Download

PENGUKURAN WAKTU :






Advertisement
/ 31 []
Download Presentation
Comments
oma
From:
|  
(1152) |   (0) |   (0)
Views: 63 | Added:
Rate Presentation: 0 0
Description:
PENGUKURAN WAKTU :. untuk mendapatkan waktu baku penyelesaian pekerjaan yaitu waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dijalankan dalam sistim kerja terbaik. LANGKAH PERHITUNGAN WAKTU BAKU. PENETAPAN TUJUAN PENGUKURAN
PENGUKURAN WAKTU :

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Slide 1

PENGUKURAN WAKTU :

untuk mendapatkan waktu baku penyelesaian pekerjaan

yaitu waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh seorang

pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan

yang dijalankan dalam sistim kerja terbaik.

Slide 2

LANGKAH PERHITUNGAN WAKTU BAKU

  • PENETAPAN TUJUAN PENGUKURAN

  • MELAKUKAN PENELITIAN PENDAHULUAN

  • MEMILIH OPERATOR

  • MELATIH OPERATOR

  • MENGURAI PEKERJAAN ATAS ELEMEN-ELEMEN PEKERJAAN

  • MENYIAPKAN ALAT-ALAT PENGUKURAN

  • MELAKUKAN PENGUKURAN WAKTU

  • TINGKAT KETELITIAN DAN TINGKAT KEYAKINAN

  • PENGUJIAN KESERAGAMAN DATA

  • MELAKUKAN PENGHITUNGAN WAKTU BAKU

  • MELAKUKAN PENYESUAIAN

  • PENGHITUNGAN WAKTU NORMAL

  • MENGHITUNG KELONGGARAN

  • PENGHITUNGAN WAKTU BAKU

Slide 3

1.PENETAPAN TUJUAN PENGUKURAN :

Dalam pengukuran waktu, hal – hal penting yang harus diketahui

dan

ditetapkan adalah untuk apa,

berapa tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan.

Slide 4

2.MELAKUKAN PENELITIAN PENDAHULUAN :

Waktu kerja yang didapat dari kondisi kerja yang baik.

A. Mempelajari kondisi kerja dan cara kerja,

kemudian memperbaikinya.

B. Merancang kondisi dan cara kerja yang baik yang baru

C. Membakukan secara tertulis sistem kerja yang telah

dianggap baik.

Slide 5

3. MEMILIH OPERATOR

Syarat – syarat tersebut adalahberkemampuan normaldan

dapat diajak bekerja sama.

Gambar Distribusi kemampuan Pekerja

Slide 6

4. MELATIH OPERATOR

Hal ini terjadi jika pada saat penelitian pendahuluan

kondisi kerja atau cara kerja sesudah mengalami perubahan.

Gambar Kurva Belajar

Gerakan – gerakan yang halus (tidak kaku), berirama dan

tanpa banyak melakukan perencanaan – perencanaan gerakan.

Slide 7

6. MENGURAI PEKERJAAN ATAS ELEMEN-ELEMEN PEKERJAAN

Waktu siklus adalahwaktu penyelesain satu satuan produk sejak

bahan baku mulai diproses ditempat kerja yang bersangkutan.

Gambar Komponen sebuah Ballpen

Slide 8

  • Pedoman penguraian pekerjaan atas elemen2nya, yaitu :

  • Sesuai dengan ketelitian yang diinginkan.

  • Elemen-elemen pekerjaan hendaknya berupa satu atau

  • beberapa elemen gerakan.

  • 3. Jangan sampai ada elemen yang tertinggal.

  • Elemen yang satu hendaknya di pisahkan dari elemen yang lain

  • secara jelas.

ALASAN :

1. meperjelas catatan tentang cara kerja yang dibakukan.

2. memungkinkan melakukan penyesuain bagi setiapelemen,

karena ketrampilan bekerjanya operator belum tentu sama untuk

semua bagian dari gerakan – gerakan kerjanya.

3.melakukan pembagian pekerjaan menjadi elemen – elemen pekerjaan

adalah untuk memudahkan mengamati terjadinya elemen yang

tidak baku yang mungkin saja dilakukan pekerja.

4. memungkinkan di kembamgkannya Data waktu standart.

