Penjelasan Silabus
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 68

Penjelasan Silabus Pengantar Manajemen Investasi PowerPoint PPT Presentation


  • 198 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Penjelasan Silabus Pengantar Manajemen Investasi. Pendahuluan. Teknologi informasi memiliki banyak peranan dalam membantu manusia dan memecahkan masalah.

Download Presentation

Penjelasan Silabus Pengantar Manajemen Investasi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

Penjelasan Silabus

Pengantar Manajemen Investasi


Pendahuluan

Pendahuluan

  • Teknologi informasi memiliki banyak peranan dalam membantu manusia dan memecahkan masalah.

  • Diantaranya membantu manusia dalam : meningkatkan produktivitas, meningkatkan efektivitas, meningkatkan efisiensi, meningkatkan mutu, meningkatkan kreativitas, Problem solving (pemecahan masalah).

  • Kegunaan utama teknologi infrormasi adalah membantu dalam pemecahan masalah dengan kreativitas tinggi dan membuat manusia semakin efektif dalam memanfaatkannya.

  • Tanggung jawab pemakai teknologi informasi akan memberikan peran yang penting dalam memaksimalkan kinerja teknologi informasi


Perubahan peran ti

Perubahan Peran TI

  • Peran Tradisional  TI mengikuti bisnis

    • Sistem/teknologimendukung operasional bisnis

  • Peran Baru  TI mengarahkan bisnis

    • Sistem/teknologimendukung operasional bisnis dan

    • Sistem/teknologimempengaruhi cara bekerja di masa yad.


Peranan ti si dalam proses bisnis

Peranan TI/SI dalam Proses Bisnis

  • Mengoptimalkan kemampuan organisasi dalam implementasi strategi bisnis dan inovasi bisnis

  • Mengefektifkan proses pengambilan keputusan bisnis pada semua tingkatan manajemen

  • Mengintegrasikan berbagai bagian organisasi dan tingkatan manajemen dalam memproses informasi  bisnis.

  • Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan mendiseminasikan (menyebarkan)informasi bisnis secara interaktif pada pelanggan.


Proyek era sm

Proyek Era SM

Tembok Besar Cina

Piramida Agung Giza

Piramida ini dibangun dengan ketinggian 145 m dengan 2.300.000 blok batu dari tanah liat yang dibakar. Proses pembangunan memakan waktu selama 30 tahun dengan melibatkan 100.000 orang pekerja

Borobudur


Ilmu manajemen proyek

Ilmu Manajemen Proyek

  • Kemudian pada pertengahan abad ke-20 muncul ilmu manajemen proyek sebagai solusi yang ditawarkan dengan tujuan dapat mengelola pembangunan secara efektif dan efesien.

  • Dua ungkapan asing menjadi pedoman lahirnya ilmu manajemen proyek

    • “doing the right things”, menggambarkan bagaimana melakukan sesuatu agar tepat sasaran atau disebut dengan efesien

    • “doing thing right”, menggambarkan bagaimana melakukan sesuatu sehingga tujuan tercapai yang kemudian disebut dengan efektif.

  • Kemudian dilakukan perumusan sehingga maksud dari ungkapan tercapai.


Proyek era moderen

Proyek Era Moderen

Bangunan ini terdiri dari 102 tingkat dengan tinggi 381 m ditambah dengan menara TV diatasnya setinggi 67,7 m dan dapat dilihar dari jarak 80 km. Bangunan ini diselasaikan dalam jangka waktu 2 tahun.

The Empire State Building di Kota New York


Pendahuluan1

Pendahuluan

  • Fakta menunjukkan bahwa perusahaan menginvestasikan uangnya utk mengembangkan sistem informasi, membuat aplikasi, dan memasang jaringan komputer karena para pengambil keputusan “percaya” bahwa mereka telah melihat hubungan antara biaya IT dan kinerja perusahaan, yang dapat dinyatakan secara sederhana yaitu: manfaat yg diterima melebihi biaya yang diinvestasikan.

    • Menurut DR. B. Ranti, manfaat bisnis TI (atau IT Business Value) dapat dipahami sebagai besaran kontribusi TI untuk meningkatkan kinerja organisasi.

    • Selama periode awal perkembangan komputer (sekitar tahun 1950-an), dalam kurun waktu sekitar 30-40 tahun; maka komputer lebih difokuskan “hanya” sebagai  alat pengolahan data elektronik dan untuk menjalankan aplikasi spesifik spt. Payroll dan G/L. Pada periode ini, maka manfaat dan biaya mudah dinyatakan dan diukur, misalnya sebagai Pemindahan biaya.

    • Memasuki periode 2000-an, penggunaan TI telah bergeser dari efisiensi (otomasi), efektivitas (informasi) ke inovasi (transformasi) yang membuat manfaat menjadi lebih intangible sehingga lebih sukar utk dinyatakan dan diukur.

