Beton bertulang cat perekat dan dempul
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 86

Beton Bertulang, Cat, Perekat dan Dempul PowerPoint PPT Presentation


  • 211 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Beton Bertulang, Cat, Perekat dan Dempul. Pertemuan ke 15: BAHAN BANGUNAN KOMPOSIT. Ir. Sri Utami, S., MT. Beton dan Beton Bertulang. Beton adalah campuran pasir, kerikil atau batu pecah, semen, dan air.

Download Presentation

Beton Bertulang, Cat, Perekat dan Dempul

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Beton bertulang cat perekat dan dempul

Beton Bertulang, Cat, Perekat dan Dempul

Pertemuan ke 15:

BAHAN BANGUNAN KOMPOSIT

Ir. Sri Utami, S., MT.


Beton dan beton bertulang

Beton dan Beton Bertulang

  • Beton adalah campuran pasir, kerikil atau batu pecah, semen, dan air.

  • Bahan lain (admixtures) dapat ditambahkan pada campuran beton untuk meningkatkan workability, durability, dan waktu pengerasan.

  • Beton mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, dan kekuatan tarik yang rendah.

  • Beton dapat retak karena adanya tegangan tarik akibat beban, susut yang tertahan, atau perubahan temperatur.

  • Beton bertulang adalah kombinasi dari beton dan baja, dimana baja tulangan memberikan kekuatan tarik yang tidak dimiliki beton. Baja tulangan juga dapat memberikan tambahan kekuatan tekan pada struktur beton.


Towers

Towers

CN Tower, 1975


Cantilever

Cantilever

Ganter Bridge, 1980, Swiss


Water building

Water Building

Dutch Sea Barrier


Komponen struktur beton bertulang

Komponen Struktur Beton Bertulang


Keuntungan penggunaan beton bertulang untuk material struktur

Keuntungan Penggunaan Beton Bertulang untuk Material Struktur

  • Mempunyai kekuatan tekan yang tinggi dibandingkan kebanyakan material lain.

  • Cukup tahan terhadap api dan air.

  • Sangat kaku.

  • Pemeliharaan yang mudah.

  • Umur bangunan yang panjang.

  • Mudah diproduksi, terbuat dari bahan-bahan yang tersedia lokal (batu pecah/kerikil, pasir, dan air), dan sebagian kecil semen dan baja tulangan yang dapat didatangkan dari tempat lain.

  • Dapat digunakan untuk berbagai bentuk elemen struktur (balok, kolom, pelat, cangkang, dll).

  • Ekonomis, terutama untuk struktur pondasi, basement, pier, dll.

  • Tidak memerlukan tenaga kerja dilatih khusus.


Kerugian penggunaan beton bertulang untuk material struktur

Kerugian Penggunaan Beton Bertulang untuk Material Struktur

  • Mempunyai kekuatan tarik yang rendah sehingga memerlukan baja tulangan untuk menahan tarik.

  • Memerlukan cetakan/bekisting serta formwork sampai beton mengeras, yang biayanya bisa cukup tinggi.

  • Struktur umumnya berat karena kekuatan yang rendah per unit berat.

  • Struktur umumnya berdimensi besar karena kekuatan yang rendah per unit volume.

  • Properties dan karakteristik beton bervariasi sesuai dengan proporsi campuran dan proses mixing.

  • Berubah volumenya sejalan dengan waktu (adanya susut dan rangkak).


Mekanisme struktur beton dan beton bertulang

Mekanisme Struktur Beton dan Beton Bertulang

  • Retak terjadi pada beton karena tidak kuat memikul tegangan tarik

  • Baja tulangan tarik diberikan untuk memikul tegangan tarik pada struktur beton bertulang


Perencanaan struktur

Perencanaan Struktur

  • Tujuan Disain: Struktur harus memenuhi kriteria berikut,

    • Sesuai dengan fungsi/kebutuhan

    • Ekonomis

    • Layak secara struktural

    • Pemeliharaan mudah

  • Proses Disain:

    • Definisi kebutuhan dan prioritas

    • Pengembangan konsep sistem struktur

    • Disain elemen-elemen struktur


Struktur beton bertulang

Struktur Beton Bertulang


Properties beton bertulang

Properties Beton Bertulang

  • Kekuatan tekan

  • Modulus Elastisitas

  • Rasio Poisson

  • Susut (Shrinkage)

