1 / 72

NILAI-NILAI DASAR PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN SMNO.PSDL.PPSUB.MK-PSDAL2013

NILAI-NILAI DASAR PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN SMNO.PSDL.PPSUB.MK-PSDAL2013. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. SEKARANG MEMBANGUN = BESOK MEMBANGUN BESOK MEMBANGUN = LUSA MEMBANGUN LUSA MEMBANGUN = TERUS MEMBANGUN SEKARANG MEMBANGUN = ANAK-CUCU JUGA MEMBANGUN.

navid
Download Presentation

NILAI-NILAI DASAR PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN SMNO.PSDL.PPSUB.MK-PSDAL2013

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. NILAI-NILAI DASAR PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN SMNO.PSDL.PPSUB.MK-PSDAL2013

  2. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN SEKARANG MEMBANGUN = BESOK MEMBANGUN BESOK MEMBANGUN = LUSA MEMBANGUN LUSA MEMBANGUN = TERUS MEMBANGUN SEKARANG MEMBANGUN = ANAK-CUCU JUGA MEMBANGUN

  3. ASAS DAN TUJUAN Tanggung Jawab Keber-lanjutan Manfaat Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan Masyarakat seluruhnya Manusia seutuhnya IMTAQ & IPTEKS

  4. PARADIGMA PEMBANGUNAN INTERAKSI yg BERKESETIMBANGAN Pertumbuhan Ekonomi Kelestarian Fungsi Lingkungan Kehidupan SOSPOL

  5. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 1. …. Proses yg secara berkelanjutan mengoptimalkan manfaat SDA & SDM melalui penyerasian aktivitas manusia sesuai dg kemampuan / daya dukung SDA Peningkatan Kesejahteraan MASYARAKAT PRODUKSI-DISTRIBUSI-KONSUMSI Konservasi Rehabilitasi Penghematan

  6. ISU-ISU STRATEGIS Kerusakan SDA dan pencemaran LH semakin mengancam keberlanjutan pembangunan Krisis Ekonomi Lemahnya penegakan hukum Rendahnya Kepedulian Lingkungan Rendahnya komitmen & IPTEK penaatan hukum Hambatan Hak Pemilikan

  7. ISU-ISU STRATEGIS Kualitas hidup manusia Indonesia semakin menurun , indikatornya: Penyakit akibat Pencemaran Air & udara Kematian bayi lahir Pudarnya Budaya- Kearifan Masyarakat SDA-LH Gizi Anak BALITA Kualitas Kawasan Konservasi/ Lindung

  8. ISU-ISU STRATEGIS Perubahan lingkungan hidup global semakin mengancam kualitas lingkungan biosfer, indikatornya: Suhu bumi meningkat Kerusakan keaneka-ragaman hayati Perubahan pola iklim Penipisan Lapisan Ozon Radiasi Karsinogenik

  9. ISU-ISU STRATEGIS Pengelolaan SDA-LH telah berkembang menjadi isu-isu politik yg dapat mengancam sinergisme antar daerah Sumberdaya Air: Permukaan Bawah tnh Polusi Udara Asap Hujan asam Kuantitas Kualitas Distribusi Sumberdaya Lahan & Hutan Sumberdaya mineral/ bahan galian

  10. ISU-ISU STRATEGIS GOOD ENVIRONMENTAL GOVERNANCE Birokrasi Profesional Integritas- moral Lembaga Legislatif & Peradilan Masyarakat yang MADANI Independen BerkeadilanKontrol sosial yg efektif Desentralisasi PSDA-LH yg efektif berdaya-guna

  11. KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN EKONOMI Ekspor / Luar daerah HASIL Pembangunan Domestik Eksternal input SIAPA YG MEMBANGUN (SDM) APA YG DIBANGUN (Sumberdaya) KEBERDAYAAN

  12. SISTEM INDUSTRI PRODUK UNGGULAN SISTEM DISTRIBUSI DOMESTIK & EKSPOR Kaidah - kaidah global: Kesepakatan Sistem Perdagangan Global Standar mutu: ISO ….. Ecolabelling - Clean Production Systems

  13. SINERGI POTENSI, SUMBERDAYA, ORIENTASI KAPITAL SDA SDM INFORMASI Prasarana Kelembagaan IPTEK CLUSTER USAHA PERTANIAN Lainnya …. KAWASAN / SENTRA PERTANIAN

  14. PERTANIAN BERKELANJUTAN = SUSTAINABLE AGRICULTURE “Pertanian yg dapat berkembang secara tidak terbatas ke arah manfaat yg semakin besar bagi manusia, penggunaan sumberdaya yg lebih efisien, dan berkesetimbangan dg kondisi lingkungan yang sesuai untuk manusia dan spesies lainnya”. Manfaat bagi manusia Penggunaan sumberdaya yg efisien Lingkungan yg sesuai bagi manu-sia & spesies lain

  15. CONTEXT OF SUSTAINABILITY 1. A low dependence on external / purchased inputs2. Use of locally and renewable resources 3. Beneficial impacts on environment: on - farm & off - farm4. Adapted to the existing local conditions5. Long-term maintenance of productive capacity6. Biological & cultural diversity7. Knowledge of local inhabitants8. Adequate domestic and exportable goods.

  16. TIGA ELEMEN PENTING PERTANIAN BERKELANJUTAN Food availability and consumption (Pangan dan bahan konsumsi lain) Income Generation (menghasilkan pendapatan) Natural Resource Conservation (Konservasi Sumberdaya Alam)

  17. PERMASALAHAN SERIUS Semakin meningkatnya biaya dan ketergantungan thd input eksternal (bahan kimia dan energi) Semakin menurunnya produktivitas tanah akibat erosi tanah dan kehilangan (pencucian) hara dari tanah Semakin meningkatnya ancaman residu bahan agrokimia thd kualitas dan keamanan pangan Semakin meningkatnya pencemaran air akibat pupuk dan pestisida

  18. KONSEP “MINIMUM INPUT” PERTANIAN BERKELANJUTAN ECOLOGICAL FARMING BIOLOGICAL FARMING REGENERATIVE FARMING BIODYNAMIC FARMING NATURAL FARMING LOW RESOURCES FARMING AGROECOLOGICAL FARMING ECO-AGRICULTURE ECO-FARMING ORGANIC FARMING ALTERNATIVE FARMING

  19. PRASYARAT BAGI PERTANIAN BERKELANJUTAN 1. Kualitas tanah tidak boleh rusak, topsoil tidak boleh menipis 2. Sumberdaya air tersedia harus mampu memenuhi kebutuhan tanaman, tdk berlebihan & tdk kekurangan 3. Integritas biologis dan ekologis harus dilestarikan melalui berbagai upaya pengelolaan sumberdaya genetik, siklus hara, hama tanaman, dll 4. Sistem harus menguntungkan secara ekonomis 5. Ekspektasi sosial dan norma budaya harus dipenuhi, spt kebutuhan sandang dan pangan masyarakat

  20. CIRI PENTING PERTANIAN BERKELANJUTAN NUTRIENT MANAGEMENT Pupuk - Rabuk Kandang/Kompos - Rabuk Hijau CROP ROTATION Field crop - Legume - Forage crop Prod. TERNAK: Pakan hijauan Rabuk kandang Weed Control Olah tanah Selective Herbicides Pest Control: Biological control Pesticide treatment

  21. SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN(PRINSIP DASAR) PERTANIAN TROPIKA BASAH INPUT OUTPUT BERIMBANG FOTOSINTESIS: CO2, AIR, CAHAYA BERLIMPAH DEKOMPOSISI: SUHU, KELEMBABAN, JAZAD MIKRO

  22. CONTEXT OF SUSTAINABILITY 1. A low dependence on external, purchased inputs 2. The use of locally available and renewable resources 3. Beneficial impacts on the onfarm and off-farm environment 4. Adapted to the local conditions vs. dependent on the control environment 5. The long term maintenance of prod. Capacity 6. Biological and cultural diversity 7. The knowledge and CULTURE of local inhabitants 8. Adequate domestic and exportable goods. 9. Integration of all of these components. 10. FULL UNDERSTANDING of the agroecosystems 1. Multi-crop agroecosystems 2. Diverse HOME Gardens 3. Traditional Wetland Agroecosystems 4.

  23. Desirable Elements of Sust. Agric. System 1. Integrasi tanaman dan ternak dalam sistem agroforestry atau agro-silvo-partural yang sesuai 2. Pemanfaatan potensi siklus hara dan fiksasi N secara biologis 3. Cropping systems yg melibatkan indigenous crops 4. Cropping patterns dan budidayanya yg melindungi tanah 5. Integrated watershed development, pewilayahan farming systems 6. Memanfaatkan perilaku fotoperiodisitas kultivar seoptimal mungkin dalam cropping systems 7. Mekanisasi dan teknologi tepatguna 8. Integrated pest management 9. Teknik dan metode untuk efisiensi pemupukan 10. Intensifikasi produktivitas lahan 11. Irrigation and water harvesting 12. Minimum tillages 13. Conventional genetic improvement of crops and animals 14. Judicious use of agricultural chemistry.

  24. Emergency prod. System & Component of technol. 1. ZERO or REDUCED TILLAGE “good residue management that reduces erosion & better yield” 2. LIFE MULCHING Legume covercrops: Centrosema sp., Tephrosia sp., Psophocareus sp. 3. Alley croping & Agroforestry 4.Supplying mulch: Konservasi tanah & BOT 5. Maintaining soil fertility: Fiksasi N dan daur ulang 6. Supplying kayu-bakar 7. Minimizing fallowing 8. Use of emerging biomass technology 9. Integrasi tanaman pangan, pohon-pohonan, dan pasture/ ternak 10. LAINNYA: ……………..

  25. PELUANG BESAR untuk PERTANIAN BERKELANJUTAN Internal Soil External Hydrophonic Medium Sun: Radiasi Sumber utama energi Energi ini sbg katalis untuk konversi energi fosil Water Utamanya hujan dan Sistem distribusi air terpusat, ditunjang air irigasi Bendungan-waduk-jaringan Nitrogen Dihimpun dari udara Terutama dari pupuk sintetik dan di-daur ulang (pupuk buatan) Mineral dilepaskan dari cadangan Ditambang, diolah, diimpor tanah dan di daur-ulang Weed & pest Biologis & Mekanis Dengan pestisida control

  26. PELUANG BESAR untuk PERTANIAN BERKELANJUTAN Internal Soil External Hydrophonic Medium ENERGY Sebagian dihasilkan Tergantung bahan bakar on-farm fosil SEED Sebagian dihasilkan Semuanya/seluruhnya dibeli on-farm Management Oleh petani & masya- Sebagian dilakukan oleh decisions rakatnya produsen SAPROTAN ANIMALS Dihasilkan secara siner- Produksi pakan di tempat gis on-farm lain yg terpisah CROPPING- Rotasi dan diversitas Monocropping SYSTEM sangat diutamakan

  27. PELUANG BESAR untuk PERTANIAN BERKELANJUTAN Internal Soil External Hydrophonic Medium VARIETAS Tahan thd keterbatasan Memerlukan input yang air dan kesuburan tanah banyak LABOR Sebagian besar kerja dila- Sebagian besar pekerjaan kukan oleh rumahtangga dilakukan tenaga upahan bertempat-tinggal on-farm CAPITAL Sumber awal rumah-tang- Sumber awal adalah kredit ga & masyarakat; suatu dan keuntungan terutama peningkatan kesejahteraan mengalir ke luar dari farm diinvestasikan secara lokal …………...

