Materi vi percobaan faktorial ral
Download
1 / 25

Materi VI Percobaan Faktorial (RAL) - PowerPoint PPT Presentation


  • 242 Views
  • Uploaded on

Materi VI Percobaan Faktorial (RAL). Kapan digunakan?. Perlakuan yang dicoba merupakan kombinasi antar taraf-taraf beberapa faktor (  2 faktor). Faktor-faktor yang dilibatkan bersifat saling bersilang, bukan tersarang.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Materi VI Percobaan Faktorial (RAL)' - pearl


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Materi vi percobaan faktorial ral

Materi VI

Percobaan Faktorial (RAL)


Kapan digunakan
Kapan digunakan?

  • Perlakuan yang dicoba merupakan kombinasi antar taraf-taraf beberapa faktor ( 2 faktor).

  • Faktor-faktor yang dilibatkan bersifat saling bersilang, bukan tersarang.

  • Kondisi lingkungan yang dihadapi homogen atau dapat juga dikatakan serba sama.


Ilustrasi
Ilustrasi

Penelitian tentang produksi tiga varietas (V1,V2,V3) yang diberikan 4 dosis pupuk N (N0,N1,N2,N3). Dengan demikian banyaknya perlakuan yang dicobakan ada sebanyak 3x4=12 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi varietas dan pupuk ditanam pada petak lahan berukuran 2 m x 3 m dan diulang sebanyak 3 kali. Banyaknya petak percobaan yang digunakan adalah 12x3=36 unit percobaan. Seluruh petak lahan yang digunakan dapat dianggap seragam.

Kombinasi Perlakuan:

1. V1N0 5. V2N0 9. V3N0

2. V1N1 6. V2N1 10. V3N1

3. V1N2 7. V2N2 11. V3N2

4. V1N3 8. V2N3 12. V3N3


Langkah-langkah pengacakan:

  • Beri nomor setiap kombinasi perlakuan (1-12)

  • Beri nomor petak lahan yang digunakan (1-36)

  • Pilihlah bilangan acak (3 digit) sebanyak 36 bilangan kemudian petakan nomor perlakuan (1-12) diulang 3 kali sampai ke 36 bilangan terpetakan. Peringkatkanlah bilangan-bilangan acak tersebut.

  • Petakanlah perlakuan-perlakuan pada bagan petak lahan sesuai dengan peringkat bilangan acak.



Model linier aditif
Model Linier Aditif

Yijk = Nilai pengamatan pada faktor A taraf ke-i faktor B taraf ke-j dan ulangan ke k, (, i , j) merupakan komponen aditif dari rataan, pengaruh utama faktor A dan pengaruh utama faktor B

(ij)= Komponen interaksi dari faktor A dan faktor B

ijk = Pengaruh acak yang menyebar normal (0, 2).


Tabel sidik ragam
Tabel Sidik Ragam

Kriteria pengambilan keputusan: tolak H0 jika F-hitung lebih besar dari F-tabel pada taraf nyata 



Contoh
Contoh:

  • Balai Karantina ingin mengetahui pengaruh pemberian fumigasi dengan berbagai dosis (0, 16, 32, 48, 62; g/m3 ) dengan lama fumigasi yang berbeda (2 dan 4 jam) terhadap daya kecambah benih Tomat. Metode pengecambahan yang digunakan adalah Growing on Test. Unit percobaan yang digunakan diasumsikan homogen. Datanya diperoleh sebagai berikut:


Daya kecambah benih tomat pada berbagai dosis fumigan methyl bromide ch3br selama 2 jam dan 4 jam
Daya Kecambah (%) benih Tomat pada berbagai dosis Fumigan Methyl Bromide (CH3Br) selama 2 jam dan 4 jam


Langkah perhitungan
Langkah perhitungan Methyl Bromide (CH3Br) selama 2 jam dan 4 jam

  • FK = 66.072 x 30

  • = 130944.13

  • JKT = (962 + 982 + … + 02) – FK

  • = 37595.87

  • JKP = 3 x (962 + 902 + … + 02) – FK

  • = 37430.53

  • JKD = 6 x (942 + 90.672 + 842 + 362 + 25.672) – FK

  • = 25459.20

  • JKL = 15 (79.872 + 52.272) - FK

  • = 5713.2

  • JK(D*L)= JKP-JKD-JKL

  • = 6258.13

  • JKG = JKT-JKP

  • = 165.33



Analisis statistika stk511

Analisis Statistika (STK511) kecambah benih Tomat

Materi VI:

Percobaan Faktorial Dalam RAKL


Kapan digunakan1
Kapan digunakan? kecambah benih Tomat

  • Perlakuan yang dicoba merupakan kombinasi antar taraf-taraf beberapa faktor ( 2 faktor).