  • Rangkak (Creep)

  • Kekuatan tarik

  • Kekuatan geser


Material beton

Material Beton

  • Hubungan regangan vs waktu


Material beton1

Material Beton

  • Hubungan tegangan-regangan


Material beton2

Material Beton

  • Hubungan kekuatan vs waktu


Kekuatan tekan fc

Kekuatan Tekan (fc’)

  • Tipikal kurva tegangan-regangan beton


Kekuatan tekan fc1

Kekuatan Tekan (fc’)

  • Ditentukan berdasarkan tes benda uji silinder beton (ukuran 15 x 30 cm) usia 28 hari

  • Dipengaruhi oleh:

    • Perbandingan air/semen (water/cement ratio)

    • Tipe semen

    • Admixtures/bahan tambahan

    • Agregat

    • Kelembaban pada waktu beton mengeras

    • Temperatur pada waktu beton mengeras

    • Umur beton

    • Kecepatan pembebanan


Kekuatan tarik

Kekuatan Tarik

  • Kekuatan tarik (modulus of rupture):

    fr = 6M/(bh2)

  • Kekuatan tarik – split test (tensile flexural strength) ft = 2P/(ld)


Susut shrinkage

Susut (Shrinkage)

  • Pada saat adukan beton mengeras, sebagian dari air akan menguap. Akibatnya beton akan menyusut dan retak.

  • Retak dapat mengurangi kekuatan elemen struktur, dan dapat menyebabkan baja tulangan terbuka sehingga rawan terhadap korosi.

  • Susut berlangsung pada waktu yang lama, tetapi 90% terjadi pada tahun pertama.

  • Semakin luas permukaan beton yang terbuka, semakin tinggi tingkat susut yang terjadi.

  • Untuk mengurangi susut:

    • Gunakan air secukupnya pada campuran beton

    • Permukaan beton harus terus dibasahi selama pengeringan berlangsung (curing)

    • Pengecoran elemen besar (plat, dinding, dll) dilangsungkan secara bertahap

    • Gunakan sambungan struktur untuk mengontrol lokasi retak

    • Gunakan tulangan susut

    • Gunakan agregat yang padat dan tidak berongga (porous)


Rangkak creep

Rangkak (Creep)

  • Pada saat mengalami beban, beton akan terus berdeformasi sejalan dengan waktu. Deformasi tambahan ini disebut dengan rangkak atau plastic flow.

  • Pada saat struktur dibebani, deformasi elastis akan langsung terjadi pada struktur,

  • Jika beban terus bekerja, deformasi akan terus bertambah, hingga deformasi akhir dapat mencapai dua atau tiga kali deformasi elastis.

  • Jika beban dipindahkan, struktur akan kehilangan deformasi elastisnya, tetapi hanya sebagian kecil dari deformasi tambahan/rangkak yang akan hilang.

  • Sekitar 75% dari rangkak terjadi pada tahun pertama.


Beton normal vs beton ringan

Beton normal vs Beton ringan


Baja tulangan

Baja Tulangan

  • Terdiri dari tulangan polos dan tulangan ulir

  • Umumnya kekuatan tarik baja:

    • Tulangan polos: fy = 240 MPa

    • Tulangan ulir: fy = 400 Mpa


Kurva tegangan regangan baja tulangan

Kurva Tegangan-Regangan Baja Tulangan


Ukuran baja tulangan

Ukuran Baja Tulangan


Keruntuhan balok beton bertulang

Keruntuhan Balok Beton Bertulang

  • Tension failure

    • tulangan leleh sebelum beton hancur

    • balok bersifat under-reinforced

  • Compression failure

    • beton hancur sebelum tulangan leleh

    • balok bersifat over-reinforced

  • Balanced failure

    • beton hancur dan tulangan leleh secara bersamaan

    • balok bersifat balanced-reinforced


Tulangan transversal geser

Tulangan Transversal/Geser

  • Memikul sebagian gaya geser pada balok

  • Menahan retak geser pada balok

  • Meningkatkan kekuatan dan daktilitas balok


Tulangan transversal stirrup

Tulangan Transversal (Stirrup)


Persyaratan sambungan lewatan

Persyaratan Sambungan Lewatan


Tulangan transversal balok confinement kekangan

Tulangan Transversal Balok (Confinement/Kekangan)


Contoh sengkang tertutup yang dipasang bertumpuk

Contoh Sengkang Tertutup yang Dipasang Bertumpuk


Definisi tujuan

Definisi …. & Tujuan ….