  28. KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN Pengelolaan Kesuburan Tanah Innovative Cropping Systems Pergiliran Tanaman Integrated Pest Management Bioteknologi & Crop Breeding Weeds Management Animals Roles Conservation Tillage Feedcrop Management

  29. PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH Natural Inputs Agro- ekologi KESUBURAN TANAH Optimum Crop Yields Optimum Inputs Agro- teknologi Minimum Losses

  30. SIKLUS HARA DALAM SISTEM PERTANIAN Atmosfer ? TANAMAN PANEN Residu PUPUK TANAH ? Pupuk buatan Pupuk organik: Kandang, Kompos, Hijau Penguapan Pencucian Erosi Fiksasi Kehilangan

  31. SUKLUS HARA DALAM SUATU FARM Atmosfer: 235 Daging: 10 Susu: 80 Tanaman Ternak Pakan: 200 Residu Pupuk: 125 Tanah ? Denitrifikasi & Penguapan : 175 Erosi & Pencucian : 300

  32. SUKLUS HARA DALAM SUATU KAWASAN Pupuk; Pakan limbah INDUSTRI PENGOLAHAN FARM PEMUKIMAN limbah Erosi Pencucian Denitrifikasi LANDFILL & SUNGAI

  33. POLA PERTANAMAN dalam PERTANIAN BERKELANJUTAN PADI - PADI - KEDELAI JAGUNG + UBIKAYU SENGON + NANAS + SAYURAN / JAGUNG SENGON + KOPI + GLERICIDEA + COVER CROP + CACING TANAH Manfaat Ekonomi Manfaat Biologis Manfaat Lingkungan BIOLOGICAL STRUCTURING

  34. SISTEM KEBUN LIMA STRATA Strata 1 : Pohon Pelindung Strata 2 : Tanaman Utama (Kopi, Kakao, Kelapa, dll.) Strata 3 : Tanaman sela Feedcrops / Foodcrops Strata 4 : Legume cover-crops Strata 5 : Cacing tanah Manfaat Ekonomi: Basis & Subsistens Manfaat Sosial Manfaat Lingkungan ECOPHYSIOLOGICAL STRUCTURING

  35. ROTATION EFFECTS IN CROPS LEGUME = KACANG-KACANGAN Annual seed legume Perennial forage legume Kedelai Kacangtanah Kacang hijau Kac. Panjang, dll Animal feeds Green manure FIKSASI N2 dlm BINTIL AKAR MENYUBURKAN TANAH

  36. ROTATION EFFECTS IN CROPS ANNUAL SEED LEGUME Vigna sinensis (Cowpea) Glycine max (soybeans = kedelai) Arachis hypogaea (peanut = kc.tanah) Hasil jagung dan kapas lebih baik kalau ditanam setelah cowpea Hasil jagung lebih baik kalau ditanam setelah kedelai FIKSASI N2 dlm BINTIL AKAR MENYUBURKAN TANAH

  37. ROTATION EFFECTS IN CROPS Perennial Forages TREMBESI SENGON TURI Glericidea FIKSASI N2 dlm BINTIL AKAR MENYUBURKAN TANAH

  38. CROP ROTATION EFFECTS ON SOIL KARAKTERISTIK TANAH Bulk density Bahan organik tanah Water infiltration Agregasi Tanah …. TATA UDARA KETERSEDIAAN HARA TATA AIR HUBUNGAN TANAH - TANAMAN Memperbaiki Kualitas Tanah pd Zone PERAKARAN tanaman

  39. KAWASAN INDUSTRI PERTANIAN MILIK MASYARAKAT:KIPMAS MASYARAKAT IKUT MEMILIKI: BEKERJA BERUSAHA BERTRANSAKSI DECISION MAKING PROCESS