Dengan lain perkataan yang di ukur waktunya adalah siklusnya.

Pengukuran demikian disebut pengukuran keseluruhan

Slide 9

7 MENYIAPKAN ALAT-ALAT PENGUKURAN :

Gambar Jam Henti Biasa

Gambar Jam Henti Berjarum Dua

Jam henti biasa harganya termurah dibandingkan yang lain tetapi

hanya dapat digunakan untuk melakukan pengukuran keseluruhan,

yang tidak memperhatikan elemen-elemen pekerjaan.

Yang berjarum dua dapat mengatasi hal ini, artinya dapat mengukur

sampai ke elemen-elemennya.

Slide 10

8.MELAKUKAN PENGUKURAN WAKTU :

a. pengukuran pendahuluan.

Tujuan : untuk mengetahui berapa kal pengukuran harus dilakukan

untuk tingkat-tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan.

Pengukuran pendahuluan tahap pertama, :

A. pengukuran pendahuluan tahap kedua.

B. menguji “keseragaman” data,

C. menghitung jumlah pengukuran yang diperlukan,

Slide 11

b. TINGKAT KETELITIAN DAN TINGKAT KEYAKINAN:

Tingkat ketelitianmenunjukkan penyimpangan maksimum

hasil pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya.

TIngkat keyakinanmenunjukkan besarnya keyakinan

pengukur bahwa hasil yang diperoleh memenuhi syarat ketelitian tadi

c. PENGUJIAN KESERAGAMAN DATA :

Seragam, yaitu berasal dari sistem sebab yang sama,

bila berada diantara kedua batas kontrol.

Subgroup karena berasal dari system sebab yang berbeda.

harus “dibuang”

Slide 12

CONTOH :

Pengukuran pendahuluan tahap pertama :

Slide 13

Harga rata – ratanya :

Hitung harga rata – rata dari harga rata – rata subgroup dengan :

X = Σ Xi

k

dimana : Xi adalah harga rata – rata dari subgroup ke – i

k adalah banyaknya subgroup yang terbentuk

Slide 14

Hitung standar deviasi sebenarnya dari waktu penyelesaian dengan :

Σ ( X j - X ) 2

σ = N – l

di mana :

N adalah jumlah pengamatan pendahuluan yang telah dilakukan.

Xj adalah waktu penyelesaian yang teramati selama pengukuran

pendahuluan yang telah dilakukan.

Hitung standard deviasi dari distribusi harga rata – rata sub groups:

σ _ = σ √ n

x

Batas kontrol atas dan batas control bawah ( BKA dan BKS ) dengan :

BKA = X + 3 σ_

x

BKB = X – 3 σ_

X

Slide 15

2

N= 20 N Σ Xj2 — ( Σ Xj )

Σ Xj

d. Jumlah pengukuran yang diperlukan.

Rumus untuk tingkat ketelitian 5 % dan tingkat keyakinan 95 %.

2

N= 40 N Σ Xj2 — ( Σ Xj ) 2

Σ Xj

Rumus untuk tingkat ketelitian 10 % dan tingkat keyakinan 90 %.

Dimana N adalah jumlah pengamatan yang telah dilakukan.

Slide 16

e. MELAKUKAN PENGHITUNGAN WAKTU SIKLUS :

Ws = Σ Xi

N

Dimana X i dan N menunjukkan arti yang sama dengan

yang telah dibahas sebelumnya.

Slide 17

10 a. PENYESUAIAN

MAKSUD MELAKUKAN PENYESUAIAN :

Selama pengukuran berlansung, mengamati kewajaran kerja operator.

Ketidak wajaran dapat saja terjadi misalnya bekerja tanpa kesungguhan,

sangat cepat seolah – olah diburu waktu, kondisi ruangan yang buruk.

KONSEP TENTANG BEKERJA WAJAR :

Seseorang operator yang dianggap berpengalaman bekerja tanpa usaha –

usaha yang berlebihan sepanjang hari kerja, dan menguasai cara kerja

yang ditetapkan, dan menunjukkan kesungguhan dalam mejalankan pekerjaanya.

Konsep yang dikemukakan oleh Lowry, Maynard dan Stegemarten

melalui cara penyesuaian Westinghouse : 4 faktor yang menyebabkan

ketidakwajaran dalam bekerja yaitu ketrampilan, usaha, kondisi kerja

dan konsistensi.

subyektif.