Cat adalah suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan.

Dengan tujuan :

memperindah (decorative), memperkuat (reinforcing) atau melindungi (protective) bahan tersebut.


Lapisan itu bernama cat

Lapisan itu bernama cat ….

Setelah dikenakan pada permukaan dan mengering, cat akan membentuk lapisan tipis yang melekat kuat dan padat pada permukaan tersebut.

Pelekatan cat ke permukaan dapat dilakukan dengan banyak cara: diusapkan (wiping), dilumurkan, dikuas, disemprotkan (spray), dicelupkan (dipping) atau dengan cara yang lain.


Bahan baku cat

Bahan Baku Cat ….

  • Resin (Binder)

  • Pigment dan Extender (Filler)

  • Solvent

  • Additive


All about r e s i n

All About R E S I N …

  • Resin pada dasarnya adalah polymer dimana pada temperatur ruang bentuknya cair, bersifat lengket dan kental.

  • Resin berfungsi merekatkan komponen-komponen yang ada dan melekatkan keseluruhan bahan pada permukaan suatu bahan (membentuk film).


Macam macam resin

Macam-macam Resin …

  • Berdasarkan mekanisme mengering atau mengerasnya (pembentukan film).

  • Berdasarkan sifat film yang terbentuk.


Resin berdasarkan pembentukan lapisan film

Resinberdasarkan pembentukan lapisan film

  • PENGUAPAN SOLVENT

  • REAKSI DENGAN UDARA

  • REAKSI POLYMERISASI


Penguapan solvent

PENGUAPAN SOLVENT

  • Mengering atau mengerasnya resin terjadi karena penguapan solvent yang ada. Bahan yang padat akan tertinggal dan menempel merata pada seluruh permukaan bahan yang dicat. Selama solventnya masih ada maka resin ini belum mengeras. Untuk mempercepat proses menguapnya solvent, biasanya dibantu dengan pemanasan.

  • Resin jenis ini secara alamiah polymer-nya sudah cukup besar sehingga film yang terbentuk sekalipun tidak terjadi reaksi kimia sudah cukup kuat dan padat.

  • Kecepatan mongering, kualitas rata dan kilap dari permukaan film sangat dipengaruhi oleh pemilihan jenis dan komposisi solventnya.

  • Contoh resin jenis ini adalah Nitro Cellulosa (NC), Cellolose Acetate Butyrate (CAB), Chlorinated Rubber, Acrylic Co-polymer, dll


Reaksi dengan udara

REAKSI DENGAN UDARA

  • Mengering atau mengeras karena ada reaksi kimia antara komponen udara (oksigen atau air) dengan resin tersebut membentuk molekul-molekul baru yang lebih besar dan saling berikatan satu sama lain.

  • Ciri utama cat yang mempergunakan Resin jenis ini adalah akan mudah mengeras pada permukaannya (atau mengulit), bila kena udara (terbuka kalengnya cukup lama).


Reaksi polymerisasi

REAKSI POLYMERISASI

  • Campuran akan mengeras atau mengering karena terjadi reaksi kimia antara dua resin yang ada dalam campuran cat, reaksi ini sering disebut reaksi polymerisasi.

  • Reaksi polymerisasi (baik kondensasi maupun addisi) dapat berlangsung karena adanya katalis, tanpa katalis (non katalis), panas atau radiasi UV.

  • Hasil reaksinya adalah sebuah campuran polymer yang mempunyai berat molekul jauh lebih besar dan mempunyai ikatan tiga demensi (crosslink) yang jauh lebih kuat dibanding reaksi yang dijelaskan sebelumnya.


Resin berdasarkan pembentukan sifat film

Resinberdasarkan pembentukan sifat film

  • THERMOPLASTIC

    Film yang terbentuk dapat dikembalikan ke sifat semula dengan melarutkan ke dalam solvent

  • THERMOSETTING

    Film tidak bisa dikembalikan ke komponen asal, karena sudah membentuk ikatan tiga demensi yang kokoh dan kuat


Pigment all in one

PIGMENT , All in One…

  • Pigment dan dyestuff adalah bagian dari colorant. Dyestuff bersifat larut dalam solvent, sedang pigment tidak.

  • Pigment merupakan padatan halus (bubuk) yang ditambahkan ke dalam cat.

