Pemerataan pembangunan dan mobilitas penduduk
Download
1 / 42

PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAN MOBILITAS PENDUDUK - PowerPoint PPT Presentation


  • 321 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAN MOBILITAS PENDUDUK. Rani Toersilaningsih Chotib. Kondisi Perekonomian Indonesia. Mobilitas Penduduk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persebaran penduduk

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha

Download Presentation

PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAN MOBILITAS PENDUDUK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAN MOBILITAS PENDUDUK

Rani Toersilaningsih

Chotib


KondisiPerekonomian Indonesia

  • MobilitasPendudukmerupakansalahsatufaktor yang mempengaruhipersebaranpenduduk

  • Mobilitaspendudukmenjadisalahsatufaktor yang mendorongperubahankondisisosialekonomisuatuwilayah

  • Mobilitaspenduduk yang tidakterkendaliakanmenyebabkanpenurunandayadukungdandayatampunglingkungan


KESENJANGAN WILAYAH

Sumber: diolah dari BPS, 2008

Ket: HargaKonstan


PersebaranPendudukMiskin


Perkembangan IPM Indonesia 1996 - 2011

IPM per provinsi 2010-2011


Tema Pembangunan &

InterkonektivitasKoridorEkonomi (MP3EI)

“Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Migas dan Pertambangan Nasional”

“Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang dan Lumbung Energi Nasional”

“Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional”

“Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi dan Pertambangan Nasional”

“Pendorong Industri dan Jasa Nasional”

“Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional”

ADA GULA ADA SEMUT  PEOPLE FOLLOW JOBS


PETA PUSAT PERTUMBUHAN AKTUAL DAN KAWASAN HINTERLAND-NYA

alirantransaksi input output


Pertumbuhan dan Ketimpangan di Indonesia (BPS 2010)

Meskisecaranasionalmenurun (0.331), ketimpanganpendapatanmasyarakatdiperdesaanjustrumelonjakpadatahuninidibandingkantahunsebelumnya. PenurunanrasioGinihanyaterjadidiperkotaandari 0,362 menjadi 0,352, sedangkandiperdesaanjustrumeningkatmenjadi 0,297 dari 0,288.


Ketimpangan Pertumbuhan

Terjadidisparitaskonsentrasimaupunpertumbuhanekonomiantar-daerah

  • Porsi ekonomi masih terkonsentrasi di wilayah Jawadan Sumatera dengan pangsa mencapai 61,0% dan 20,9% (rata-rata tahun 2001-2009).

  • PertumbuhanekonomiwilayahSulampuarelatiflebihrendah (4,3%), dibawahpertumbuhanekonominasional 5,1% (rata-rata 2001-2009).

  • Disparitaspertumbuhanekonomiantar-daerahsedikitmelebarsetelahotonomidaerah.

Pertumbuhan Ekonomi Daerah (%, yoy)


PrasyaratMutlakPengembangan Wilayah BerbasisKependudukanKombinasi Supply-Demand Side Strategy

  • Adanyasektor basis yang memilikikeunggulancomparativedancompetitive

  • Pengembangansektorunggulan yang menciptakanmultiplier effect thdppembangunan regional (khususnyakemiskinandanpenyerapan TK)

  • Peningkatanproduksisektor2 unggulan, diversifikasihulu-hilirsektor/komoditasunggulan

  • Kebocoran:

    • Kegiatanproduksidikuasai/dimilikiolehpendudukdiluarkawasan

    • Prosespeningkatannilaitambahberlangsungdiluardaerah.

  • Peningkatanaksespadapusat-pusatpelayananuntukmenciptakanincome multiplication

  • Menurunkanbiaya-biayakonsumsibarangdanjasa

  • Kebocoran:

    jikaorientasimengkonsumsibarangdanjasabanyakdilakukandiluar

Membangun &

mengembangkan

permukiman yang

berdayasaing

Supply side

Demand side


HambatandanTantanganPeningkatanKualitasPenduduk

  • Terbatasnyainfrastrukturdansumberdayapendukung

  • Bervariasinya kebijakan di setiap daerah dalam peningkatan kualitas penduduk pasca pemberlakuan otonomi daerah

  • Adanya perbedaan persepsi yang mungkin terjadi antara penduduk sebagai penerima manfaat dengan pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas penduduk

  • Perbedaan kondisi geografis, demografis, sosial-budaya, serta taraf ekonomi di setiap daerah

  • Tingginya komponen biaya administrasi dan transaksi dalam setiap program pembangunan.