Memang hal inilah yang dipandang sebagai kelemahan pengukuran waktu

dilihat secara ilmiah

Slide 18

BEBERAPA CARA MENENTUKAN FAKTOR PENYESUAIAN :

A. Cara Persentase

B. Cara Shumard

C. Cara obyektif

D. Cara Bedaux dan Sintesa

E. Cara Westinghouse

Slide 19

a. Cara persentase :

Wn = 14,6 X 1,1 = 16,6 menit

Memang cara ini merupakan cara yang paling mudah dan sederhana,

namun segera pula terlihat adanya kekurang telitian sebagai akibat

dari kasarnya cara penilaian.

b. Cara Schumard :

Slide 20

PENYESUAIAN MENURUT TINGKAT KESULITAN, CARA OBYEKTIF

C. Cara obyektif:

cara yang memperhatikan 2 faktor : kecepatan kerja dan tingkat kesulitan pekerjaan

TABEL TINGKAT KESULITAN CARA OBJEKTIF

Slide 21

TABEL TINGKAT KESULITAN CARA OBJEKTIF

Slide 22

TABEL TINGKAT KESULITAN CARA OBJEKTIF

BERAT BEBAN (kg)

0,45

0,90

1,35

1,80

2,25

2,70

3,15

3,60

4,05

4,50

4,95

5,40

5,85

6,30

Tangan Kaki

2 1

5 1

6 1

10 2

13 3

15 3

17 4

19 5

20 6

22 7

24 8

25 9

27 10

28 10

B -1

B-2

B-3

B-4

B-5

B-6

B-7

B-8

B-9

B-10

B-11

B-12

B-13

B-14

Slide 23

CONTOH PENYESUAIAN CARA OBJEKTIF

Bagian badan yang dipakai : C = 2

Pedal kaki : F = 0

Cara menggunakan kekuatanTangan : H = 0

Koordinasi mata dengan tangan : L = 7

Peralatan : O = 1

Berat : B – 5 = 13

Jumlah = 23

Sehingga : P2 = ( 1+ 0,23 ) atau P2 = 1,23 .

Faktor penyesuaiannya dihitung dengan :

P = P1 x P2

Jadi kalau P1 telah dinilai besarnya sama dengan 0,9 maka factor penyesuaian untuk operator yang bersangkutan adalah :

P = 0,9 x 1,23 = 1,11

+

Slide 24

D. CARA – CARA BEDAUX DAN SINTESA

cara Shumard, hanya nilai – nilai pada cara Bedaux dinyatakan dalam “ B “

( huruf pertama dari Bedaux, penemunya ) seperti misalnya 60 B atau 70 B.

Sedangkan cara Sintesa agak berbeda dengan cara – cara lainya,

dimana dalam cara ini waktu penyelesaian setiap elemen gerakan

dibandingkan dengan harga – harga yang diperoleh dari tabel – tabel

data waktu gerakan, untuk kemudian dihitung harga rata – ratanya .

Harga rata – rata inilah yang dinilai sebagai factor penyesuaian

bagi satu siklus yang bersangkutan.

Misalkan waktu – waktu penyelesaian untuk elemen – elemen pekerjaan

pertama, kedua dan ketiga bagi suatu siklus pekerjaan adalah

17, 10 dan 32 detik.

Dari tabel – tabel data waktu gerakan didapat untuk elemen – elemen

yang sama masing – masing 17, 12 dan 29 detik.

Yang berbeda adalah pada elemen – elemen kedua dan ketiga.

Maka untuk elemen – elemen ini perbandinagannya 12/10 dan 29/32 ;

rata – ratanya yaitu 1,05 adalah factor penyesuaian untuk ketiga elemen

pekerjaantersebut atau untuk seluruh siklus yang bersangkutan.

Slide 25

E. Cara WESTINGHOUSE

1.Ketrampilan

Ketrampilan atau Skill didefinisikan sebagai kemampuan mengikuti cara kerja

yang ditetapkan. Latihan dapat meningkatkan ketrampilan, tetapi hanya sampai

ke tingkat tertentu saja, tingkat mana merupakan kemampuan maksimal yang

dapat diberikan pekerja yang bersangkutan.

