1 / 31

FLU SINGAPORE

FLU SINGAPORE. HAND-FOOT-MOUTH DISEASE. DESKRIPSI. Flu Singapore sebenarnya merupakan penyakit yang dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia disebut Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM) .

osric
Download Presentation

FLU SINGAPORE

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. FLU SINGAPORE HAND-FOOT-MOUTH DISEASE

  2. DESKRIPSI • Flu Singapore sebenarnya merupakan penyakit yang dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia disebut Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM). • Penyakit ini sudah ada di tahun 1957 di Toronto, Kanada. Sejak itu terdapat banyak kejadian di seluruh dunia. • Dinamakan Flu Singapore karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura

  3. Hand-Foot-Mouth disease (HFMD) adalah penyakit anak-anak yang umum terjadi. Gejalanya berupa luka pada mulut, demam, dan rash. • HFMD adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae, Genus Enterovirus. • Biasanya disebabkan oleh coxsackievirus A16. • Sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71.

  4. HFMD yang disebabkan oleh infeksi coxsackievirus A16 merupakan penyakit yang ringan. Umumnya pasien dapat sembuh setelah 7-10 hari tanpa penanganan medis. • HFMD yang disebabkan oleh enterovirus 71 menunjukkan insiden penyakit neurologis (sistem saraf) yang lebih tinggi. Kasus encephalitis yang fatal dapat terjadi pada penyakit yang disebabkan oleh infeksi enterovirus 71.

  5. EPIDEMIOLOGI • Terjadi pada kelompok masyarakat yang padat • Anak-anak di bawah 10 tahun • Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus. • April 2009 di China dilaporkan 115.000 kasus dan 50 meninggal • Di Indonesia kasus HFMD dilaporkan terjadi di daerah Jakarta dan sekitarnya

  6. Metrotvnews.com Korban virus flu Singapore di Depok, Jawa Barat, bertambah tiga menjadi 11 orang, Kamis (16/4). Semua korban adalah anak-anak.

  7. Cara Penularan • melalui jalur fekal-oral (pencernaan) dan saluran pernapasan, yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur, tinja, cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan) atau ekskreta. • Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. • Tidak ada vektor tetapi ada pembawa (carrier) seperti lalat dan kecoa.

  8. Masa Inkubasi 2 - 5 hari. • Penularan dari orang ke orang terjadi setelah pasien penyakit ini beranjak sembuh. • HFMD tidak ditransmisikan dari binatang ke manusia.

  9. MANIFESTASI KLINIK • Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari • Diikuti faringitis, anoreksia, dan gejala seperti flu, pada umumnya yang tak mematikan. • Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulkus di mulut seperti sariawan (lidah, gusi, pipi sebelah dalam) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. • Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) pada bokong. • umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari

  10. Gejala yang cukup berat • Hiperpireksia, yaitu demam tinggi dengan suhu lebih dari 39oC. • Demam tidak turun-turun • Takikardia (denyut nadi menjadi cepat) • Takipnea, yaitu napas jadi cepat dan sesak • Anoreksia, muntah, atau diare berulang disertai dehidrasi. • Letargi, lemas, dan terus mengantuk • Nyeri pada leher, lengan, dan kaki. • Kejang-kejang, atau terjadi kelumpuhan pada saraf cranial • Keringat dingin • Fotofobia (tidak tahan melihat sinar) • Ketegangan pada daerah perut • Halusinasi atau gangguan kesadaran

  11. Komplikasi • Jarang terjadi, tetapi bila terdapat komplikasi harus segera ditangani. • Komplikasi penyakit ini adalah : • Viral atau aseptik meningitis (radang selaput otak) Viral meningitis dapat menyebabkan demam, sakit kepala, leher dan punggung. Kondisi ini biasanya ringan dan dapat sembuh tanpa penanganan. • Ensefalitis (radang otak) Dapat berakibat fatal. • Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis • Acute Flaccid Paralysis / Lumpuh Layuh Akut (Polio-like illness) • Hilangnya kuku jari tangan dan kaki Hanya bersifat sementara dan dan dapat sembuh tanpa pengobatan.

  12. DIAGNOSIS • Sampel (Spesimen) dapat diambil dari tinja, usap rektal, cairan serebrospinal dan usap/swab ulcus di mulut/tenggorokan, vesikel di kulit spesimen atau biopsi otak. • Isolasi virus dengan cara biakan sel dengan suckling mouse inoculation. • Setelah dilakukan Tissue Culture, kemudian dapat diidentifikasi strainnya dengan antisera tertentu.

  13. Pemeriksaan Laboratorium 1. Deteksi Virus : - Immuno histochemistry (in situ) - Imunofluoresensi antibodi (indirect) - Isolasi dan identifikasi virus. 2. Deteksi RNA RT-PCR Primer : 5’CTACTTTGGGTGTCCGTGTT 3’ 5’ GGGAACTTCGATTACCATCC 3’ Partial DNA sekuensing (PCR Product)

  14. 3. Serodiagnosis Serokonversi paired sera dengan uji serum netralisasi terhadap virus EV-71 (BrCr, Nagoya) pada sel Vero. Uji ELISA sedang dikembangkan. Sebenarnya secara klinis sudah cukup untuk mendiagnosis HFMD, Pemeriksaan lab dilakukan untuk mengetahui apakah penyebabnya Coxsackie A-16 atau Enterovirus 71.

