KEPROTOKOLAN INDONESIA
Download
1 / 14

PEMATERI OLEH - PowerPoint PPT Presentation


  • 372 Views
  • Uploaded on

KEPROTOKOLAN INDONESIA. 052012. TATA TEMPAT (PRESEANCE / ORDER OF PRECEDENCE) BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG KEPROTOKOLAN. PEMATERI OLEH.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' PEMATERI OLEH ' - quito


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

KEPROTOKOLAN INDONESIA

052012

TATA TEMPAT (PRESEANCE / ORDER OF PRECEDENCE) BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG KEPROTOKOLAN

PEMATERI OLEH

Andrian, S.STP, M.Si

Kepala Bagian Pengumpulan dan Penyaringan Informasi

Bagian Humas Protokol

ProvinsiSumatera Selatan


RUANG LINGKUP - 1

DEFINISI

PENGATURAN TEMPAT BAGI PEJABAT NEGARA, PEJ PEMERINTAH, PERWAKILAN NA / ORGSI INT, TOKOH MSY TERTENTU DLM ACARA KENEGARAAN / ACARA RESMI. (Psl 1 (4) UU No. 9 Th 2010)

KETENTUAN

PJN, PJP, PERW NA, ORGSI INT, TOMASTU DLM ACARA KENEGARAAN ACARA RESMI MENDAPAT TEMPAT SESUAI DENGAN PENGATURAN TATA TEMPAT. (Psl 8 UU No. 9 Th 2010).

JENIS TATA TEMPAT; NASIONAL, PROVINSI, KAB/KOTA, DAN YANG BERSIFAT INDIVIDU (ISTERI/SUAMI, WAKIL PEJABAT, MEWAKILI PEJABAT)

PRESEANCE

TATA TEMPAT

DLM HAL PENYELENGGARA NEGARA, PERW NA, ORGSI INT, TOMASTU HADIR DLM ACARA RESMI DI PROV, KAB/KOTA MENEMPATI URUTAN TEMPAT TERLEBIH DAHULU. (Psl 10 (2) danPsl 11 (2) UU No. 9 Th 2010).

TATA TEMPAT BAGI PENYELENGGARA DAN/ATAU PEJABAT TUAN RUMAH MENDAMPINGI PRESIDEN/WK PRESIDEN ATAU PEJABAT NEGARA / PEJABAT PEMERINTAH YG TERTINGGI KEDUDUKANNYA. (Psl 13 UU No. 9 Th 2010).


PRESEANCE NASIONAL (Psl 9 UU No. 9 Th 2010)

  • PEM LN SBG PN, PEM LN LAINNYA YG DITETAPKAN UU, DEPUTI GUB SENIOR DAN DEPUTI GUBERNUR BANK IND, WK KETUA BP PEMILU;

  • GUBERNUR KEPALA DAERAH;

  • PEMILIK TANDA JASA DAN TANDA KEHORMATAN RI;

  • PIMPINAN LPNK, WAKIL MENTERI, WK KASTAF TNI-AD, AU, AL, WK KAPOLRI, WK JAKSA AGUNG, WAKIL GUBERNUR, KETUA DPRD PROVINSI, PEJABAT ESELON I;

  • BUPATI / WALIKOTA, KETUA DPRD KABUPATEN / KOTA;

  • PIMPINAN TERTINGGI REPRESENTASI ORGANISASI KEAGAMAAN TINGKAT NASIONAL YANG DIAKUI OLEH PEMERINTAH, MASYARAKAT.

a. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA;

b. WAKIL PRESIDEN R.I;

c. MANTAN PRESIDEN, WK PRESIDEN;

d. KETUA MAJELIS PERM RAKYAT R.I.;

e. KETUA DEWAN PERW RAKYAT RI;

f. KETUA DEWAN PERW DAERAH RI;

g. KETUA BADAN PEMERIKSA KEU RI;

h. KETUA MAHKAMAH AGUNG RI;

i. KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI RI;

j. KETUA KOMISI YUDISIAL RI;

k. PERINTIS PERGERAKAN

KEBANGSAAN/KEMERDEKAAN;

l. DUBES/KAPERW NA/ORG INT;

m. WK KETUA MPR, DPR, DPD, GUB BI,

KETUA BP PEMILU, WK KETUA MA,

MK, KY REPUBLIK INDONESIA;

n. MENTERI/STNGKAT, ANGG DPR RI,

ANGG DPD RI, DUBES RI LBBP;

o. KASTAF TNI-AD, AU, AL;

p. PEMIMPIN PARTAI POLITIK;

q. ANGG BPK RI, KETUA MUDA DAN

HAKIM MA,, HAKIM MK, ANG KY;


PRESEANCE PROVINSI (Psl 10 UU No. 9 Th 2010)

