1 / 42

TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN IPS Dr. Salamah , M. Pd

TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN IPS Dr. Salamah , M. Pd. PENGERTIAN BELAJAR. HILGRAD. HILGRAD DAN BOWER. Belajar adalah memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman dan mendapatkan informasi atau menemukan. PENGERTIAN BELAJAR.

nailah
Download Presentation

TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN IPS Dr. Salamah , M. Pd

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN IPSDr. Salamah, M. Pd

  2. PENGERTIAN BELAJAR HILGRAD HILGRAD DAN BOWER Belajar adalah memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman dan mendapatkan informasi atau menemukan.

  3. PENGERTIAN BELAJAR CRONBACH SPEARS Belajar yang terbaik adalah melalui pengalaman. learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction.

  4. PENGERTIAN BELAJAR Dengan demikian belajar dapat disimpulkan merupakan sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu.

  5. TEORI PEMBELAJARAN DISIPLIN MENTAL BEHAVIORISME TEORI PEMBELAJARAN ANDRAGOGIK KOGNITIVISME KULTURAL HUMANISTIK

  6. TEORI DISIPLIN MENTAL Berkembang sebelum abad 20 dan sampai sekarang masih diterapkan dalam pembelajaran modern 1 Teori ini tidak dilandasi eksperimen, tetapi hanya berdasarkan pada filosofi atau spekulatif 2 3 Belajar adalah pengembangan dari kekuatan, kemampuan dan potensi-potensi individu 4 Dikenal dengan sebutan disiplin formal

  7. TEORI DISIPLIN MENTAL Menekankan pada latihan mental, yang diberikan dalam bentuk studi 4 1 Belajar di tekankan pada masalah penguatan atau pendisiplinan kecakapan berfikir otak , yang kemudian menghasilkan perilaku kecerdasan 2 3 Gagasan utama disiplin mental adalah pada otak atau pikiran, yang dianggap sebagai benda nonfisik, terbaring tidak aktif  hingga ia dilatih

  8. TEORI DISIPLIN MENTAL PROSES (Latihansecara terusmenerus) KECERDASAN

  9. PENDAPAT PLATO • Pandangan filsafatnya yaitu tentang idealisme yang melukiskan pikiran dan jiwa yang bersifat dasar bagi segala sesuatu yang ada. • Idealisme hanyalah ide murni yang ada di dalam fikiran, karena pengetahuan orang berasal dari idea yang ada sejak kelahirannya. • Belajardilukiskansebagaipengembanganolahfikiran yang bersifatketurunan. • Kepercayaainikemudiandikenalsebagaikonsep “disiplin mental”.

  10. PENDAPAT J.J. ROESSEAU Menggangap anak memiliki potensi-potensi yang masih terpendam, melalui belajar, anak harus diberi kesempatan mengembangkan atau mengaktualkan potensi-potensi tersebut. Sesungguhnyaanakmemilikikekuatansendiriuntukmencari, mencoba, menemukandanmengembangkandirinyasendiri

  11. TEORI DISIPLIN MENTAL TEORI DISIPLIN MENTAL KELEMAHAN Apabila teori belajar disiplin mental dilaksanakan secara dominan tanpa memperhitungan unsur psikologi, pikiran siswa menjadi terbebani dan tidak mampu mengikuti pembelajaran secara maksimal. KELEBIHAN Siswa dapat menguasai materi pembelajaran secara bertahap dan terus menerus

  12. Johan Friedrick Herbart Aristoteles TOKOH-TOKOH TEORI DISIPLIN MENTAL Christian Wolff J.J. Roesseau • Plato

  13. TEORI BEHAVIORISME 1 2 3 4 Belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Perilaku berubah sesuai dengan konsekuensi-konsekuensi langsung dari perilaku individu Salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu dan memandang manusia sebagai produk lingkungan. Lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar

  14. KONSEKUENSI PERUBAHAN PERILAKU MENYENANGKAN Penguat (Reinforcer) Memperkuat konsekuensi perilaku. Akan meningkatkan frekuensi seseorang untuk melakukan hal yang serupa. TIDAK MENYENANGKAN Hukuman (Punisher) Melemahkan konsekuensi perilaku. Akan menurunkan frekuensi seseorang untuk melakukan hal yang serupa. Penguat dan hukuman yang diberikan bermaksud untuk merubah perilaku. Penguat dan hukuman sebaiknya yang dilakukan segera mungkin akan lebih baik, karena akan memberi pengaruh positif terhadap perilaku selanjutnya.

