MINGGU 12
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 49

MINGGU 12 PowerPoint PPT Presentation


  • 137 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

MINGGU 12. SINTAKSIS. HASIL PEMELAJARAN. Pelajar dapat: >merumuskan maksud sintaksis >mengenal pasti ayat, klausa dan frasa >menentukan proses sintaksis dan jenis ayat >membedakan ayat gabungan dengan ayat pancangan. SINTAKSIS.

Download Presentation

MINGGU 12

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Minggu 12

MINGGU 12

SINTAKSIS


Hasil pemelajaran

HASIL PEMELAJARAN

  • Pelajar dapat:

    >merumuskan maksud sintaksis

    >mengenal pasti ayat, klausa dan frasa

    >menentukan proses sintaksis dan jenis ayat

    >membedakan ayat gabungan dengan ayat pancangan


Sintaksis

SINTAKSIS

  • Sintaksis berasal daripada bahasa Yunani suntaxis:

    sun = bersama, tassein = susun

    Menyusun kata menjadi kelompok kata/ayat

  • Dalam bahasa Inggeris disebut syntax, dan dalam bahasa Belanda disebut syntaxis

  • Sintaksis ialah cabang ilmu bahasa yang membicarakan susunan kata dalam ayat , iaitu menyusun unsur (kata, frasa, klausa) menjadi ayat yang lengkap

  • Pengkajian sintaksis lebih ideal jika digunakan pendekatan struktural, formal, dan fungsi. Ketiga-tiga pendekatan ini akan menentukan ketepatan sintaksis


Frasa nama

FRASA NAMA

  • Frasa ialah rangkai kata yang boleh terdiri daripada dua kata atau lebih. Sebagai unit tatabahasa, frasa boleh digolongkan sebagai frasa nama, frasa kerja, frasa adjektif, frasa adverba, dan frasa sendi

  • Frasa nama terbahagi dua, iaitu frasa nama endosentrik dan frasa nama eksosentrik

  • Frasa nama endosentrik mempunyai kata nama sebagai intinya. Frasa nama eksosentrik tidak mempunyai intinya yang dapat dikenal pasti sebagai kata nama, tetapi berfungsi sebagai frasa nama dalam ayat, dan boleh digantikan dengan kata nama. Contoh:

    > Yang tersenyum itu buah hatiku (subjek)

    > Ali memilih yang hijau (objek)

    > memaki hamun bukanlah budaya kita (subjek)

  • Frasa yang tersenyum itu, yang hijau, memaki hamun tidak mempunyai inti kata nama, tetapi berfungsi sebagai frasa nama


Frasa nama1

FRASA NAMA

  • Frasa nama sinonim ialah frasa yang terdiri daripada dua unsur, yang bersinonim antara satu dengan lain. Contoh: tubuh badan, anak pinak, angin badai, ribut taufan, sumpah seranah, maki hamun, lintang pukang…

  • Frasa nama antonim ialah unsur yang satu berlawanan dengan unsur yang lain, dan sebaliknya. Contoh: jantan betina, ibu bapa, suami isteri, lelaki perempuan, pria wanita, laki bini…

  • Frasa nama sinonim dan frasa nama antonim dapat disisipkan dengan kata dan tanpa perubahan makna. Contoh: tubuh dan badan, anak dan pinak, maki dan hamun, jantan dan betina, suami dan isteri…


Frasa kerja

FRASA KERJA

  • Frasa kerja sekurang-kurangnya mempunyai dua unsur, yang salah satunya mestilah kata kerja. Seluruh frasa kerja boleh digantikan dengan kata kerja, dan berfungi sebagai predikat. Contoh:

    >Mahasiswi itu menangis di bawah tangga

    >Mahasiswi itu menangis

    >Pontianak mengilai sekuat-kuatnya

    >Pontianak mengilai

  • Dalam contoh di atas, menangis dan mengilai ialah kata kerja inti. Unsur lain merupakan keterangan yang bersifat pilihan

  • Kebanyakan kata kerja mempunyai keterangan yang terdiri daripada frasa adverba

  • Frasa kerja sinonim dan antonim dapat diwujudkan dengan memberikan awalan yang sesuai kepada unsur pertama. Contoh:

    >Frasa kerja sinonim: bertegur sapa, bernikah kahwin, tendang terajang, ikut serta, bercampur gaul…

    >Frasa kerja antonim: berjual beli, bersoal jawab, makan minum, naik turun, jatuh bangun, keluar masuk…


Frasa adjektif

FRASA ADJEKTIF

  • Frasa Adjektif sekurang-kurangnya mempunyai dua unsur, yang salah satunya mestilah kata adjektif. Kata adjektif menjadi unsur inti, dan unsur yang lain merupakan keterangan

  • Kebanyakan frasa adjektif ialah frasa perbandingan, yang ditandai oleh kata perbandingan yang hadir sebelum kata adjektif inti. Contoh:

    >Abang lebih pandai daripada adik

    >Tuhan maha besar

  • Frasa adjektif sering juga hadir dalam bentuk frasa kiasan. Contoh:

    >kulitnya putih(inti) seperti kapas

    >Garisan itu cantik (inti) seperti pelangi

  • Frasa adjektif juga wujud dalam bentuk sinonim dan antonim. Contoh:

    >frasa adjektif sinonim: lemah lembut, cantik molek, kecil mungil, kurus langsing, gemuk gedempul…

    >frasa adjektif antonim: kecil besar, tua muda, kaya miskin, murah mahal, bahagia derita…


Frasa sendi frasa adverba

FRASA SENDI / FRASA ADVERBA

  • Frasa sendi ialah frasa yang intinya kata sendi. Fungsinya sebagai frasa adverba

  • Frasa adverba kebanyakannya diwujudkan oleh frasa sendi. Ada juga frasa adverba yang bukan sendi. Contoh:

    >Bapanya meninggal petang semalam (adverba waktu)

    >Isterinya berjalan cepat dan ligat (adverba cara)

  • Dari segi bentuk, frasa adverba terdiri daripada frasa sendi. Jenis adverba bergantung pada rujukan kata sendinya. Misalnya adverba arah, tempat dan cara.


Klausa

KLAUSA

  • Klausa ialah unsur ayat yang paling besar, yang terdiri daripada rangkai kata subjek dan predikat. Klausa terkandung dalam ayat, dan dapat dibahagikan kepada klausa bebas (klausa utama) dan klausa tak bebas (klausa subordinat)

  • Klausa bebas ialah klausa yang tidak bergantung pada mana-mana klausa untuk membawa sesuatu makna. Klausa tak bebas ialah klausa yang bergantung pada klausa yang mendahuluinya untuk membawa makna yang tuntas. Contoh:

    >Mahasiswi itu menangis teresak-esak (klausa bebas) kerana gagal dalam peperiksaan (klausa tak bebas)

  • Klausa tak bebas bertujuan untuk memberikan keterangan lanjut kepada bahagian tertentu klausa bebas, yang kebanyakannya klausa adverba. Klausa tak bebas juga boleh berfungsi sebagai klausa adjektif kepada frasa nama dalam klausa bebas, dan juga sebagai objek


Minggu 12

AYAT

  • Ayat ialah unit tatabahasa yang terbesar. Ini bermakna ayat bukan unsur bagi mana-mana unit, dan ayat juga merupakan satuan gramatis yang didahului dan diakhiri oleh kesenyapan akhir dan berfungsi dalam ujaran. Contoh:

    Kini, kita perlu berdikari

  • Ayat ini terdiri daripada dua kata, dan satu frasa, iaitu kini, kita (kata) dan perlu berdikari (frasa)

  • Ayat dapat dianalisis berasaskan:

    >Subjek – Predikat

    >Pelaku – Perbuatan – (objek)

    >Frasa Nama – Frasa Kerja Predikat


Rajah pohon

RAJAH POHON

Puteri raja itu menangis di dalam istana

Puteri raja inimenangis di dalam istana

Puteri rajamenangisdi dalam istana

Puterirajaitudi dalamistana

> Setiap unsur bergabung dengan unsur yang paling rapat dari segi makna dan membentuk struktur unsur dalam ayat. Struktur yang bergabung secara mendatar akan membentuk struktur bertingkat


Penanda frasa

PENANDA FRASA

  • Rajah pohon boleh dipermudah dengan memasukkan label tertentu untuk mewakili kategori sintaksis

    Anak gadis itu tidur di dalam kelambu (A)

    Anak gadis itu (FN)tidur di dalam kelambu (FKJ)

    Anak gadis(FN)tidur (KKJ) di dalamkelambu (FSN)

    Anak (KN) gadis (KN) itu (Ktunj)di dalam (KSN) kelambu (KN)