  40. FILOSOFI KIPMAS- KIMBUN masyarakat SISTEM PRODUKSI PRIMER SISTEM INDUSTRI PENGOLAHAN PRODUK UNGGULAN COMMUNITY BASE ECONOMY

  41. Paradigma pembangunan KIPMAS : ”Membangun sumberdaya manusia dan masyarakat pemilik-pengelola sistem industri melalui usaha komoditas /produk unggulan". “Kawasan Industri Produk Unggulan Milik Masyarakat”

  42. Visi pembangunan KIPMAS adalah : “Mewujudkan sistem industri milik masyarakat yang efisien, produktif , berdaya saing tinggi dan berkelanjutan, melalui pengelolaan sumberdaya secara optimal dan berkesinambungan”.

  43. Misi pengembangan : • 1. Memberdayakan masyarakat, • 2. Menciptakan sistem usaha produktif yang berdaya saing tinggi, berkeadilan dan berkelanjutan, • 3. Mengembangkan budaya industri sebagai landasan pengembangan usaha • 4. Mengoptimalkan keunggulan komparatif kawasan M I S I

  44. Nilai keadilan merupakan merupakan prasyarat pokok dalam menjamin keberlanjutan pembangunan. Nilai keadilan ini dapat dikaji berdasarkan pertanyaan berikut: (a). Apakah sumberdaya pembangunan telah terdistribusi secara adil (b). Apakah hasil usaha pembangunan telah terdistribusi secara adil , (c). Apakah akses terhadap kesempatan/peluang untuk berusaha di bidang ekonomi telah terdistribusi secara adil , dan (d). Apakah kesempatan/peluang untuk berusaha di bidang ekonomi telah terdistribusi secara fair/ adil antar generasi

  45. Strategi yang perlu dikembangkan: • 1. Penumbuh-kembangan nilai-nilai yang melandasi berkembangnya hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam (pendekatan ekosistem). • Sumberdaya alam bukan semata-mata sebagai “sesuatu” yang dimanfaatkan bagi kepentingan manusia, tetapi juga menerima kehadiran makhluk lain ciptaan Allah S.W.T. sebagai bagian yang sama seperti halnya manusia. • Nilai ini adalah landasan untuk terbinanya hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungannya (nilai-nilai ekologi). 2. Pemanfaatan social capital seperti local-knowledge, institusi lokal dan sejenisnya sebagai pintu masuk dalam setiap proses pengembangan perkebunan. Hal ini sangat penting untuk ditekankan agar konflik sosial dapat dihindari atau bahkan dicegah. • 3. Pengembangan SDM dan IPTEK yang terkait langsung dengan setiap upaya pengembangan usaha perkebunan primer hingga tersier. Hal ini sangat strategis untuk kepentingan jangka panjang mengingat hanya dengan pengembangan SDM dan IPTEK yang terus menerus meningkat daya saing komoditas perkebunan dapat ditingkatkan. • 4. Penerapan prinsip-prinsip efisiensi dan kreasi nilai tambah dalam setiap keputusan dan tindakan. Dengan perkataan lain hal-hal yang menimbulkan kemubaziran harus dicegah. • 5. Pengembangan kelembagaan/institusi yang mampu meminimalkan ongkos transaksi, membangun kebersamaan dan menghidupkan cara kerja yang dinamis dan efisien melalui pengembangan jaringan (network) yang andal. • 6. Pewilayahan komoditas perkebunan sesuai dengan agroekosistem dan pembatas pembatas ekologis sebagai landasan pengembangan perkebunan yang berkelanjutan. • 7. Pengembangan kawasan industri perkebunan milik masyarakat (KIMBUN) sebagai media (wadah) transformasi masyarakat dari waktu ke waktu melalui pemanfaatan usaha perkebunan yang terintegrasi dengan industri pengolahan produknya. • 8. Pengembangan iklim usaha yang kondusif untuk investasi di bidang perkebunan, khususnya berupa kebijaksanaan yang diterapkan secara konsisten dan berkesinambungan. • 9. Jaminan keamanan usaha terhadap segala bentuk penjarahan , perambahan atau aktivitas serupa lainnya.