  • Faktor-faktor yang dilibatkan bersifat saling bersilang, bukan tersarang.

  • Kondisi lingkungan yang dihadapi tidak homogen, sumber ketidak homogen dapat dihomogenkan dengan sistem blok satu arah.


Ilustrasi1
Ilustrasi kecambah benih Tomat

Perlakuan: Varietas x Dosisi Pupuk N = 3 x 4 = 12

Varietas : V1, V2, V3

Dosis pupuk N : N0, N1, N2, N3

Ulangan: 3 kali

Kondisi lahan: Tidak rata tetapi miring dengan sudut kemiringan tertentu. Oleh karena itu perlu dibentuk tiga kelompok lahan yang relatif homogen. Misal skema lahannya sebagai berikut:


Pengacakan Perlakuan kecambah benih Tomat

Bangkitkan bilangan acak untuk memilih kelompok kemudian lakukan langkah-langkah berikut untuk menentukan posisi perlakuan:

1.Beri nomor setiap kombinasi perlakuan (1-12)

(1). V1N0 (2). V1N1 (3). V1N2 (4). V1N3

(5). V2N0 (6). V2N1 (7). V2N2 (8). V2N3

(9). V3N0 (10). V3N1 (11). V3N2 (12). V3N3

2.Beri nomor petak lahan pada kelompok terpilih (1-12)

3. Pilihlah bilangan acak (3 digit) sebanyak 12 bilangan kemudian petakan nomor perlakuan (1-12). Peringkatkanlah bilangan-bilangan acak tersebut.

4. Petakanlah perlakuan-perlakuan pada unit-unit percobaan dalam kelompok terpilih sesuai dengan peringkat bilangan acak.


Bagan percobaan
Bagan Percobaan kecambah benih Tomat

Blok 1

Blok 2

Blok 3


Model linier aditif1
Model Linier Aditif kecambah benih Tomat

Keterangan:

Yijk Nilai pengamatan pada faktor A taraf ke-i faktor B taraf ke-j dan kelompok ke k

(, i , j) Komponen aditif dari rataan, pengaruh utama faktor A dan pengaruh utama faktor B

(ij) Komponen interaksi dari faktor A dan faktor B

k Pengaruh aditif dari kelompok dan diasumsikan tidak berinteraksi dengan perlakuan (bersifat aditif)

ijk Pengaruh acak yang menyebar Normal(0,2).


Hipotesis
Hipotesis kecambah benih Tomat

Pengaruh utama faktor A:

H0: 1 = …= a=0 (faktor A tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati)

H1: paling sedikit ada satu i dimana i 0

Pengaruh utama faktor B:

H0: 1 = …= b=0 (faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati)

H1: paling sedikit ada satu j dimana j 0

Pengaruh sederhana (interaksi) faktor A dengan faktor B:

H0: ()11 =()12 = …= ()ab=0 (Interaksi dari faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati)

H1: paling sedikit ada sepasang (i,j) dimana ()ij 0

Pengaruh Pengelompokan:

H0: 1 = …= r=0 (Blok tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati)

H1: paling sedikit ada satu k dimana k 0


Struktur tabel sidik ragam
Struktur Tabel Sidik Ragam kecambah benih Tomat

Kriteria pengambilan keputusan: tolak H0 jika F-hitung lebih besar dari F-tabel pada taraf nyata 



Ilustrasi2
Ilustrasi kecambah benih Tomat

Seorang peneliti mengkombinasikan penambahan seng dengan minyak ikan ke dalam pakan sapi untuk mempengaruhi pertambahan berat badan sapi (kg per ekor per hari). Kombinasi perlakuan yang dicobakan sebanyak 12 (ss=0, 25, 50, 75 dan sm=0.0, 1.5, 3.0) dimana setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengulangan perlakuan dilakukan dalam bentuk kelompok karena pengulangan perlakuan dilakukan dalam waktu yang berbeda. Datanya diperoleh seperti terlihat pada program berikut:


Data pertambahan berat badan
Data Pertambahan Berat Badan kecambah benih Tomat


Langkah perhitungan1
Langkah Perhitungan: kecambah benih Tomat


Tabel sidik ragam1
Tabel Sidik ragam kecambah benih Tomat


ad