    • Penilaian Investasi TI tak bisa diacuhkan dan menjadi salah satu isu strategi manajemen.


Http economy okezone com

http://economy.okezone.com


Http www bisnis com

http://www.bisnis.com/


Http jogja antaranews com

http://jogja.antaranews.com


Http www indonesiafinancetoday com

http://www.indonesiafinancetoday.com


Tujuan investasi ti

Tujuan Investasi TI

  • Tujuan dilakukannya investasi dalam bidang teknologi informasi adalah sebagai berikut Richardus Eko Indrajit:

    • Adanya alasan kelangsungan hidup perusahaan atau bisnis itu sendiri dalam arti kata perusahaan melihat bahwa keberadaan teknologi informasi dalam bisnis terkait sifatnya adalah mutlak.

    • Untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas perusahaan.

    • Keinginan perusahaan untuk mendapatkan suatu loncatan keunggulan kompetitif agar dapat meninggalkan para pesaing bisnisnya dengan mengembangkan teknologi yang belum dimiliki perusahaan lain.


Manfaat investasi ti

Manfaat Investasi TI

  • Manfaat dilakukannya investasi dalam bidang teknologi informasi adalah sebagai berikut menurut Richardus Eko Indrajit (2004, p41):

    • Mereduksi biaya yang harus dikeluarkan (cost displacement)

    • Menghindari biaya yang harus dikeluarkan (cost avoidance)

    • Memperbaiki kualitas yang diambil (decision analysis)

    • Menghasilkan dampak positif yang diperoleh perusahaan (impact analysis).


Investasi ti gagal

Investasi TI Gagal

  • Beberapa hal yang mengakibatkan investasi TI gagal memberikan benefit yang dijanjikan, antara lain:

    • Kurangnya kepemimpinan di bidang TI

    • Investasi TI tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis

    • Manajemen Proyek TI tidak dikelola dengan baik

    • Kurangnya pengelolaan atas perubahan (Change Management)

    • Investasi TI hanya sebatas pengadaan TI


Kurangnya kepemimpinan di bidang ti

Kurangnya kepemimpinan di bidang TI

  • Sebagaimana dalam bidang lainnya, kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting. Semakin besar dan kompleks sebuah perusahaan maka semakin penting juga kepemimpinan itu.

  • Tanpa kepemimpinan yang kuat dan tepat maka inisiatif TI niscaya sulit untuk secara efektif berdampak signifikan bagi perusahaan.

  • Tanpa kepemimpinan, inisiatif TI sulit untuk diorganisir sehingga yang akan terjadi adalah kekacauan yang berdampak pada gagalnya inisiatif tersebut.

  • Kepemimpinan pun sangat berkaitan dengan otoritas yang melekat padanya. Tanpa otoritas yang memadai maka setiap inisiatif dan program TI yang seringkali bersifat lintas sektoral/divisi/departemen/bagian akan menemui kendala yang sulit untuk dihindari.


Investasi ti tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis

Investasi TI tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis

  • Banyak perusahaan yang melakukan investasi bukan berdasarkan kebutuhannya melainkan sekedar mengikuti tren yang sedang berlaku.

  • Banyak juga perusahaan yang menjiplak mentah-mentah investasi yang dilakukan kompetitornya, tanpa memedulikan apakah investasi tersebut sesuai atau tidak dengan kebutuhan ataupun kondisi spesifik perusahaannya.

  • Investasi TI seharusnya dilakukan berdasarkan penilaian/assessment terhadap tujuan, visi, misi, harapan dan kondisi eksisting perusahaan tersebut. Dengan demikian diharapkan investasi yang dilakukan memang dapat meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan, visi dan misi perusahaan tersebut.

  • Investasi TI yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis juga dapat menyebabkan investasi TI menjadi sia-sia karena setelah dibuat tidak digunakan karena (mungkin) memang tidak diperlukan oleh perusahaan tersebut.


Manajemen proyek ti tidak dikelola dengan baik

Manajemen Proyek TI tidak dikelola dengan baik

  • Setiap inisiatif TI biasanya diwujudkan dalam bentuk proyek-proyek.

  • Seringkali proyek-proyek ini dikelola dengan tidak memadai sehingga sering terjadi proyek TI yang melebihi anggaran dan/atau melebihi jadwal penyelesaian yang telah ditetapkan.

  • Prinsip-prinsip manajemen proyek yang baik tentunya perlu dikuasai dan menjadi acuan bagi setiap manajer proyek agar setiap masalah dan rintangan yang dialami selama proyek implementasi TI ini dapat diatasi dengan baik.