  • Fungsi berikut: Optic, Protective, Reinforcing


Macam pigment

Macam PIGMENT …

  • ORGANIK

    Pigment yang terbentuk dari senyawa-senyawa organic (karbon)

    mis:Fast Red 2R - Pigment Red 21, Lithol Rubine BK (Carmine 6B) - Pigment Red 57:1 (15850:1), Phthalocyanine Blue dsb


Macam pigment1

Macam PIGMENT …

  • ANORGANIK

    Terbentuk dari mineral-mineral atau garam-garaman logam yang terbentuk secara alami (bahan galian) ataupun dari hasil reaksi kimia di pabrik. Pada jenis ini dikenal true pigment (atau disebut sebagai pigment saja) dan extender atau filler.

    mis: true pigmen (mis:middle chrome-pigment yellow 34), extender (mis: kaolin clay), metallik (mis: bronze powder)


Solvent

SOLVENT

  • Solvent adalah cairan (biasanya mudah menguap) yang berperan melarutkan atau mendispersi komponen-komponen pembentuk film (resin, pigment dan/atau additive) yang akan menguap terbuang ke lingkungan selama proses pengeringan. 

  • Dengan penambahan jenis solvent yang tepat dan dengan takaran pas, maka cat bisa dikuas, dispray atau dilumurkan dengan mudah pada obyek yang akan dicat.

  • Komposisi solvent yang tepat juga memberi pengaruh optimal pula pada mekanisme penguapan dari solvent-solvent yang ada, sehingga akan membentuk film yang maksimal karakteristiknya, baik textur permukaannya, sifat kilapnya maupun kecepatan keringnya.


Solvent pembagiannya

SOLVENT Pembagiannya …

  • struktur kimia

    Hidrocarbon, Oksigenated Solvent

  • karakteristik fisikanya


Additive fungsinya

ADDITIVEfungsinya ….

  • MEMPERCEPAT ATAU MEMPERMUDAH PROSES : wetting agent, dispersing agent

  • MENGURANGI AKIBAT JELEK SELAMA PENYIMPANAN : anti skinning agent, thickening agent, anti settling agent


Additive fungsinya1

ADDITIVEfungsinya ….

  • MENGURANGI AKIBAT JELEK SELAMA PEMAKAIAN : anti sagging, levelling agent, anti flooding & floating, anti foaming

  • MEMPERBAIKI ATAU MERUBAH  SIFAT FILM : anti static agent, dryer, katalis, plasticizer, anti fouling agent, matting agent, anti fungus


Proses pembuatan cat

Proses Pembuatan Cat ….

Persiapan

Produksi

Tanpa Pigment, Extender, Filler

Dengan Pigment, Extender, Filler

Penyelesaian


Kontrol kualitas cat

Kontrol Kualitas Cat ….

  • Bahan Baku

    1. Resin --- penampilan, kekentalan, berat jenis, kadar padatan,

    bilangan asam.

    2. Pigment --- penampilan, oil absorption.

    3. Solvent --- penampilan, resistivity, jenis & komposisi

    komponen

    4. Additive

  • Bahan Setengah Jadi

    kestabilan, kehalusan, kadar padatan, warna

  • Produk (Cat)

    1. Tanpa pigment --- penampilan cat, kekentalan, berat jenis,

    waktu kering, kadar padatan, resistivity,

    penampilan film, daya kilap film, daya lekat

    film, sifat mekanis film.

    2. Dengan pigment --- penampilan warna, kehalusan, daya tutup


Pengertian

Pengertian

Cat adalah suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan bahan dengan tujuan untuk memperindah (decoratif), memperkuat (reinforcing), dan melindungi (protective) dari korosi/karat


Fungsi pengecatan

FUNGSI PENGECATAN

  • MELINDUNGI PERMUKAAN (LOGAM) DARI BAHAYA KARATAN

  • SEBAGAI DEKORASI


Komponen cat

KOMPONEN CAT

1. PIGMENT

- Zat pewarna

- Memberi daya tutup

- Anti korosi

2. RESIN (binder), sebagai zat pengikat

3. SOLVENT, sebagai pelarut, pengencer

4. ADDITIVE

- anti foaming (busa)

- anti setting (pecah, retak)

- flow additive (mudah diaplikasikan)


Pigment atau zat pewarna terbagi

PIGMENT ATAU ZAT PEWARNA TERBAGI:

  • Pigment warna, berfungsi menambah warna dan memberikan daya tutup

  • Pigment terang, berfungsi menambah warna-warni metalik pada cat

  • Pigment extender, berfungsi menambah kekuatan cat pd bodi, menghasilkan viscositas dan mencegah pengendapan

  • Pigment flatting, digunakan untuk mengurangi kilap, terutama pada cat jenis doof.