Penanda frasa1

PENANDA FRASA

  • Dengan menggunakan simbol, frasa yang panjang dapat dihilangkan. Setiap unsur dalam rajah pohon telah dilabelkan dengan simbol. Label inilah yang dinamakan penanda frasa (phrase marker)

    A

    FNFKJ

    KNKtunjKKJFSN

    Anak gadis itutidurdi dalam kelambu


Struktur ayat

STRUKTUR AYAT

  • Ayat BM mempunyai struktur atau tatacara tertentu untuk diterima sebagai ayat BM yang baik. Contoh:

    >Mahasiswa menghantarkan kerja kursus kepada pensyarahnya (ayat gramatis)

    >Suami menghadiahkan kereta kepada isterinya (ayat gramatis)

    >Hanya senyuman yang dapat kuberikan padamu (ayat gramatis)

    >Mahasiswa kepada kerja kursus menghantarkan pensyarahnya (ayat tidak gramatis)

    >Kereta menghadiahkan isterinya kepada suami (ayat tidak gramatis)

    >Senyuman yang hanya dapat kuberikan padamu (ayat tidak gramatis)


Kelompok kata

KELOMPOK KATA

  • Struktur ayat mempunyai kelompok tertentu

    >Benda (KN): Halimah, unta, sekolah, rumah, insan…

    >Perbuatan (KKJ): tunjuk, tendang, baling, hantar, minta…

    >Sifat (KAdj): mundur, wangi, sayang, malas, ceria…

    >Penghubung (KSN): daripada, ke, di, dalam, antara…


Kelompok kata1

KELOMPOK KATA

  • Kata jenis yang sama dapat menggantikan kelompoknya. Contoh:

    >Mahasiswa itu menduduki peperiksaan

    >Orang ini menduduki peperiksaan

    >Beliau menduduki peperiksaan

    >Kita menduduki peperiksaan

  • Setiap kelompok menduduki posisi tertentu. Contoh:

  • KN: awal ayat, selepas KKJ dan selepas KSN

    >Isteri memasak nasi

    >Suami memancing ikan

    >Orang itu menjadi pramugari

    >Mahasiswi yang berbaju merah itu memberikan hadiah kepada buahhatinya

  • Demikian juga dengan kelompok kata yang lain, iaitu KKJ, KAdj dan KT


Unsur ayat

UNSUR AYAT

  • Satu kata akan bergabung dengan kata lain jika kata itu dapat membentuk unsur baharu yang bermakna. Contoh:

  • Mahasiswi kedekutMahasiswi + kedekut

  • Urutan kata yang berfungsi sebagai unsur dalam struktur ayat dinamakan frasa

  • FN + FAdj + KtunjRumah + besar + itu

  • FKJ + FN + FSNmenembak + rusa + di hutan


Kurungan berlabel

KURUNGAN BERLABEL

  • Kaedah lain yang digunakan untuk menandakan perkataan dan frasa ialah kurungan berlabel

  • [[[ anak gadis ] [ itu ][[ menangis ][

    AFNKNKtunjFKJKKJFSN

    [ di dalam ][ bilik ]

    KSNKN

  • Cara ini dapat menunjukkan hubungan kata dengan kata atau frasa dengan frasa. Pemaparannya secara mendatar dan agak sukar difahami


Rumus struktur frasa

RUMUS STRUKTUR FRASA

  • Struktur yang besar mengandung struktur yang lebih kecil

  • Berdasarkan rajah pohon atau kurungan berlabel, dapat disimpulkan:

    >FN terdiri daripada KN dan boleh diikuti KAdj dan Ktunj

    >FKJ terdiri daripada KKJ dan boleh diikuti FN dan FSN

    >FSN terdiri daripada KSN dan diikuti oleh FN

  • Kenyataan dalam rajah pohon itu dapat ditukar dalam bentuk rumus:

    >AFN-FKJ

    >FNKN-(KAdj)-(Ktunj)

    >FKKKJ-(FN)-(FSN)

    >FSNKSN-FN


Leksikon

LEKSIKON

  • Sekumpulan kosa kata, senarai kata umum dalam kamus dan senarai kata khusus dalam glosari, dan kekayaan kata yang dimiliki oleh sesuatu bahasa

  • Leksikon yang sebenar terdapat dalam kamus minda manusia

  • Leksikon juga menyediakan maklumat tatabahasa supaya ayat yang gramatis sahaja dapat dihasilkan