PRESEANCE KAB/KOTA (Psl 11 UU No. 9 Th 2010)

a. BUPATI / WALIKOTA;; b. WAKIL BUPATI / WAKIL WALIKOTA; c. MANTAN BUPATI/WALIKOTA, MANTAN WK BUPATI/WK WALIKOTA; d. KETUA DPRD KAB / KOTA; e. WK KETUA DPRD KAB/KOTA; f. SEKDA, DANTI TNI SEMUA ANGK, KEPALA KEPOLISIAN, KETUA PENGADILAN SEMUA BADAN PERADILAN, DAN KAJARI; g. PEMIMPIN PARPOL DI KAB/KOTA YG MILIKI WK DI DPRD KAB/KOTA; h. ANGG DPRD KAB/KOTA / NAMA LAIN; i. PEMUKA AGAMA, PEMUKA ADAT, DAN TOMASTU TK KAB/KOTA; j.ASS SEKDA, KABAN, KADIS TK KAB/KOTA, ESELON II, KA KANTR PERW BI, KETUA KPU KAB/KOTA; k. KAKANT INST VERT TK KAB/KOTA, KANIT LAKNIS INST VERTIKAL, DAN TI TNI DI KEC, DAN KEP POL KEC; l. KABAG PEMDA, CAMAT, PEJ ES III; m. LURAH/KADES/NAMA LAIN, DAN PEJABAT ESELON IV.

a. GUBERNUR; b. WAKIL GUBERNUR; c. MANTAN GUBERNUR, WK GUBERNUR; d. KETUA DPRD PROVINSI/NAMA LAIN; e. KEP PERW KONSULER NA DI DAERAH; f. WAKIL KETUA DPRD PROV/NAMA LAIN; g. SEKDA PROVINSI, PANG/DAN TI TNI, KAPOLDA. KETUA PENGADILAN TI SEMUA BDN PERADILAN, KAJATI; h. PEMIMPIN PARPOL DI PROVINSI YG MEMILIKI WK DI DPRD PROVINSI; i. ANGGOTA DPRD PROVINSI/NAMA LAIN, ANGG MAJELIS PERMUSYARATAN ULAMA ACEH, DAN ANGGOTA MAJELIS RAKYAT PAPUA; j. BUPATI / WALIKOTA; k. KEP KTR PERW BPK, KA KTR PERW BI, KETUA KPU DAERAH; l. PEMUKA AGAMA, PEMUKA ADAT, DAN TOMASTU TINGKAT PROVINSI; m. KETUA DPRD KABUPATEN/KOTA; n. WAKIL BUPATI/WAKIL WALIKOTA, WK KETUA DPRD KAB/KOTA; o. ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA; p. ASS SEKDA, KADIS, KEPALA KTR INST VERTIKAL, KABAN PROV, PEJ ES II; q. KABAG PEMDA PROVINSI, PEJ ES III.


PRESEANCE INDIVIDU

  • PEJABAT NEGARA, PEJABAT PEMERINTAH, KEPALA PERWAKILAN NEGARA ASING DAN/ATAU ORGANISASI INTERNASIONAL, DAN TOMASTU DALAM ACARA KENEGARAAN ATAU ACARA RESMI DAPAT DIDAMPINGI OLEH ISTERI ATAU SUAMI. TATA TEMPAT SESUAI URUTAN SUAMI/ISTERINYA. (Psl 14 UU Nomor 9 Tahun 2010).

  • DALAM HAL PEJABAT NEGARA, PEJABAT PEMERINTAH, KEPALA PERWAKILAN NEGARA ASING DAN/ATAU ORGANISASI INTERNASIONAL, DAN TOMASTU BERHALANGAN HADIR DALAM ACARA KENEGARAAN ATAU ACARA RESMI, TEMPATNYA TIDAK DIISI OLEH YANG MEWAKILI. PEJABAT YANG MEWAKILI MENDAPAT TEMPAT SESUAI DENGAN KEDUDUKAN SOSIAL DAN KEHORMATAN YANG DITERIMANYA ATAU JABATANNYA. (Pasal 15 UU No. 9 Th 2010).

DALAM HAL PENYELENGGARA NEGARA, PERWAKILAN NEGARA ASING, ORGANISASI INTERNASIONAL, TOMASTU HADIR DALAM ACARA RESMI DI PROVINSI, KABUPATEN/KOTA MENEMPATI URUTAN TATA TEMPAT TERLEBIH DAHULU. (Psl 10 (2) dan Psl 11 (2) UU Nomor 9 Tahun 2010)

TATA TEMPAT BAGI PENYELENGGARA DAN/ATAU TUAN RUMAH MENDAMPINGI PRESIDEN / WAKIL PRESIDEN ATAU PEJABAT NEGARA / PEJABAT PEMERINTAH YANG TERTINGGI KEDUDUKANNYA. (Psl 13 UU Nomor 9 Tahun 2010)


Pemasangan lambang kehormatan nkri psl 20 ayat 2 pp nomor 62 th 1990 psl 55 1 uu no 24 th 2009
PEMASANGAN LAMBANG KEHORMATAN NKRI(Psl 20 ayat (2) PP Nomor 62 Th 1990, Psl 55 (1) UU No. 24 Th 2009)