Jenis jenis cat

Jenis-jenis cat

  • Berdasarkan bahan baku

  • Berdasarkan fungsi

  • Berdasarkan metode pengecatan

  • Berdasarkan letak pemakaian

  • Jenis substrat

  • Kondisi dan bentuk campuran

  • Mekanisme pengeringan

  • Ada atau tidaknya solvent


Berdasarkan bahan baku

Berdasarkan bahan baku

  • Ditinjau jenis resin

    • Epoxy, polyurethane, acrylic, melamine, alkyd, nitro cellulose, polyester, vinyl, chlorinated rubber.

  • Bersadarkan ada tidaknya pigment

    • Varnish atau lacquer (transparan, tidak mengandung pigment)

    • Duco atau enamel (berwarna dan mengandung pigment sebagai penutup)


Berdasarkan fungsi

Berdasarkan fungsi

  • Cat dempul (filler)

  • Anti karat (anti Corrosion)

  • Anti jamur (anti Fungus)

  • Tahanapi (heat resistance)

  • Tahanpanas anti bocor (water proofing)

  • Decorative

  • Protective

  • Heavy duty

  • Industrial


Berdasarkan metode pengecatan

Berdasarkan metode pengecatan

  • Cat kuas

  • Cat spray

  • Celup

  • Wiping

  • Elektrostatic,

  • Roll

  • dll


Berdasarkan letak pemakaian

Berdasarkan letak pemakaian

  • Cat primer

  • Under coat

  • Intermediate

  • Top coat/finishing

  • Interior

  • ekterior


Berdasarkan substrat

Berdasarkan substrat

  • Cat besi (metal protective)

  • Lantai (flooring system)

  • Kayu (wood finishing)

  • Beton (concrete paint)

  • Kapal (Marine paint)

  • Mobil (automotive paint)

  • Plastik

  • Kulit

  • Tembok


Berdasarkan kondisi dan bentuk campuran

Berdasarkan kondisi dan bentuk campuran

  • Cat pasta

  • Ready-mixed

  • Emulsi

  • Aerosol


Berdasarkan ada tidaknya solvent

Berdasarkan ada tidaknya solvent

  • Water based

  • Solvent based

  • Tanpa solvent

  • Powder


Berdasarkan mekanisme pengeringan

Berdasarkan mekanisme pengeringan

  • Cat kering udara (varnish dan lacquer)

  • Cat stoving (panggang)

  • Cat UV curing

  • Cat penguapan solvent (syntetic enamel)dan duco)


Pengecatan primer

PENGECATAN PRIMER


Pengecatan primer1

PENGECATAN PRIMER

TUJUANNYA:

  • Mencegah dan memperlambat proses korosi

  • Meningkatkan daya adhesi bagi lapisan berikutnya


1 primer

1. PRIMER

Komponen utama vinyl butyral resin dan zinchomate pigment anti karat, ditambah hardener yg bahan utamanya phosphoric acid. Wash primer digunakan langsung pd metal, membentuk lapisan konversi kimia pd permukaan metal. Wash primer memperbaiki pencegahan karat pd metal dasar dan meratakan adesi pd lapisan berikutnya.

Wash primer

Lacquer primer

Terdiri dari nitrocelluloce dan alkyd resin, lacquer primer dapat cepat mengering dan mudah penggunaannya.

Primer

Terbuat dari alkyd resin, merupakan primer tipe dua komponen yg menggunakan polyisocyanate sebagai hardener. Urethane primer memberikan ketahanan karat dan karakteristik adhesi yg baik

Urethane primer

Epoxy primer

Terbuat dari epoxy resin, merupakan primer tipe dua komponen yg menggunakan amine sebagai hardener. Epoxy primer memberikan ketahanan karat dan karakteristik adhesi yg baik.


Pengecatan dasar surfacer

PENGECATAN DASAR SURFACER

TUJUANNYA:

  • Mengisi ketidak sempurnaan permukaan

  • Meningkatkan adhesi bagi lapisan berikutnya

  • Meningkatkan gloss dari hasil pengecatan akhir


3 surfacer

3. SURFACER

Lacquer Surfacer

Terbuat dari nitrocellulose dan alkyd atau acrylic resin, mudah digunakan dan cepat mengering.

Terbuat dari polyester, acrylic, dan alkyd resin, terdiri dari dua komponen yang menggunakan polyisocyanate sebagai hardner. Lambat kering, memerlukan pengeringan paksa pada temperatur 60 oC (140 oF).

Urethane Surfacer

Surfacer

Surfacer dua komponen terbuat dari melamine dan alkyd resin, digunakan sebagai primer sebelum penggunaan bake finish. Memerlukan pemanasan antara 90 sampai 120 oC, memberikan kemampuan pelapisan yang sama dengan mobil baru..

Thermosetting Amino Alkyd Surfacer


Pengecatan akhir

PENGECATAN AKHIR

  • LAPISAN CAT TERAKHIR, FUNGSINYA UNTUK MELINDUNGI DAN MEMPERINDAH PERMUKAAN

  • TIPE CAT “TOP COAT”

    1. Enamel: synthetic/alkyd, acrylic,

    polyurethane

    2. Lacquer : nitrocellulose, acrylic


Perbedaan antara enamel dan lacquer

PERBEDAAN ANTARA ENAMEL DAN LACQUER


Standar spraying

STANDAR SPRAYING

A. PAINT CIRCULATION

1. Tekanan angin: 5,0 – 6,0 kg/cm2

2. Tekanan cat: 1,5 – 2,0 kg/cm2

3. Fluid delivery: 400 – 500 cc/mnt

B. OPERATION

1. Jarak : 25 – 30 cm

2. Pattern: 25 – 30 cm

3. Arah: tegak lurus/90o

4. kecepatan ayun SG: 1 m /detik

5. Over Lapping: 1/3 – ½

6. flash off time: minimal 2 menit (disesuaikan dg thinner)

C. CAT DAN THINNER

1. viscositas : tergantung jenis cat dan thinner yang

digunakan

2. sifat flow: visual, tidak terlalu lama

3. Kebersihan: Disaring dengan nylon filter # 300


Syarat umum spraying 1

SYARAT UMUM SPRAYING 1


Syarat umum spraying 2

SYARAT UMUM SPRAYING 2


Standar spraying1

STANDAR SPRAYING


Standar spraying2

STANDAR SPRAYING


Standar spraying3

STANDAR SPRAYING


Standar spraying4

STANDAR SPRAYING


Over lapping

OVER LAPPING


Over lapping1

OVER LAPPING


Standar spraying5

STANDAR SPRAYING


Beton bertulang cat perekat dan dempul

MELAKSANAKAN PEKERJAAN VERNIS


Pendahuluan

Pendahuluan

Vernis di Indonesia sering juga disebut dengan rengas. Vernis bahan pelapis yang tidak berwarna (clear) dapat memberikan lapisan film melalui penguapan solvent, disertai oksidasi dengan udara oleh sejumlah unsur yang terkandung dalam vernis


Pekerjaan vernis

Pekerjaan Vernis :

  • Pertama – tama permukaan kayu dibersihkan bidang permukaan kayu yang akan dipolitur dengan amplas nomor 80 – 180, dan harus searah serat kayu. Sampai bersih dari segala macam noda.

  • Pengisian pori – pori kayu bagi kayu yang bertekstur kasar menggunakan wood filler. setelah lapisan filler kering amplas menggunakan amplas nomor 240 sampai bersih dan halus.

  • tahap selanjutnya adalah pelapisan dasar. Dilakukan dengan vernis kopal yang dikuaskan searah serat kayu sampai kering sempurna 2 – 3 jam.


Beton bertulang cat perekat dan dempul

  • tahap berikutnya dengan mengamplas lapisan dasar yang telah kering hingga bekas goresan kuas hilang dan rata dengan ampals nomor 320 secara basah.

  • langkah kelima adalah yang terpenting, vernis diencerkan dengan kekentalan 12,5 detik, menggunakan minyak cat atau terpentin. Bila menginginkan hasi yang lebih bagus lagi maka ulangi top coat sekali lagi dengan catatanlapisan vernis sebelumnya harus sudah kering.


Terima kasih

Ir. Sri Utami S., MT.

TERIMA KASIH


  • Login