Patologi anatomi pada sistem respirasi
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 65

PATOLOGI ANATOMI PADA SISTEM RESPIRASI PowerPoint PPT Presentation


  • 286 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

PATOLOGI ANATOMI PADA SISTEM RESPIRASI. Dr. YENITA, M. BIOMED, SpPA. TRAKTUS RESPIRATORIUS. ATAS: hidung, sinus nasal, faring, laring Kelainan: kongenital, radang, tumor BAWAH: paru Kelainan: kongenital, radang, tumor. Tumor Traktus Respiratorius Atas. Jinak - Epitel: papilloma

Download Presentation

PATOLOGI ANATOMI PADA SISTEM RESPIRASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Patologi anatomi pada sistem respirasi

PATOLOGI ANATOMI PADA SISTEM RESPIRASI

Dr. YENITA, M. BIOMED, SpPA


Traktus respiratorius

TRAKTUS RESPIRATORIUS

  • ATAS: hidung, sinus nasal, faring, laring

    Kelainan: kongenital, radang, tumor

  • BAWAH: paru

    Kelainan: kongenital, radang, tumor


Tumor traktus respiratorius atas

Tumor Traktus Respiratorius Atas

  • Jinak

    - Epitel: papilloma

    - Jar. Penyambung: hemangioma,

    angiofibroma

  • Ganas

    - terutama: SCC, sering di laring

    - KNF

    - Adeno ca


Karsinoma laring

Karsinoma laring

  • 2% dari keseluruhan kanker

  • ♂ : ♀ = 7 :1

  • > 40 th

  • rokok, alkohol, asbestos

  • 95% jenis SCC


Patologi anatomi pada sistem respirasi

A. Karsinoma laring. Lesi yang besar, ulserasi, fungating melibatkan pita suara dan sinus piriformis. B, Histologi: SCC laring.


Patologi anatomi pada sistem respirasi

Diagrammatic comparison of a benign papilloma and an exophytic carcinoma of the larynx to highlight their quite different appearances.


Karsinoma nasofaring knf

Karsinoma Nasofaring (KNF)


Patologi anatomi pada sistem respirasi

KNF

  • KNF unik: - etiologi

    - distribusi endemik

    - etnik & daerah

    resiko penyakit

    insiden yang berbeda secara geografis & etnik berhubungan dengan EBV


Patologi anatomi pada sistem respirasi

KNF

  • Global, tahun 2000: 65.000 kasus baru & 38.000 †

  • Insiden jarang di beberapa negara: Amerika 1-2 kasus/ 100.000 ♂ & 0,4 kasus/100.00 ♀

  • Insiden tinggi pada kelompok etnik tertentu

  • Insiden tertinggi: Cina bagian Selatan > 50/100.000


Patologi anatomi pada sistem respirasi

  • Indonesia (2003): KNF urutan 1 dari semua tumor ganas primer pada ♂, urutan 8 pada ♀

  • Data Lab PA FKUA, RSUP Dr. M. Djamil, RSAM 2006-2008: 45 kasus KNF di wilayah propinsi Sumbar

  • ♂ > ♀

  • Semua umur, puncak umur 40-60 tahun

  • Tidak ada gejala spesifik

  • > 70% kasus: limfadenopati servikal


Klasifikasi karsinoma nasofaring

Klasifikasi Karsinoma Nasofaring

WHO-1 : Keratinizing Squamous Cell Carcinoma


Patologi anatomi pada sistem respirasi

WHO-2 : Nonkeratinizing Carcinoma


Patologi anatomi pada sistem respirasi

WHO-3 : Undifferentiated Carcinoma


Patologi anatomi pada sistem respirasi

  • Faktor etiologi utama:

    - infeksi EBV

    - kerentanan genetik

    - lingkungan


Patologi anatomi pada sistem respirasi

PARU


Tumor paru

Tumor Paru

  • Benign

  • Malignant

  • 90-95%: carsinoma

  • 5%: carcinoid

  • 2-5%: mesenchym dan neoplasma lainnya

  • Kanker terbanyak dan termasuk yg paling mematikan

  • Pada ♂ : 85-90% berhubungan dg merokok (♀ 47%)

  • Insiden: usia 40-70 th, puncak 50-60th


Etiologi dan patogenesis

Etiologi dan Patogenesis

  • Akumulasi abnormalitas genetik:

    Epitel bronkhus normal  neoplasma

    A. Merokok

    • Merokok  kanker paru

      • Jumlah rokok/hari

      • Cara merokok  inhalasi

      • Lamanya merokok

      • Terjadi perubahan histologik epitel yang melapisi trakt. respirasi pada perokok (Pada SCC: Sq metap  sq displ  ca in situ  ca invasive)

      • > 1200 substansi dlm asap rokok  potensial karsinogen (polyciclic aromatic hydrocarbon (benzopyrene) inisiator; derivat phenol  promotor; zat radio aktif lain (polonium 210, carbon 14, potasium-40): kontaminant (arsen, nikel)


Patologi anatomi pada sistem respirasi

B. Industri

  • Radiasi ionisasi dosis tinggi

  • Uranium  non smoker 4x

     smoker 10 x

  • Asbestos (masa laten 10-30 tahun)

     non smoker 5x

     smoker 50-90x

    C. Polusi udara

  • Polutant atmosfer

  • Radon  dosis tinggi  tambang

     dosis rendah  indoor exposure


Patologi anatomi pada sistem respirasi

D. Molecular genetics

  • Paparan terhadap agen tsb  perubahan genetik pada sel-sel paru  akumulasi  fenotip neoplastik

  • Onkogen:

    - c-MYC  small cell

    - K-RAS  non small cell  late

    - EGFR

    - HER-2/neu

  • Gen supresor tumor

    - mutasi p53  small/non small cell

    - mutasi RB  small cell

    - mutasi p16  non small cell

    - multiple loci pada kromosom 3p  early


Patologi anatomi pada sistem respirasi

E. Predisposisi genetik

  • Polimorfisme pada cytochrome P-450 gene CYP1A1

    F. Lesi prekursor

    1. squamous dysplasia & ca in situ

    2. atypical adenomatous hyperplasia

    3. diffuse idiopathic pulmonary neuroendocrine cell hyperplasia


Manifestasi klinis

Manifestasi Klinis

  • Batuk (80% kasus): infeksi distal sal nafas tersumbat oleh tumor

  • Hemoptisis (70% kasus): ulserasi tumor pada bronkhus

  • Sesak nafas (60% kasus): ekstensi lokal tumor

  • Nyeri dada (40% kasus): mengenai pleura & dinding dada

  • Wheezing (15% kasus): penyempitan sal nafas


Klasifikasi

Klasifikasi

Penting  pengobatan

 dasar penelitian epidemiologi

dan biologi

Secara garis besar

Squamous cell carcinoma (25% - 40%)

Adenocarcinoma (25% - 40%)

Small cell carcinoma (20% - 25%)

Large cell carcinoma (10% - 15%)


Patologi anatomi pada sistem respirasi

  • Dalam 2 dekade terakhir insiden Adeno Ca ↑  perubahan tipe cigaret (filter tips, kadar tar dan nikotin ↓  perokok menghirup lebih dalam  saluran nafas &sel-sel respirasi bag. perifer

  • Secara Klinis:

    1. Small cell ca

    - sering bermetastasis

    - High initial respons to chemotherapy

    2. Non small cell ca

    - jarang bermetastasis

    - kurang respon terhadap kemoterapi


Morfologi

Morfologi

  • Sekitar hilus

  • ¾ lesi  bronkhus 1-2-3

  • Adeno ca  bronkhiolus terminalis / epitel alveoli

  • SCC: mulai sebagai daerah displasia  insitu  selang beberapa waktu  penebalan mukosa daerah kecil (<1cm2)  erosi epitel / massa tak teratur menjadi

    massa intra luminal


Patologi anatomi pada sistem respirasi

Lesi prekursor SCC


Patologi anatomi pada sistem respirasi

  • SCC

    Bisa menembus dinding bronkhus  menginfiltrasi sepanjang jar. peribronkhial  carina / mediastinum

    Massa tumor: - putih abu-abu

    - padat / keras

    Bisa ada perdarahan/nekrosis (putih kekuningan & lunak)

    Kadang – kadang  cavitasi


Patologi anatomi pada sistem respirasi

  • Erosi epitel  pemeriksaan sitologi

    • sputum

    • broncho alveolar lavage fluid

    • FNAB

  • Penyebaran tumor

    - lokal

    - jauh: melalui jalur limfogen / hematogen


Patologi anatomi pada sistem respirasi

  • Kanker paru menyebar luas ke seluruh tubuh dalam stadium dini kecuali SCC.

  • Sering gejala metastasis merupakan manifestasi klinis pertama.

  • Lokasi metastasis :

    - Adrenal: (50%)

    - Hati : ( 30-50%)

    - Otak : (20%)

    - Tulang : (20%)


Squamous cell carcinoma

SQUAMOUS CELL CARCINOMA

  • >> ♂, merokok

  • Cendrung: centrally in major bronchi

  • Histologi

    • Karakteristik  Keratinisasi dan / atau Jembatan Interseluler

    • Keratinisasi: horn pearl / Individual cell

    • Well, moderate, poorly differentiated

  • Mutasi gen p53, Rb,

  • CDK inhibitor P16,  tidak aktif  65% tumor

  • Overekspresi EGFR, tapi jarang mutasi  80%

  • Overeksprasi HER2/ neu  30 %


Patologi anatomi pada sistem respirasi

Squamous Cell Carcinoma


Adenocarcinoma

ADENOCARCINOMA

  • Lesi di perifer,smaller

  • >>♀, nonsmoker

  • Well diff, glandular, papillary, solid + musin sedikit

  • 80%  mengandung musin

  • Tumbuh lambat (dibanding SCC)

  • Metastasis cepat, luas

  • Daerah sikatriks

  • Dibanding SCC / small cell (98%) lebih sedikit berhub dgn merokok

  • Mutasi K-RAS mutasi

  • Inaktivasi dan mutasi p53, RB, p16


Varian bronchioloalveolar carcinoma

VARIAN BRONCHIOLOALVEOLAR CARCINOMA

  • Terminal daerah bronkhioloalveolar

  • 1%-9% dari kanker paru

  • Perifer  lebih sering multipel nodule,  menyatu  menyerupai konsolidasi pnemonia

  • mucinous / gray translucent / solid putih abu-abu

  • Ok tumor tidak melibatkan bronkhus utama, atelektasis dan emfisema jarang


Patologi anatomi pada sistem respirasi

  • Histologis : Cara Tumbuh “Lepidic” , butterflies sitting on a fence

    tumbuh tanpa mendestruksi struktur alveolar

  • Subtipe non mucinous : sel epitel columnar / cuboidal, jarang menyebar  terapi operasi

  • Subtipe mucinous  sel epitel torak tinggi dengan musin sitoplasmik dan intra-alveolar, tumbuh sepanjang septa alveolar, menyebar  sukar operasi

  • Adeno ca bisa berasal dari atypical adenomatous hyperplasia  bronchioloalveolar carcinoma


Patologi anatomi pada sistem respirasi

Adenocarcinoma


Patologi anatomi pada sistem respirasi

Bronchioloalveolar carcinoma


Patologi anatomi pada sistem respirasi

Bronchioloalveolar carinoma, mucinous


Small cell carsinoma

SMALL CELL CARSINOMA

  • Highly malignant, high grade

  • Paling agresif dari semua kanker paru

  • Metastasis luas

  • ≠ Surgery

  • Hubungan erat merokok / 1% non smoker

  • Bronkhus utama/perifer

  • Mutasi p53 (50%-80%) dan RB (80%-100%)