  • Ketersediaan data kualitas penduduk di setiap daerah


MIGRASI DI INDONESIA

Kebijakanmakromobilitaspenduduk

ekonomimakro 1967-1980, pemusatanindustrimanufakturdi Jakarta danpesisirJawa urbanisasimeningkat

1980, mekanisasisektorpertanianygberakibatpenurunandayaserap TK sektorpertanian  migrasidesa - kota & peningkatantransmigrasiparuhtahundasawarsa 80-an danpengembangan KTI


  • Tahun 1990an

    • Perubahankebijakandibidangtransmigrasi trans swakarsa

    • Pengembanganpusat-pusatpertumbuhanekonomiterpadu

  • Tahun 2000-an

    • Otonomi Daerah

      • Beberapadaerahmelakukanpembatasanmigrasipenduduk

      • Lebihbanyakmigranspontan,

      • Peningkatanmigrasikeluarga


PersentasePendudukMenurutPulau 1930-2010

Sumber: BPS, berbagai publikasi


PolaMigrasi di Negara Berkembang

Migrasimerupakanresponmanusiaataskesempatan-kesempatan yang adadalamrangkameningkatkantarafhidup.

Polamigrasi di negara-negaraberkembangmencerminkandistribusikesempatanekonomi yang tidakmerata.

Polamigrasi di negaraberkembangmenggambarkanpola yang mengutub, dimanaarusmigrasicenderungmenujuketempat-tempattertentusaja.


MigrasiAngkatanKerjaAntarProvinsi, 201010

Jakarta

Bali

Kalimantan Timur

Kepulauanriau


JumlahTenagaKerjaMigranMenurutProvinsiTahun 2000 dan 2005

Provinsi-provinsi yang mengalamipeningkatanjumlahtenagakerjamigran: Riau, Jawa Barat, DKI Jakarta, JawaTimur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara.


AlasanBermigrasi Para PekerjaMigran di Indonesia, 2010


ProporsiMigranSeumurHidupmenurutProvinsi di Indonesia

Riau, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggaramemilikiproporsimigran positif.

Sumatera Barat, JawaTengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Malukumengalamiproporsinegatif.


ProporsiMigran Risen menurutProvinsi di Indonesia

Beberapaprovinsimenarikbagiparamigrankarenamemilikiprospekketenagakerjaandanmemberikenyamananuntukditempati : Riau, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.


PersentaseMigran Risen NetoantarPulau di Indonesia, 1980-2005


Urbanisasi

  • Sehubungandenganpertambahanpenduduk Indonesia yang cepatmakakota-kotabesar pun mempunyaipenduduk yang besar pula.

  • Tahun 1971 sekitar 17,4% penduduktinggal di perkotaan, menjadi 43,1% tahun 2005 dandiperkirakanakanmencapai 64,2% tahun 2020

  • Migrasidesa-kotaberpengaruhpadaperluasansektorjasadan informal


AngkaUrbanisasi Indonesia 1971-2025


FaktorYgMempengaruhiUrbanisasi

  • Pull factor yang demikianbesardarikota-kotadibandingkanperdesaanditambahpersentasependudukterbesaradadidaerahperdesaan.

  • Tekanansosialekonomipendudukdanmenyempitnyalapangankerjadiperdesaan

  • Anggapankota yang selalumemungkinkanseseoranguntukpengembangandirisecaracepat. Hal iniseringbertolakbelakangdengankenyataan.


Masalah yang DitimbulkanAdanyaUrbanisasi yang Cepat

  • Penurunandayadukungdandayatampunglingkungan

  • Perluasandaerahkumuhdandaerah informal diperkotaan pertanahan, administrasikependudukan, kriminalitas, status kesehatan, status pendidikan, air tanahdll.

  • Pendatang yang takmempunyaikeahlianataumempunyaisedikitketerampilan yang samasekali lain dari yang dibutuhkandikota. Pembekalanuntukhidupdikotatakcukupdidapatkan.

  • Walaupunpendatangmempunyaimotivasi yang kuatuntukmengembangkandirinyadikotatetapikenyataannyakotasendiribelumsiapmenerimanya.


JumlahPendudukPerkotaan

di 12 Kota Besar di Indonesia, 2010

diproyeksikansekitar 60% penduduk yang tinggal di perkotaanberada di JawaPadatahun 2025.


7 Metropolitan Area di Indonesia


ProporsiPendudukPerkotaan (AngkaUrbanisasi)

menurutProvinsi di Indonesia


ProyeksiAngkaUrbanisasi

ProyeksiUrbanisasiTahun 2000-2025 MenurutProvinsi

Jumlahpendudukperkotaanmeningkatantara 20-40 persen.