  15. CIRI-CIRI TEORI BEHAVIORISME • Mengutamakan unsur-unsur atau bagian-bagian kecil. • Menekankan peranan lingkungan. • Mementingkan pembentukkan reaksi atau respon. • Menekankan pentingnya latihan. • Bersifat mekanistis.

  16. KELEBIHAN TEORI BEHAVIORISME • Membiasakan guru bersikap jeli dan peka pada situasi dan kondisi belajar. • Cocok untuk memperoleh kemampuan yang menbutuhkan praktek dan pembiasaan. • Guru tidak banyak memberikan ceramah sehingga murid dibiasakan belajar mandiri. • Cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa

  17. KELEBIHAN TEORI BEHAVIORISME • Mampu membentuk suatu perilaku yang diinginkan mendapatkan penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif, yang didasari pada perilaku yang tampak. • Dengan melalui pengulangan dan pelatihan yang kontinue dapat mengoptimalkan bakat dan kecerdasan siswa yang sudah terbentuk sebelumnya. • Bahan pelajaran yang disusun secara hierarkis dari yang sederhana sampai pada yang kompleks dengan tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu mampu menghasilkan sustu perilaku yang konsisten terhadap bidang tertentu.

  18. KEKURANGAN TEORI BEHAVIORISME • Sebuah konsekuensi bagi guru, untuk menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap. • Tidak setiap mata pelajaran bisa menggunakan metode ini. • Penerapan teori behavioristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa. • Murid berperan sebagai pendengar dalam proses pembelajaran dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.

  19. KEKURANGAN TEORI BEHAVIORISME • Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa. • Murid dipandang pasif, perlu motivasi dari luar dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. • Penerapan teori behavioristik yang salah dalam suatu kondisi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa.

  20. TOKOH-TOKOH TEORI BEHAVIORISME E.L. Thorndike B.F. Skinner Ivan Pavlov Thomas Watson Albert Bandura Edwin Guthrie

  21. 1 2 3 Prosesbelajarakanberjalandenganbaikbilamateripelajaran yang baruberadaptasi (bersinambung) secara “klop” denganstrukturkognitif yang sudahdimilikiolehsiswa. Belajarmerupakanperubahanpersepsidanpemahaman. lebihmementingkanprosesbelajardaripadahasilbelajaritusendiri Asumsidasarteoriiniadalahbahwasetiaporangtelahmempunyaipengalamandanpengetahuandidalamdirinya. TEORI KOGNITIVISME

  22. CIRI-CIRI TEORI KOGNITIVISME • Mementingkan apa yang ada dalam diri manusia. • Mementingkan keseluruhan daripada bagian-bagian. • Mementingkan peranan kognitif. • Mementingkan kondisi waktu sekarang. • Mengutamakan pengertian dan pemahaman.

  23. PENDAPAT JEAN PIAGET Proses belajar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui siswa. Proses belajar yang dialami seorang anak berbeda pada tahap satu debfab tahap lainnya yang secara umum semakin tinggi tingkat kognitif seseorang maka semakin teratur dan juga semakin abstrak cara berpikirnya

  24. PENDAPAT BRUNNER Proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan termasuk konsep, teori, ide, definisi dan sebagainya melalui contoh-contoh yang menggambarkan atau mewakili aturan yang menjadi sumbernya (free discovery learning).

  25. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI KOGNITIVISME TEORI KOGNITIVISME KELEMAHAN: Teori ini tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan. Sulit di praktikkan khususnya di tingkat lanjut. Beberapa prinsip seperti intelegensi sulit dipahami dan pemahamannya masih belum tuntas. • KELEBIHAN: • Siswa lebih kreatif dan mandiri. • Membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah.

  26. TOKOH-TOKOH TEORI KOGNITIVISME Jean Piaget Ausubel Brunner Gestalt

  27. 1 2 3 TEORI HUMANISTIK Suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusia dan peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya. Poses belajar dikatakan berhasil jika siswa dapat memahami lingkungan dan dirinya sendiri. Memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya.

  28. PRINSIP TEORI HUMANISTIK • Manusia mempunyai belajar alami. • Belajar signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan siswa mempuyai relevansi dengan maksud tertentu. • Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya. • Tugas belajar yang mengancam diri akan lebih mudah dirasakan bila ancaman itu kecil. • Bila ancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara.