  46. Strategi yang perlu dikembangkan: • 2. Pemanfaatan social capital seperti local-knowledge, institusi lokal dan sejenisnya sebagai pintu masuk dalam setiap proses pengembangan usaha. Hal ini sangat penting untuk ditekankan agar konflik sosial dapat dihindari atau bahkan dicegah. • 3. Pengembangan SDM dan IPTEK yang terkait langsung dengan setiap upaya pengembangan usaha perkebunan primer hingga tersier. Hal ini sangat strategis untuk kepentingan jangka panjang mengingat hanya dengan pengembangan SDM dan IPTEK yang terus menerus meningkat daya saing komoditas perkebunan dapat ditingkatkan. • 4. Penerapan prinsip-prinsip efisiensi dan kreasi nilai tambah dalam setiap keputusan dan tindakan. Dengan perkataan lain hal-hal yang menimbulkan kemubaziran harus dicegah. • 5. Pengembangan kelembagaan/institusi yang mampu meminimalkan ongkos transaksi, membangun kebersamaan dan menghidupkan cara kerja yang dinamis dan efisien melalui pengembangan jaringan (network) yang andal. • 6. Pewilayahan komoditas perkebunan sesuai dengan agroekosistem dan pembatas pembatas ekologis sebagai landasan pengembangan perkebunan yang berkelanjutan. • 7. Pengembangan kawasan industri perkebunan milik masyarakat (KIMBUN) sebagai media (wadah) transformasi masyarakat dari waktu ke waktu melalui pemanfaatan usaha perkebunan yang terintegrasi dengan industri pengolahan produknya. • 8. Pengembangan iklim usaha yang kondusif untuk investasi di bidang perkebunan, khususnya berupa kebijaksanaan yang diterapkan secara konsisten dan berkesinambungan. • 9. Jaminan keamanan usaha terhadap segala bentuk penjarahan , perambahan atau aktivitas serupa lainnya.

  47. Strategi yang perlu dikembangkan: 3. Pengembangan SDM dan IPTEK yang terkait langsung dengan setiap upaya Pengembangan usaha produktif primer hingga tersier. Hal ini sangat strategis untuk kepentingan jangka panjang mengingat hanya dengan pengembangan SDM dan IPTEK yang terus menerus meningkat daya saing komoditas /produk unggulan dapat ditingkatkan.

  48. Strategi yang perlu dikembangkan: • 4. Penerapan prinsip-prinsip efisiensi dan kreasi nilai tambah dalam setiap keputusan dan tindakan. • 5. Pengembangan kelembagaan/institusi yang mampu meminimalkan ongkos transaksi, membangun kebersamaan dan menghidupkan cara kerja yang dinamis dan efisien melalui pengembangan jaringan (network) yang andal.

  49. Strategi yang perlu dikembangkan: • 6. Pewilayahan komoditas /produk sesuai dengan agroekosistem dan pembatas pembatas ekologis sebagai landasan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. • 7. Pengembangan kawasan industri produk unggulan milik masyarakat (KIPMAS) sebagai media (wadah) transformasi masyarakat dari waktu ke waktu melalui pemanfaatan usaha produksi yang terintegrasi dengan industri pengolahan produknya.

  50. Strategi yang perlu dikembangkan: • 8. Pengembangan iklim usaha yang kondusif untuk investasi di bidang poduk unggulan, khususnya berupa kebijaksanaan yang diterapkan secara konsisten dan berkesinambungan. • 9. Jaminan keamanan usaha terhadap segala bentuk penjarahan, perambahan atau aktivitas serupa lainnya.

More Related