Kurangnya pengelolaan atas perubahan change management

Kurangnya pengelolaan atas perubahan (Change Management)

  • Setiap penerapan sistem TI yang baru tentunya menimbulkan perubahan-perubahan di perusahaan yang bersangkutan.

  • Kegagalan implementasi sistem ERP misalnya, sering terjadi bukan karena teknologi ERP kurang bagus/canggih, tetapi karena kurangnya pengelolaan atas perubahan yang terjadi, sehingga perusahaan yang akan menerapkan sistem ERP tersebut tidak siap dan akhirnya mengalami kegagalan.

  • Untuk memastikan perubahan yang terjadi tidak berdampak negatif bagi perusahaan maka perubahan-perubahan tersebut perlu dikelola dengan baik.

  • Manajemen Perubahan (Change Management) memastikan setiap perubahan mengalami proses perencanaan dan evaluasi sebelum diterapkan, sehingga risiko-risiko negatif sebagai akibat penerapan perubahan tersebut dapat diminimalisir.


Investasi ti hanya sebatas pengadaan ti

Investasi TI hanya sebatas pengadaan TI

  • Pandangan bahwa investasi TI berarti pengadaan TI merupakan hal yang sering dijumpai.

  • Padahal jelas bahwa implementasi TI tidaklah sama dengan pengadaan barang atau jasa yang lainnya.

  • Implementasi TI biasanya melibatkan orang dan juga proses. Kegagalan investasi TI dalam memberikan value kepada perusahaan selama ini terjadi antara lain karena anggapan bahwa implementasi TI identik dengan pengadaan TI, sehingga akibatnya setelah sistem TI tersebut diterapkan/dipasang, ternyata penggunanya belum siap untuk menggunakannya dan/atau proses bisnis yang baru belum disosialisasikan dengan baik.


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

ManajemenInvestasi

penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.

investasi merupakan pengeluaran modal untuk pembelian aset (asset) fisik seperti pabrik, mesin, peralatan, dan persediaan.


Empat faktor penting dalam investasi

Empat Faktor Penting dalam investasi

  • Ada empat faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam melakukan investasi, yaitu:

    • Modal yaitu berapa banyak dana yang diperlukan untuk melakukan investasi sampai perusahaan memperoleh keuntungan yang melebihi dari investasi yang dikeluarkan

    • Tingkat pengembalian yaitu persentase tingkat keuntungan yang bisa diperoleh dari modal yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu

    • Tingkat resiko yaitu berapa besar kemungkinan terjadinya kerugian yang dapat mengurangi jumlah modal bahkan menghabiskan modal perusahaan.

    • Arus dana yaitu seberapa cepat dana dalam bentuk uang kas secara fisik yang dapat ditarik dari modal yang sudah disetor.


Identitas mata kuliah

Identitas Mata Kuliah

  • Mata Kuliah: Manajemen Investasi

  • Kode Mata Kuliah: SI-428

  • Bobot: 2 sks

  • Deskripsi: Mata kuliah ini membahas dan menjelaskan tentang manfaat investasi teknologi informasi yang berkaitan dengan analisis manfaat dan biaya baik manfaat yang tangible maupun intangible.


Pustaka

Pustaka

BukuWajib:

  • RichardusEkoIndrajit, KajianStrategisAnalisa Cost-Benefit InvestasiTeknologiInformasi, 2011.

  • RadiksPurba, AnalisisBiayadanManfaat, Edisi 1, PT. RinekaCipta, Jakarta, 1997.

    BukuPelengkap:

  • Benny Ranti, KuliahManajemenInvestasiTeknologiInformasi, Universitas Indonesia.

  • Abdul Halim, AnalisisInvestasi, Edisi ke-2, SalembaEmpat, Jakarta, 2005.

  • Jogiyanto H.M., TeoriPortofoliodanAnalisisInvestasi, Edisi ke-3, BPFE, Yogyakarta, 2003.


Silabus manajemen investasi

Silabus Manajemen Investasi


Silabus manajemen investasi1

Silabus Manajemen Investasi


Kebijakan perkuliahan

Kebijakan Perkuliahan

  • Absensi minimal 70% untuk dapat mengikuti ujian

  • Tidak ada susulan untuk tugas dan quiz

  • Cantumkan nama dosen jika membuat surat izin. Jika tidak akan dianggap tidak hadir (alfa).

  • Diizinkan untuk menggunakan HP selama anda tidak didalam kelas.

  • Diizinkan untuk datang terlambat Maksimal 10 menit.