  • Leksikon akan dimasukkan dalam rumus yang paling bawah dalam rajah pohon, iaitu dimasukkan bawah cabang yang sesuai dengan kategorinya

  • Leksikon akan disisipkan dalam RSF melalui rumus penyisipan leksikonuntuk mewujudkan ayat yang gramatis


Proses sintaksis

PROSES SINTAKSIS

  • Ayat dasar: ayat yang menjadi asas kepada ayat terbitan

  • Ayat dasarayat penyataS + P

  • FNSFKJP

  • Ayat dasaraktiftunggal

  • Ayat dasar mementingkan pelaku

  • Ayat dasarayat mudah: (satu subjek + satu predikat)

  • Contoh:Kakak ipar isteri kedua saya itu sedang membersihkan halaman rumahnya petang semalam.


Proses sintaksis1

PROSES SINTAKSIS

  • Ayat dasar bersifat mujarad, iaitu masih berada dalam minda dan menjadi asas kepada pembentukan ayat

  • Sebelum ujaran, ayat perlu dicipta dalam minda. Apabila ayat itu diujarkan, maka perubahan bentuk terjadi. Perubahan inilah yang dinamakan terbitan atau transformasi

    RSF LEKSIKON

    Struktur dalam[proses dalam fikiran]

    Proses transformasi

    Struktur luaran[perubahan daripada struktur asal]


Ayat terbitan

AYAT TERBITAN

  • Ayat yang telah berubah bentuk daripada mujarad kepada konkrit, dan perubahan struktur itu sendiri

  • Perubahan struktur bermaksud ayat itu berubah akibat proses penggabungan, pemancangan, pendepanan, pengguguran… Contoh:

    >Sudah remaja anak bujangnya

    >Masih belum masak buah yang tergantung itu?

    >Siapakah nama anda?

    >Naib Canselor akan menyampaikan sijil kepujian dan hadiah pada petang ini

    >Pada malam ini, dia akan bernikah lagi

  • Perubahan ini juga dinamakan proses transformasi


Pemindahan

PEMINDAHAN

  • Proses memindahkan suatu unsur kata / frasa ke suatu posisi baharu dalam ayat. Tujuannya untuk memfokuskan bahagian yang dipindahkan itu.

  • Pemindahan yang lazim ialah pendepanan. Contoh:

    >Pergi ke bandarkah dia?

    >Sudahkah suaminya bangun?

    >Di Jakartakah orang itu tinggal?

    >Pergi ke bandar (kah) diaposisi asal

    pendepadan

    >Sudah (kah) suaminyabangun?

    >Di Jakarta (kah) orang itu tinggal?

  • Jika dibuang kah, ayat tanya itu menjadi ayat penyata


Peluasan

PELUASAN

  • Peluasan ialah pemasukan atau penambahan ayat baharu kepada ayat yang sedia ada. Contoh:

    >Mahasiswi yang sedang termenung itu menangis

    >Mahasiswiitu menangis

    Mahasiswi sedang termenung

  • Ini ialah ayat pancangan. Mahasiswi sedang termenung ialah ayat kecil yang dipancangkan pada ayat utama, iaitu mahasiswi itu menangis

  • Apabila subjek yang hendak dipancangkan itu sama dengan subjek dalam ayat utama, maka subjek ayat pancangan akan ditukar kepada bentuk relatif yang


Penghilangan

PENGHILANGAN

  • Proses penghilangan sesuatu unsur, sama ada kata atau frasa dalam ayat

  • Tujuannya untuk mengelakkan unsur yang sama, mungkin subjek atau predikat

  • Contoh penghilangan predikat

    >Saya dan Rugayah akan ke Thailand minggu hadapan, daripada ayat, Saya akan ke Thailand minggu hadapan dan ayat Rugayah akan ke Thailand minggu hadapan

  • Contoh penghilangan subjek.