  • BCL2 ↑ (anti-apoptotic gene)

  • BAX ↓ (pro-apoptotic gene)


Patologi anatomi pada sistem respirasi

MIKROSKOPIK:

  • Sel kecil, sitoplasma sedikit, batas sel tidak tegas, bentuk sel bulat, oval,spindle, kromatin inti bergranul halus (salt and pepper pattern)

  • Nukleoli tidak ada / tidak banyak

  • Nuclear molding

  • Ukuran sel < small resting lymphocyte

  • Gland / squamous (-)

  • Necrosis (+)

    Diduga berasal dari neuroendocrin progenitor cells (neuro endocrin marker positive, seperti: chromogranin, synaptophysin)


Patologi anatomi pada sistem respirasi

Small-cell lung carcinoma. A, Nests and cords of round to polygonal cells with scant cytoplasm, granular chromatin, and inconspicuous nucleoli. Note mitotic figure in center. B, Cytologic preparation from a case of small-cell carcinoma demonstrating "nuclear molding" of adjacent cells (arrows). This is a useful feature in bronchioloalveolar lavage samples or fine-needle aspiration specimens for diagnosing small-cell carcinoma.


Large cell carcinoma

LARGE CELL CARCINOMA

  • Undifferentiated

  • Sel dg inti besar, nukleoli nyata, sitoplasma sedang


Patologi anatomi pada sistem respirasi

  • Combined ca

    + 10% dr semua ca paru: kombinasi 2/> dr tipe di atas


Carcinoid tumor

CARCINOID TUMOR

  • 1% - 5% dr keseluruhan tumor paru

  • Usia < 40 th, ♂ ≈♀,

  • 20% - 40% pasien: nonsmoker

  • Low grade malignant epithelial neoplasm:

    - typical: mitosis < 2 / mm², nekrosis (-)

    - atypical: mitosis 2-10 / mm², nekrosis (+)


Patologi anatomi pada sistem respirasi

A, Bronchial carcinoid growing as a spherical, pale mass (arrow) protruding into the lumen of the bronchus. B, Histologic appearance of bronchial carcinoid, demonstrating

small, rounded, uniform cells.


Tumor metastasis

TUMOR METASTASIS

Numerous metastases from a renal cell carcinoma


Malignant mesothelioma

MALIGNANT MESOTHELIOMA

  • Asal : pleura viseral / parietal

  • Asbestos

  • Periode laten 25 – 45 tahun

  • Lesi yg difus, meluas pada rongga pleura, efusi pleura ekstensif

  • Campuran 2 tipe sel: sel epitel & sel stroma

  • Epithelioid type & sarcomatoid type

  • Epithelioid mesothelioma dd/ adeno ca paru

  • Gold standard of diagnosis: electron microscopy


Patologi anatomi pada sistem respirasi

Ultrastructural features of pulmonary adenocarcinoma (A), characterized by short, plump microvilli, contrasted with those of mesothelioma (B), in which microvilli are

numerous, long, and slender


Patologi anatomi pada sistem respirasi

Malignant mesothelioma. Note the thick, firm, white pleural tumor tissue that ensheathes this bisected lung.


Patologi anatomi pada sistem respirasi

A, Malignant mesothelioma, epithelial type. B, Malignant mesothelioma, mixed type, stained for calretinin (immunoper-oxidase method). The epithelial component is

strongly positive (dark brown), while the sarcomatoid component is less so.


Patologi anatomi pada sistem respirasi

  • Gejala klinis:

    - nyeri dada

    - sesak nafas

    - efusi pleura berulang


Patologi anatomi pada sistem respirasi

selamat belajar


  • Login