Moh Hatta

4. Panitia Pembela Tanah Air ( Peta) Ketua Abikusno Cokrosujoso


Pancasia sebagai idiolog terbuka

2. Terbentuknya PPKI / Dokuritsu Junbi Inkai

- Dibentuk 7 agustus 1945

- Ketua Ir. Soekarno dan wakil Moh. Hatta

- Pada tgl 12 agustus 1945 diadakan pertemuan dengan Jend. Terauchi

Hasil Pertemuan :

a. Soekarno dan Moh Hatta diangkat sebangai ketua dan wakil PPKI

b. Panitia boleh bekerja sejak tal 19 agustus 1945

c. Keberhasilan PPKI diserahkan sepenuhnya pada panitia.

Sidang PPKI :

1. Tanggal 18 agustus 1945 .

Hasil sidang :

a. Menetapkan Pembukaan UUD 1945

b. Menetapkan batang tubuh UUD 1945.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

c. Memilih Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan wakil Presiden

d. Untuk sementara waktu pekerjaan Presiden dibantu oleh komite nasional.

2. Tanggal 19 agustus 1945

Hasil sidang :

a. Membentuk 12 kementrian

b. Membagi derah RI menjadi 8 propinsi

3. Tanggal 22 agustus 1945

Hasil sidang :

a. Memilih anggota Komite Nasional

b. Membentuk PNI sebagi Partai tunggal

c. Membentuk BKR ( Badan Keamanan Rakyat )


Pancasia sebagai idiolog terbuka

4. Sifat Pancasila

a. Sistematis ( runtun ) artinya tidak boleh ditukar – tukar urutannya.

b. Kesatuan totalitas yang organis ( utuh, manunggal, dan senyawa ) artinya

sila yang satu tidak dapat dipisahkan hubunganya dengan sila lainnya.

Ciri dan sifat Pancasila dapat digambarkan dalam bentuk Hierarkis Piramida

Sbb :

Sila I

Sila II

Sila III

Sila IV

Sila V


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Hierarkis Piramida ( bertingkat jenjang ) artinya sebagai berikut :

1. Sila I mendasari dan menjiwai sila II, III, IV dan V

2. Sila II di jiwai sila I dan bersama-sama menjiwai sila III, IV, dan V

3. Sila III dijiwai sila I dan II dan bersama-sama menjiwai sila IV dan V

4. Sila IV dijiwai oleh sila I, II, III dan bersama-sama menjiwai sila V

5. Sila V dijiwai oleh sila I, II, III, dan IV

Dampak Yang ditimbulkan bila dipisahkan sila yang satu dengan sila lainnya :

a. Sila I akan menimbulkan negara teokrasi yang absolut

b. Sila II akan menimbulkan Kosmopolitanisme yaitu faham yang tidak mengakui

negara nasional.

c. Sila III akan menimbulkan Chauvinisme yaitu mengagungkan bangsa sendiri dan

merendahkan bangsa lain.

d. Sila IV akan menimbulkan Demokrasi Liberal.

e. Sila V akan menimbulkan Komunisme dan sosialisme yang atheis.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Kedudukan dan Fungsi Pancasila :

1. Pandangan Hidup artinya Sebagai pedoman tingkah laku sehari-hari

2. Kepribadian bangsa artinya Ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain

3. Jiwa bangsa artinya Pancasila lahir bersamaan dengan lahirnya bangsa Indo

4. Sumber dari segala sumber hukum artinya sebagai sumber tertib hukum

tertinggi RI

5. Perjanjian luhur artinya Kesepakatan para pendiri negara

6. Cita – cita dan tujuan bangsa artinya Pancasila merupakan sesuatu yang

hendak dicapai bangsa Indonesia

7. Filsafat hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia artinya alat pemersatu

yang diyakini paling tepat dan efektif bagi bangsa Indonesia.

8. Dasar negara artinya dasar dalam penyelenggaran dan mengatur

pemerintahan negara ( Tap MPR no. XVIII/MPR/1998 )


Pancasia sebagai idiolog terbuka

C. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

Pancasila sebagai paradigma pembangunan adalah Pancasila sebagai sumber nilai,

asas, kerangka berfikir, orientasi dasar, arah, dan tujuan dari suatu perubahan

menuju kemajuan dan kehidupan yang lebih baik. Sehingga segala aspek

pembangunan Nasional harus berdasarkan kepada hakekat nilai-nilai dalam

sila-sila Pancasila.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan meliputi aspek – aspek :

1. Pengembangan Iptek

Pancasila memberikan dasar nilai-nilai bagi pengembangan Iptek sekaligus

kerangka pikir serta basis moralitas demi kesejahteraan hidup manusia.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

2. Pengembangan bidang Politik

Pancasila harus menjadi moralitas dalam berpolitik sehingga praktek-praktek

politik yang menghalalkan segala cara seperti menfitnah, memprovokasi,

menghujat, dan menghasut rakyat yang tidak berdosa untuk diadu domba bisa

segera diakhiri.

3. Pengembangan Bidang Ekonomi

Pancasila harus menjadi moralitas pembangunan ekonomi yaitu tidak hanya

mengejar pertumbuhan saja melainkan harus mampu mensejahterakan rakyat

luas sehingga ekonomi kerakyatan harus terus dikembangkan dengan

menghindari sistem monopoli.

4. Pengembangan Bidang Sosial Budaya

Dalam pengembangan sosial budaya hendaknya berdasarkan pada sistem nilai

yang sesuai dengan budaya bangsa yang dimiliki yang terakumulasi dalam nilai

nilai Pancasila.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

5. Pembangunan Pertahanan Keamanan

Sesuai dengan ketentuan UU no. 3 tahun 2002 tentang pertahanan keamanan

dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan tetap

tegaknya NKRI berdasar UUD 1945 dan Pancasila.Maka sistem yang sesuai

adalah Sishankamrata.

6. Paradigma Reformasi

Gerakan reformasi harus diletakkan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai

landasan cita-cita dan Idiologi bangsa sehingga dalam memproses /menformat

ulang/menata ulang hal-hal yang menyimpang sesuai dengan nilai-nilai ideal.

Gerakan Reformasi Seyogyanya memiliki kondisi Syarat-syarat sbb :

a. Dilakukan karena ada penyimpangan

b. Dilakukan dengan cita-cita bangsa yang jelas dan sesuai dengan nilai-nilai

Pancasila.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

3. Berdasar pada kerangka struktur tertentu ( UUD 1945 )

4. Dilakukan kearah perubahan, kondisi, serta keadaan yang lebih baik.

5. Dilakukan dengan dasar moral dan etika sebagai manusia yang berKetuhanan

Yang Maha Esa serta terjaminnya persatuan dan kesatuan.

D. Sikap Positif terhadap Pancasila sebagai Idiologi Terbuka

Beberapa contoh sikap positif terhadap nilai-nilai Pancasila :

1. Taat pada hukum

2. Setiap pengelenggara negara dalam melaksanakan tugasnya harus sesuai

dengan nilai-nilai Pancasila.

3. Seluruh rakyat harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara sebagai

keputusan final dan konsensus bangsa.

4. Mengakui Pruralisme bhinneka Tunggal Ika.


Pancasia sebagai idiolog terbuka

Daftar Pustaka

Hasyim, M Drs. 2007 Quandra , Jakarta : Yudistira

Aim Abdulkarim . 2007 . Grafindo. Bandung : Media Pratama


  • Login