1 / 28

BAGIAN EKOLOGI HUTAN DEPARTEMEN SILVIKULT U R INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014

MATERI PENDAHULUAN M.A. EKOLOGI HUTAN. Tim Pengajar :. Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MS Dr. Ir. Yadi Setiadi, MSc. Dr. Ir. Istomo, MS Ir. Iwan Hilwan, MS Dr. Ir. Agus Hikmat, M Dr.Ir. Omo Rusdiana,MS Dr.Ir. Basuki Wasis,MS Dr.Ir.Harnios Arif, MS Dr.Ir. Cahyo Wibowo, MS.

morna
Download Presentation

BAGIAN EKOLOGI HUTAN DEPARTEMEN SILVIKULT U R INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MATERI PENDAHULUAN M.A. EKOLOGI HUTAN Tim Pengajar : Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MS Dr. Ir. Yadi Setiadi, MSc. Dr. Ir. Istomo, MS Ir. Iwan Hilwan, MS Dr. Ir. Agus Hikmat, M Dr.Ir. Omo Rusdiana,MS Dr.Ir. Basuki Wasis,MS Dr.Ir.Harnios Arif, MS Dr.Ir. Cahyo Wibowo, MS BAGIAN EKOLOGI HUTAN DEPARTEMEN SILVIKULTUR INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014

  2. BAB PENDAHULUAN

  3. KONTRAK PERKULIAHAN • Judul Mata Kuliah : EkologiHutan • NomorKode : SVK 212 • Bobot SKS : 3 (2-3) • Sifat Mata Kuliah : Wajibuntuk mayor SVK, MNH, HH dan KSH-E • Mata KuliahPrasyarat : - • Pengajar : Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MS Dr. Ir. Yadi Setiadi, MSc. Dr. Ir. Istomo, MS Ir. Iwan Hilwan, MS Dr. Ir. Agus Hikmat, M Dr.Ir. Omo Rusdiana,MS Dr.Ir. Basuki Wasis,MS Dr.Ir.Harnios Arif, MS Dr.Ir. Cahyo Wibowo, MS • Semester : 4 (empat)

  4. Manfaat Mata Kuliah Kuliah ini memberikan kompetensi kepada mahasiswa untuk dapat menjelaskan Ekologi Hutan sebagai suatu cabang dari ilmu ekologi yang memperlajari hubungan timbal balik antara masyarakat hutan dan lingkungannya sebagai suatu dasar dalam pengelolaan hutan tropika • Tujuan Instruksional Umum Menjelaskan Ekologi Hutan sebagai suatu cabang dari ilmu ekologi yang memperlajari hubungan timbal balik antara masyarakat hutan dan lingkungannya sebagai suatu dasar dalam pengelolaan hutan tropika

  5. DeskripsiPerkuliahan • Pengertianekosistemhutantropika • Ekologipopulasidanekologikomunitas • Strukturdanfungsiekosistemhutantropika • Metodadanteknikpengukuran • Tipe-tipeekosistemhutantropika • Keseimbangankarbonpadapohondanekosistemhutantropika • Periodisitasdanpopulasitropika • Perananfaktorlingkunganpadakomunitastropika • Pertumbuhanpohon • Ekologi permudaan alam hutan tropika • Klasifikasi pohon hutan tropika

  6. Materi/Bahan Bacaan : • Soerianegara I dan A. Indrawan.Ekologi Hutan Indonesia. 2006. Laboratorium Ekologi Hutan. Jurusan Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. • Cox, G.W. 1972. Laboratory Manual of General Ecology. Second Edition, WMC. Publ. Dubuque Iowa. • Ewusie, J.Y. 1980. Element of Tropical Ecology. Heineman Educational Books Ltd. London. • Misra, R. 1968. Ecology Workbook. Oxford & IBU. Publ. House, New Delhi, Bombay, Calcuta. • Mueller – Dumbois, D. and D.H. Ellenberg. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Wiley & Sons, New York. • Odum, E.P. 1971. Fundamentals of Ecology. 3rd ed. Saunders, Philadelphia, Pensylvania. • Smith, R.L. 1986. Elements of Ecology. Harper & Row, Publishers, New York.