PELANTIKAN5 KEPALA DINAS

DILINGKUNGAN

PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG

TANGERANG, 6 PEBRUARI 2011

RI 1

RI 2


Pemasangan lambang kehormatan nkri psl 55 ayat 2 uu no 24 th 2009
PEMASANGAN LAMBANG KEHORMATAN NKRI (Psl 55 ayat (2) UU No. 24 Th 2009)

RI 2

RI 1


FORMAT 3; CLASS ROOM

RI-1

RI-2

BACK DROP

PA

2

1

3

5

5

3

MEJA PIMPINAN

S

3

1

1

2

S

S

2

4

4

6


FORMAT 1 “THEATHER”

RI-1

RI-2

BACK DROP

STAGE

5

6

4

2

1

3

1

2

3

4

4

3

2

1


JENIS-JENIS PAKAIAN SIPIL

Keppres Nomor 18 Tahun 1972 dan Kepres Nomor 50 Tahun 1990

1. PakaianSipil

Terdiridari 5 jenis :

a. PakaianSipilHarian, disingkat PSH

Dipakaiuntukbekerjasehari-harimaupununtukkeperluan-keperluanlainnya yang bersifatumum. PSH berupacelanapanjangdanjasdenganpotongan :

1). leherberdiridanterbuka

2). lenganpendek

3). tigasaku, satuataskiridankananduabawahkanandankiri

4). kancing lima buah

5). warnacelanadanjassama

b. PakaianSipilResmi, disingkat PSR

Dipakaiuntukmenghadiriupacara yang bukanupacarakenegaraan, menerimatamu-tamuluarnegeridandipakaidimalamhari. PSR berupasamadengan PSH, tetapimempunyailenganpanjang

c. PakaianSipilLengkap, disingkat PSL

Dipakaipadaupacara-upacararesmikenegaraanataubepergianresmikeluarnegeri. PSL berupacelanapanjang, kemejadengandasidanjas (biasadisebutsuite)


d. PakaianSipilDasiHitam, disingkat PSDH

Dipakaipadajamuanresepsi/makanresmiataukenegaraan, khususnyadalammenjamutamu-tamuresmi. PSDH terdiridari :

1). celanapanjanghitam

2). jashitamatauputih

3). Ikatpinggangkhusushitam

4). dasikupu-kupuhitam (biasadisebutblack tie).

e. PakaianSipilNasional, disingkat PSN

Dipakaiuntukmenghadiriacara-acararesmi/kenegaraandiluarnegeri. PSN terdiridari :

1). celanapanjang;

2). jasbeskaptertutup;

3). sarungfantasi

4). denganpecinasional

5). warnacelanadanjassama

6). kantongfantasi

7). apabilaada, bintang/lencanapenghargaandipakaipada PSN

f. PakaianDinasHarianKhusus, disingkat PDHK

PakaianiniistilahnyaberubahmenjadipakaianDinasHarian (PDH), yaitupakaiankerjasehari-hari yang dikenakandiluarruanganataudilapangan.


PDH berupa celana pajang dan kemeja dengan potongan :

1). leher berdiri dan terbukua

2). lengan pendek atau panjang disesuaikan dengan acara

3). dua saku atas kanan dan kiri

4). lidah di bahu lengan

5). warna dan bahan celana dan kemeja sama

2. Penggunaan Jenis Pakaian dalam Suatu Acara

a. Penggunaan pakaian upacara dalam acara kenegaraan atau acara resmi disesuaikan menurut jenis tersebut.

b. Dalam acara kenegaraan, digunakan PSL, Pakaian Dinas Upacara Kebesaran (PDUK) atau Pakaian Nasional, yang berlaku sesuai dengan jabatan atau kedudukannya dalam masyarakat

c. Dalam acara resmi, digunakan PSH, atau Seragam Organisasi, atau pakaian resmi lainnya yang ditentukan.

d. Pakaian Batik, dapat pula dipakai untuk menghadiri acara-acara resmi dan tidak resmi di luar jam kerja

e. PDHK, dipakai pada saat dinas sehari-hari, kunjungan kerja ke daerah, dan kunjungan incoqnito

f. Bahwa selain ketentuan pakaian tersebut diatas, berlaku pula pakaian yang disesuaikan dengan pakaian undangan


Penyesuaian Pakaian atau Padanan dalam Penggunaan Pakaian :

Keterangan :

*) SesuaidenganketentuanSuratKeputusanMenhankam/PangabNomor : SKEP/569/V/1975, tanggal 22 Mei 1975 tentangPenetapanBerlakunyaSebutandanPenggunaanPakaianSeragam ABRI berikutAtribut-atributnya.


Sekian :

dan

TerimaKasih

HumasProtokolProvinsi Sumatera Selatan


ad