    >Isterinya telah memasak nasi dan menyediakan kopi untuk makan malam, daripada ayat Isterinya telah memasak nasi untuk makan malam, dan Isterinya telah menyediakan kopi untuk makan malam


Ayat gabungan

AYAT GABUNGAN

  • Suami memasak nasi, manakala isteri menonton tv

    A

    A1kh A2

    Suami memasak manakala isterinya menonton

    nasi tv

  • Ayat di atas ialah gabungan dua ayat yang setara, iaitu Suami memasak nasi + Isteri menonton tv

  • Kata hubung yang digunakan untuk menggabungkan kedua-dua ayat itu ialah manakala


Ayat pancangan

AYAT PANCANGAN

  • Mahasiswi itu mengatakan bahawa dia berasa kesepian

    A

    FN FKJ

    KN Ktunj KKJ A1

    Mahasiswi itu mengatakan

    bahawa dia berasa kesepian

  • Ayat di atas ialah ayat pancangan dengan kata komplemen bahawa yang berfungsi sebagai penghubung. Ayat ini dikenali dengan nama ayat pancangan komplemen

  • Bahagian ayat kecil berfungsi sebagai FN objek kerana sebelum ayat itu wujud KKJT


Ragam ayat

RAGAM AYAT

  • Binaan ayat pelbagai bahasa melibatkan kejadian ayat aktif dan ayat pasif

  • Ayat aktif mengandung KKJ yang mengutamakan subjek asal, sedangkan ayat pasif mengutamakan subjek terbitan. Hubungan antara ayat aktif dengan ayat pasif melibatkan perpindahan tempat FN sebagai subjek dan objek ayat. Contoh:

    >Hassan menendang bola itu: Bola itu ditendang (oleh) Hassan

    >Minah read the book: The book was read by Minah


Jenis ayat

JENIS AYAT

  • Kita dapat membedakan pembinaan ayat melalui jenisnya. Dalam kebanyakan bahasa, ayat dapat dibahagikan kepada jenis berikut:

    >ayat selapis>ayat ajakan

    >ayat berlapis>ayat harapan

    >ayat majmuk>ayat larangan

    >ayat penyata >ayat namaan

    >ayat tanya >ayat adjektif

    >ayat perintah >ayat perbuatan

    >ayat seruan>ayat aktif

    >ayat minimal>ayat pasif

    >ayat permintaan>ayat songsang

    >ayat silaan


Ayat selapis

AYAT SELAPIS

  • Ayat selapis dikenali juga sebagai ayat tunggal, iaitu ayat yang mengandung satu subjek dan satu predikat, atau satu pelaku dan satu perbuatan, dan pelengkap bersifat pilihan. Contoh:

    >Yang tersenyum itu suaminya

    >Minah memanjat pokok dengan sepatunya

  • Ayat selapis terdiri daripada satu klausa, dan boleh diperluas dengan menambah klausa. Contoh:

    >Orang itu sedang memandang di kejauhan


Ayat berlapis

AYAT BERLAPIS

  • Ayat selapis yang berfungsi sebagai klausa bebas ditambah dengan klausa tak bebas akan menjadi ayat berlapis

  • Ayat berlapis boleh mempunyai lebih daripada satu klausa tak bebas, dan klausa tak bebas ini tidak semestinya hadir secara berurutan tetapi boleh hadir secara berasingan, dan dipisahkan daripada klausa bebas. Contoh:

    >Apabila kita berbicara tentang kesopanan dan kesusilaan, kita sebenarnya merujuk kepada rukun negara yang kelima, kerana rukun negara ini menjadi paksi dalam pembentukan negara bangsa


Ayat majmuk

AYAT MAJMUK

  • Ayat selapis yang digabungkan dengan ayat selapis yang lain akan membentu ayat majmuk

  • Penggabungan itu boleh dibuat dengan atau tanpa kata penghubung dan, atau, tetapi…, dan pemisahan juga boleh dibuat dengan tanda koma. Contoh:

    >Ibu dan ayah ke pasar

    >Pilihlah A atau B

    >Anaknya malas belajar tetapi pandai

    >Basikal yang baru dibelinya itu, ditendang, dibuang tayarnya, dan dihumbankan ke sungai

    >Orang yang memakai kebaya itu isterinya

    >Dia memberitahu bahawa penyakitnya telah sembuh


Ayat penyata

AYAT PENYATA

  • Ayat penyata ialah ayat yang diucapkan untuk tujuan mengemukakan maklumat atau keterangan tentang sesuatu perkara. Oleh itu, ayat ini dikenali juga dengan nama ayat keterangan dan ayat berita

  • Contoh:

    >Sahabat saya seorang budayawan

    >Cempaka ini wangi

    >Yang di atas bukit itu rumah hantu

    >Mahasiswi ini selalu tersenyum

    >Guru mengajarkan bahasa Urdu kepada muridnya

    >Yang merah itu buah hatiku

    >Siya ay makabagong babae


Ayat penyata1

AYAT PENYATA

  • Anda sangat baik hati (BM)