Mobilitas Non Permanen

  • Mobilitas non permanenseringkalidibahasdalamlingkupmikro

  • Belumada data nasional, tetapi SUPAS 2005 atauSakernas2007 sudahmemasukkan data mobilitas non permanenkhususpekerja (lihattabelberikut)

  • Bagaimanamencatatmobilitas non permanensehinggahak-hakdasarmerekaterpenuhi.

  • Kenyataanbahwamobilitas non permanenmenunjukkanpeningkatanterutamamobilitasdesa-kota


Faktorpenyebabmobilitas non permanen

  • Ketimpangan Pembangunan Antar Daerah TerutamaantarPerkotaandanPedesaan

  • KelangkaanPekerjaandisektorpertaniandanKepemilikan Tanah

  • KelangkaanFasilitasPelayananSosial (Pendidikan, Kesehatandll)

  • PeningkatanHargatanahdanbiayahidupdikota, dll

  • Revolusi Colt (hugo & Hull, 1987)

  • Peningkatansaranadanprasaranatransportasidanprosesindustrialisasi


JumlahPenduduk yang melakukanUlangAlik di 7 Daerah Metropolitan di Indonesia


Migrasi Internasional

  • MigrasiInternasionaldari Indonesia didominasioverseas contract workers keArab audi, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkongdan Korea

  • TeoriMigrasivs gender

    • teori : migrasididominasiolehlaki-laki, berumurproduktifdankarenaalasanekonomi

    • Kenyataanterjadipeningkatanmigranperempuanbaikalasanpribadi, keluarga, pendidikan, mengungsi, selainekonomi.


MasalahMigrasiInternasional

  • Pelecehan, penipuan, upahtidakdibayarpengingkarankontrakdll (sejakdariprosesperekrutan, pemberangkatan, dinegaratujuansampaikembalipulang)

  • BelumadaMoUantara Indonesia dengannegara-negaratujuankecuali Malaysia

  • BelumadaperlindunganmaksimalbagiburuhmigranInternasional


Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (2006-2012)


Penempatan TKI

10 Propinsi Terbesar

Penempatan TKI Luar Negeri

10 Negara Terbesar Penempatan TKI


Situasi bidang mobilitas saat ini

mobilitasantardaerahtetapmeningkathanyadibeberapadaerahterjadipenurunan

Peningkatankonsentrasipendudukdiperkotaan

peningkatanmobilitas non permanen

peningkatanmobilitasinternasional

peningkatanarusmobilitastenagakerjadariluarnegeri


Isu pembangunan saat ini

peningkatanmobilitas non permanenperlupenyediaanberbagaifasilitassosial, ekonomi, budayadanadministrasidll

penataanwilayahpenyangga

migrasiinternasional

perlindunganhukum, kualitaskeluargamigran, kesehatanreproduksi, sistempenggajianuntuk TKA dll


KEBIJAKAN MOBILITAS PENDUDUK ANTAR WILAYAH KE DEPAN

Umumnyakebijakankependudukandapatbersifatlangsung (direct) dantidaklangsung (indirect)

Ada 3 pendekatandlmkebijakanmobilitaspenduduk

1. Merangsangperpindahanpenduduk migrasispontan

2. Menghambatperpindahanpenduduk  Jakarta kotatertutup

3. Mengarahkanperpindahanpenduduksesuaikepentingannasional : transmigrasi, pertumbuhanpusat-pusatekonomi, rekayasasosial, ekonomi, fisikdandemografi


KebijakanPenyerasianKependudukan

  • Pengarahanmobilitaspendudukuntuk :

    • menumbuhkankondisikondusifbagiterjadinyamigrasi internal yang harmonis;

    • memberikanperlindunganpenduduk yang terpaksapindahkarenakeadaan (pengungsi);

    • memberikankemudahan, perlindungandanpembinaanterhadapparamigraninternasionaldankeluarganya;

    • menciptakankeserasian, keselarasan, dankeseimbangandayadukungdandayatampunglingkungan;

    • mengendalikankuantitaspendudukdisuatudaerah/wilayahtertentu;

    • mengembangkanpusat-pusatpertumbuhanekonomibaru;

    • memperluaskesempatankerjaproduktif;

    • meningkatkanketahanannasional.


UntukmenanganiMobilitasPendudukPP No 57 tahun 2009

  • UntukmelakukankebijakanpengarahanmobilitaspendudukdiperlukanGRAND DESIGNMobilitasPendudukdenganmemperhatikan :

    • arah, volume, tujuanpelakumobilitas

    • Karakteristikpelakumobilitaspenduduk

    • dayadukungdandayatampunglingkungan

    • arahpembangunanmasing-masingdaerah

  • Identifikasi : kelembagaan : siapaberbuatapa.


TERIMA KASIH…..HATUR NUHUN


ad
  • Login