  • Cellphone : Silent Mode

  • Aturan lain yang disepakati


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

ManajemenInvestasi


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

Pengantar Manajemen Investasi


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

KonsepAnalisisBisnis Model dan Financial Performance

  • Memunculkan 3 isubesarberkaitandengan TI yaitu:

  • Masalahkeamanantransaksi

  • Kesiapanperangkathukum (regulasi)

  • Perhtiungan Cost- Benefit investasi TI


Isue ke tiga yaitu cost benefit paling krusial bagi stakeholder

Isue ke tiga yaitu Cost-Benefit paling “krusial” bagi “stakeholder”

  • Di satu pihak, manajemen percaya pada nilai strategis yang di dapat perusahaan dengan mengalokasikan sumber daya keuangan untuk membangun TI

  • Di pihak lain, kenyataan berinvestasi dalam TI dan pengembangannya sangat besar


Masalah krusial ini dilihat dari dua sisi

Masalah “ krusial “ ini dilihat dari dua sisi

  • 1. Identifikasi Biaya (Cost) pada setiap

    inisiatif proyek TI

  • 2. Identifikasi Manfaat (Benefit) yang

    didapat dari hasil investasi proyek TI


System development proses

PrinsipPengembangan

LibatkanPenggunaSistem

GunakanPendekatanPemecahanMasalah

Bentuklah Fase dan Aktivitas

DokumentasikanSepanjangPengembangan

Bentuklah Estándar

KelolaProses dan Proyek

MembenarkanSystemInformasisebagaiInvestasi Modal

JanganTakutuntukMembatalkanatauMerevisiLingkup

BagilahdanTakhlukkan

DesainlahSistemuntukPertumbuhandanPerubahan

System Development Proses

Sistem yang ada

Perencanaan

Metode, Teknik, atau Tools (alat bantu )

Analisis

Pemicu

Perancangan

Permasalahan

Kesempatan

Instruksi

Implementasi

Pelaku

Pemeliharaan

Produk Perangkat lunak

Proses

PengembanganPerangkatLunak

Evolusi

Validasi

KeuntunganProdukPerangkatlunak

Peningkatankeuntunganperusahaan

Penguranganbiayabisnis

Biaya dan keuntungansistem

Peningkatanpangsa pasar

Perbaikanrelasipelanggan

Peningkatanefisiensi

Perbaikanpembuatankeputusan

Pemenuhanperaturanlebihbaik

Kesalahanlebihsedikit

Perbaikankeamanan

Kapasitaslebih besar

Memecahkanmasalahmeraihkesempatanmemenuhiinstruksi

Sistem yang baru


Identifikasi biaya dalam investasi ti sulit

Identifikasi biaya dalam investasi TI, sulit:

  • Banyak komponen dan jenis biaya yang tidak terlihat (hidden cost)

  • Banyak biaya lain-lain muncul di kemudian hari seperti movement cost, switching cost, social cost, change management cost dan migration cost


Identifikasi manfaat apa yang diperoleh sifat manfaat

Identifikasi manfaat apa yang diperoleh sifat manfaat

Tangible

  • Manfaat yang dapat dirasakan

    Quantifiable

  • Manfaat yang dapat diukur banyaknya/ besarnya


Definisi investasi teknologi informasi

DefinisiInvestasiTeknologiInformasi

  • Marc J. Schniderians (2004) mendefinisikaninvestasiteknologiinformasiadalahsuatukeputusaninvestasidalammengalokasikanseluruhtipedarimanajemensisteminformasi, termasukdiantaranyamanusiadanuang.

  • Sedangkan Weil (1989) mendefinisikaninvestasiteknologiinformasisebagaibiaya-biaya yang dihubungkandenganperolehankomputer, komunikasi, software, jaringan, danpersonel yang mengaturdanmengoperasikansisteminformasimanajemen (SIM).


Tujuan investasi ti1

Tujuan Investasi TI

  • Tujuan dilakukannya investasi dalam bidang teknologi informasi adalah sebagai berikut Richardus Eko Indrajit:

    • Adanya alasan kelangsungan hidup perusahaan atau bisnis itu sendiri dalam arti kata perusahaan melihat bahwa keberadaan teknologi informasi dalam bisnis terkait sifatnya adalah mutlak.

    • Untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas perusahaan.

    • Keinginan perusahaan untuk mendapatkan suatu loncatan keunggulan kompetitif agar dapat meninggalkan para pesaing bisnisnya dengan mengembangkan teknologi yang belum dimiliki perusahaan lain.


Manfaat investasi ti1

Manfaat Investasi TI

  • Manfaat dilakukannya investasi dalam bidang teknologi informasi adalah sebagai berikut menurut Richardus Eko Indrajit (2004, p41):

    • Mereduksi biaya yang harus dikeluarkan (cost displacement)

    • Menghindari biaya yang harus dikeluarkan (cost avoidance)

    • Memperbaiki kualitas yang diambil (decision analysis)

    • Menghasilkan dampak positif yang diperoleh perusahaan (impact analysis).