  • You are very kind (BI)

  • Vous etes tres aimable (BP)

  • Ud es muy amable (BS)

  • Lei e molto gentile (Bit)

  • Sie sind sehr gutig (BJ)

  • Dat is heed vriendelijk van U (BB)

  • Ananta wa taihen goshinsetsu (BJp)


Ayat tanya

AYAT TANYA

  • Ayat untuk tujuan mengemukakan sesuatu pertanyaan. Pada umumnya, ayat tanya dalam kebanyakan bahasa dapat dibahagikan kepada dua, iaitu ayat tanya tanpa kata tanya, dan ayat tanya dengan kata tanya

  • Ayat tanya dengan kata tanya terbahagi dua, iaitu ayat tanya tertutup (jawaban ya atau tidak) dan ayat tanya terbuka (jawaban selain ya atau tidak)

  • Contoh:

    -Adik masih sakit?

    -Yang berkopiah itu suaminya?

    -Anggunkah pakaiannya?

    -Anda sudah berumah tangga?

    -Siapakah isterinya?

    -Adakah itu rumahnya?

    -Who lives in this house?

    -Ang babae ba ay mabait?


Ayat tanya1

AYAT TANYA

  • Berapa usia anda? (BM)

  • How old are you? (BI)

  • Quel age qvez-vous? (BP)

  • Cuantos anos tiene? (BS)

  • Quanti anni ha? (Bit)

  • Wie alt sind Sie (BJ)

  • Hoe oud bent U? (BB)

  • Oikutsu gurai desu ka? (BJp)


Ayat perintah

AYAT PERINTAH

  • Ayat yang diucapkan untuk tujuan memberikan arahan atau menimbulkan suatu tindakan. Ayat ini dapat diucapkan sama ada dalam bentuk suruhan, larangan, silaan atau permintaan

  • Contoh:

    >Masukkan surat ke dalam sampul dengan segera

    >Tolong selak kain itu

    >Please come in

    >Read the book now

    >No smoking in this room

    >Menangislah sepuas-puasnya

    >Minumlah dahulu sebelum balik


Ayat perintah1

AYAT PERINTAH

  • Silalah tulis (BM)

  • Please write it down (BI)

  • Ecriver-le, s’il vous plait (BP)

  • Favor de escribirlo (BS)

  • Per favore, me lo scriva (Bit)

  • Bitte, schreiben Sie es auf (BJ)

  • Wilt U’t opschrijven, alstublieft (BB)

  • Doozo kaite kudasai (BJp)


Ayat seru

AYAT SERU

  • Dari segi struktur, ayar seru ialah ayat minimal, yang disertai kata seru atau intonasi seru atau kedua-duanya sekali

  • Ayat yang diucapkan secara bernada seru untuk menyatakan keadaan perasaan, seperti marah, geram, takut, takjub, dan sebagainya. Biasanya, dalam tulisan, ayat seruan berakhir dengan tanda seru (!), yang membawa makna tersendiri. Contoh:

    >Oh, Tuhanku!

    >Amboi, mengancamnya!

    >My, what a fine day!

    >Wow, that’s a lovely dress!

    >Aduh, bisanya!

    >Nah, terimalah tikamanku ini!


Ayat minimal ayat permintaan

AYAT MINIMAL/AYAT PERMINTAAN

  • Ayat minimal ialah ayat pendek yang mengalami kesirnaan subjek atau predikat, atau yang tinggal hanyalah frasa adverba

  • Ayat seperti ini biasanya terdapat dalam perbualan. Contoh:

    >A: ke mana tu? (tiada subjek)

    >B: sana je (frasa adverba)

  • Ayat permintaan menggunakan kata tolong, dan boleh juga diungkapkan dalam bentuk pertanyaan. Contoh:

    >Tolong bawa barang ini ke sana

    >Bolehkan saya pergi sekarang?