  29. PRINSIP TEORI HUMANISTIK • Belajar yang bermakna  diperoleh jika siswa melakukannya. • Belajar lancar jika siswa dilibatkan dalam proses belajar. • Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam. • Kepercayaan pada diri siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri. • Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar.

  30. PENDAPAT ATHUR W COMBS Memberikan lukisan persepsi diri dan dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat pada satu lingkaran kecil dan lingkaran besar.

  31. PENDAPAT CARL ROGERS Yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memper prinsip pendidikan dan pembelajaran serta jumlah.

  32. TOKOH TEORI HUMANISTIK Athur W Combs Abraham Maslow Carl Rogers

  33. TEORI KULTURAL Pendidikandankebudayaanmemiliki keterkaitan yang sangaterat. . Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan dan hanya dapat terlaksana dalam suatu komunitas masyarakat. TEORI KULTURAL Kebudayaanmerupakansuatuprosespemanusiaan. Didalamkehidupanberbudayaterjadiperubahan perkembangandanmotifasi. Intelegensimanusiaberasaldarimasyarakat.

  34. TEORI KULTURAL TEORI KULTURAL KEKURANGAN Lingkungan yang kurang mendukung akan berpengaruh dan memberi hasil yang kurang baik pula KELEBIHAN Lingkungan yang baik akan memberi pengaruh dan hasil yang baik pula

  35. TOKOH TEORI KULTURAL Edward Burnett Tylor

  36. TEORI ANDRAGOGI • Proses pembelajaran untuk orang dewasa. • Yang terpenting dalam proses interaksi belajar adalah kegiatan belajar mandiri yang bertumpu kepada warga belajar itu sendiri, bukan merupakan kegiatan seorang guru mengajar sesuatu ( Learner Centered Training /Teaghing ). • Proses untuk melibatkan pesertadidikdewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar.

  37. Peranan Pengalaman Kesiapan Belajar KonsepDiri TEORI ANDRAGOGI 4 POKOK ASUMSI TEORI MALCOLM KNOWLES Orientasi Belajar

  38. 4 POKOK ASUMSI TEORI MALCOLM KNOWLES • Konsep Diri Asumsinya bahwa kesungguhan dan kematangan diri seseorang bergerak dari ketergantungan total (realita pada bayi) menuju ke arah pengembangan diri sehingga mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dan mandiri. • Peranan Pengalaman Asumsinya adalah bahwa sesuai dengan perjalanan waktu seorang individu tumbuh dan berkembang menuju ke arah kematangan.

  39. KesiapanBelajar Asumsinyabahwasetiapindividusemakinmenjadimatangsesuaidenganperjalananwaktu, makakesiapanbelajarbukanditentukanolehkebutuhanataupaksaanakademikataupunbiologisnya, tetapilebihbanyakditentukanolehtuntutanperkembangandanperubahantugasdanperanansosialnya. OrientasiBelajar Asumsinyayaitubahwapadaanakorientasibelajarnyaseolah-olahsudahditentukandandikondisikanuntukmemilikiorientasi yang berpusatpadamateripembelajaran (Subject Matter Centered Orientation). Sedangkanpadaorangdewasamempunyaikecenderunganmemilikiorientasibelajar yang berpusatpadapemecahanpermasalahan yang dihadapi (Problem Centered Orientation).

  40. TOKOH TEORI ANDRAGOGI Malcolm Knowles

  41. SUMBER • Drs. H. Baharuddin, M.PdI, dan Esa Nur Wahyuni, M.Pd, T2010, Teori Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Ar-Ruzz Media. • Prof. Dr. Saidjiharjo, Modul Pengembangan IPS Terpadu. • Teori Belajar, http://ertyefriantij.blogspot.com/2011/02/teori-belajar.html • Bambang S. dan Lukman, Teori Belajar Andragogi, www.oocities.org/teknologipembelajaran/andragogi.html • Supri Hartanto, 4 November 2010, Implementasi Teori Belajar Disiplin Mental Dalam Pembelajaran Ips, http://makalahmu.wordpress.com/2010/11/04/implementasi-teori-belajar-disiplin-mental-dalam-pembelajaran-ips/ • Teori–Teori Belajar, http://andi1988.wordpress.com/2009/01/28/teori-teori-belajar-2/Januari 28, 2009, 7:40 am Filed under: Uncategorized

  42. Thank for your attantion!

More Related