  15. PENGOBATAN • HFMD merupakan self limiting disease • Pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan secara simptomatik saja berdasarkan keadaan klinis yang ada. • Istirahat yang cukup, karena penurunan sistem imun • Dapat diberikan: • Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus • Extracorporeal membrane oxygenation. • Pengobatan simptomatik: • Antiseptik di daerah mulut • Analgesik misal parasetamol • Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam • Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll )

  16. Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit • Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan kekumuhan dan kepadatan lingkungan; kebersihan (Higiene dan Sanitasi) lingkungan maupun perorangan. • Memberikan penyuluhan tentang cara-cara penularan dan pencegahan HFMD untuk memotong rantai penularan. • Menyiapkan sarana kesehatan tentang tatalaksana HFMD termasuk pelaksanaan. • Memberikan penyuluhan tentang tanda-tanda dan gejala HFMD.

  17. FLU BABI (SWINE FLU) By : kelompok 5 Kuliah Diagnostik Klinik 2009

  18. Pendahuluan • Flu babi = flu meksiko, hog flu, pig flu, swine flu • Disebabkanoleh virus influenza A subtipe H1N1 (Orthomyxoviridae) • Akantetapiditemukanjuga virus H1N2, H3N2, H1N7 padahasilisolasimukusbabi yang menderita

  19. EPIDEMIOLOGI • Hingga 26/4, kasus flu babidikonfirmasiterjadidiAmerikaSerikat (91 kasusdengansatukematian), Meksiko (26 kasusdengantujuhkematian), Kanada (13 kasus), SelandiaBaru (tigakasus), Inggris (lima kasus), Israel (duakasus), Spanyol (empatkasus), Austria (satukasus), danJerman (tigakasus).PadaRabu (29/4), kantorberitaXinhuamelaporkanjumlahkematian 25 orangdiMeksiko yang didugaberhubungandengan flu babi, sementara 89 orangdirawatdirumahsakitdengangejalaserupa flu babi. • Hinggatanggal 30 April 2009 diAmerikaterdapat 109 kasuspositif flu babi,1 orangdiantaranyameninggaldanmasihadakemungkinanterusbertambah • WHO telahmemperingatkankasus-kasusdiMeksikodanAmerikaSerikatberpotensimenyebabkanpandemi global danmenegaskansituasiiniserius • 2007  endemikdibabi Filipina

  20. Kasus yang disertai kematian Kasus tanpa kematian Dicurigai

  21. ETIOLOGI Flu babi  penyakit saluran pernafasan akut pada babi yang disebabkan oleh virus influensa tipe A subtipe H1N1 (Orthomyxoviridae) virus tersebut mempunyai RNA dengan sumbu protein dan permukaan virionnya diselubungi oleh semacam paku yang mengandung antigen haemagglutinin (H) dan enzim neuraminidase (N). Peranan haemaglutinin adalah sebagai alat melekat virion pada sel dan menyebabkan terjadinya aglutinasi sel darah merah, sedangkan enzim neurominidase bertanggung jawab terhadap elusi, terlepasnya virus dari sel darah merah dan juga mempunyai peranan dalam melepaskan virus dari sel yang terinfeksi. Antibodi terhadap haemaglutinin berperan dalam mencegah infeksi ulang oleh virus yang mengandung haemaglutinin yang sama. Antibodi juga terbentuk terhadap antigen neurominidase, tetapi tidak berperan dalam pencegahan infeksi.

  22. Cara Penularan Dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi. Dapat juga penularan antar manusia. Seperti flu biasa : Melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita Virus flu babi umumnya menyebar lewat ludah yang terempas ke udara bebas gara-gara batuk atau bersin. Tidak menular jika kita memakan daging babi yang telah dimasak dan dibersihkan dengan baik

  23. Diagnosa • Gejalaklinisdanperubahanpatologi • Diagnosis laboratorium : 1. Isolasivirus padaalantoistelurayamberembriodandilihathemaglutinasipadacairanalantois 2. Serologidenganmemperlihatkanpeningkatanantibodipada serum ganda (paired sera) yang diambildenganselangwaktu 3-4 minggu (KRONIS) digunakanujihaemagglutination inhibition (HI), Immunodifusi single radial dannetralisasi virus Kenaikan titer 4x lipatnyasudahdianggapadanyainfeksi dapatjugamenggunakanujifluorescent antibody technique (FAT)

  24. Pengobatan • oseltamivir atau zanamivir. Obat tersebut akan efektif paling lama 48 jam setelah muncul gejala • Dosis pemberian oseltamivir : Untuk dewasa dan anak ≥ 13 tahun : 2 kali 75 mg per hari, selama 5 hari. Untuk anak ≤ 1 tahun : 2 mg/kg BB, 2 kali sehari selama 5 hari Dosis oseltamivir dapat diberikan sesuai dengan berat badan sebagai berikut : • > 40 kg : 75 mg, 2 kali sehari • > 15 -23 kg : 45 mg, 2 kali sehari • > 23 - 40 kg : 60 mg, 2 kali sehari • ≤ 15 kg : 30 mg, 2 kali sehari • Resisten terhadap amantadin dan rimantadin Perawatan simptomatik

  25. Pencegahan • vaksinuntuk flu babibelumada Perilakubersih : • Cucitangandenganbersihmenggunakansabun • Tidurcukup • Aktifberolahragafisik • Mengendalikanpikiran agar tidak stress • Minumbanyak air • Makanmakanan yang bernutrisi • Menjagajarakdenganpenderita • Dagingharusdimasakmatang, suhu 700C akanmembunuh virus itu.

More Related