  7. KriteriaPenilaian Nilaiakhirditentukanberdasarkannilai UTS, UAS dantugasdengankriteriapembobotanakhiradalahsebagaiberikut: UTS : 35% UAS : 35% Praktikum : 30%

  8. Slide Presentasi Bahan Kuliahdapat di-download pada website:http://cecep_kusmana.staff.ipb.ac.id/lectures-2

  9. BATASAN EKOLOGI Ernest Haeckel (1869)  EkologiberasaldaribahasaYunani : Oikos = Tempattinggal (rumah) Logos = Ilmu, telaah Ekologi  Ilmu yang mempelajarihubungantimbalbalikantaramakhlukhidupdengansesamanyadandenganlingkungannya. BATASAN HUTAN Hutan :masyarakat tumbuhan yang dikuasai pohon-pohon yang mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan di luar hutan.

  10. BATASAN EKOLOGI HUTAN Berhubungan sangat erat sebagai sistem ekologi (EKOSISTEM) • Masyarakat tumbuhan • Margasatwa • Lingkungan Hutan Ekologi Hutan : Cabang ekologi yang khusus mempelajari hubungan timbal balik antara masyarakat hutan dengan lingkungannya

  11. BIDANG KAJIAN EKOLOGI HUTAN 1. Autekologi: • Ekologi yang mempelajarisuatujenisorganisme yang berinteraksidenganlingkungannya • Ekologijenis • Bagianekologi yang mempelajaripengaruhsuatufaktorlingkunganterhadapsatuataulebihjenis-jenisorganisme • Penyelidikannyamiripfisiologitumbuh-tumbuhan • Contohpenelitian: • PengaruhintensitascahayaterhadappertumbuhanjenisShorealeprosula. • Pengaruhdosispupuk N terhadappertumbuhanjenissengon.

  12. 2. Sinekologi • Bagianekologi yang mempelajariberbagaikelompokorganismesebagaisatukesatuan yang salingberinteraksiantarsesamanyadandenganlingkungannyadalamsuatudaerah. • Jadisinekologihutanmempelajarihutansebagaisuatuekosistem • Contohkajian: Pengaruhkeadaantempattumbuhterhadapkomposisi, struktur, danproduktivitashutan.

  13. Semua ilmu yang berhubungan dengan tumbuh-tumbuhan dan tempat tumbuhnya diperlukan dalam ekologi hutan: ILMU INTEGRATIF ILMU DASAR ILMU TERAPAN • Taksonomitumbuhan • Fisiologis • Biokimia • Genetikatumbuhan Berkaitan dengan Makhluk hidup • Silvikultur • Perencanaan hutan • Pemanenan hutan • Pengelolaan SDA • dll EKOLOGI HUTAN • Klimatologi • Geografi tumbuhan • Ilmu tanah • Geologi dan geomorphologi Berkaitan dengan keadaan lingkungan SANGKUT PAUT EKOLOGI HUTAN DENGAN ILMU LAIN

  14. SANGKUT PAUT EKOLOGI HUTAN DENGAN ILMU LAIN • Taksonomi tumbuh-tumbuhan (terutama Dendrologi)  Diperlukan untuk pengenalan jenis-jenis tumbuhan di hutan Generatif (bunga, buah, dll) Vegetatif (batang, kulit, getah, kayu, daun) Pengenalan jenis pohon AtributDunia Flora di Indonesia • (LUAS WILAYAH 1,3% DARI LUAS BUMI) • 10% DARI SPESIES TUMBUHAN BERBUNGA DI DUNIA (30.000 SPESIES, 40% BERUPA TUMBUHAN ENDEMIK). • Dipterocarpaceae 400 spesies. • MyrtaceaedanMoraceae 500 spesies. • Anggrek 4000 spesies

  15. Palm 447 spesies diantaranya 225 spesies endemik. • Paku-pakuan 4000 spesies • Rotan 332 spesies • Bambu 1200 spesies • Tanaman obat 1260 spesies (44 spesies langka) Biogeografi Flora di Indonesia