Investasi ti gagal1

Investasi TI Gagal

  • Beberapa hal yang mengakibatkan investasi TI gagal memberikan benefit yang dijanjikan, antara lain:

    • Kurangnya kepemimpinan di bidang TI

    • Investasi TI tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis

    • Manajemen Proyek TI tidak dikelola dengan baik

    • Kurangnya pengelolaan atas perubahan (Change Management)

    • Investasi TI hanya sebatas pengadaan TI


Mengapa investas di dalam teknologi informasi dilakukan

Mengapa Investas Di dalam TeknologI informasi dilakukan?

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Grant Thornton LLP, alasan melakukan investasi dalam TI adalah untuk meningkatkan Produktivitaas (35%), komunikasi (15%), dan Kecerdasan (14%). (IIE Solution 1996)


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

  • Jelaskan dalam kondisi seperti apa TI yang digunakan oleh perusahaan dapat meningkatkan produktivitasi? Gunakan contoh dalam penjelasan anda!35%

  • Contoh pemanfaatan TI yang meningkatkan produktivitas!

  • Sebaliknya! Contoh pemanfaatan TI yng tidak meningkatkan produktivitas!


Tiga asset teknologi informasi

Tiga Asset Teknologi Informasi


Karakteristik investasi ti

Karakteristik Investasi TI


Karakteristik investasi ti1

Karakteristik Investasi TI

  • Karakteristikkhususdariinvestasidalambidang TI menurutRemenyi (2001) adalahsebagaiberikut:

    • TeknologiInformasimembawarisiko yang tinggidanbiaya yang tinggitetapimemungkinkanmembawakeuntungan yang besar, jadikitatidakdapatmengesampingkannya.

    • Pengeluarandalamteknologiinformasimerupakansebuahproporsi yang signifikanterhadappengeluaran modal organisasi.

    • Lajudariperubahanteknologidanmacam-macampenggunaannyamendatangkankesulitanbagiparamanajeruntukmenggunakannyadalamsemuaaspekpengambilankeputusan.

    • Dalamkebanyakanorganisasitidakadakepercayaanterhadappencatatandalamanggaranbelanja, ukuranbiaya, dankeuntungan.


Jenis investasi

JENIS INVESTASI


Manfaat melakukan investasi ti

Manfaat melakukan investasi TI

  • Mempertahankan Market share. Market share adalah parameter kunci kesuksesan kinerja para eksekutif. Market share ini dapat dipakai sebagai kekuatan bersaing bagi perusahaan.

  • Menghindari bencana kerugian yang lebih besar. Investasi dalam TI dianggap sukses apabila dapat mencegah kerugian yang sangat besar, seperti: kecurangan atau kelalaian keamanan pengangkutan

  • Menciptakan fleksibilitas danadaptabilitas yang lebih tinggi.

  • Meningkatkan kualitas pelayanan.

  • Meningkatkan kualitas semangat kerja


Investasi ti

Investasi TI

  • Investasi TI meliputi:

    • Hardware

    • Software

    • Network/jaringan

    • Brainware

    • Fasilitas.


Investasi ti1

Investasi TI

  • Secara umum Investasi TI bermanfaat untuk menekan biaya-biaya operasi perusahaan, meningkatkan produktifitas dan menyelesaikan masalah bsnis yang spesifik.

  • Investasi TI juga merupakan keputusan yang diambil oleh organisasi untuk meningkatkan sumber daya dari pengeluaran biaya yang nyata dari TI dengan harapan manfaat dari pengeluaran tersebut bertemu atau mencapai nilai dari pada yang diharapkan.


Nilai investasi ti

NILAI INVESTASI TI

  • Nilai investasi TI adalah kemampuan organisasi utk mengidentifikasikan dan mengukur penambahan dampak manfaat dan positif yang berkaitan dengan penerapan TI dalam operasi bisnis.

  • Proses ini termasuk metode dan alat utk menghitung secara akurat, menjajaki dan akhirnya  menyadari hasil positif bisnis dari investasi TI.

  • Investasi TI dan ROI adalah satu dari topic diskusi hangat, tanpa tergantung industri.

  • CEO dan manajemen senior mengharapkan perubahan dari focus belanja (cost) TI ke kebutuhan dimana investasi menghasilkan perbaikan yg nyata dalam bisnis.


Mengapa menilai investasi ti sukar

MENGAPA MENILAI INVESTASI TI SUKAR?

  • Manfaat tidak dapat terukur secara alami

  • Manfaat TI direalisasikan dalam jangka panjang

  • Strategi dan keuntungan kompetitif sukar utk dihitung

  • Manfaat TI tdk langsung dan karena itu tidak dapat dibedakan dari beberapa factor yg mengacaukan

  • Teori dan teknik yang tersedia sukar utk mengerti dan menangkap nilai dari system informasi.