Secara psikologis ketrampilan merupakan aptitude pekerja

untuk pekerjaan yang bersangkutan.

2.Usaha

Usaha adalah kesungguhan yang ditunjukan atau diberikan oerator ketika

melakukan pekerjaannya.

3.Kondisi Kerja

Kondisi Kerja adalah kondisi fisik lingkungannya seperti keadaan pencahayaan,

temperature dan kebisingan ruangan. Oleh sebab itu factor kondisi sering

disebut sebagai faktor manajemen, karena pihak inilah yang dapat dan

berwenang merubah atau memperbaikinya.

4.Konsistensi

Konsistensi, kenyataan bahwa pada setiap pengukuran waktu angka – angka

yang dicatat tidak pernah semuanya sama.

Slide 26

PENYESUAIAN KETERAMPILAN MENURUT WESTINGHOUSE

Slide 27

PENYESUAIAN USAHA MENURUT WESTINGHOUSE

Slide 28

PENYESUAIAN KONDISI KERJA DAN KONSISTENSI

MENURUT WESTINGHOUSE

Slide 29

10 C.KELONGGARAN

Kelonggaran diberikan untuk ketiga hal yaitu untuk kebutuhan

pribadi, menghilangkan rasa fatique, dan hambatan – hambatan

yang tidak dapat dihindarkan.

KELONGGARAAN UNTUK MENGHILANGKAN RASA FATIQUE

berdasarkan pengalamannya pekerja dapat mengatur kecepatan kerjanya

sedemikian rupa sehingga lambatnya gerakan –

gerakan kerja ditunjukan untuk menghilangkan rasa fatique ini.

KELONGGARAN UNTUK HAMBATAN – HAMBATAN TAK TERHINDARKAN

Beberapa contoh yang trmasuk kedalam hambatan tak terhindarkan adalah :

- menerima atau meminta petunjuk kepada pengawas.

- melakukan penyesuaian – penyesuaian mesin.

- memperbaiki kemacetan singkat seperti mengganti alat potong

yang patah, memasang kembali ban yang lepas dan sebagainya.

- mengasah peralatan potong.

- mengambil alat – alat khusus atau bahan – bahan khusus dari gudang.

- mesin berhenti karena matinya aliran listrik.

Slide 30

MENYERTAKAN KELONGARAN DALAM PERHITUNGAN WAKTU BAKU

Misalkan suatu pekerjaan yang sangat ringan yang dilakukan sambil duduk

dengan gerakan – gerakan yang terbatas, membutuhkan pengawasan mata

terus – menerus dengan pencahayaan yang kurang memadai, temperature

dan kelembaban ruangan normal, sirkulasi udara baik, tidak bising.

Dari tabel didepan didapat presentase kelonggaran untuk kebutuhan pribadi

dan untuk fatique sebagai berikut:

( 7 + 0 + 3 + 5 + 2,5 + 0 + 2 ) % = 19,5 %

Jika dari sampling pekerjaan didapat bahwa kelonggaran untuk hambatan

yang tidak terhindarkan adalah 5 %, maka kelonggaran total yang harus

diberikan untuk pekerjaan itu adalah ( 19,5 + 5 ) % = 24,5 %.

Jika waktu normalnya telah dihitung sama dengan 5,5 menit,

maka waktu bakunya adalah :

5,5 + 0,245 (5,5) = 6,85 menit

Slide 31

SAMPLING PEKERJAAN

  • BERBAGAI KEGUNAAN SAMPLING PEKERJAAN

  • Untuk mengetahui distribusi pemakain waktu sepanjang waktu kerja

  • oleh pekerja atau kelompok pekerja.

  • B. Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan mesin – mesin atau alat – alat

  • di pabrik.

  • C. Untuk menentukan waktu baku bagi pekerja – pekerja tak langsung.

  • D. Untuk memperkirakan kelonggaran bagi suatu pekerjaan.

mutually exclusive dan mutually exhaustive

satu kegiatan terpisah sama sekali dari lainnya, dan

jumlah semua kegiatan tersebut adalah semua kegiatan yang mungkin terjadi ditempat pekerjaan berlangsung.


Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro