Profesi
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 23

Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian t tt PowerPoint PPT Presentation


  • 189 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian t tt. Profesional adalah orang yang memiliki pekerjaan berdasarkan keahlian yang memenuhi persyaratan keilmuan dan kemampuan dibidang profesinya. Profesionalisme adalah perwujudan aktif dari tindakan suatu keahlian.

Download Presentation

Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian t tt

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Profesi adalah

bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian ttt

Profesionaladalah

orang yang memiliki pekerjaan berdasarkan keahlian yang memenuhi persyaratankeilmuan dan kemampuan dibidang profesinya

Profesionalisme adalah

perwujudan aktif dari tindakan suatu keahlian


Aspek hukum dalam praktek kefarmasian

ASPEK HUKUM DALAM praktekKEFARMASIAN

Pharmacist is one who is educated and licensed to dispense drugs and to provide drug information

---------------------- --- an expert on drugs

Wahyu Utami - 2011


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

What is the Pharmacist look like ?

What should the Pharmacist do?

Who is the Pharmacist ?


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

License of Pharmacist

By the law & regulations of the country in which the profession are applied

e.g; - Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan

serta

memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Kompetensi

Elemen Kompetensi bagi Lulusan Pendidikan Tinggi

  • -Seorang yang kompeten, harus mempunyai :

  • Landasan kemampuan pengembangan kepribadian

  • Kemampuan penguasaan ilmu dan ketrampilan

  • Kemampuan untuk berkarya ( know to do )

  • Kemampuan menyikapi dan berperilaku dalam berkarya, mandiri, menilai dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab (to be)

  • Dapat hidup bermasyarakat dan bekerjasama , saling menghormati dan menghargai nilai-nilai pluralisme dan kedamaian (to live together)


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

  • Tuntutan kompetensi Lulusan Profesi Farmasis FFUA

  • *Melakukan pengadaan obat dan membuat sediaan obat dengan memahami dan menerapkan dasar ilmu tentang sifat kimia & fisika obat , farmakologi serta peraturan kefarmasian yang berlaku

  • Menjelaskan arti ilmiah formulasi obat, macam komposisi , khasiat, indikasi dan kontraindikasi, efek samping dan interaksi, aturan pemakaian obat dan jalur pemberian obat.

  • Memilih obat terbaik atas dasar ilmu kefarmasian untuk tujuan efikasi dan keamanan obat bagi penderita


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

  • Mengenali produk obat dan sediaan farmasi lainnya, mengidentifikasi keabsahan dan mutu produk dengan pendekatan analisis yang sesuai

  • Memberikan informasi dan melakukan komunikasi ttg obat serta perbekalan farmasi kepada penderita, masyarakat serta sesama profesi kesehatan secara obyektif, ilmiah dan bertanggung jawab

  • Menelaah serta menilai keabsahan dan kebenaran secara ilmiah dari informasi obat dengan berorientasi pada kepentingan penderita


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

  • Menerapkan secara benar dan konsisten perundang-undangan peraturan pemerintah tentang kefarmasian serta kode etik profesi farmasi

  • Menunjukkan sikap dan kinerja yang profesional, yaitu kompeten dalam bidangnya, rasa memiliki dan mencintai profesi, berwawasan pada perkembangan ilmu dan profesi kefarmasian

  • (EXELLENCE WITH MORALITY)

  • Mampu melakukan pengelolaan sarana dan prasarana yang terkait dengan pekerjaan kefarmasian


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Excellence with Morality

PENDIDIKAN KEAHLIAN

PENGAKUAN

KEWENANGAN

PRAKTIK KEFARMASIAN


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

1

PHARMACEUTICS

MEDICINE DOSAGE FORM EXPERT

respon

biologi

drug

target

senyawa

aktif

farmasi

APOTEKER

MEDICINE

BEST-USE MANAGER

tujuan

terapi

PHARMACOTHERAPY


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

1

PHARMACEUTICS

QUALITY

respon

biologi

molecular target-based drug delivery system design

DOSAGE FORM

drug

target

senyawa

aktif

farmasi

APOTEKER

RIGHT USAGE

tujuan

terapi

SAFETY

EFFICACY

PHARMACOTHERAPY


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Menjadi Apoteker Indonesia

Organisasi

Profesi

Negara

Pemerintah

Perguruan

Tinggi

Standar Pendidikan

Standar Profesi

Standar Kefarmasian

Standar

Implementasi

“BSNP”

Gulidline of

Practices

Standar Kompetensi

Apoteker Indonesia

SPO

KEAKHLIAN

PENGAKUAN

KEWENANGAN

Sertifikasi

Praktik

Pendidikan


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

APOTEKER

A Health Profession, as :

 Medicine Experts, and

 Medicine best-Use Manager

“ two in one “ hibrida keakhlian :

 keakhlian tentang obat mulai dari bahan baku sampai menjadi sediaan farmasi yang memenuhi persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

 keakhlian memandu (guidance-counseling-advocate) penggunaan obat yang benar dan baik oleh penderita sehingga tujuan terapi tercapai


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Pasal 1

Ketentuan umum

5. Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker.

13. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker.

Penjelasan PP.51

I. Umum

Tenaga Kefarmasian sebagai salah satu tenaga kesehatan pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat mempunyai peranan penting karena terkait langsung dengan pemberian pelayanan, khususnya Pelayanan Kefarmasian.

Pasal 35 Ayat (1)

Keahlian dan kewenangan Tenaga Kefarmasian dibuktikan dengan memiliki surat izin praktik. Terhadap tenaga kesehatan di luar Tenaga Kefarmasian juga dapat diberikan kewenangan melakukan Pekerjaan Kefarmasian yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

UU KESEHATAN baru

Pasal 108

(1) Praktik kefarmasian yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat,pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(2) Ketentuan mengenai pelaksanaan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 203

Pada saat Undang-Undang ini berlaku, semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini.

PP 51 2009 PEKERJAAN KEFARMASIAN


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Pasal 108

(1) Praktik kefarmasian yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat,pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(2) Ketentuan mengenai pelaksanaan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 203

Pada saat Undang-Undang ini berlaku, semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini.

UU KESEHATAN baru

PP 51 2009 PEKERJAAN KEFARMASIAN


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Negara

UU.36 2009

komite ~ konsil

stakeholder

KEWENANGAN

PENGAKUAN

KEAKHLIAN

STANDAR

PROFESI

STANDAR

PRAKTEK

STANDAR

PENDIDIKAN

PP.51

PP.51

PP.51

PERGURUAN TINGGI

SPO

CHANGE

NEEDS

PROGRAM

PENDIDIKAN

Kurikulum


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Keputusan–Tindakan Apoteker

pharmaceutics

as Pharmacist

pharmaceuticals

Senyawa

Aktif

Farmasi

Farmako

Terapi

Patient

Client

  • Drug Design

  • Delivery System

  • Compounding

  • Manufacture

  • EDUCATION

  • GUIDANCE

  • COUNSELING

  • ADVOCATION

  • Prescribing

  • Recording

  • Care Plan


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Lingkup tanggung jawab pelayanan kefarmasian

1.Menjamin ketersediaan obat dan alat kesehatan yang dibutuhkan masyarakat

2.Menjamin obat yang diberikan berkualitas, aman, efektif dengan memperhatikan hak azasi serta keunikan individu

3.Menjamin setiap orang atau masyarakat yang menggunakan obat atau alat kesehatan dapat menggunakan dengan cara yang paling baik dan benar.

4.Bersama tenaga kesehatan lain bertanggung jawab dalam menghasilkan keluaran terapi


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

FORMAT LAYANAN KEFARMASIAN

PRAKTEK KEFARMASIAN

CPOB

LICENSED PHARMACIST

U U

Standar

Pelayanan

Kompetensi

KINERJA PROFESIONAL YANG TERUKUR


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

PRAKTEK KEFARMASIAN

Ilmu

…………… Farmasi

Etika

…………… Komunikasi

‘Hukum’

Kepastian……………


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

The Seven Stars of Pharmacist

* Care Giver

* Decision maker

* Communicator

* teacher

* Manager

* leader

* Long life learner

* RESEARCHER


Aspek hukum 0bdalam praktek kefarmasian

Terima kasih

teruslah bersemangat dalam belajar


  • Login