Tipe umum dari kesukaran penilaian ti

TIPE UMUM DARI KESUKARAN PENILAIAN TI

  • Untuk alasan persaiangan mereka tidak dapat berusaha tdk utk berinvestasi dalam IS/IT, tetapi secara economi mereka tidak dapat menemukan pertimbangan yg cukup, dan penilaian praktis tidak dapat memberikan cukup dukungan, utk melakukan investasi.  

  • Karena infratruktur IS/IT menjadi suatu bagian yang tdk dapat dihindarkan dari proses dan struktur organisasi. Sehingga sukar utk dipisahkan dampak TI terhadap asset dan kegiatan lainnya.

  • Ada kesimpangsiuran kelemahan mengartikan kebutuhan informasi sama halnya IS/IT sbg asset modal besar, meskipun tingkat pembelanjaannya tinggi


Productivity paradox

PRODUCTIVITY PARADOX

  • Menurut beberapa IT-cons, sukar untuk menjelaskan bahwa investasi TI mempunyai penambahan output atau gaji.

  • Pertentangan antara ukuran investasi dalam TI dan ukuran output pada tingkat nasional diuraikan sebagai PRODUCTIVITY PARADOX.

  • Pertanyan besarnya adalah:

    • Jika TI tidak meningkatkan produktivitas atau memperbaiki kinerj bisnis, mengapa organisasi menginvestasikan sejumlah uang utk TInya?

  • Jadi IT tidak mempunyai atau memberikan nilai ekonomi yang berarti atau nilai TI tidak pernak digali secara optimal.  


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

  • Investasi TI yang baik adalah penerapan IT dalam perusahaan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

  • PRODUCTIVITY PARADOX adalah investasi Ti guna penerapan TI pada perusahaan TIDAK mendukung produktivitas perusahaan.


Mengapa fenomena paradoks produktivitas terjadi

Mengapa fenomena paradoks produktivitas terjadi ?

  • Permasalahan analisa dan representasi data tidak memperlihatkan terjadinya peningkatan produktivitas;

  • Manfaat yang diperoleh oleh teknologi informasi tidak terlihat karena adanya kerugian di area lain; dan

  • Peningkatan produktivitas tidak terlihat karena adanya kegagalan penerapan teknologi informasi atau tingginya alokasi biaya teknologi informasi. (Willcocks et al, 2000)


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

Permasalahan analisa dan representasi data tidak memperlihatkan terjadinya peningkatan produktivitas

  • Para ekonom mendefinisikan ”produktivitas” dengan cukup mudah, yaitu jumlah keluaran (output) dibagi dengan jumlah masukan (input). Besaran output dihitung dengan cara mengalikan jumlah produk yang dihasilkan dengan nilai (value) rata-rata dari produk tersebut; sementara besaran input didapatkan dari jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan seluruh output tersebut. Angka rasio yang didapatkan dari hasil pembagian antara output dengan input di atas dikenal sebagai labor productivity. Jika sumber daya lain seperti misalnya besaran investasi dan kebutuhan material dimasukkan sebagai bagian dari input, maka angka rasio yang didapat dikenal sebagai multifactor productivity.

  • Ternyata di dalam dunia teknologi informasi, rumusan sederhana ini belum tentu secara ”kongkrit” memperlihatkan atau merepresentasikan terjadinya kenaikan atau penurunan produktivitas seperti yang umum dipergunakan pada aktivitas lain seperti proses manufaktur atau produksi. Hal ini disebabkan karena berbeda dan beragamnya asumsi terhadap variabel input maupun output yang dipergunakan.

  • Dari segi input, yang dalam hal ini terkait erat dengan alokasi sumber daya keuangan yang diinvestasikan untuk pengembangan teknologi informasi, terlihat bahwa ternyata pemakaian teknologi informasi di dalam sebuah perusahaan bersifat sistemik, dalam arti kata menyebar di seluruh proses inti dan aktivitas penunjang yang ada, sehingga sangat sulit untuk menentukan proporsi nilai investasi terhadap sebuah rangkaian proses tertentu atau sub‐sistem tertentu yang ingin dihitung produktivitasnya.


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

  • Produktivitas = jumlah keluaran / jumlah masukan

    • Besaran output dihitung dengan cara mengalikan jumlah produk yang dihasilkan dengan nilai (value) rata-rata dari produk tersebut;

    • Besaran input didapatkan dari jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan seluruh output tersebut.

  • Untuk manufaktur / produksi rumus diatas cocok. Nmun tidak demikian ketika digunakan untuk menghitung produktivitas pada Teknologi informasi.

