1 / 30

Tafsir surat Al- Bayyinah

Tafsir surat Al- Bayyinah. pendahuluan. Surah Al-Bayyinah  yang berarti "Pembuktian" adalah surat ke-98 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 8 ayat. Termasuk golongan surat-surat al-madaniyyah, diturunkan sesudah surat At-thalaq.

phuoc
Download Presentation

Tafsir surat Al- Bayyinah

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Tafsirsurat Al-Bayyinah

  2. pendahuluan • Surah Al-Bayyinah yang berarti "Pembuktian" adalah surat ke-98 dalam al-Qur’an. • Surah ini terdiri atas 8 ayat. • Termasuk golongan surat-surat al-madaniyyah, diturunkan sesudah surat At-thalaq. • Dinamai Al-Bayyinah (Pembuktian) diambil dari perkataan Al-Bayyinah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

  3. Kandungansurat • PernyataandariahliKitabdanorang-orangmusyrikbahwamerekaakantetapdalamagamanyamasing-masingsampaidatangnabi yang telahdijanjikanolehTuhan. SetelahNabi Muhammad saw datang, merekaterpecahbelah, ada yang berimandanada yang tidak, padahalNabi yang datangitusifat-sifatnyasesuaidengansifat-sifat yang merekakenalpadakitab-kitabmerekadanmembawaajaran yang benaryaituikhlasdalamberibadah, mendirikanshalat, menunaikanzakatdanpenutupparanabi. • Dalamsuratini Allah SWT menerangkanbahwaajarannabi Muhammad saw adalahajaran yang benardan agama yang dibawanyaadalah agama yang lurus yang mencakuppokok-pokokajaran yang dibawanabi-nabi yang dahulu.

  4. Hubungansurat al-bayyinahdengansurat al-qadar • Surat Al-Qadar menerangkan tentang permulaan Al-Qur’an diturunkan, sedang surat Al-Bayyinah menerangkan salah satu sebab Allah menurunkan Al-Qur’an • Jika Al-Qur’an diturunkan adalah sebagai kemuliaan, maka dalam surat Al-Bayyinah menerangkan bahwa Al-Qur’an juga merupakan bukti akan kebenaran Ilahi, kebenaran nabi saw

  5. Tafsirayat 1 • (Tiadalahorang-orang yang kafirdari) huruf Min disinimengandungmaknapenjelasan (kalanganahlulkitabdanorang-orangmusyrik) orang-orangmusyrikartinyaorang-orang yang menyembahberhala; lafalMusyrikiinadi'athafkankepadalafalAhlilkitaabi (maumeninggalkan) agamanya; lafalMunfakkiinasebagaiKhabardarilafalYakun; artinyamerekaakantetapmemegang agama yang merekapeluk (sebelumdatangkepadamereka) artinyasampaidatangkepadamereka (bukti yang nyata) berupahujah yang jelas, yang dimaksudadalahNabi Muhammad saw.

  6. Tafsirayat 1 • Dalamayatini Allah SWT mengungkapkanbahwaorang-orang yang mengingkarikerasulanNabi Muhammad SAW. yang terdiridariorang-orangYahudi, Nasranidanorang-orangmusyriktidakakanmelepaskankekafiranmerekadantidakmaumeninggalkantradisinenekmoyangmereka. KedatanganNabi SAW. menimbulkankegoncangan-kegoncangandalamakidahmerekadandalamadatistiadatmereka yang telahberuratberakardalamdirimerekasertamenyatakanbahwaapa yang dibawaolehNabi SAW. tidakadabedanyaataulebihdariapa yang terdapatdalam agama mereka. Makatidakadakebaikanmengikuti yang barudenganmeninggalkan yang lama, bahkanmengikuti yang lama lebihmenenteramkanjiwakarenatidakbertentangandengansikapnenekmoyangmereka.

  7. Tafsirayat 2-3 • (Yaitu seorang rasul dari Allah SWT) lafal ayat ini menjadi Badal dari lafal Al-Bayyinah, yang dimaksud adalah Nabi Muhammad saw. (yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan) dari segala bentuk kebatilan.

  8. Dalamayat-ayatini Allah SWT menjelaskanpengertianbukti yang meragu-ragukanmereka, bahwa yang dimaksuddenganbuktitersebutadalahdiripribadiNabi SAW yang membacakanuntukorangkafirhalaman-halamanAlquran yang bersihdaricampuradukketeranganmanusia, bersihdarisegalamacamkesalahandanbersihdaripenambahan, yaitubukti yang memancarkankebenaran. • Dalamayat lain yang serupa Allah SWT berfirman: لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفهYang tidakdatangkepadanya (Alquran) kebatilanbaikdaridepanmaupundaribelakangnya. (Fussilat: 42) 

  9. Di dalamAlquranitutersimpulajaran-ajaran yang benar yang terdapatdalamkitab-kitabparanabi yang terdahulu, sepertiNabi Musa, Nabi Isa danNabi Ibrahim A.S. Dalamayat lain yang hampirsamamaksudnya Allah SWT berfirman:  وإنه لفي زبر الأولين Dan sesungguhnyaAlquranitubenar-benar (tersebut) dalamkitab-kitaborangterdahulu. (AsySyu'ara': 196). danfirman-Nya: إن هذا لفي الصحف الأولى صحف إبراهيم وموسى Sesungguhnyainibenar-benarterdapatdalamKitab-kitab yang terdahulu (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (Al A'la: 18-19) 

  10. Terkadang yang dimaksuddengan Al Kitabialahsurah-surahAlqurandanayat-ayatnya, karenatiap-tiapsurahituadalahkitab yang kokohatauhukum-hukumdanperaturan yang terkandungdalamfirman-firman Allah SWT yang tidakadakebatilannya. Dalamayat lain yang samamaksudnya Allah SWT berfirman:  الحمد لله الذي أنزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجا قيما لينذر بأسا شديدا من لدنه ويبشر المؤمنين Segalapujibagi Allah SWT yang telahmenurunkankepadahamba-Nya Al Kitab (Alquran) danDiatidakmengadakankebengkokandidalamnya, sebagaibimbingan yang lurus, untukmemperingatkanakansiksaan yang sangatpedihdarisisi Allah SWT danmemberiberitagembirakepadaorang-orangberiman. (Al Kahfi: 1-2)  Maksudnya, keadaanorang-orangkafirYahudi, NasranidanmusyrikinsesudahdatangNabi SAW berlainandengankeadaanmerekasebelumnya. MerekasebelumdatangNabi SAW. dalamkeadaankafir, terbenamdalamkejahilandanhawanafsu, tetapisetelahdatangNabi SAW. segolongandarimerekaberiman, makakeadaanmerekatidaksepertidahuludansegolonganmerekatidakberimanmalahmerekameragukankebenaranapa yang dibawaNabi SAW. bahkanada yang tidakpercayakepadakebenarannyasamasekali. 

  11. Tafsirayat 4 • IbnuKatsirdalamtafsirberkata: • Ayatdiatasmenjelaskanakankejahatandansekaliguskehancuranorang-orang yang telahdiberikankitabdariyahudidannasraninamuntetapberpecahbelahpadahaltelahdatangkepadamerekabukti yang nyata. Dan haldemikianitusepertifirman Allah lainnya, yaitudisurat Ali Imranayat 105: “danjanganlahkamumenyerupaiorang-orang yang bercerai-beraidanberselisihsesudahdatangketerangan yang jelaskepadamereka. merekaItulahorang-orang yang mendapatsiksa yang berat”.

  12. Tafsirayat 5 • Karenaadanyaperpecahandikalanganmerekamakapadaayatinidengan nada mencerca Allah SWT menegaskanbahwamerekatidakdiperintahkankecualiuntukmenyembah Allah SWT. Perintah yang ditujukankepadamerekaadalahuntukkebaikanduniadan agama mereka, untukmencapaikebahagiaanduniadanakhirat, yang berupaikhlaslahirdanbatindalamberbaktikepada Allah SWT danmembersihkanamalperbuatandarisyiriksertamematuhi agama Nabi Ibrahim yang menjauhkandirinyadarikekafirankaumnyakepada agama tauhiddenganmengikhlaskanibadatkepada Allah SWT SWT. • Dalamayat lain yang bersamaanmaksudnya Allah SWT berfirman:  ثم أوحينا إليك ان اتبع ملة إبراهيم حنيفا Kemudiankamiwahyukankepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" (An Nahl: 123) danfirman-Nya ما كان إبراهيم يهوديا ولا نصرانيا ولكن كان حنيفا مسلما "Ibrahim bukanseorangYahudidanbukan (pula) seorangNasrani, akantetapidiaadalahseorang yang luruslagiberserahdiri (kepada Allah SWT)" (Ali Imran: 67) 

  13. Yang dimaksudmendirikanshalatadalahmengerjakanterus-menerussetiapwaktudenganmemusatkanjiwakepadakebesaran Allah SWT ketikashalat, untukmembiasakandiritundukkepada-Nya. Dan yang dimaksuddenganmengeluarkanzakatyaitumembagi-bagikannyakepada yang berhakmenerimanyasebagaimana yang telahditentukanolehAlquranKarim.  • Keteranganayattersebutdiatastentangkeikhlasanberibadatsertamenjauhkandiridarisyirik, mendirikanshalatdanmengeluarkanzakatitulah yang dimaksuddengan agama yang lurus yang tersebutdalamkitab-kitabsucilainnya.  • Maksudungkapan-ungkapan yang telahlalubahwaorang-orangahliKitabberselisihdalammemahamidasar-dasar agama merekadanfuruk-furuknya, padahalmerekadiperintahkanuntukmemperhambakandirikepada Allah SWT dengantulusikhlasdalamakidah.

  14. Tafsirayat 6 • Allah SWT mengabarkan tentang tempat kembali orang-orang jahat dari orang-orang kafir Ahlul kitab dan juga orang-orang musyrik yang menolak kitab-kitab Allah yang diturunkan serta menentang nabi-nabi Allah yang diutus, bahwa pada hari kiamat kelak tempat mereka adalah neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya, yakni tidak akan pindah dari nereka untuk selamanya. Dan mereka adalah seburuk-buruk makhluk yang diciptakan dan diadakan oleh Allah.

  15. Tafsirayat 7 • IbnuJarirath-Thabariberkatadalamtafsirnya : • Allah SWT SWT berkata (yang bermakna) : Sesungguhnyaorang-orang yang berimankepada Allah SWT danRasul-Nya Muhammad shallAllahSWTu ‘alaihiwasallam, menyembah Allah SWT sematadenganmengikhlaskan agama inihanyauntuk-Nyadenganhanifcenderungkepadatauhid, menegakkanshalat, menunaikanzakatdanmenta’ati Allah SWT dalamperintahdanlarangan-Nya (denganmeninggalkanlarangan-Nya). . .Barangsiapamelaksanakanitusemuadarikalanganmanusiamakamerekaituadalahsebaik-baikmakhluk.

  16. Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya : • Kemudian Allah SWT SWT menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbakti yaitu orang-orang yang beriman dengan hati-hati mereka dan beramal shalih dengan badan-badan mereka bahwa mereka adalah sebaik-baik makhluk.Abu Hurairah dan sebagian ulama berdalil dengan ayat ini atas keutamaan orang-orang yang beriman dari kalangan makhluk atas para malaikat karena firman-Nya (yang bermakna) “mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”.

  17. Dalamayatinidibicarakantentangsebaik-baikmakhluk. Adabeberapaayat yang menyatakanbahwamanusiaituadalahsebaik-baikmakhluk. Dari sisipenciptaan. Allah SWT berfirman: وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا Dan sesungguhnyatelahKamimuliakananak-anak Adam, Kamiangkutmerekadidaratandandilautan, Kamiberimerekarezkidari yang baik-baikdanKamilebihkanmerekadengankelebihan yang sempurnaataskebanyakanmakhluk yang telahKamiciptakan. (Al-Israa’ 70). Allah SWT jugaberfirman: لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ SesungguhnyaKamitelahmenciptakanmanusiadalambentuk yang sebaik-baiknya . (At-Tiin 4)

  18. Dalamkeduaayattersebutjelas-jelasbahwamanusiaitutelahdimuliakandalampenciptaannyamelebihidarimakhluk-makhluk lain, bahkan Allah SWT memerintahkanIblisuntukbersujudkepadaNabi Adam ‘alaihi as-salam. Akantetapisifatmanusia yang dzalimdanjahil (bodoh) sebagaimana Allah SWT katakan : إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا SesungguhnyaKamitelahmengemukakanamanatkepadalangit, bumidangunung-gunung, makasemuanyaengganuntukmemikulamanatitudanmerekakhawatirakanmengkhianatinya, dandipikullahamanatituolehmanusia.

  19. Sesungguhnyamanusiaituamatzalimdanamatbodoh, menyebabkanterjerumuskepadakekafirandankemusyrikansehinggajatuhkepadakedudukansejelek-jeleknyamakhluksebagaimanafirman Allah SWT : إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ Sesungguhnyaorang-orang yang kafiryakniahliKitabdanorang-orang yang musyrik (akanmasuk) kenerakaJahannam; merekakekaldidalamnya. Merekaituadalahseburuk-burukmakhluk. (Al-Bayyinnah 6) danjuga ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ KemudianKamikembalikandiaketempat yang serendah-rendahnya (neraka), (At-Tiin 5)

  20. Itulahkebanyakanmanusia yang tidakbersyukurkepadaPenciptanya yang telahmemuliakanpenciptaannyadanmenjadikannyasebaik-baikbentuk, danmemangkebanyakanmanusiaadalahmerugikecuali yang berimandanberamalshalih. وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) Demimasa. Sesungguhnyamanusiaitubenar-benardalamkerugian, kecualiorang-orang yang berimandanmengerjakanamalsalehdannasehatmenasehatisupayamentaatikebenarandannasehatmenasehatisupayamenetapikesabaran. (Al-‘Ashr 1-3) • Orang-orang yang tidakmerugiinilah yang dimaksudsebaik-baikmakhlukdalam Al-Bayyinah 7. • Sebaik-baikmakhlukhanyabisadicapaidenganimandanamalshalih yang tingkatan-tingkatannyaterbagiempat : Para Nabi , Para Shiddiiqiin, Para Syuhadaa’, Para Shalihiin

  21. IbnuJarirath-Thabariberkatadalamtafsirnya : • Allah SWT SWT berkata (yang bermakna) : Pahalamereka yang berimandanberamalshalihdisisiRabbmerekapadaharikiamatadalah • “BalasanmerekadisisiTuhanmereka” perkataan “disisi” ataubahasaarabnyaadalah “’inda” menunjukkanbahwabalasanitusemata-matapemberiandankemurahan Allah SWT SWT, bukanhakkitabukanbalasan yang sebandingdenganamalkitaakantetapisemata-matakarenafadhilahdankemurahanNya. Dalambahasaarabbalasan yang berupahakatausebandingadalahdengankata “’alaa” yang bermakna “atas”. Sehinggatidakdikatakan “Balasanmerekaatas (‘alaa)Tuhanmereka” akantetapi “Balasanmerekadisisi (‘inda) Tuhanmereka”. Hal iniditunjukkanoleh Allah SWT dalam : • جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا“SebagaibalasandariTuhanmuberupapemberian (anugerah) yang banyak (mencukupi)”(An-Naba’ 36) • Makna “’Athaa’an” yakni “tafadhullan” yang bermaknapemberian, anugerahdimana Allah SWT membalassatukebaikandengansepuluhbahkantujuhratuslipatbalasan. Bukankahinipemberiandananugerah yang luarbiasa??

  22. Allah SWT SWT memberikanganjaranberupaPahalamereka yang berimandanberamalshalihdisisiRabbmerekapadaharikiamatadalah 1. “surga ‘Adn” yaknikebun-kebunatautaman-tamantempattinggalmenetap. Mengalirdibawahpohon-pohonnyasungai-sungai. “Merekakekaldidalamnya”. Allah SWT berkata (yang bermakna): merekatinggaldidalamnyaselama-lamanya, merekatidakkeluardarisurgaitudantidaklahmengalamikematian.

  23. Sungai-sungai yang mengalirdisebutkandalam : مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آَسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ (Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikankepadaorang-orang yang bertakwa yang didalamnyaadasungai-sungaidari air yang tiadaberubah rasa danbaunya, sungai-sungaidari air susu yang tidakberubahrasanya, sungai-sungaidarikhamar yang lezatrasanyabagipeminumnyadansungai-sungaidarimadu yang disaring; danmerekamemperolehdidalamnyasegalamacambuah-buahandanampunandariRabbmereka, samadenganorang yang kekaldalamjahannamdandiberiminumandengan air yang mendidihsehinggamemotongususnya? (Muhammad 15)

  24. 2. “Allah SWT ridha pada mereka” dengan sebab mereka mentaati-Nya di dunia dan beramal untuk keselamatan mereka dari ‘adzab-Nya. “Mereka ridha pada-Nya” dengan sebab Allah SWT memberi mereka pahala pada hari itu atas ketaatan mereka kepada Rabb mereka di dunia dan Allah SWT membalas mereka atas itu semua dengan kemuliaan.

  25. Allah SWT menyebutkanbalasan yang umumsetelahbalasan yang khusus (surga) yakniridhaNya yang mencakupkehidupandiduniaapalagidiakhirat yang berupasurgadankenikamatandidalamnyasertamelihatwajahNya. DalamayatinimenunjukkanbahwabalasankebaikanitutidakhanyadiberikansaatdiakhiratsajatapijugadiduniadenganridhaNya. Allah SWT menyatakanridhadiduniasebagaimanadalam : لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا Sesungguhnya Allah SWT telahridhaterhadaporang-orangmu’minketikamerekaberjanjisetiakepadamudibawahpohon, maka Allah SWT mengetahuiapa yang adadalamhatimerekalalumenurunkanketenanganatasmerekadanmemberibalasankepadamerekadengankemenangan yang dekat (waktunya). (Al-Fath 18) • Allah SWT ridhaterhadaporang-orangmu’min yang berbai’atsetiakepadaNabi ‘alaihi ash-shalatuwa as-salamkemudiandiberibalasandiduniaberupaketenangandankemenangan yang dekat. • Imandan ‘amalshalihpastiakandiberikanbalasandiduniaselainbalasan yang lebihbaikdankekaldiakhiratkelak.

  26. “Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya” yakni balasan ini adalah hasil dari orang yang takut kepada Allah SWT, bertakwa kepadaNya dengan sebenar-benar takwa, menyembahNya seakan-akan melihatNya dan mengetahui bahwa walaupun dia tidak mampu melihatNya maka sesungguhnya Dia selalu melihatnya.

  27. Allah SWT menggunakankata “khasyiya” bukan “khaafa” dimanadalambahasakitadiartikantakut. Adaperbedaansedikitdimana “khasyiya” lebihmemberimaknatakutdi banding “khaafa”. “khasiya” adalah “khaafa” atautakutdisertaidenganilmutentangkeagungandankemahaperkasaan yang ditakuti. Sehinggailmutentang Allah SWT sangatberperanterhadapmunculnya rasa takut yang disebut “khasyah”. Olehkarenaituorang-orang yang bisa “khasyiya” hanyalahorang-orang yang berilmusebagaimanadalam: إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ Sesungguhnya yang takutkepada Allah SWT diantarahamba-hamba- Nya, hanyalahulama (Faathir 28) • Sehinggapujian Allah SWT SWT bagiorang yang berilmuatauulamabanyaksekalididalam Al-Quran.

  28. Kemudian ayat 7 dan 8 Al-Bayyinah ini menunjukkan betapa eratnya hubungan rasa takut (khasyah) dengan iman dan ‘amal shalih. Di mana hal ini menunjukkan bahwa dalam beriman dan beramal shalih selalu diiringi dengan rasa takut yang biasa disebut “khauf, rahbah dan khasyah” di samping rasa mengharap yang biasa disebut “rajaa’, raghbah” dan rasa cinta atau “mahabbah”.

  29. Referensi • Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari • Tafsir Ibnu Katsir • Tafsir Adhwa al-Bayan oleh Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi dan Tatimmahnya oleh Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim • Tafsir Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin

More Related