  16. Palmae (14 Jenis)

  17. Orcidaceae (29 jenis)

  18. Nephentaceae (Kantong semar, semua jenis dari genus Nephentes)

  19. 2. GeologidanGeomorfologi • Keadaangeologidangeomorfologimempengaruhipembentukandansifat-sifattanahsertapenyebarandanhiduptumbuh-tumbuhan • Keadaantopografimenentukankeadaankesuburandan air tanah yang mempengaruhikomposisidankesuburantegakanhutan • Perbedaanletaktinggimenyebabkanperbedaaniklimsehinggamempengaruhipenyebarantumbuh-tumbuhan • 3. Ilmu Tanah • Perbedaanjenistanah, sifat-sifatsertakeadaantanahseringkalimempengaruhipenyebarantumbuh-tumbuhan, menyebabkanterbentuknyatipe-tipevegetasi yang berlainan, sertamempengaruhikesuburandanproduktivitashutan • 4. Klimatologi • Faktoriklimmempengaruhipenyebarandanpertumbuhanpohon

  20. Savana Hutan Hujan Tropis Steppa / Padang Rumput Hutan Musim

  21. 5. GeografiTumbuh-tumbuhan (Phytogeografi) • Ilmuinimembahaspengaruhfaktorlingkunganterhadappenyebarantumbuh-tumbuhan • Ilmuinibergunauntukmengertipolapenyebaranberbagaijenispohondalamhubungannyadengankeadaanfisikbumi, terutamaiklimdangeomorfologiataufisiografi, danakansangatmembantudalammempelajarisusunansertapenyebaranformasi-formasihutan • 6. FisiologiTumbuh-tumbuhandanBiokimia • Untukmempelajariproses-proseshiduptumbuh-tumbuhan, yang manamemerlukanpengetahuantentangproses-proseskimia yang berhubungandenganaktivitasbiologis yang terjadi

  22. 7. GenetikaTumbuh-tumbuhan • Tumbuhan yang penyebarannyaluassering kali menunjukkanperbedaandalambentukdanpertumbuhannyasertaperbedaandalamhaladaptasidanpersyaratankeadaantempattumbuhnya yang berakarpadasifat-sifatgenetissebagaiakibatdarimutasidanpoliploididalamkeadaantertentuuntukmengertisifat-sifatekologissuatujenispohondiperlukanpengetahuantentanggenetika • 8. MatematikadanStatistika •  Memformulasikandugaankuantitatifterhadapberbagaiprosesekologis yang terjadipadaekosistemhutan

  23. CONTOH FUNGSI HUTAN DALAM ASPEK HIDROLOGI Evaporasi dari intersepsi: 25.6% Transpirasi 48.6% Curah Hujan 100% Kondisi di Hutan Hujan Amazon (Salati, 1987) Debit sungai 25.9%

  24. STATUS EKOLOGI HUTAN DALAM ILMU PENGETAHUAN KEHUTANAN • Ilmudasar yang bersifatintegratif (mengintegrasikanilmu-ilmudasar lain) yang merupakanilmudasarpentingbagisilvikultur. • Dalamterminologikehutananhampirsamadengansilvika. • Perbedaanekologihutandengansilvika: • Ekologimempelajarihutansebagaiekosistem (lawasannyalebihluas), • Silvikalebihterarahpadasilvikulturdanlebihmendekatiautekologi. • Denganpengetahuanekologihutandanfisiologipohon yang tepatbisaditentukantindakansilvikultur yang tepatsehinggaproduksihutandapatditingkatkanbaikkualitasmaupunkuantitasnya.

  25. Mempelajari komposisi dan struktur hutan-hutan alam. • Mempelajari hubungan keadaan tempat tumbuh dengan: • Komposisi dan struktur hutan • Penyebaran sesuatu jenis pohon • Permudaan pohon atau hutan • Tumbuh dan riap pohon atau hutan • Fenologi pohon • Mempelajarisyarat-syarattempattumbuhuntukpenanaman/ permudaanalamjenispohonkehutanan. ASPEK-ASPEK EKOLOGI HUTAN YANG PENTING BAGI KEHUTANAN

  26. Mempelajari siklus hara mineral,siklus air dan metabolisme. • Mempelajari hubungan kesuburan tanah, iklim dan faktor-faktor lain dengan produktivitas hutan. • Mempelajari suksesi vegetasi hutan secara alam dan setelah terjadi kerusakan.

  27. Terima Kasih

More Related