  • Hal ini disebabkan karena berbeda dan beragamnya asumsi terhadap variabel input maupun output yang dipergunakan


Jual manisan pelem

Jual Manisan Pelem

  • Keluaran

    • Jumlah kemasan x harga satuan jual

  • Masukan

    • Pelem

    • Gula

    • Cabai

    • Garam

    • Plastik

    • Tenaga kerja

    • Total


Sistem informasi simponi

Sistem Informasi SIMPONI

  • Apakah penerapan SI Simponi dapat meningkatkan Produktivitas STMIK MDP dalam Proses Bisnisnya?

  • Produktivitas = Keluaran/masukan

    • Keluaran

    • Masukan

      • Biaya Pengembangan

        • Orang

        • Hardware

        • Software


Manfaat yang diperoleh oleh teknologi informasi tidak terlihat karena adanya kerugian di area lain

Manfaat yang diperoleh oleh teknologi informasi tidak terlihat karena adanya kerugian di area lain

  • Kita ambil contoh adalah penerapan electronic commerce yang memungkinkan seorang pelanggan untuk melakukan pemesanan produk melalui internet untuk dapat diantarkan langsung ke rumah (delivery) pada hari yang sama. Pada proses penjualan, jelas terjadi peningkatan produktivas dalam arti kata meningkatnya frekuensi pemesanan oleh pelanggan. Namun untuk dapat memenuhi delivery dalam kurun waktu 24 jam seperti yang diinginkan, terpaksa perusahaan harus memiliki armada ekspedisi atau kurir tambahan untuk melakukannya – yang jika dihitung‐hitung secara keseluruhan justru terkesan menurunkan produktivitas perusahaan.

  • Contoh di atas memperlihatkan bagaimana manfaat dari teknologi informasi di satu tempat ter‐offset dengan kerugian di tempat lain di dalam sebuah organisasi. Sehingga jika dilakukan perhitungan produktivitas secara menyeluruh, hampir tidak terlihat peningkatan yang signifikan. Bahkan tidak mustahil justru terjadi ”penurunan” dari hasil perhitungan produktivitas yang ada.


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

Peningkatan produktivitas tidak terlihat karena adanya kegagalan penerapan teknologi informasi atau tingginya alokasi biaya teknologi informasi

  • Hasilkajianmemperlihatkanadanyaduapenyebabutamaterjadinyahalini.  Hal pertamaberasaldarigagalnyapenerapanteknologiinformasikarenaberbagaifaktorpenyebab internal maupuneksternal. Hal keduaterjadikarenatingginyabiayapemeliharaandanpengembanganteknologiinformasi yang harusditanggungperusahaan. Sehinggawalaupunsecarabisnistelahterjadipeningkatan output, membengkaknyabiaya overhead pemeliharaanmaupunpengembanganteknologiinformasitelahmenyebabkantingginyafaktor input yang dibutuhkan – sehinggasecaralangsungberdampakpadaperhitunganproduktivitas.

  • Denganmemahamidanmempelajarifenonemaparadokstersebut, terlihatbetapasulitdankompleksnyapermasalahan yang harusdihadapidalamrangkamencarirelasiantarabesaraninvestasi yang dialokasikandenganmanfaat yang diperoleholehperusahaanterkaitdenganpeningkatanproduktivitas. Sudahhampir 25 tahunparadoksinidiperbincangkan, danselamaitu pula perdebatanantarasejumlahkubu yang sepakatdanmenentangadanyaparadoksiniberlangsung. Sukaatautidaksuka, mautidakmau, padakenyataannyafilosofi ”business is business” yang akanmendominasimanajemenpengambilkeputusandalammenentukanapakahperusahaanperluuntukmengalokasikansejumlahsumberdayanyauntukmengembangkanteknologiinformasi. Padakenyataannyacukupbanyakmanajemen yang tidakperdulidenganadanyaparadoksinikarenamerekayakinbetulbahwatidakadaperusahaan yang bisa survive dewasainitanpamelibatkanteknologiinformasi.


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

Integrated Planning Suite


Integrated planning suite

Integrated Planning Suite

  • Ada sebuah kerangka konseptual menarik yang diperkenalkan oleh Lembaga Riset Gartner terkait dengan manajemen investasi teknologi informasi di sebuah perusahaan.

  • Gartner melihat bahwa kebijakan investasi di sebuah perusahaan adalah merupakan bagian dari prinsip governance yang harus diterapkan – dalam hal ini adalah bagaimana perencanaan dan pengembangan teknologi informasi benar-benar dilakukan untuk mendukung tercapainya obyektif bisnis dengan menjunjung tinggi aspek akuntabilitas, responsibilitas, dan transparansi.

  • Sehubungan dengan hal tersebut, perencanaan sebuah investasi teknologi informasi harus sejalan atau align dengan strategi bisnis terkait. Untuk keperluan tersebut, Gartner menawarkan sebuah konsep governance yang diberi nama ”Gartner’s Integrated Planning Suite” (Kumagai, 2002).


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

  • Strategic Planning dari perusahaan yang biasa dikemukakan secara gamblang dalam rencana bisnis korporat (business plan) merupakan hal yang men-drive disusunnya sebuah rencana investasi teknologi informasi.

  • Dengan memahami visi, misi, obyektif, dan ukuran kinerja dari perusahaan yang bersangkutan, akan diperoleh gambaran yang jelas mengenai peranan dan teknologi informasi seperti apa yang harus dibangun oleh perusahaan tersebut.

  • Untuk itulah perlu dialokasikan sejumlah dana untuk mengembangkan teknologi informasi tersebut dalam durasi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Detail dari rencana tersebut biasanya dijelaskan secara mendalam dalam dokumen Rencana Induk teknologi informasi atau IT Masterplan atau Information Technology Strategic Planning yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Strategic Corporate Planning (Perencanaan Strategis Korporat).


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

Strategi Bisnis

  • Keputusan Bisnis

  • Objectives & Arahan

  • Perubahan

Strategi SI

  • Berbasis Bisnis

  • Orientasi Permintaan

  • Fokus pada aplikasi

Strategi TI

  • Berbasis Aktivitas

  • Orientasi Suplai

  • Fokus pada Teknologi

Dimana arah bisnis & Mengapa?

SI/TI

Industry, bisnis &

Potensi

Organisasi

Mendukung bisnis

Arahan untuk bisnis

Apa yang dibutuhkan?

Needs & Prioritas

Infrastruktur & Services

Bagaimana

caranya?

Dari Ward & Peppard“Strategic Planning for Information Systems” p 41, Wiley


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

  • Mengingat bahwa pengembangan teknologi informasi perusahaan akan dibangun secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, maka manajemen investasi teknologi informasi tersebut harus dikembangkan berdasarkan arsitektur teknologi informasi yang diadopsi perusahaan atau yang diistilahkan Gartner sebagai Enterprise Architecture.

  • Sebuah arsitektur yang baik akan memperlihatkan keseluruhan komponen dan hubungan keterkaitan satu dengan lainnya yang membentuk sebuah sistem teknologi informasi korporat. Diperlihatkan pula dalam arsitektur tersebut bagaimana filosofis pembangunan sistem secara ”rumah tumbuh” akan dikembangkan oleh perusahaan, sesuai dengan kekuatan dan keterbatasan sumber daya yang dimiliki.


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

  • Karena begitu banyaknya komponen dalam arsitektur teknologi informasi yang harus dibangun – yang terbagi menjadi sejumlah kategori seperti perangkat lunak (sistem operasi, aplikasi, dan basis data), perangkat keras (komputer, jaringan, dan infrastruktur), dan perangkat manusia (user dan kebijakan) – maka diperlukan suatu pendekatan manajemen portofolio atau Portfolio Performance Management agar terjadi optimalisasi proses pengembangan.

  • Konsep portofolio yang dikembangkan tersebut berakar dari beranekaragamnya perspektif atau pandangan mengenai nature dari teknologi informasi yang ingin dibangun, seperti dilihat dari segi: prioritas, fungsi, utilisasi, kebutuhan, demografi, stakeholder, karakteristik sumber daya, aspek perencanaan, dan lain sebagainya.


Penjelasan silabus pengantar manajemen investasi

  • Dalam perkembangannya, keputusan yang diambil berdasarkan prinsip manajemen portofolio ini akan diukur kinerjanya, terutama terkait dengan bagaimana keputusan penerapan teknologi informasi tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja bisnis perusahaan secara keseluruhan.

  • Oleh karena itulah dikatakan bahwa manajemen portofolio tersebut akan mempengaruhi strategic planning yang disusun.


Simpulan

Simpulan

  • Perusahaan yang dapat mengintegrasikan rencana bisnis korporat dengan strategi pengembangan teknologi informasinya (strategic planning) akan memiliki kinerja yang jauh lebih baik dari perusahaan yang gagal melakukan integrasi tersebut;

  • Perusahaan yang memiliki arsitektur teknologi informasi yang jelas (enterprise information technology architecture) akan mampu memperbaiki kinerja operasionalnya 30% lebih baik dibandingkan dengan perusahaan lain yang tidak memilikinya – terutama berkaitan dengan tuntutan perubahan karena lingkungan eksternal yang dimanis dari waktu ke waktu; dan

  • Perusahaan yang menerapkan prinsip manajemen portofolio dalam beragam proyek teknologi informasinya berhasil melakukan penghematan 10-30% terhadap pengeluaran dari masing-masing proyek yang dilakukan (kebanyakan karena adanya pengurangan aktivitas alokasi sumber daya yang redudansi).


  • Login