DAYA SAING USAHATANI LADA DI LAMPUNG
Download
1 / 13

Nama kelompok : Rizki Praba Nugraha H4407 Budi Pramono H44080085 Ai Surya Buana H44080083 - PowerPoint PPT Presentation


  • 179 Views
  • Uploaded on

DAYA SAING USAHATANI LADA DI LAMPUNG Abdul Muis Hasibuan dan Bedy Sudjarmoko Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri. Nama kelompok : Rizki Praba Nugraha H4407 Budi Pramono H44080085 Ai Surya Buana H44080083 Ade Fitrian H440800 As ad Ali Mutakin H440800

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Nama kelompok : Rizki Praba Nugraha H4407 Budi Pramono H44080085 Ai Surya Buana H44080083' - morela


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

DAYA SAING USAHATANI LADA DI LAMPUNGAbdul MuisHasibuandanBedySudjarmokoBalaiPenelitianTanamanRempahdan Aneka TanamanIndustri

Namakelompok :

RizkiPrabaNugrahaH4407

Budi PramonoH44080085

Ai Surya BuanaH44080083

Ade FitrianH440800

As ad Ali MutakinH440800

FirdausAlbarqoniH44080084


Pendahuluan
PENDAHULUAN

  • Ladakomoditasutamapenghasildevisasetelahkelapasawit

  • D ekspormenurun (5,4%) dan S menurun (4,7%) per tahun

  • Penurunandayasaing

  • Efisiensitasproduksi, peningkatanprodukmelaluiperluasan areal tanam (keunggulankomparatiftinggi) danintervensipemerintah


  • Usaha ladamasihdiusahaakandalamskalakecil, sehinggaproduktivitassangatrendah

  • Teknologilada, dayaserap(adopsi) parapetanimasihrendah

  • Diperlukanrevitalisasipengemabanganladanasional : pengguanaanbudidaya yang baik (GAP)


Metode penelitian
Metodepenelitian

  • Asumsi : umurusaha 15 tahun, varietasNatar 1 (4 ton/ha/tahun)

  • Kelayakanfinansialdidefinisikansebagaikemampuanuntukmenghasilkanlabaatauhasiluntukmanajemen (return to management) minimum sebesartingkat “normal” (Simatupang, 2005)

  • Kelayakanberdasarkan NPV, IRR, Net B/C, Pay Back Period


  • Input tradable dan non-tradable

  • KeunggulankomparatifsuatuprodukseringdianalisisdenganpendekatanDomestic Resource Cost Ratio (DRCR).

  • MenurutMonkedan Pearson (1989) Gunamemperolehnilai DRCR, makaanalisis yang digunakanadalahPolicy Analysis Matrix (PAM).

  • Hasilperhitunganbiayadanpenerimaanprivatmaupunsosialdirincimenurutbarangtradable dannontradableyang selanjutnyadisusundalamsatu PAM.


Hasil dan pembahasan
HASIL DAN PEMBAHASAN

  • Usahataniladadengan GAP menunjukkansecarafinansialcukupmenguntungkan

  • Jikadilihatdi PV, labafinansialsebesarRp 235.881.319,- (rata2 : Rp15.725.421,-/tahun)

  • Dapatmeningkatkanpendapatanpetani (GAP konsisten)

  • TC (15 tahun) : Rp 321.350.530,-

  • Produksi rata-rata ladadiasumsikansebesar 3,2 ton/ha mulaitahun ke-4 sampai 15, sedangkanpadatahunke 3 (panenpertama), produksinyadiasumsikansebesar 2,4 ton/ha sehinggadiperoleh total produksisebesar 40.800 kg denganhargarata2 Rp23.500,-. (Semuaharganon tradeableyang digunakandidapatdarishadow price).


usahataniladadenganmenggunakan GAP lebihlayakdanmenguntungkan, baiksecarafinansialmaupunekonomi.


  • Dampakkebijakanpemerintah yang dianalisisdenganperhitunganPolicy Anlysis Matrix (PAM) merupakandampakkebijakanpemerintahdalammelindungipetanisepertipemberlakuantarifimporuntukprodukladamaupun input produksisepertipupukdanpestisidasebagaiupayamempertahankaneksistensiusahadansekaligusinsentifbagipetani.

  • UsahataniladadiLampung menunjukkanadanyakeuntunganprivat (penrimaanberdasarakannilaifinansial > pengeluaranthdbiaya input tradable dan non-tradable)


  • Mengukurdayasaingusahataniladadapatdilakukandenganpendekatankeunggulankompetitif(privat : PCR) dankomparatif (ekonomi : DRCR)

  • Rasiobiayaprivat (PCR)= C/(A-B), yaitunisbahPrivate Cost Ratio biayafaktordomestik (C) terhadapnilaitambah (AB); semuanyadinilaidenganharga yang berlaku.


  • PCR = 0,33

  • Rasioiniberartibahwausahataniladaefisiendalampemanfaatankomponensumberdayadomestik

  • DRCR = 0,25

  • Untukmengahasilkanuang 1 rupiah hanyadiperlukanbiaya 0,25 rupiah


  • Untukmengetahuidampakkebijakanterhadapharga input dapatdilihatdarikoefisienproteksi input nominal (NPCI).

  • NPCI = 0.99

  • Nilaiiniberartibahwapengaruhsubsidipupukdaripemerintahtidakterlaluberpengaruhbagipetanisebagaiakibatmasihtingginyahargapupukdanpestisidaditingkatpetani.

  • Instrumensubsidipupukdaripemerintahtidakteraluterasapengaruhnyaditingkatpetani


  • NPCO > 1 (efektif)

  • NPCO = 0,77

  • hargayang diterimapetanimasihlebihrendahdibandinghargainternasionaldengantingkatproteksisebesar 23 %. Sedangkantingkatproteksiefektif yang diindikasikanolehnilai EPC sebesar 0,75 % menunjukkanbahwakebijakanpemerintahterhadapharga input dan output belumefektif.


Kesimpulan
KESIMPULAN

  • Usahataniladadenganmenggunakan GAP lebihbaikjikadibandingkandenganteknologi yang digunakanpetanipadasaatini.

  • Usahataniladainimemilikikeunggulankompetitifdankomparatifsehinggamemilikidayasaingdipasarinternasional, bahkandalamperdaganganbebassekalipun.

  • Namun, instrumenpemerintahsepertisubsididantarifbelumefektifdalammembantupetani.

  • Diperlukanpengadopsian GAP secarakonsistenkepadapetani.


ad