Ayat silaan ajakan harapan

AYAT SILAAN/AJAKAN/HARAPAN

  • Ayat silaan menggunakan kata sila atau jemput. Contoh:

    >sila keluar

    >jemput masuk

  • Ayat ajakan menggunakan kata mari atau jom. Contoh:

    >Mari kita naik kereta api

    >Jom kita sarapan dulu

  • Ayat harapan mencandrakan hasrat bahawa sesuatu yang baik akan berlaku untuk dirinya dan orang lain. Ayat ini menggunakan ungkapan mudah-mudahan, moga-moga dan semoga. Contoh:

    >Mudah-mudahan kamu akan berjaya dalam pertandingan ini

    >Moga-moga saudara selamat sampai ke sana

    >Semoga anda berbahagia selamanya


Ayat larangan namaan

AYAT LARANGAN/NAMAAN

  • Tujuan ayat larangan untuk mencegah seseorang melakukan sesuatu. Ungkapan yang digunakan ialah jangan, tak usah/usah atau dilarang. Contoh:

    >Jangan letak kenderaan di sini

    >Tak usah/usah bersedih hati

    >Dilarang menjaja di kawasan ini

  • Ayat namaan ialah ayat yang predikatnya frasa nama, dan kata pemeri ialah merupakan pilihan. Contoh:

    >Saleem (ialah) penyanyi terkenal

    >Binatang itu (ialah) beruang


Ayat adjektif perbuatan

AYAT ADJEKTIF/PERBUATAN

  • Ayat adjektif ialah ayat yang predikatnya kata adjektif, boleh dalam bentuk perbandingan dan boleh disertai adverba penguat. Contoh:

    >Pakaiannya anggun

    >Suami lebih rajin daripada isteri

    >Pemandangan itu sangat indah

  • Ayat perbuatan ialah ayat yang predikatnya kata kerja, sama ada transitif (objek) atau tak transitif (berpelengkap atau tanpa pelengkap). Contoh:

    >Ayahnya menembak harimau

    >Anaknya menjadi pramugari

    >Burung itu terbang


Ayat aktif

AYAT AKTIF

  • Ayat aktif ialah ayat yang tidak menggunakan kata kerja pasif. Strukturnya berasaskan urutan:

    pelaku – perbuatan – objek / pelengkap / tanpa pelengkap

    >Kapal terbang itu telah mendarat di Jakarta

    >Dia membeli durian

    >Isterinya berada di Terengganu

    >Anaknya menangis

    >Saya berasa sungguh bahagia

    >Ombak memutih di pantai


Ayat pasif

AYAT PASIF

  • Ayat pasif ialah ayat yang mengandung kata kerja pasif, dan subjeknya menderita. Setiap ayat pasif mempunyai pelaku – perbuatan – objek. Objek dalam ayat aktif akan menjadi subjek dalam ayat pasif. Contoh:

    >Bola ditendang (oleh)nya

    >Bola saya tendang

    >Batu terpijak oleh Ali

  • Ada juga ayat pasif yang tidak berasal daripada ayat aktif. Contoh:

    >Anaknya ketulangan

    >Orang itu kena tampar


Ayat songsang

AYAT SONGSANG

  • Ayat songsang dinamakan juga sebagai ayat terbalik, iaitu predikat atau bahagian daripada predikat dibawa ke hadapan, dan subjek diletakkan di belakang. Contoh:

    >Warga asing, pegawai itu

    >Menangkap ayam anaknya (aktif songsang)

    >Ditangkap oleh anaknya ayam (pasif songsang)

    >Terpijak olehnya batu (pasif songsang)

    >Anggun pakaiannya

    >Siapakah nama anda?

    >Apakah yang bergerak-gerak di dalam kain itu?


Kesimpulan

KESIMPULAN

  • Sintaksis ialah bidang ilmu bahasa yang mengkaji bentuk, struktur,

    binaan atau konstruksi ayat

  • Kajian tentang hukum atau rumus tatabahasa yang mendasari kaedah penggabungan dan penyusunan perkataan atau kelompok perkataan untuk membentuk ayat dalam sesuatu bahasa

  • Proses sintaksis merangkumi penerbitan, pemindahan, peluasan dan penghilangan

  • Dari segi jenis, ayat terbahagi kepada pelbagai jenis, iaitu ayat selapis, ayat berlapis, ayat majmuk, ayat penyata, ayat tanya, ayat perintah,ayatseru, ayat minimal, ayat permintaan, ayat silaan, ayat ajakan, ayat harapan, ayat larangan, ayat namaan, ayat adjektif, ayat perbuatan, ayat aktif, ayat pasif dan ayat songsang


Kata bijak pandai

KATA BIJAK PANDAI

TIDAK ADA ORANG BESAR DI DUNIA INI. YANG ADA HANYALAH TANTANGAN BESAR YANG DAPAT DIATASI OLEH SEMUA ORANG


  • Login